
Stabilitas atom adalah kemampuan atom untuk mempertahankan kompisisi inti atomnya tanpa meluruh. Pita kestabilan merupakan kurva yang menggambarkan komposisi inti-inti atom yang stabil. Pita ini berbentuk kurva eksponensial yang menjorok ke atas. Pada rentang 1 ≤ Z ≤ 20, pita kestabilan berada segaris dengan garis N=Z (kurva yang menunjukkan jumlah proton pada inti sama dengan jumlah neutron pada inti). Saat Z semakin membesar, kurva menjauhi garis N=Z. Dibutuhkan lebih banyak neutron dibanding proton untuk membuat inti tetap stabil. Pita kestabilan berakhir pada nomor atom 83 di mana atom Bismuth-209 merupakan atom paling berat yang memiliki inti stabil.
Atom-atom yang berada di luar pita kestabilan akan mengalami peluruhan. Atom-atom yang berada di atas pita kestabilan memiliki terlalu banyak neutron sehingga terjadi peluruhan berupa emisi partikel beta (β−) sementara atom-atom yang berada di bawah pita kestabilan memiliki terlalu sedikit neutron sehingga terjadi peluruhan berupa penangkapan partkel beta (β−) atau emisi partikel positron (β+).
Jadi, emisi partikel beta terjadi pada inti atom pada daerah (2) dan (4).