Latihan Kimia Kelas XI Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 7
2. 2
3. 1
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan ....

    A

    Ksp Mg(OH)2 naik

    B

    kenaikan pH

    C

    peningkatan konsentrasi ion hidroksida

    D

    peningkatan konsentrasi ion magnesium

    E

    perubahan volume larutan

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan:

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "Ksp Mg(OH)2 naik" salah nilai tetapan hasil kali kelarutan akan tetap dalam suhu yang sama.
    • Jawaban "kenaikan pH" salah karena dalam soal tidak disebutkan adanya perubahan pH.
    • Jawaban "perubahan volume larutan" salah karena tidak dijelaskan secara lebih lanjut dalam soal mengenai volume larutan yang digunakan.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion hidroksida" salah karena sumber dari ion hidroksida tetap sama yaitu Mg(OH)2.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion magnesium" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan adanya peningkatan konsentrasi ion magnesium.

  • Pilgan

    Larutan kalsium sulfat merupakan hasil pelarutan padatan CaSO4 dalam pelarut air. Jika pelarut air dalam larutan tersebut diuapkan, maka ....

    A

    tidak terjadi perubahan pada larutan jenuh CaSO4

    B

    larutan kalsium sulfat (CaSO4) mengalami disosiasi

    C

    proses pengendapan CaSO4 berhenti

    D

    ion-ion akan segera mengkristal

    E

    padatan kalsium sulfat akan berkurang

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan suatu padatan menyebabkan suatu padatan terurai menjadi ion-ionnya, yaitu anion (ion negatif) dan kation (ion positif). Meski dalam keadaan jenuh, proses pelarutan masih tetap terjadi namun reaksi balik dari proses pelarutan juga terjadi. Reaksi balik ini adalah tarik-menarik antara anion dan kation membentuk suatu padatan.

    Larutan kalsium sulfat merupakan hasil pelarutan padatan CaSO4 dalam pelarut air. Jika pelarut air dalam larutan tersebut diuapkan, maka artinya memisahkan pelarut air dari larutan, Kondisi ini akan menyebabkan ion-ion dengan muatan berlawanan yang awalnya terurai bergabung membentuk padatan kalsium sulfat.

    Apabila pelarut air dalam larutan tersebut diuapkan, maka ion-ion akan segera mengkristal.

  • Pilgan

    Jika tetapan hasil kali kelarutan Mn(OH)2 adalah 4,9 ×\times 10-14, maka massa mangan hidroksida yang dapat larut dalam 200 mL larutan NaOH 0,1 M yaitu sebesar ... mg. (Mr Mn(OH)2 == 89 g/mol)

    A

    0,872 ×\times 10-10

    B

    0,250 ×\times 10-8

    C

    1,250 ×\times 10-8

    D

    0,125 ×\times 10-12

    E

    8,720 ×\times 10-8

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp Mn(OH)2 == 4,9 ×\times 10-14

    [NaOH] == 0,1 M

    V NaOH == 200 mL == 0,2 L

    Ditanya: massa Mn(OH)2 dalam larutan NaOH?

    Dijawab:

    Mn(OH)2(s) \rightleftharpoons 2OH-(aq) ++ Mn2+(aq)

    NaOH(aq) \longrightarrow Na+(aq) ++ OH-(aq)

    [OH]=[NaOH]=0,1 M\left[\text{OH}^-\right]=\left[\text{NaOH}\right]=0,1\ \text{M}

    Proses pelarutan dalam natrium hidroksida 0,1 M.

    [OH]=(2s+0,1)0,1 M\left[\text{OH}^-\right]=\left(2s+0,1\right)\approx0,1\ \text{M}

    [Mn2+]=s\left[\text{}\text{Mn}^{2+}\right]=s

    Ksp=[OH]2[Mn2+]K_{\text{sp}}=\left[\text{OH}^-\right]^2\left[\text{}\text{Mn}^{2+}\right]^{ }

    4,9×1014=(0,1)2(s)4,9\times10^{-14}=\left(0,1\right)^2\left(s\right)

    s=4,9×10140,12s=\frac{4,9\times10^{-14}}{0,1^2}

    s=4,9×1012s=4,9\times10^{-12}

    Maka kelarutan Mn(OH)2 dalam larutan NaOH sebesar 4,9 ×\times 10-12 M.

