Latihan Kimia Kelas XII Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 9
2. 8
3. 8
4. 3
5. 0
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Perhatikan reaksi di bawah ini!

    Hg2+(aq) + 2e- \rightarrow Hg(s) Eo = ++0,79 V

    Co2+(aq) + 2e- \rightarrow Co(s) Eo = -0,28 V

    Nilai Eosel yang tepat untuk sel volta di atas adalah ....

    A

    ++0,49 V

    B

     \ -0,49 V

    C

     \ -0,79 V

    D

     \ -1,07 V

    E

    ++1,07 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hg2+(aq) + 2e- \rightarrow Hg(s) Eo = ++0,79 V

    Co2+(aq) + 2e- \rightarrow Co(s) Eo = -0,28 V

    Ditanya:

    Eosel?

    Dijawab:

    Dari kedua nilai potensial reduksi, dapat disimpulkan bahwa Hg akan berperan sebagai katode, sedangkan Co akan berperan sebagai anode. Hal ini terjadi karena nilai Eo Hg > Eo Co, sehingga Hg lebih mudah direduksi dan Co akan lebih mudah teroksidasi.

    Eosel == Eokatode - Eoanode

    =+0,79(0,28)=+0,79-\left(-0,28\right)

    =+0,79+0,28=+0,79+0,28

    =+1,07 V=+1,07\ \text{V}

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!

    1. Faraday menemukan nilai k sebesar 1 ÷\div 9.650.
    2. Banyaknya zat yang mengendap sebanding dengan jumlah listrik yang dialirkan.
    3. Massa ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom relatif dibagi dengan bilangan oksidasinya.

    Dari ketiga pernyataan di atas, pernyataan yang tepat tentang hukum Faraday adalah ....

    A

    1 dan 2

    B

    1 dan 3

    C

    1, 2, dan 3

    D

    2 dan 3

    E

    1 saja

    Pembahasan:

    Hukum Faraday 1: massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis (G) berbanding lurus dengan jumlah listrik yang digunakan (Q).

    \approx , dimana ×\times t

    Pernyataan (2) adalah benar.

    Hukum Faraday 2: massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis (G) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat tersebut (ME).

    \approx ME, di mana ME = Ar ÷\div biloks

    Pernyataan (3) adalah benar.

    Penggabungan hukum Faraday 1 dan hukum Faraday 2 menghasilkan persamaan berikut.

    G = (×\times ×\times Ar) ÷\div (96.500 ×\times )

    • G = massa zat yang dibebaskan (dalam gram)
    • = kuat arus (dalam ampere)
    • t = waktu (dalam detik)
    • Ar = massa atom relatif
    • = banyaknya elektron/biloks

    Dari persamaan Faraday ini, nilai k adalah 1 ÷\div 96.500, bukan 1 ÷\div 9.650.


    Jadi, pernyataan yang benar adalah 2 dan 3.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Reaksi redoks yang dapat terjadi secara spontan adalah ....

    A

    Mg2+ + Mn   \ \rightarrow\  Mg + Mn2+

    B

    Hg+ + Li   \ \rightarrow\  Hg + Li+

    C

    Ba + K+    \ \rightarrow\ \ K + Ba2+

    D

    tidak ada jawaban yang benar

    E

    Fe2+ + Ag   \ \rightarrow\  Ag+ + Fe

    Pembahasan:

    Dari deret volta, diketahui bahwa semakin ke kanan letak suatu spesi, maka spesi tersebut akan semakin mudah mengalami reduksi (oksidator kuat), sedangkan spesi yang berada di sebelah kiri lebih mudah mengalami oksidasi (reduktor kuat).

    Hg+ + Li   \ \rightarrow\  Hg + Li+  \ \Longrightarrow reaksi redoks dapat terjadi, karena Li berada di sebelah kiri Hg dalam deret volta, yang artinya Li lebih mudah teroksidasi daripada Hg

    Mg2+ + Mn   \ \rightarrow\  Mg + Mn2+   \ \Longrightarrow\  reaksi tidak dapat terjadi, karena Mg berada di sebelah kiri Mn dalam deret volta sehingga seharusnya spesi Mg yang teroksidasi.

