Kalimat efektif adalah suatu kalimat yang tersusun dari kata-kata yang sudah mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Salah satu syarat menonjol dari kalimat efektif adalah kalimat ini tidak boros kata dan tidak bertele-tele. Syarat lainnya yang harus ada dalam kalimat efektif, yaitu sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), sistematis, dan tidak ambigu.
Beberapa jenis kalimat tidak efektif, antara lain sebagai berikut.
1.Penggunaan kata yang bermakna sama. Misalnya:
Kota ini merupakan adalah kota favoritnya. → Merupakan dan adalah memiliki makna yang sama sehingga bisa dihilangkan salah satu agar kalimatnya menjadi → Kota ini adalah kota favoritnya.
2. Penggunaan kata bentukan beserta maknanya dalam satu kalimat. Misalnya:
Di dalam taman kakeknya, terdapat bunga paling terindah. → Awalan kata ter- yang tersambung dengan kata sifat indah tersebut sudah memberikan pengertian paling, sehingga kata paling di situ tidak dibutuhkan. Kalimat efektifnya akan menjadi → Di dalam taman kakeknya, terdapat bunga paling indah atau di dalam taman kakeknya, terdapat bunga terindah.
Mari kita kembali ke soal. Kalimat yang tertera di soal adalah sebagai berikut.
Sebuah studi menemukan bahwa memperdengarkan lagu musik yang sama saat bayi dalam kandungan dapat menenangkan bayi setelah sesudah lahir.
Pada kalimat tidak efektif tersebut, terdapat kata bermakna sama yang dituliskan yaitu lagu, musik, setelah dan sesudah. Lagu dan musik memiliki arti yang sama sehingga bisa dihilangkan salah satu. Begitu pula setelah dan sesudah yang bisa dihilangkan salah satu.
Sehingga kalimat tidak efektif tersebut diubah ke dalam kalimat efektif menjadi Sebuah studi menemukan bahwa memperdengarkan musik yang sama saat bayi dalam kandungan dapat menenangkan bayi setelah lahir.