Pada tanggal 1 April 1943, Jepang mendirikan sebuah pusat kebudayaan yang bernama Keimin Bunka Shidoso. Tujuannya adalah untuk menanamkan dan menyebarkan kesenian dan kebudayaan Jepang. Karya-karya para seniman seperti roman, sajak, lagu, lukisan, sandiwara dan film dijaga agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang.
Beberapa progam kerja yang dilakukan oleh Keimin Bunka Shidoso adalah sebagai berikut.
- Menyediakan tempat untuk latihan melukis bersama
- Menyediakan tempat untuk pameran bersama
- Memberikan biaya untuk pameran keliling di kota-kota besar di Indonesia, dengan menyediakan hadiah atau penghargaan untuk lukisan yang dianggap baik
- Menyelenggarakan kursus menggambar secara teknis akademis dengan pengasuh yang telah ditunjuk
Dalam kenyataannya, progam kerja tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga selama masa penjajahan Jepang yang singkat dan berat itu, dunia seni lukis Indonesia justru mulai berkembang.
Dalam 3,5 tahun, diselenggarakan puluhan pameran yang berlangsung meriah di tempat khusus atau hanya di pasar malam (rakutenci), dan biasanya disertai pemberian penghargaan seni lukis terbaik.
Kesimpulannya tujuan Jepang mendirikan Keimin Bunka Shidoso adalah untuk menanamkan dan menyebarkan kesenian dan kebudayaan Jepang.