Latihan Kimia Kelas XI Dispersi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
2
Salah
7
Dilewati
1

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 2
3. 1
4. 0
5. 0
6+. 2
  • Pilgan
    0

    Batu apung terbentuk dari letusan gunung berapi. Sistem koloid dari batu apung yaitu ....

    A

    gas dalam padat

    B

    padat dalam cair

    C

    padat dalam gas

    D

    padat dalam padat

    E

    cair dalam padat

    Pembahasan:

    Sistem koloid dibedakan berdasarkan jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya. Batu apung merupakan salah satu contoh dari buih padat. Buih padat adalah koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya berupa zat padat.

    Jadi batu apung merupakan sistem koloid dari gas dalam padat.

  • Pilgan

    Berikut ini merupakan campuran yang bersifat homogen secara makroskopis tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra, kecuali ....

    A

    mentega

    B

    lem

    C

    santan

    D

    sabun

    E

    bensin

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen karena dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen. Koloid memiliki sifat homogen secara makroskopis dan heterogen secara mikroskopis.

    Campuran yang bersifat homogen secara makroskopis artinya partikel-partikelnya tidak dapat dibedakan jika dilihat menggunakan mata. Campuran bersifat heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra artinya partikel-partikelnya dapat dibedakan jika diamati menggunakan mikroskop ultra.

    Analisis opsi jawaban.

    • Sabun termasuk koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair.
    • Lem termasuk koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair.
    • Santan termasuk koloid dengan fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya cair.
    • Mentega termasuk koloid dengan fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya padat.
    • Bensin termasuk larutan sehingga campuran bersifat homogen, baik secara makroskopis maupun mikroskopis (diamati dengan mikroskop ultra).

    Jadi campuran yang bersifat homogen, secara makroskopis atau diamati dengan mikroskop ultra yaitu bensin.

  • Pilgan
    1

    Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan fase pendispersinya. Berdasarkan hal tersebut, contoh emulsi padat, sol cair, dan aerosol padat berturut-turut adalah ....

    A

    susu, cat, dan asap

    B

    mayones, tinta, dan debu

    C

    santan, cat, kabut

    D

    mentega, tinta, dan kabut

    E

    keju, cat, dan asap

    Pembahasan:

    Emulsi padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya padat. Contohnya: keju dan mentega.

    Sol cair adalah sistem koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair. Contohnya: cat dan tinta.

    Aerosol padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya gas. Contohnya: debu dan asap.

    Jadi contoh emulsi padat, sol cair, dan aerosol padat berturut-turut yaitu keju, cat, dan asap.

  • Pilgan
    0

    Produk yang dibuat dalam bentuk aerosol agar lebih praktis saat digunakan adalah ....

    A

    parfum

    B

    minyak rambut

    C

    tinta

    D

    cat kuku

    E

    pasta gigi

    Pembahasan:

    Aerosol merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa zat cair atau padat dan medium pendispersinya berupa gas.

    Analisis dari tiap opsi jawaban sebagai berikut.

    • Tinta --> fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair, disebut dengan sol.
    • Cat kuku --> fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair, disebut dengan sol.
    • Minyak rambut --> fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya padat, disebut dengan emulsi padat.
    • Pasta gigi --> fase terdispersinya gas dan medium pendispersinya cair, disebut dengan buih.
    • Parfum ketika disemprotkan --> fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya gas, disebut dengan aerosol cair.

    Jadi produk yang dibuat dalam bentuk aerosol agar lebih praktis saat digunakan adalah parfum.

  • Pilgan
    1

    Asbut merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang termasuk sistem koloid. Asbut ini terdiri dari asap dan kabut yang berada di udara. Sistem koloid yang membentuk kabut adalah dispersi partikel ... dalam ....

    A

    gas, air

    B

    air, udara

    C

    udara, uap air

    D

    padat, gas

    E

    air, uap air

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid cenderung stabil atau tidak mudah terpisah dengan ukuran partikel antara 1 nm sampai 100 nm.

    Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya. Kabut merupakan koloid dengan fase terdispersi cair dan medium pendispersinya gas. Dalam hal ini, kabut adalah dispersi partikel air dalam udara.

    Kabut terjadi jika udara panas yang mengandung uap air tiba-tiba mengalami pendinginan. Akibatnya, sebagian uap air mengalami kondensasi (pengembunan) menjadi air. Air terdispersi di dalam udara dan terbentuklah kabut.

    Jadi sistem koloid yang membentuk kabut adalah dispersi partikel air dalam udara.

  • Pilgan
    0

    Perbedaan dispersi molekuler dengan dispersi koloid adalah ....

    A

    ukuran partikel dispersi molekuler > 1 nm sedangkan ukuran partikel dispersi koloid < 1 nm

    B

    dispersi molekuler bersifat sangat stabil sedangkan dispersi koloid relatif stabil

    C

    secara mikroskopis, dispersi molekuler bersifat heterogen sedangkan dispersi koloid bersifat homogen

    D

    partikel dispersi molekuler dapat dipisahkan dengan penyaring ultra sedangkan dispersi koloid tidak

    E

    jika didiamkan, dispersi molekuler mengalami pengendapan sedangkan dispersi koloid tidak

    Pembahasan:

    Perbedaan dispersi molekuler (larutan) dengan dispersi koloid (koloid) sebagai berikut.

    1) Secara mikroskopis, dispersi molekuler bersifat homogen sedangkan dispersi koloid bersifat heterogen.

    2) Ukuran partikel dispersi molekuler < 1 nm sedangkan ukuran partikel dispersi koloid antara 1 nm - 100 nm.

