Bunyi kalimat pertama dalam Piagam Jakarta adalah "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Atas usulan Mohammad Hatta kalimat tersebut diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Hal tersebut dilakukan agar persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia terjaga. Tidak bisa dipungkiri bahwa rakyat Indonesia terdiri dari berbagai macam agama, tidak hanya Islam. Jika hanya menyebutkan agama Islam kesannya Piagam Jakarta hanya memihak agama Islam saja, sehingga tidak adil untuk agama yang lain.
Kesimpulannya kalimat pertama dalam Piagam Jakarta diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" agar persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia terjaga.