    [Mn(OH)2]=s=4,9×1012 M\left[\text{Mn}\left(\text{OH}\right)_2\right]=s=4,9\times10^{-12}\ \text{M}

    mol Mn(OH)2=[Mn(OH)2]×V pelarut\text{mol Mn}\left(\text{OH}\right)_2=\left[\text{Mn}\left(\text{OH}\right)_2\right]\times V\ \text{pelarut}

    =4,9×1012 M×0,2 L=4,9\times10^{-12}\ \text{M}\times0,2\ \text{L}

    =9,8×1013 mol=9,8\times10^{-13\ }\text{mol}

    massa Mn(OH)2=mol Mn(OH)2×Mr Mn(OH)2\text{massa}\ \text{Mn}\left(\text{OH}\right)_2=\text{mol Mn}\left(\text{OH}\right)_2\times M_{\text{r}}\ \text{Mn}\left(\text{OH}\right)_2

    =9,8×1013 mol×89 g mol1=9,8\times10^{-13}\ \text{mol}\times89\ \text{g}\ \text{mol}^{-1}

    =8,72×1011 g=8,72\times10^{-11}\ \text{g}

    =8,72×108 mg=8,72\times10^{-8}\ \text{mg}

    Maka massa mangan hidroksida yang dapat larut dalam 200 mL larutan NaOH 0,1 M yaitu sebesar 8,72 ×\times 10-8 mg.

  • Pilgan

    Berapakah perbandingan konsentrasi anion dan kation yang terbentuk pada proses pelarutan kalsium arsenat? (Ksp kalsium arsenat == 2,5 ×\times 10-25)

    A

    33 : 80

    B

    15 : 43

    C

    70 : 47

    D

    47 : 70

    E

    80 : 33

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp kalsium arsenat == 2,5 ×\times 10-25

    Ditanya: konsentrasi anion : konsentrasi kation ?

    Dijawab:

    Kalsium arsenat = Ca3(AsO4)2

    Reaksi pelarutan kalsium arsenat

    Dimisalkan kelarutan sebagai s.

    Ca3(AsO4)2(s⇌ 2AsO43-(aq++ 3Ca2+(aq)

    Ksp=[AsO43]2[Ca2+]3K_{\text{sp}}=\left[\text{AsO}_4^{3-}\right]^2\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]^3

    2,5×1025=(2s)2(3s)32,5\times10^{-25}=\left(2s\right)^2\left(3s\right)^3

    2,5×1025=(4s2)(27s3)2,5\times10^{-25}=\left(4s^2\right)\left(27s^3\right)

    2,5×1025=108s52,5\times10^{-25}=108s^5

    s=2,5×10251085s=\sqrt[5]{\frac{2,5\times10^{-25}}{108}}

    s=4,7×106s=4,7\times10^{-6}

    anion  [AsO43]=2s=2(4,7×106)=9,4×106 M\text{anion}\ \rightarrow\ \left[\text{AsO}_4^{3-}\right]=2s=2\left(4,7\times10^{-6}\right)=9,4\times10^{-6}\ \text{M}

    kation  [Ca2+]=3s=3(4,7×106)=1,4×105 M\text{kation}\ \rightarrow\ \left[\text{Ca}^{2+}\right]=3s=3\left(4,7\times10^{-6}\right)=1,4\times10^{-5}\ \text{M}

    [AsO43] : [Ca2+]=9,4×106 M : 1,4×105 M \left[\text{AsO}_4^{3-}\right]\ :\ \left[\text{Ca}^{2+}\right]=9,4\times10^{-6}\ \text{M}\ :\ \text{}1,4\times10^{-5}\ \text{M}\ 

    [AsO43] : [Ca2+]=47 : 70\left[\text{AsO}_4^{3-}\right]\ :\ \left[\text{Ca}^{2+}\right]=47\ :\ 70

    Maka perbandingan konsentrasi anion dan kation yang terbentuk pada proses pelarutan kalsium arsenat adalah 47 : 70 (konsentrasi anion : konsentrasi kation).

