Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner (senyawa yang terbentuk dari dua unsur yang berbeda). Tata namanya mengikuti aturan berikut:
- Penulisan tata nama senyawa biner didahului unsur yang lebih elektropositif diikuti unsur yang lebih elektronegatif (lebih cenderung menarik elektron dalam ikatan kovalen).
- Atom yang di depan disebut sesuai dengan nama unsurnya dan diikuti nama unsur berikutnya dengan akhiran -ida
- Jumlah atom (angka subskrip) disebut awalan dengan menggunakan angka latin seperti pada tabel berikut:

Berikut penjelasan dari masing-masing pilihan jawaban:
Pilihan jawaban: SO2 = Belerang dioksida (Benar)
- Unsur S merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada unsur O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "belerang".
- Jumlah atom S = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
- Jumlah atom O = 2, maka harus diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".
Pilihan jawaban: CS2 = Karbon disulfida (Benar)
- Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada S, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
- Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
- Jumlah atom S = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "disulfida".
Pilihan jawaban: P2O5 = Difosfor pentaoksida (Benar)
- Unsur P merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "fosfor".
- Jumlah atom P = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "difosfor".
- Jumlah atom O = 5, maka diawali dengan angka latin penta- menjadi "pentaoksida".
Pilihan jawaban: CO = Monokarbon monoksida (Tidak Benar)
- Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
- Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
- Jumlah atom O = 1 dan khusus senyawa CO, angka latin mono- disebutkan menjadi "monooksida".
- Nama senyawa CO adalah karbon monoksida.
Pilihan jawaban: CO2 = karbon dioksida (Benar)
- Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
- Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
- Jumlah atom O = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".
Jadi, pasangan rumus dan nama senyawa yang tidak tepat adalah CO = monokarbon monoksida.