    Fe2+ + Ag   \ \rightarrow\  Ag+ + Fe   \ \Longrightarrow\  reaksi tidak dapat terjadi, karena Fe berada di sebelah kiri Ag dalam deret volta sehingga seharusnya spesi Fe yang teroksidasi.

    Ba + K+    \ \rightarrow\ \ K + Ba2+   \ \Longrightarrow\ reaksi tidak dapat terjadi, karena K berada di sebelah kiri Ba dalam deret volta, sehingga seharusnya spesi K yang teroksidasi.

    Jadi, reaksi redoks yang terjadi secara spontan adalah

    Hg+ + Li   \ \rightarrow\  Hg + Li+

  • Pilgan

    Banyaknya besi yang dapat diperoleh dari elektrolisis Fe(OH)2 dengan arus listrik 95,75 A adalah 50 gram (Ar Fe = 56). Maka, waktu yang dibutuhkan untuk proses elektrolisis tersebut adalah ....

    A

    30 menit

    B

    1 jam

    C

    15 menit

    D

    20 menit

    E

    5 menit

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Arus listrik =I = 95,75 A=I\ =\ 95,75\ \text{A}

    Massa zat yang dibebaskan =G = 50 gram=G\ =\ 50\ \text{gram}

    Massa atom Fe =56=56

    Ditanya:

    waktu = tt ?

    Dijawab:

    Penggabungan hukum Faraday 1 dan hukum Faraday 2 menghasilkan persamaan :

    G = Q ×Ar96.500 × n G\ =\ \frac{Q\ \times A_r}{96.500\ \times\ n}\  = I × t ×Ar96.500 × n=\ \frac{I\ \times\ t\ \times A_r}{96.500\ \times\ n}

    • G = massa zat yang dibebaskan (dalam gram)
    • QQ = muatan listrik (coulomb)
    • II = kuat arus (dalam ampere)
    • t = waktu (dalam detik)
    • Ar = massa atom relatif
    • n = banyaknya elektron


    Reaksi di katode : Fe2+ + 2e- \rightarrow Fe

    sehingga diperoleh n = 2

    Menentukan waktu elektrolisis

    G=I ×t ×Ar96.500 ×nG=\frac{I\ \times t\ \times A_r}{96.500\ \times n}

    t =G×96.500 ×nI×Art\ =\frac{G\times96.500\ \times n}{I\times A_r}

    =50 ×96.500 ×295,75×56=\frac{50\ \times96.500\ \times2}{95,75\times56}

    =1.800 detik=1.800\ \text{detik}

    =30 menit=30\ \text{menit}

    Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk proses elektrolisis adalah 30 menit.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Media Belajar Online: Sel Volta dalam Kehidupan Sehari-hari

    sumber: docplayer.info

    Gambar di atas adalah gambar yang tepat untuk ....

    A

    proteksi katodik

    B

    baterai alkalin

    C

    sel aki

    D

    sel Leclanche

    E

    baterai litium

    Pembahasan:

    Pada gambar, terlihat bahwa PbO2 berfungsi sebagai katode, logam timbal sebagai anode, dan adanya larutan H2SO4. Komponen-komponen ini terdapat pada sel aki. Aki adalah jenis baterai yang banyak digunakan pada kendaraan bermotor. Aki menjadi pilihan yang praktis karena dapat menghasilkan jumlah listrik yang cukup besar serta dapat diisi kembali.

    Aki dapat diisi kembali karena hasil reaksi pengosongan aki tetap melekat pada kedua elektrode. Anode Pb mengirim elektron pada katode. Sebaliknya, pada reaksi pengisian aki, elektrode Pb dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus, sehingga PbSO4 yang terdapat pada elektrode Pb itu direduksi. Sementara, PbSO4 yang terdapat pada elektrode PbO2 teroksidasi membentuk PbO2.

