Senyawa ozon, oksigen difluorida, dan natrium peroksida memiliki rumus kimia berturut-turut adalah O3, OF2, dan Na2O2.
Ozon atau O3
Bilangan oksidasi O pada O3 adalah 0 sebab ozon merupakan unsur bebas.
Oksigen difluorida atau OF2
Karena oksigen difluorida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.
Pada senyawa oksigen difluorida, terdapat pengecualian untuk biloks O di mana bukan sama dengan -2. Hal ini karena unsur F lebih elektronegatif daripada O sehingga biloks F yang bernilai negatif, yaitu -1 (golongan VIIA).
Biloks O + 2 × Biloks F = 0
Biloks O + 2(-1) = 0
Biloks O + (-2) = 0
Biloks O = +2
Sehingga biloks O pada oksigen difluorida adalah +2.
Natrium peroksida atau Na2O2
Karena natrium peroksida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.
Pada senyawa peroksida, terdapat pengecualian untuk biloks O di mana bukan sama dengan -2. Untuk menentukan biloks O, unsur Na digunakan sebagai pembanding. Unsur Na termasuk dalam golongan IA, sehingga memiliki biloks +1.
2 × Biloks Na + 2 × Biloks O = 0
2(+1) + 2 × Biloks O = 0
+2 + 2 × Biloks O = 0
2 × Biloks O = -2
Biloks O = -1
Sehingga biloks O pada natrium peroksida adalah -1.
Jadi, bilangan oksidasi dari unsur O yang terdapat pada senyawa ozon, oksigen difluorida, dan natrium peroksida adalah 0, +2, dan -1.