Vaksin polio diketahui tidak hanya menyerang pada manusia tetapi juga pada monyet atau kera. Pada awalnya, pembuatan vaksin ini menggunakan sel sumsum tulang belakang kera tapi mengalami kegagalan karena sering berdampak kelumpuhan anggota gerak pada manusia. Percobaan selanjutnya, pembuatan vaksin polio dilakukan dengan menggunakan kultur jaringan otak pada manusia tetapi juga mengalami kegagalan karena berdampak kerusakan jaringan saraf pada manusia. Dan pada akhirnya, jaringan ginjal monyet dijadikan sumber sel untuk perkembangbiakan virus dan terbukti lebih aman dibandingkan menggunakan medium yang lainnya
Jadi kultur sel hewan yang digunakan sebagai medium pertumbuhan virus pada pembuatan vaksin polio adalah sel ginjal monyet.