Talasemia merupakan tipe anemia herediter, di mana sel-selnya tidak mampu menyintesis rantai polipeptida alfa dan beta yang cukup. Talasemia dibedakan menjadi dua tergantung dengan tingkatan kondisinya, yaitu talasemia minor dan talasemia mayor.
Talasemia minor banyak diidap oleh wanita yang memiliki latar belakang anemia ringan. Mereka yang mengidap penyakit ini diharuskan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium.
Talasemia mayor dibedakan menjadi dua. Talasemia alfa mayor dan talasemia beta mayor.
Talasemia alfa mayor. Biasanya terjadi pada bayi sejak masih dalam kandungan. Penyebabnya karena tidak ada atau kurangnya produksi protein dalam sel darah merah. Akibatnya, janin akan mengalami anemia yang cukup parah. Oleh karena itu, janin yang terdiagnosis talasemia ini harus mendapatkan transfusi darah sejak dalam kandungan hingga lahir.
Penanganan dapat dilakukan sebagai berikut.
- Sering melakukan transfusi darah
- Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, kalsium, dan magnesium
- Melakukan transplantasi sumsum tulang
- Jika ada pasangan yang ingin menikah, sebaiknya skrining talasemia
Talasemia beta mayor. Bisa disebut yang paling parah. Sejak didiagnosis, pengidap diharuskan untuk melakukan tranfusi darah secara rutin. Talasemia menyebabkan menurunnya kadar Hb dalam tubuh dan menyebabkan bentuk wajah abnormal.
Jadi, penanganan talasemia mayor dapat ditunjukkan oleh nomor 1, 3, dan 4.