Latihan Kimia Kelas XII Haloalkana
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 0
3. 0
4. 0
  • Pilgan

    Senyawa haloalkana yang digunakan untuk zat pendorong dan cairan pendingin adalah ....

    A

    kloroform

    B

    iodoform

    C

    non-klorofluorokarbon

    D

    karbon tetraklorida

    E

    kloroetana

    Pembahasan:

    Senyawa haloalkana yang digunakan untuk zat pendorong dan cairan pendingin adalah klorofluorokarbon (CFC) atau yang biasa disebut freon sebagai nama dagangnya. Namun, setelah ditemukan kaitan antara penggunaan CFC dengan rusaknya lapisan ozon, maka penggunaannya mulai dikurangi dan bahkan dilarang. Sekarang, CFC diganti dengan freon yang yang tidak mengandung klorin (non-CFC).

    Jadi, senyawa haloalkana yang digunakan untuk zat pendorong dan cairan pendingin adalah non-CFC atau freon tanpa klorin.

  • Pilgan

    Senyawa haloalkana berikut ini yang dapat digunakan sebagai obat anestesi atau obat pembius pada operasi bedah adalah ....

    A

    kloroform

    B

    2-metil-2-kloropentana

    C

    2-bromo-2-kloropentana

    D

    karbon tetraklorida

    E

    2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana

    Pembahasan:

    Senyawa haloalkana yang dapat digunakan untuk obat anestesi pada operasi bedah adalah 2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana.

    Kloroform juga dapat digunakan untuk anestesi atau obat bius. Namun, kloroform dapat merusak hati sehingga hanya digunakan sebagai pelarut organik.

    Jadi, senyawa haloalkana yang digunakan untuk obat anestesi adalah 2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana.


    *Karbon tetraklorida sebagai pelarut nonpolar.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur senyawa di bawah ini!

    Tata nama dari struktur tersebut adalah ....

    A

    3-bromo-2-kloro-4-fluoroheksana

    B

    3,4-dibromopentana

    C

    3-fluoro-4-bromo-5-klooroheksana

    D

    3-bromo-4-fluoro-4-kloroheksana

    E

    3,4-bromopentana

    Pembahasan:

    Senyawa pada soal merupakan senyawa golongan haloalkana atau alkil halida. Penamaan menurut IUPAC senyawa haloalkana hampir sama dengan tata nama alkana, yaitu didahului dengan awalan halogen dan diikuti nama alkana yang mengikat. Berikut tahapannya.

    • Menentukan rantai utama

    Dipilih rantai yang paling panjang atau yang mengandung atom C lebih banyak.

    • Penomoran rantai utama

    Jika terdapat lebih dari sejenis gugus halida, penomoran dimulai dari atom C yang paling dekat dengan cabang. Apabila jarak dari ujungnya sama, maka dipilih berdasarkan urutan abjad.

    • Menentukan gugus pengganti atau cabang

    Jumlah halogen disebutkan dengan awalan mono-, di-, tri-, tetra-, dan seterusnya. Jika terdapat lebih dari satu cabang maka ditulis dengan urutan abjad. Pada struktur di atas terdapat 3 gugus pengganti atau cabang berupa gugus halogen yang terikat pada atom C nomor 2, 3 dan 4. Penulisan cabang disesuaikan dengan abjad dengan urutan: bromo - kloro (chloro) - fluoro - iodo.


    Jadi, struktur pada soal memiliki tata nama, yaitu 3-bromo-2-kloro-4-fluoroheksana.

  • Pilgan

    Senyawa haloalkana pada umumnya dapat disintesis dari alkana, alkena atau alkuna. Salah satunya adalah dengan cara adisi asam halida terhadap alkena. Jika dihasilkan senyawa haloalkana berupa 2-metil-2-kloropentana, maka senyawa yang direaksikan yaitu ....

    A

    2-metil-2-pentana

    B

    4-metil-4-pentena

    C

    2-metil-2-pentena

    D

    4-pentena

    E

    2-pentena

    Pembahasan:

    Senyawa haloalkana pada umumnya dapat disintesis dari alkana, alkena atau alkuna. Salah satunya adalah dengan cara adisi asam halida terhadap alkena. Berikut penjelasan persamaan reaksinya.

    Pada reaksi tersebut berlaku aturan adisi Markovnikov, yaitu atom H dari asam akan terikat pada atom C ikatan rangkap yang memiliki atom H lebih banyak dan atom halogennya akan berikatan dengan atom C yang mengandung H lebih sedikit.

    Jadi senyawa X yang direaksikan yaitu 2-metilpentena seperti pada persamaan reaksi berikut:


    Jadi, senyawa yang direaksikan yaitu 2-metil-2-pentena.

  • Pilgan

    Suatu senyawa haloalkana, 2-kloropropana, jika direaksikan dengan natrium hidroksida maka akan menghasilkan senyawa ....

    A

    propanol

    B

    2-propanol

    C

    propana

    D

    alkanal

    E

    isopropil

    Pembahasan:

    Suatu senyawa haloalkana jika direaksikan dengan senyawa basa akan dihasilkan suatu alkohol dan garam. Reaksi tersebut merupakan reaksi substitusi.

    R-X ++ M-OH \longrightarrow R-OH ++ MX


    Hal ini sesuai dengan reaksi pada soal, yaitu 2-kloropropana yang direaksikan dengan natrium hidroksida.


    Jadi, senyawa yang dihasilkan dari reaksi di atas adalah 2-propanol.

  • Pilgan

    Tata nama dari senyawa di bawah ini adalah ....

