Latihan Fisika Kelas XII Konsep dan Aplikasi Induksi Elektromagnetik
# 7
Pilgan

Perhatikan gambar berikut!

Kumparan primer trafo step-down yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC sebesar 120 V dan mengalir arus sebesar 5 A, memiliki efisiensi sebesar 60%. Jika kumparan sekunder trafo dihubungkan dengan lampu L, maka besar hambatan lampu L adalah ....

A

10 Ω10\ \Omega

B

30 Ω30\ \Omega

C

50 Ω50\ \Omega

D

90 Ω90\ \Omega

E

100 Ω100\ \Omega

Pembahasan:

Diketahui:

Gambar trafo step-down:

Tegangan primer VpV_{\text{p}} = 120 V

Arus primer IpI_{\text{p}} = 5 A

Jumlah lilitan primer NpN_{\text{p}} = 2.000 lilitan

Efisiensi trafo step-down η\eta = 60%

Jumlah lilitan sekunder NsN_{\text{s}} = 1.000 lilitan

Ditanya:

Hambatan lampu L RL=R_{\text{L}}=?

Dijawab:

Trafo step-down merupakan trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dan memiliki ciri-ciri yaitu:

  • Vp>VsV_{\text{p}}>V_{\text{s}}
  • Np>NsN_{\text{p}}>N_{\text{s}}
  • Ip<IsI_{\text{p}}<I_{\text{s}}

Trafo atau transformator merupakan salah satu aplikasi dari induksi elektromagnetik. Transformator secara ideal memenuhi persamaan berikut.

VpVs=NpNs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

Sedangkan efisiensi trafo merupakan perbandingan antara daya keluaran (sekunder) dengan daya masukan (primer) dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

η=(PsPp)100%=(VsIsVpIp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{P_{\text{p}}}\right)100\%=\left(\frac{V_{\text{s}}I_{\text{s}}}{V_{\text{p}}I_{\text{p}}}\right)100\%

Berdasarkan persamaan efisiensi trafo dapat dihitung besar daya lampu. Daya lampu dalam kumparan sekunder sama dengan daya kumparan sekunder, sehingga:

η=(PsPp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{P_{\text{p}}}\right)100\%

Ps=PL=η100%PpP_{\text{s}}=P_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}P_{\text{p}}

PL=η100%PpP_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}P_{\text{p}}

Karena persamaan daya adalah P=VIP=VI, maka:

PL=η100%(VpIp)P_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}\left(V_{\text{p}}I_{\text{p}}\right)

PL=(60%100%)(120)(5)P_{\text{L}}=\left(\frac{60\%}{100\%}\right)\left(120\right)\left(5\right)

PL=(0,6)(120)(5)P_{\text{L}}=\left(0,6\right)\left(120\right)\left(5\right)

PL=360P_{\text{L}}=360 W

Melalui persamaan trafo ideal, dapat dihitung besar tegangan output pada kumparan sekunder sebagai berikut.

VpVs=NpNs\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}

Vs=VpNsNpV_{\text{s}}=\frac{V_{\text{p}}N_{\text{s}}}{N_{\text{p}}}

Vs=(120)(1.000)(2.000)V_{\text{s}}=\frac{\left(120\right)\left(1.000\right)}{\left(2.000\right)}

Vs=60V_{\text{s}}=60 V

Salah satu persamaan daya adalah sebagai berikut.

P=V2RP=\frac{V^2}{R}

Berdasarkan persamaan tersebut, dapat dihitung nilai hambatan lampu L adalah sebagai berikut.

RL=Vs2PLR_{\text{L}}=\frac{V_{\text{s}}^2}{P_{\text{L}}}

RL=(60)2(360)R_{\text{L}}=\frac{\left(60\right)^2}{\left(360\right)}

RL=3.600360R_{\text{L}}=\frac{3.600}{360}

RL=10 ΩR_{\text{L}}=10\ \Omega

Jadi, besar hambatan lampu L adalah 10 Ω10\ \Omega.