  • Pilgan

    Hasil kali kelarutan dari Be(OH)2 adalah 1,3 ×\times 10-11. Jika Be(OH)2 dilarutkan dalam air, pH dari larutan tersebut dan sifatnya berturut-turut adalah ....

    A

    10,47 dan bersifat basa

    B

    8,53 dan bersifat basa

    C

    7,00 dan bersifat netral

    D

    1,47 dan bersifat asam

    E

    3,53 dan bersifat asam

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp Be(OH)2 == 1,3 ×\times 10-11

    Ditanya: pH larutan Be(OH)2 dan sifat larutan?

    Dijawab:

    Proses pelarutan Be(OH)2

    Be(OH)2(s) \rightleftharpoons Be2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    Ksp=[Be2+][OH]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Be}^{2+}\right]\left[\text{OH}^-\right]^2

    1,3×1011=s(2s)21,3\times10^{-11}=s\left(2s\right)^2

    1,3×1011=4s31,3\times10^{-11}=4s^3

    s=1,3×101143s=\sqrt[3]{\frac{1,3\times10^{-11}}{4}}

    s=1,48×104s=1,48\times10^{-4}


    Menghitung pH larutan

    [OH]=2s\left[\text{OH}^-\right]=2s

    =2(1,48×104)=2\left(1,48\times10^{-4}\right)

    =2,96×104=2,96\times10^{-4}

    pOH=log[OH]\text{pOH}=-\log\left[\text{OH}^-\right]

    =log(2,96×104)=-\log\left(2,96\times10^{-4}\right)

    =3,53=3,53

    pH=14pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =143,53=14-3,53

    =10,47=10,47

    Karena pH dari larutan >> 7, maka sifat dari larutan adalah basa.

    Maka pH dari larutan tersebut dan sifatnya berturut-turut adalah 10,47 dan bersifat basa.

  • Pilgan

    Hasil kali kelarutan 3,67 gram timbal(II) bromida dalam 100 mL air adalah .... (Ar Pb 207 g/mol; Br 80 g/mol)

    A

    1 ×\times 10-2

    B

    1 ×\times 10-3

    C

    3 ×\times 10-5

    D

    4 ×\times 10-3

    E

    2 ×\times 10-4

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Timbal(II) bromida == PbBr2

    massa PbBr2 == 3,67 g

    Vair == 100 mL == 0,1 L

    Ar Pb == 207 g/mol

    Ar Br == 80 g/mol

    Ditanya: Ksp PbBr2?

    Dijawab:

    MPbBr2=ArPb+2×ArBrM_{\text{r}\ }\text{PbBr}_2=A_{\text{r}}\text{Pb}+2\times A_{\text{r}}\text{Br}

    =[207+(2×80)] g.mol1=\left[207+\left(2\times80\right)\right]\text{ g.mol}^{-1}

    =367 gmol1=367\ \text{gmol}^{-1}

    mol PbBr2=massa PbBr2MrPbBr2\text{mol PbBr}_2=\frac{\text{massa PbBr}_2}{M_{\text{r}}\text{PbBr}_2}

    =3,67 g367 g.mol1=\frac{3,67\ \text{g}}{367\ \text{g.mol}^{-1}}

    =0,01 mol=0,01\ \text{mol}

    [PbBr2]=mol PbBr2V\left[\text{PbBr}_2\right]=\frac{\text{mol PbBr}_2}{V}

    =0,01 mol0,1 L=\frac{0,01\ \text{mol}}{0,1\ \text{L}}

    =0,1 M=0,1\ \text{M}

    s=[PbBr2]=0,1 Ms=\left[\text{PbBr}_2\right]=\text{0,1 }\text{M}

    Reaksi disosiasi yang terjadi karena pelarutan padatan PbBr2 dalam air adalah sebagai berikut.

    PbBr2(s) \longrightarrow Pb2+(aq) ++ 2Br-(aq)

    Ksp=[Pb2+][Br]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]\left[\text{Br}^-\right]^2

    =s(2s)2=s\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(0,1)3=4\left(0,1\right)^3

    =4×103=4\times10^{-3}

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari PbBr2 adalah 4 ×\times 10-3.