    A

    2,3-dibromopentana

    B

    2,3-bromopentana

    C

    3,4-bromopentana

    D

    3,4-dibromopentana

    E

    3,4-dibromobutana

    Pembahasan:

    Senyawa di atas merupakan senyawa golongan haloalkana atau alkil halida. Penamaan menurut IUPAC senyawa haloalkana hampir sama dengan tata nama alkana, yaitu didahului dengan awalan halogen dan diikuti nama alkana yang mengikat. Jumlah halogen disebutkan dengan awalan mono-, di-, tri-, tetra- dan seterusnya. Berikut tahapannya.

    • Menentukan rantai utama

    Dipilih rantai yang paling panjang atau yang mengandung atom C lebih banyak.

    • Penomoran rantai utama

    Penomoran dimulai dari atom C yang paling dekat dengan gugus halida.

    • Menentukan gugus pengganti atau cabang

    Pada struktur terdapat 2 gugus halogen yang terikat pada atom C nomor 2 dan 3.


    Jadi, struktur pada soal memiliki tata nama 2,3-dibromopentana.

  • Pilgan

    Senyawa berikut ini yang bukan merupakan senyawa pelarut dari golongan haloalkana adalah ....

    A

    1,1,2-trikloroetana (C2H3Cl3)

    B

    iodoform (CHI3)

    C

    kloroform (CHCl3)

    D

    1,1,1-trikloroetana (C2H3Cl3)

    E

    karbon tetraklorida (CCl4)

    Pembahasan:

    Senyawa haloalkana memiliki beberapa jenis senyawa yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu sebagai pelarut. Berikut ini senyawa haloalkana yang dapat dimanfaatkan untuk pelarut:

    • Karbon tetraklorida (CCl4): Sebagai pelarut senyawa nonpolar
    • Kloroform (CHCl3): Sebagai pelarut senyawa organik
    • 1,1,1-trikloroetana (C2H3Cl3): Sebagai pelarut cat dan pembersih
    • 1,1,2-trikloroetana (C2H3Cl3): Sebagai pelarut senyawa polar


    Jadi, senyawa haloalkana yang tidak dapat dimanfaatkan sebagai pelarut adalah iodoform (CHI3), karena iodoform merupakan senyawa haloalkana yang digunakan untuk antiseptik.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan berikut!

    (1) Jika memiliki jumlah atom yang sama dengan alkana, maka titik didihnya lebih tinggi dari alkana

    (2) Jika direduksi akan menghasilkan senyawa alkana

    (3) Dapat menghasilkan alkana melalui sintesis Wurtz

    Pernyataan tersebut menjelaskan ciri-ciri senyawa turunan alkana, yaitu ....

    A

    aldehida

    B

    eter

    C

    keton

    D

    ester

    E

    haloalkana

    Pembahasan:

    Pernyataan-pernyataan tersebut merupakan pernyataan tentang senyawa haloalkana. Berikut penjelasannya.

    (1) Jika memiliki jumlah atom yang sama dengan alkana, maka titik didihnya lebih tinggi dari alkana

    Adanya halogen yang terikat pada rantai alkana menyebabkan titik didihnya lebih tinggi daripada rantai alkana biasa. Urutan jenis halogen dengan titik didih semakin tinggi yaitu F-Cl-Br-I.

    (2) Jika direduksi akan menghasilkan senyawa alkananya

    Reaksi haloalkana dengan gas hidrogen atau hidrida akan menghasilkan alkana.

    (3) Dapat menghasilkan alkana melalui sintesis Wurtz

    Sintesis Wurtz adalah reaksi pembentukan alkana dari suatu alkil halida (haloalkana) dengan logam natrium.


    Jadi, senyawa yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah haloalkana.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi berikut!

    Senyawa hasil X, Y, dan Z dari reaksi reduksi haloalkana di atas adalah ....

    A

    etanal, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    B

    etana, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    C

    1-litiumetana, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    D

    etana, litium fluorida, dan aluminium trifluorida

    E

    etana, litium difluorida, dan aluminium fluorida

    Pembahasan:

    Reaksi reduksi haloalkana dengan gas hidrogen atau hidrida akan menghasilkan senyawa alkana. Berikut persamaan reaksinya.

    Jadi, senyawa hasil reduksi 1-fluoroetana adalah etana, litium fluorida, dan aluminium fluorida.

  • Pilgan

    Hasil reaksi eliminasi dari senyawa 2-bromobutana dengan pereaksi kalium hidroksida dalam alkohol bersuhu tinggi adalah ....

    A

    2-butena

    B

    butana

    C

    kalium butana

    D

    1-butena

    E

    kalium bromo butana

    Pembahasan:

    Reaksi eliminasi senyawa haloalkana dengan senyawa basa kalium hidroksida dalam alkohol bersuhu tinggi akan dihasilkan senyawa dengan atom C rangkap (C==C).

    -CH-CX- ++ KOH \longrightarrow -C==C- ++ KX ++ H2O

    Pada eliminasi gugus halogen ini, berlaku aturan Saytseff di mana atom hidrogen yang tereliminasi adalah atom hidrogen yang terdapat pada atom C yang mengikat paling sedikit atom H.


    Pada reaksi 2-bromobutana dengan kalium hidroksida dalam alkohol suhu tinggi dihasilkan persamaan reaksi berikut ini.

    Dalam senyawa 2-bromobutana, jumlah atom H pada -CH3 (paling kanan) lebih banyak daripada -CH2-sehingga atom H yang tereliminasi adalah atom H dari -CH2-.

    Jadi, senyawa hasil reaksi tersebut adalah 2-butena.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.