Inseminasi buatan adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan cairan sperma (semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu, yang berasal dari ternak jantan unggul ke dalam saluran alat reproduksi betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun‘.
Cairan sperma (semen) yang telah diproses dari ternak jantan dapat disimpan terlebih dahulu pada suhu rendah menggunakan nitrogen cair. Hal ini akan memberi keuntungan, yaitu penggunaan semen secara lebih luas untuk banyak ternak betina, bahkan ternak betina yang berbeda wilayah. Hal ini akan menghemat biaya karena tidak perlu memelihara ternak jantan atau membawa ternak jantan ke tempat betina. Selain itu, penyimpanan juga menyebabkan masa pakai semen menjadi lebih lama, bisa sampai hitungan bulan atau tahun.
Jadi, jawaban yang tepat adalah penggunaan semen lebih luas dan dalam jangka waktu yang lama.