    Reaksi pengosongan aki:

    Katode : PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e-  \ \rightarrow PbSO4(s) + 2H2O(l) + 2e-

    Anode : Pb(s) + HSO4-(aq)  \ \rightarrow PbSO4(s) + H+(aq) + 2e-

    Reaksi pengisian aki:

    Katode : PbSO4(s) + H+(aq) + 2e-  \ \rightarrow Pb(s) + HSO4-(aq)

    Anode : PbSO4(s) + 2H2O(l)   \ \rightarrow\ PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e-

  • Pilgan

    Anita ingin merancang suatu sel elektrolisis. Ia akan mencoba melakukan elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda grafit. Reaksi yang akan terjadi pada katode adalah ....

    A

    reduksi ion Na+ menjadi Na

    B

    oksidasi anion Cl- menjadi Cl2

    C

    reduksi air

    D

    oksidasi Na menjadi Na+

    E

    oksidasi air

    Pembahasan:

    Elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode grafit (elektrode karbon).

    NaCl(aq) \rightarrow Na+(aq) + Cl-(aq)

    Reaksi katode: bergantung pada jenis kation. Dalam hal ini, kationnya adalah Na+, yaitu kation logam aktif (sulit direduksi), sehingga reaksi pada katode adalah reduksi air. Jika digunakan kation yang mudah direduksi, maka kation tersebut akan tereduksi.

    • 2H2O(l) + 2e- \rightarrow 2OH-(aq) + H2(g)

    Reaksi anode: bergantung pada jenis anode dan anion. Ketika digunakan elektrode inert (Pt, Au, C), maka reaksi pada anode bergantung pada jenis anionnya. Anion klorida (Cl-) tergolong anion yang mudah teroksidasi, sehingga akan terjadi oksidasi anion Cl- menjadi Cl2. Jika digunakan anion yang sulit dioksidasi (anion sisa asam oksi, seperti SO42-, PO43-, NO3-), maka air yang akan teroksidasi.

    • 2Cl-(aq) \rightarrow Cl2(g) + 2e-


    Jadi, reaksi yang akan terjadi pada katode adalah reduksi air.

  • Pilgan

    Pada reaksi elektrolisis lelehan Al2O3 dengan elektrode platina, maka reaksi yang terjadi pada anode adalah ....

    A

    oksidasi Al menjadi Al3+

    B

    reduksi Al3+ menjadi Al

    C

    oksidasi air

    D

    reduksi air

    E

    oksidasi anion O2- membentuk gas oksigen

    Pembahasan:

    Pada elektrolisis lelehan senyawa ion dengan elektroda inert (Pt, Au, C), maka kation direduksi di katode dan anion akan teroksidasi di anode.

    Al2O3(l) \rightarrow 2Al3+(l) + 3O2-(l)

    Katoda: Al3+(l) + 3e- \rightarrow Al(s)

    Anoda: 2O2-(l) \rightarrow O2(g) + 4e-


    Jadi, reaksi yang terjadi pada anode adalah oksidasi anion O2- membentuk gas oksigen.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Aplikasi, Kegunaan Sel Elektrolisis dalam Kehidupan Sehari-hari, Contoh,  Kimia

    sumber: nafiun.com

    Gambar tersebut menjelaskan salah satu pemanfaatan sel elektrolisis. Pemanfaatan yang dimaksud adalah ....

    A

    pemurnian logam

    B

    proses Hall-Heroult

    C

    tin plating

    D

    verkrom

    E

    sel diafragma

    Pembahasan:

    Sel elektrolisis banyak dimanfaatkan dalam industri, salah satunya untuk pemurnian logam seperti gambar berikut.

    Aplikasi, Kegunaan Sel Elektrolisis dalam Kehidupan Sehari-hari, Contoh,  Kimia

    Sel elektrolisis tersebut bertujuan untuk menghilangkan zat pengotor dari kabel tembaga. Adanya pengotor pada kabel tembaga dapat mengurangi konduktivitasnya. Tembaga kotor dijadikan sebagai anode, sedangkan tembaga murni dijadikan sebagai katode, serta digunakan CuSO4 sebagai elektrolit.

    Pada elektrolisis, tembaga tidak murni yang ada di anode akan mengalami oksidasi dan melarut sebagai ion Cu2+. Selanjutnya, ion Cu2+ tersebut akan bergerak menuju katode dan tereduksi menjadi endapan Cu yang murni.