  • Pilgan

    Padatan BaSO4 diperoleh dari reaksi antara 0,005 mmol Ba(OH)2 20 mL dan 0,003 mmol K2SO4 30 mL dengan kondisi larutan tepat jenuh. Jika kemudian BaSO4 dilarutkan dalam asam sulfat 0,01 M, bagaimanakah kelarutan tersebut dibandingkan dengan kelarutan BaSO4 dalam air?

    A

    129 kali lebih tinggi

    B

    65 kali lebih tinggi

    C

    129 kali lebih rendah

    D

    65 kali lebih rendah

    E

    258 kali lebih rendah

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.

    Diketahui:

    mol Ba(OH)2=0,005 mmol=5×106 mol\text{mol Ba}\text{(OH)}_2=0,005\ \text{mmol}=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    mol K2SO4=0,003 mmol=3×106 mol\text{mol K}_2\text{SO}_4=0,003\ \text{mmol}=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [H2SO4]=0,01 M\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}

    Vtotal=(20+30) mL=50 mL=0,05 LV_{\text{total}}=\left(20+30\right)\ \text{mL}=50\ \text{mL}=0,05\ \text{L}

    Padatan yang terbentuk : BaSO4

    Kondisi larutan tepat jenuh artinya Qsp == Ksp

    Ditanya: kelarutan BaSO4?

    Dijawab:

    Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Ba(OH)2(aq) ++ K2SO4(aq) \longrightarrow BaSO4(s) ++ 2KOH(aq)

    Proses pencampuran Ba(OH)2 dan K2SO4 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume akhir keduanya sama, yaitu 50 mL.

    Padatan yang mungkin terbentuk adalah BaSO4.

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Padatan tersebut akan terurai menjadi ion Ba2+ dan SO42- sehingga jumlah ion-ion ini harus ditentukan terlebih dahulu berdasarkan jumlah mol dari pereaksinya (Ba(OH)2 dan K2SO4)

    Ba(OH)2(aq) \longrightarrow Ba2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    mol Ba2+=mol Ba(OH)2=5×106 mol\text{mol Ba}^{2+}=\text{mol}\ \text{Ba(OH)}_2=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    [Ba2+]=mol Ba2+Vtotal=5×106 mol0,05 L=1×104 M\left[\text{Ba}^{2+}\right]=\frac{\text{mol Ba}^{2+}}{V_{\text{total}}}=\frac{5\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=1\times10^{-4}\ \text{M}


    K2SO4(aq) \longrightarrow 2K+(aq) ++ SO42-(aq)

    mol SO42=mol K2SO4=3×106 mol\text{mol SO}_4^{2-}=\text{mol}\ \text{K}_2\text{SO}4=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [SO42]=mol SO42Vtotal=3×106 mol0,05 L=6×105 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\frac{\text{mol SO}_4^{2-}}{V_{\text{total}}}=\frac{3\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=6\times10^{-5}\ \text{M}


    Kondisi yang terbentuk tepat jenuh sehingga

    Qsp=Ksp=[Ba2+][SO42]Q_{\text{sp}}=K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(1×104)(6×105)=\left(1\times10^{-4}\right)\left(6\times10^{-5}\right)

    =6×109=6\times10^{-9}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam air

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(s)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(s\right)

    6×109=s26\times10^{-9}=s^2

    s=6×109s=\sqrt{6\times10^{-9}}

    s=7,75×105s=7,75\times10^{-5}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam H2SO4 0,01 M

    H2SO4(aq) \longrightarrow 2H+(aq) ++ SO42-(aq)

    [SO42]=[H2SO4]=0,01 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}


    Ksp=Qsp=6×109K_{\text{sp}}=Q_{\text{sp}}=6\times10^{-9}

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(0,01)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(0,01\right)

    s=6×1090,01s=\frac{6\times10^{-9}}{0,01}

    s=6×107s=6\times10^{-7}

    Penurunan kelarutan BaSO4=kelarutan dalam airkelarutan dalam asam sulfat=7,75×1056×107=129,167129\text{Penurunan kelarutan BaSO}_4=\frac{\text{kelarutan dalam air}}{\text{kelarutan dalam asam sulfat}}=\frac{7,75\times10^{-5}}{6\times10^{-7}}=129,167\approx129

    Jadi kelarutan BaSO4 dalam asam sulfat 0,01 M yaitu 129 kali lebih rendah dari kelarutannya dalam air.

