Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua unsur yang berbeda, melalui ikatan kovalen (menggunakan bersama-sama pasangan elektron). Tata nama senyawa kovalen biner memiliki beberapa aturan berikut.
- Didahului dengan unsur yang lebih elektropositif dan diikuti unsur yang lebih elektronegatif
- Unsur yang di depan disebut sesuai nama unsurnya dan diikuti unsur berikutnya dengan menambah akhiran -ida.
- Jumlah atom (angka subskrip) disebut sebagai awalan dengan menggunakan angka latin seperti pada tabel berikut:

Berikut ini penjelasan dari masing-masing pilihan:
Dinitrogen tetraoksida = N2O4
- di = 2 atom
- nitrogen = nama dari unsur N
- tetra = 4 atom
- oksida = nama dari unsur O dalam senyawa
Senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner karena terbentuk dari 2 unsur, yaitu N dan O, melalui ikatan kovalen.
Karbon disulfida = CS2
- karbon = nama dari unsur C
- di = 2 atom
- sulfida = nama dari unsur S dalam senyawa
Senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner karena terbentuk dari 2 unsur, yaitu C dan S, melalui ikatan kovalen.
Difosfor pentaoksida = P2O5
- di = 2 atom
- fosfor = nama dari unsur P
- penta = 5 atom
- oksida = nama dari unsur O dalam senyawa
Senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner karena terbentuk dari 2 unsur, yaitu P dan O, melalui ikatan kovalen.
Karbon dioksida = CO2
- karbon = nama dari unsur C
- di = 2 atom
- oksida = nama dari unsur O dalam senyawa
Senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner karena terbentuk dari 2 unsur, yaitu C dan O, melalui ikatan kovalen.
Natrium klorida = NaCl
- natrium = nama dari unsur Na
- klorida = nama dari ion Cl-
Senyawa tersebut merupakan senyawa biner karena terbentuk dari 2 unsur, yaitu Na dan Cl. Namun, kedua unsur berikatan dengan membentuk senyawa ion: NaCl ⟶ Na+ + Cl-
Jadi, tata nama yang bukan menunjukkan senyawa kovalen biner adalah natrium klorida = NaCl.