    Katode : Cu2+(aq) + 2e- \rightarrow Cu(s)

    Anode : Cu(s) \rightarrow Cu2+(aq) + 2e-

    Reaksi total : Cu(s) \rightarrow Cu(s)

    Jadi, jawaban yang tepat adalah pemurnian logam.


    • Proses Hall-Heroult

    Proses ini menjelaskan cara ekstraksi aluminium dari lelehan bijih bauksit (Al2O3). Pada proses Hall-Heroult, lelehan bauksit dicampur dengan kriolit (Na3AlF6) dan dielektrolisis dengan menggunakan elektrode grafit.

    • Sel diafragma

    Sel elektrolisis ini adalah metode untuk menghasikan gas klor dan NaOH. Ini dilakukan dengan elektrolisis NaCl pekat.

    • Verkrom

    Verkrom merupakan salah satu metode penyepuhan kursi besi dengan logam kromium melalui elektrolisis Cr2(SO4)3 dengan anode kromium dan katode logam yang akan dilapisi dengan kromium.

    • Tin plating

    Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi timah, di mana pelapisan dilakukan dengan metode elektrolisis. Besi yang dilapisi timah akan terhindar dari korosi karena tidak mengalami kontak dengan air ataupun udara.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai elektrolisis berikut ini!

    1. Jika di sekitar elektrode inert hanya terdapat satu jenis zat atau ion, maka zat atau ion tersebut yang akan mengalami reduksi atau oksidasi.
    2. Anode yang berasal dari logam aktif akan mudah mengalami oksidasi.
    3. Elektrode inert adalah elektrode yang sulit bereaksi.
    4. Sel elektrolisis tidak dapat menghasilkan energi listrik.

    Reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis yang tepat ditunjuk oleh nomor ....

    A

    1, 2, dan 3

    B

    1 dan 2

    C

    1 dan 3

    D

    2 dan 4

    E

    semua jawaban benar

    Pembahasan:

    Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana energi listrik digunakan untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Ini berbeda dengan sel volta yang reaksinya dapat menghasilkan energi listrik, bukan membutuhkan energi listrik. Pada reaksi elektrolisis, ada 2 hal yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut.

    • Ion-ion di sekitar elektrode

    Ion-ion yang mempunyai nilai potensial reduksi standar lebih positif akan mengalami reaksi terlebih dahulu. Jika di sekitar elektrode inert hanya terdapat satu jenis zat atau ion, maka zat atau ion tersebut yang akan mengalami reduksi atau oksidasi.

    • Bahan elektrode

    (1) Jika digunakan elektrode inert, maka elektrode tidak akan bereaksi. Jadi, yang bereaksi adalah spesi yang ada di sekitar elektrode.

    (2) Jika elektrode (terutama anode) berasal dari logam aktif, maka anode tersebut akan teroksidasi.


    Jadi, jawaban yang tepat adalah semua jawaban benar.

  • Pilgan

    Pada suasana asam, penyetaraan atom H dalam metode perubahan bilangan oksidasi (PBO) dapat dilakukan dengan menambahkan ....

    A

    H2O

    B

    elektron (e-)

    C

    gas H2

    D

    H+

    E

    OH-

    Pembahasan:

    Penyetaraan reaksi redoks dengan metode perubahan bilangan oksidasi (PBO) dilakukan dalam tahapan-tahapan berikut ini.

    1. Tuliskan kerangka dasar reaksi, yaitu reduktor dan hasil oksidasinya beserta oksidator dan hasil reduksinya.
    2. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai (biasanya adalah unsur selain hidrogen dan oksigen).
    3. Tentukan hasil kali antara jumlah atom yang terlibat dengan perubahan bilangan oksidasinya.
    4. Samakan jumlah perubahan biloks dengan koefisien yang sesuai.
    5. Setarakan muatan dengan menambahkan ion H+ (dalam suasana asam) atau ion OH- (dalam suasana basa).
    6. Setarakan atom H dengan menambahkan H2O.


    Jadi, penyetaraan atom H dapat dilakukan dengan menambahkan molekul H2O.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.