  • Pilgan

    50 mL larutan seng hidroksida 0,2 M dicampurkan dengan 50 mL larutan asam sulfida 0,3 M pada suhu x K. Padatan yang terbentuk kemudian dipisahkan dan dimurnikan. Kemudian untuk penelitian lebih lanjut, padatan ini dilarutkan dalam 100 kg air sehingga membentuk larutan jenuh. Berapakah tetapan hasil kali kelarutan dari padatan tersebut? (ρair=1 \rho_{\text{air}}=1\ g ml-1)

    A

    2,5 ×\times 10-9

    B

    1,0 ×\times 10-8

    C

    5,0 ×\times 10-11

    D

    1,0 ×\times 10-5

    E

    1,5 ×\times 10-15

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Seng hidroksida : Zn(OH)2

    Asam sulfida : H2S

    [Zn(OH)2== 0,2 M

    V Zn(OH)2  == 50 mL

    [H2S] == 0,3 M

    V H2S == 50 mL

    mair == 100 kg == 105 g

    ρair=1 \rho_{\text{air}}=1\ g ml-1

    Ditanya: Ksp padatan yang terbentuk?

    Dijawab:

    mol Zn(OH)2=V Zn(OH)2×[Zn(OH)2]\text{mol}\ \text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2=V\ \text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2\times\left[\text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2\right]

    =50 mL×0,2 M=50\ \text{mL}\times0,2\ \text{M}

    =10 mmol=10\ \text{mmol}

    mol H2S=V H2S×[H2S]\text{mol}\ \text{H}_2\text{S}=V\ \text{H}_2\text{S}\times\left[\text{H}_2\text{S}\right]

    =50 mL×0,3 M=50\ \text{mL}\times0,3\ \text{M}

    =15 mmol=15\ \text{mmol}

    Padatan yang terbentuk adalah ZnS (seng sulfida)

    Jika ZnS dilarutkan dalam air, reaksi pelarutannya adalah sebagai berikut.

    Dimisalkan kelarutan sebagai s.

    ZnS(s) \rightleftharpoons Zn2+(aq) ++ S2-(aq)

    mol ZnS=10 mmol\text{mol}\ \text{Zn}\text{S}=10\ \text{mmol}

    Vair=mairρairV_{\text{air}}=\frac{m_{\text{air}}}{\rho_{\text{air}}}

    =105g1 g mL1=\frac{10^5\text{g}}{1\ \text{g}\ \text{mL}^{-1}}

    =105 mL=10^5\ \text{mL}

    [ZnS]=mol ZnSVair\left[\text{ZnS}\right]=\frac{\text{mol ZnS}}{V_{\text{air}}}

    =10 mmol105 mL=\frac{10\ \text{mmol}}{10^5\ \text{mL}}

    =104 M=10^{-4}\ \text{M}

    Berdasarkan reaksi pelarutan, maka:

    [ZnS]=s\left[\text{ZnS}\right]=s\text{}

    104 M=s10^{-4}\ \text{M}=s

    s=104 Ms=10^{-4}\ \text{M}

    Ksp=[Zn2+][S2]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Zn}^{2+}\right]\left[\text{S}^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =(104 )2=\left(10^{-4}\ \right)^2

    =108=10^{-8}

    =1×108=1\times10^{-8}

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari padatan yang terbentuk (ZnS) adalah 1,0 ×\times 10-8.

