Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi.
Cara membuat koloid ada dua macam.
- Cara kondensasi: pembuatan koloid dengan cara menggabungkan (agregasi) partikel larutan sejati (molekul atau ion) menjadi partikel koloid.
- Cara dispersi: pembuatan koloid dengan cara mengubah ukuran partikel besar (padatan atau suspensi) menjadi partikel koloid.
Proses pembuatan koloid menggunakan cara kondensasi dapat dilakukan melalui reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Reaksi redoks merupakan reaksi yang terjadi disertai perubahan bilangan oksidasi.
Salah satu contoh dari pembuatan sol menggunakan reaksi redoks adalah pembuatan sol belerang. Sol ini dibuat dengan cara mengalirkan gas asam sulfida ke dalam larutan belerang dioksida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
2H2S(g) + SO2(aq) ⟶ 3S(koloid) + 2H2O(l)
Perubahan biloks terjadi pada atom S. Biloks S pada asam sulfida adalah -2 sedangkan pada belerang dioksida adalah +4. Biloks S (koloid) adalah 0 karena termasuk unsur bebas.
Karena atom S mengalami peningkatan biloks (-2 menjadi 0) sekaligus penurunan biloks (+4 menjadi 0), maka reaksi pembuatan koloid di atas termasuk reaksi redoks.
Jadi pernyataan yang benar mengenai proses pembuatan sol belerang melalui reaksi gas asam sulfida dengan larutan belerang dioksida adalah termasuk proses agregasi molekul atau ion.