Kerajaan Aceh didirikan pada 1507 oleh Sultan Ali Mughayat Shah. Kerajaan Aceh didirikan setelah keruntuhan kerajaan Samudera Pasai. Raja paling terkenal dari kerajaan Aceh adalah Sultan Iskandar Muda yang memerintah pada 1607-1636. Pada masa pemerintahannya, kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan dengan menguasai Selat Malaka, Pahang dan mengusir Portugis dari Malaka. Kerajaan Aceh runtuh pada 1903 setelah Sultan Muhammad Daus Shah menyerahkan kekuasaan Aceh ke Belanda. Peninggalan terkenal dari kerajaan Aceh adalah Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.
Peninggalan di bidang sastra meliputi
- Hikayat Melayu; bercerita tentang Panji Damar Wulan pernikahan seorang Sultan Malaka Mansur Syah dengan putri China dan Jawa, dan cerita serangan Portugis atau Peringgi ke Malaka pada tahun 1511.
- Hikayat Raja-Raja Pasai: bercerita mengenai asal mula Kesultanan Samudra Pasai yang didirikan oleh puter bangsawan Pasai, Merah Gajah yaitu Sultan Malik al-Saleh.
- Hikayat Prang Sabi: berisi seputar jihad yang ditulis oleh beberapa ulama yang mengajak, menasehati, dan menyerukan untuk berjihad demi menegakkan agama Islam.
Jadi, karya sastra yang bukan peninggalan kerajaan Aceh adalah Naskah Surat Sultan Zainal Abidin. Karya sastra ini merupakan peninggalan kerajaan Samudera Pasai.