Buku fiksi atau rekaan adalah buku yang berisi cerita atau karangan yang ide cerita berasal dari imajinasi penulis dan berdasar dari kejadian yang tidak sebenarnya. Contoh buku fiksi, yaitu buku-buku cerita anak, novel, dongeng, cerita pendek (cerpen), fabel dan komik.
Unsur-unsur pembangun yang biasanya terdapat dalam buku fiksi mencakup unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik berkaitan dengan tema, tokoh, latar, alur, amanat, dan sudut pandang. Unsur ekstrinsik berkaitan dengan latar belakang penulis, pengaruh lingkungan, atau isu-isu terkini.
Pemberian tanggapan harus disesuaikan dengan jenis teks dan unsur-unsur pembangunnya. Apabila kita cermati penggalan novel tersebut, ada dua unsur latar yang menonjol, yaitu latar tempat dan latar suasana.
Latar tempat dapat kita amati pada paragraf kedua.
Tulisan itu ada di mana-mana pagi ini. Di layar-layar super tipis stasiun kereta bawah tanah, di papan iklan gedung-gedung, di dinding bus kota, bahkan di lampu lalu lintas perempatan jalan. Huruf-hurufnya bergerak, diikuti gambar kembang api meletus, simbol perayaan. Satu-dua pejalan kaki mendongak, memperhatikan.
Sedangkan latar suasana dapat kita amati dalam paragraf kelima.
Anak perempuan yang berjalan di belakangnya mengangguk, buru-buru mengejar ibunya. Tadi dia mendongak, bukan memperhatikan tulisan-tulisan itu, tetapi asyik menatap butir air gerimis. Usianya tiga belas tahun, dengan rambut panjang tergerai. Dia mengenakan seragam sekolah baru, sepatu baru, juga tas baru.
Dari penggalan latar tempat dan latar suasana yang terdapat di penggalan novel tersebut, pembaca dapat memvisualisasikan dengan jelas mengenai apa yang terjadi di dalam cerita itu.
Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling sesuai adalah daya tarik penggalan novel tersebut terdapat dari kemampuan penulis untuk menggambarkan latar yang terjadi di dalam cerita tersebut.