
Kerajaan Ternate sering berkonflik dan bersaing dengan Kerajaan Tidore. Pemicunya adalah, perebutan jalur pelayaran di Maluku yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah. Di samping dua kerajaan ini, Portugis juga menjadi pesaing lain di jalur perdagangan Maluku. Untuk menambah kekuatan di masing-masing kerajaan, dibuatlah perjanjian dan persekutuan antar kerajaan untuk memperkuat aliansi. Dua persekutuan yang dibuat adalah;
- Uli Siwa (persekutuan 9 saudara), dipimpin oleh Kerajaan Tidore yang mencakup Halmahera, Jailolo hingga Papua. Uli Siwa mencapai kejayaan pada masa Sultan Nuku (1779-1805) dan memiliki kekuasaan hingga Papua dan Mindanao
- Uli Lima (persekutuan 5 saudara), persekutuan antara kerajaan-kerajaan di Maluku ke Barat yang meliputi Ternate, Bacan, Seram, Obi dan Ambon. Uli Lima dipimpin oleh Kerajaan Ternate dan mencapai kejayaan pada masa Sultan Baabullah (1570-1583) yang memiliki kekuasaan hingga Filipina Selatan
Jadi, perjanjian yang menghasilkan persatuan beberapa kerajaan di Maluku adalah 1 & 3.
*Perjanjian Saragosa adalah perjanjian antara Spanyol-Portugis di Maluku pada 22 April 1529 yang membagi dunia menjadi dua, berawal dari garis bujur 297,5 atau Lintang 170 sebelah timur Maluku. Pembatasan ini berguna untuk perdamaian antar dua negara dalam persaingan dagang
*Perjanjian Breda (Traktaat Breda) adalah perjanjian antara Belanda dan Inggris pada 31 Juli 1667. Isi perjanjian adalah pertukaran Pulau Run (Maluku) yang dikuasai Inggris dengan Pulau Manhattan (New York) yang dikuasai Belanda.