  • Pilgan

    Ghea mereaksikan 20 mL larutan MgCl2 0,2 M dan 20 mL larutan H3PO3 0,5 M untuk mempelajari proses reaksi dan kemungkinan produk yang dihasilkan. Pernyataan berikut yang sesuai untuk menunjukkan hasil analisis Ghea adalah .... (Ksp Mg3(PO3)2 == 1,0 ×\times 10-25)

    A

    terbentuk sejumlah gas dan larutan baru di akhir reaksi

    B

    tidak terbentuk padatan namun reaksi berlangsung membentuk larutan baru

    C

    tetapan hasil kali kelarutan merupakan hasil perkalian konsentrasi ion klorida dan ion fosfit

    D

    reaksi antara asam basa sehingga menghasilkan garam dan air

    E

    terbentuk 2,4 mg padatan garam di akhir reaksi

    Pembahasan:

    Untuk menentukan konsentrasi tiap pereaksi setelah pencampuran dua pereaksi yang berbeda, dapat digunakan rumus pengenceran sebagai berikut:

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    Keterangan:

    M1=konsentrasi larutan sebelum pencampuranM_1=\text{konsentrasi larutan sebelum pencampuran}

    M2=konsentrasi larutan setelah pencampuranM_2=\text{konsentrasi larutan setelah pencampuran}

    V1=volum larutan sebelum pencampuran V_1=\text{volum larutan sebelum pencampuran }

    V2=volum larutan setelah pencampuran V_2=\text{volum larutan setelah pencampuran }

    Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.


    Diketahui:

    VMgCl2=20 mLV_{\text{MgCl}_2}=20\ \text{mL}

    [MgCl2]=0,2 M\left[\text{MgCl}_2\right]=0,2\ \text{M}

    VH3PO3=20 mLV_{\text{H}_3\text{PO}_3}=20\ \text{mL}

    [H3PO3]=0,5 M\left[\text{H}_3\text{PO}_3\right]=0,5\ \text{M}

    KspMg3(PO3)2=1,0×1025K_{\text{sp}}\text{Mg}_3\left(\text{PO}_3\right)_2=1,0\times10^{-25}

    Ditanya: Hasil analisis yang tepat?

    Dijawab:

    Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    3MgCl2(aq) ++ 2H3PO3(aq) \longrightarrow Mg3(PO3)2(s) ++ 6HCl(aq)

    Proses pencampuran MgCl2 dan H3PO3 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume awal masing-masing 20 mL dan volume akhir keduanya sama yaitu 40 mL.

    Pengenceran yang terjadi pada MgCl2

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    0,2 M×20 mL=M2×40 mL0,2\ \text{M}\times20\ \text{mL}=M_2\times40\ \text{mL}

    M2=0,2×2040 MM_2=\frac{0,2\times20}{40}\ \text{M}

    M2=0,1 MM_2=0,1\ \text{M}

    Maka [MgCl2] setelah pencampuran dengan asam fosfit adalah 0,1 M.

    MgCl2 \longrightarrow Mg2+ ++ 2Cl-

    [Mg2+] == [MgCl2] == 0,1 M

    Pengenceran yang terjadi pada H3PO3

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    0,5 M×20 mL=M2×40 mL0,5\ \text{M}\times20\ \text{mL}=M_2\times40\ \text{mL}

    M2=0,5×2040 MM_2=\frac{0,5\times20}{40}\ \text{M}

    M2=0,25 MM_2=0,25\ \text{M}

    Maka [H3PO3] setelah pencampuran dengan MgCl2 adalah 0,25 M.

    H3PO3 \longrightarrow 3H+ ++ PO33-

    [PO33-] == [H3PO3] == 0,25 M


    Perhatikan reaksi berikut!

    Mg3(PO3)2(s) \rightleftharpoons 2PO33-(aq) ++ 3Mg2+(aq)

    Qsp=[Mg2+]3[PO33]2Q_{\text{sp}}=\left[\text{Mg}^{2+}\right]^3\left[\text{PO}_3^{3-}\right]^2

    =(0,1)3×(0,25)2=\left(0,1\right)^3\times\left(0,25\right)^2

    =6,25×105=6,25\times10^{-5}

    KspMg3(PO3)2=1,0×1025K_{\text{sp}}\text{Mg}_3\left(\text{PO}_3\right)_2=1,0\times10^{-25} (diketahui dalam soal)

    Karena Qsp< KspQ_{\text{sp}}<\ K_{\text{sp}} maka reaksi belum menghasilkan endapan.


    Analisis opsi jawaban:

    Jawaban "reaksi antara asam basa sehingga menghasilkan garam dan air" salah karena MgCl2 adalah garam dan H3PO3 adalah asam sehingga reaksi yang terjadi adalah antara garam dan asam.