    3) Dispersi molekuler bersifat sangat stabil artinya tidak memisah sedangkan dispersi koloid relatif stabil artinya sukar memisah.

    4) Partikel dispersi molekuler tidak dapat dipisahkan meskipun dengan penyaring ultra sedangkan dispersi koloid dapat dipisahkan menggunakan penyaring ultra.

    Jadi perbedaan dispersi molekuler dengan dispersi koloid adalah dispersi molekuler bersifat sangat stabil sedangkan dispersi koloid relatif stabil.

  • Pilgan
    0

    Dita mencampurkan asam klorida dengan air. Asam klorida tersebut dapat larut di dalam air. Sistem dispersi yang terbentuk memiliki karakteristik, yaitu ....

    A

    ukuran partikel antara 1 nm sampai 100 nm

    B

    di bawah mikroskop ultra, partikelnya dapat dibedakan

    C

    tidak stabil atau mudah terpisah

    D

    dapat dipisahkan dengan cara penyaringan

    E

    secara mikroskopis bersifat homogen

    Pembahasan:

    Campuran asam klorida dan air akan membentuk larutan asam klorida. Berikut ini merupakan karakteristik dari larutan.

    1) Secara makroskopis bersifat homogen artinya partikel tidak dapat dibedakan menggunakan mata secara langsung

    2) Secara mikroskopis bersifat homogen artinya partikel tidak dapat dibedakan menggunakan mikroskop ultra

    2) Ukuran partikelnya kurang dari 1 nm

    3) Sangat stabil (tidak memisah) dan tidak dapat disaring

    Jadi, karakteristik dari larutan asam klorida tersebut adalah secara mikroskopis bersifat homogen.

  • Pilgan
    0

    Kerupuk, intan hitam, dan awan berturut-turut merupakan contoh dari sistem koloid ....

    A

    buih padat, sol padat, dan aerosol padat

    B

    sol padat, emulsi padat, dan aerosol padat

    C

    buih padat, sol padat, dan aerosol cair

    D

    emulsi padat, sol padat, dan aerosol padat

    E

    emulsi padat, buih padat, dan aerosol cair

    Pembahasan:

    Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya.

    1) Buih merupakan koloid yang fase terdispersinya gas. Jika medium pendispersinya cair (buih) contohnya krim kocok ; jika medium pendispersinya padat (buih padat) contohnya kerupuk.

    2) Sol merupakan koloid yang fase terdispersinya padat. Jika medium pendispersinya cair (sol) contohnya tinta ; jika medium pendispersinya padat (sol padat) contohnya intan hitam.

    3) Aerosol merupakan koloid yang medium pendispersinya gas. Jika fase terdispersinya cair (aerosol cair) contohnya awan ; jika fase terdispersinya padat (aerosol padat) contohnya debu.

    4) Emulsi merupakan koloid yang fase terdispersinya cair. Jika medium pendispersinya cair (emulsi) contohnya santan ; jika medium pendispersinya padat (emulsi padat) contohnya mentega.

    Jadi kerupuk, intan hitam, dan awan berturut-turut merupakan contoh dari sistem koloid buih padat, sol padat, dan aerosol cair.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan sifat-sifat berikut!

    1) Secara makroskopis bersifat homogen.

    2) Mengalami sedimentasi.

    3) Partikelnya berdimensi kurang dari 1 nm.

    4) Tidak dapat disaring.

    5) Tidak stabil.

    Sifat suspensi ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    2 dan 4

    B

    1 dan 3

    C

    4 dan 5

    D

    2 dan 5

    E

    1 dan 2

    Pembahasan:

    Sifat Larutan

    Homogen, partikel terdispersi tidak dapat dibedakan meskipun menggunakan mikroskop ultra, ukuran partikelnya kurang dari 1 nm, sangat stabil (tidak terpisah), dan tidak dapat disaring.

    Sifat Koloid

    Secara makroskopis bersifat homogen tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra, ukuran partikelnya antara 1 nm sampai 100 nm, relatif stabil (sukar terpisah), dan tidak dapat disaring.

    Sifat Suspensi

    Bersifat heterogen, ukuran partikelnya lebih besar dari 100 nm, tidak stabil (mudah terpisah), mengalami sedimentasi (pengendapan), dan dapat disaring.

    Jadi sifat suspensi ditunjukan oleh 2 dan 5.

  • Pilgan
    0

    Jika detergen ditambahkan pada campuran air dan minyak maka akan diperoleh koloid yang stabil. Dalam hal ini detergen berperan sebagai ....

    A

    stabilisator

    B

    emulgator

    C

    de-foaming agent

    D

    katalisator

    E

    reduktor

    Pembahasan:

    Campuran air dan minyak merupakan contoh koloid atau emulsi yang memiliki sifat tidak stabil (mudah terpisah). Untuk memperoleh campuran air dan minyak yang stabil diperlukan pengemulsi (emulgator), misalnya detergen. Detergen akan mendispersi minyak dalam air sehingga diperoleh campuran air dan minyak yang stabil (tidak memisah). Detergen dapat berperan sebagai emulgator karena memiliki bagian yang bersifat polar (mengikat air) dan nonpolar (mengikat minyak).

    Jadi detergen berperan sebagai emulgator.


    *De-foaming agent atau agen anti buih adalah zat yang mampu mencegah terjadinya buih.

    *Stabilisator adalah zat yang membantu mempertahankan struktur campuran.

    *Katalisator adalah zat yang berfungsi mempercepat laju reaksi.

    *Reduktor adalah zat yang mampu mereduksi zat lain atau zat yang mengalami oksidasi.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.