Interaksi antarruang dapat terjadi ketika orang atau barang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Interaksi antarruang memberikan banyak dampak bagi sekitarnya, baik dari segi ekonomi dan sosial.
Salah satu dampak yang dirasakan oleh masyarakat adalah perubahan penggunaan lahan, terutama yang berada di daerah perkotaan. Lahan yang dulunya menjadi usaha pertanian, kini mulai berubah menjadi lahan untuk perdagangan ataupun jasa.
Masyarakat melakukan perubahan tersebut untuk menyesuaikan lapangan kerja yang tersedia di perkotaan. Selain pergantian tempat usaha, lahan pertanian juga mulai berganti menjadi tempat pemukiman warga karena semakin banyaknya masyarakat yang melakukan perpindahan penduduk ke kota.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tempat yang dulunya merupakan usaha pertanian, mulai berganti menjadi tempat perdagangan dan jasa merupakan contoh dampak interaksi antarruang berupa perubahan penggunaan lahan.
*mobilitas antarwilayah → contohnya perpindahan penduduk dari desa ke kota
*perdagangan antarwilayah → contohnya perdagangan hasil hutan antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan
*perubahan orientasi mata pencaharian → contohnya perubahan orientasi pekerjaan dari petani menjadi penyedia jasa