    Jawaban "terbentuk 2,4 mg padatan garam di akhir reaksi" salah karena nilai Qsp< KspQ_{\text{sp}}<\ K_{\text{sp}} sehingga belum terbentuk endapan.

    Jawaban "tetapan hasil kali kelarutan merupakan hasil perkalian konsentrasi ion klorida dan ion fosfit" salah karena padatan yang terbentuk adalah Mg3(PO3)2 sehingga tetapan hasil kali kelarutannya berasal dari hasil perkalian konsentrasi ion magnesium (Mg+) dan ion fosfit (PO33-).

    Jawaban "terbentuk sejumlah gas dan larutan baru di akhir reaksi" salah karena produk yang terbentuk adalah padatan magnesium fosfit dan larutan asam klorida.

    Maka pernyataan yang sesuai untuk menunjukkan hasil analisis Ghea adalah tidak terbentuk padatan namun reaksi berlangsung membentuk larutan baru.

  • Pilgan

    Alan ingin melarutkan padatan timbal(II) fluorida dalam timbal (II) klorida yang baru dibelinya dari toko bahan kimia. Alan mengingat percobaan yang belum terlaksana sebelumnya, yaitu penentuan kelarutan padatan dalam berbagai jenis pelarut. Ia kemudian membuat larutan timbal(II) iodida dengan konsentrasi 0,1 M. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk melarutkan padatan timbal(II) fluorida dengan tetapan hasil kali kelarutan sebesar 3,6 ×\times 10-8. Berapakah volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut?

    A

    0,04 mL

    B

    40 mL

    C

    0,40 mL

    D

    0,50 mL

    E

    50 mL

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp PbF2 == 3,6 ×\times 10-8

    [PbI2] == 0,1 M

    Ditanya: massa PbI2?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada timbal(II) fluorida

    PbF2(s) \rightleftharpoons Pb2+(aq++ 2F2-(aq)

    Pelarut yang digunakan yaitu timbal(II) iodida akan mengalami disosiasi dengan reaksi sebagai berikut.

    PbI2(aq\longrightarrow Pb2+(aq++ 2I-(aq)

    [Pb2+]=[PbI2]=0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left[\text{PbI}_2\right]=0,1\ \text{M}


    Kelarutan PbF2 dalam PbI2

    [Pb2+]=(s+0,1) M0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left(s+0,1\right)\ \text{M}\approx0,1\ \text{M}

    [F]=2s\left[\text{}\text{F}^-\right]=2s

    Ksp=[F]2[Pb2+]K_{\text{sp}}=\left[\text{F}^-\right]^2\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]^{ }

    3,6×108=(2s)2(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(2s\right)^2\left(0,1\right)

    3,6×108=(4s2)(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(4s^2\right)\left(0,1\right)

    s2=3,6 × 1080,1 × 4s^2=\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}

    s=3,6 × 1080,1 × 4s=\sqrt{\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}}

    s=3×104s=3\times10^{-4}

    Maka kelarutan PbF2 dalam PbI2 adalah 3 ×\times 10-4 M.

    [PbF2]=3×104 M\left[\text{PbF}_2\right]=3\times10^{-4}\ \text{M}

    mol PbF2=massa PbF2MrPbF2\text{mol PbF}_2=\frac{\text{massa}\ \text{PbF}_2}{M_{\text{r}}\text{PbF}_2}

    =2,94×103 g245 g mol1=\frac{2,94\times10^{-3}\ \text{g}}{245\ \text{g}\ \text{mol}^{-1}}

    =1,2×105 mol=1,2\times10^{-5}\ \text{mol}

    Vpelarut=mol PbF2[PbF2]V_{\text{pelarut}}=\frac{\text{mol PbF}_2}{\left[\text{PbF}_2\right]}

    =1,2×105 mol3×104 M=\frac{1,2\times10^{-5}\ \text{mol}}{3\times10^{-4}\ \text{M}}

    =0,04 L=0,04\ \text{L}

    Pelarut : PbI2

    VPbI2=0,04 L=40 mLV_{\text{PbI}_2}=0,04\ \text{L}=40\ \text{mL}

    Jadi, volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut adalah 40 mL.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.