Serebrum atau otak besar memiliki bagian luar yang tersusun dari substansi abu-abu dan disebut dengan korteks serebral. Korteks serebral menempati 80% dari massa otak. Pada korteks serebral terdapat lipatan-lipatan yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lain, maupun manusia dengan jenis animalia lainnya. Lipatan ini menambah luas permukaan otak, sehingga meningkatkan jumlah substansi abu-abu dan jumlah informasi yang dapat diproses. Dengan demikian, manusia bisa memiliki kemampuan kognitif atau kecerdasan yang lebih tinggi.
Jumlah lipatan pada permukaan otak ini ditentukan oleh seberapa sering otak dipakai untuk berpikir dan bekerja. Misalnya, ketika seseorang aktif berpikir dan menganalisis sesuatu, maka kemungkinan bertambah lipatannya akan semakin banyak.
Berikut ini merupakan ilustrasi otak manusia.

Semakin besar volume otak seseorang dan semakin tinggi tingkat perkembangannya, maka orang tersebut akan semakin cerdas. Akan tetapi, volume otak tidak dipengaruhi oleh besarnya ukuran kepala dan usia seseorang. Seseorang yang berusia lebih tua, mungkin seharusnya memiliki perkembangan otak yang lebih tinggi. Hanya saja bila kesehariannya minim aktivitas yang memerlukan bantuan otak untuk dilatih bekerja lebih keras, misalnya berpikir, maka tingkat kecerdasannya kemungkinan berada di bawah orang lain dengan usia yang lebih muda.
Jadi, jawaban yang paling tepat adalah bila Medila lebih sering belajar dan aktif daripada Medina, maka jumlah lipatan otaknya akan lebih banyak.