Diketahui:
Massa lokomotif m = 10 ton = 10.000 kg
Reservoir suhu tinggi TH = 2.000 K
Reservoir suhu rendah TC = 400 K
Efisiensi mesin η = 25%×ηmaks
Jarak d = 100 km = 100.000 m
Koefisien gesekan μ = 1
Percepatan gravitasi g = 10 m/s
Ditanya:
Kalor yang dibutuhkan QH = ?
Jawab:
Mesin pembakaran internal merupakan salah satu jenis mesin kalor riil, mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1−THTC di mana TC merupakan suhu di reservoir dingin dan TH merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin.
Efisiensi ini adalah perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=QHW di mana W adalah usaha dan QH adalah kalor dari reservoir panas.
Pertama, cari terlebih dahulu usaha yang diperlukan oleh lokomotif kereta. Karena koefisien gesekan rel adalah 1, maka besarnya gaya gesek sama dengan gaya beratnya.
W=Fd
W=mgd
W=(10.000)(10)(100.000)
W=1010 J
Efisiensi tertinggi yang bisa dicapai oleh sebuah mesin kalor adalah efisiensi mesin carnot. Karena efisiensi mesin hanya 25% dari efisiensi maksimalnya, maka:
η=41ηmaks
QHW=41(1−THTC)
QH=41(1−THTC)W
QH=41(1−2.000400)1010
QH=5×1010 J
Jadi, kalor yang dibutuhkan untuk mengerakkan lokomotif adalah 5×1010 J.