Latihan Kimia Kelas XI Reaksi Bolak-Balik dan Kesetimbangan Kimia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 6
2. 4
3. 3
4. 3
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Di bawah ini yang merupakan reaksi kesetimbangan heterogen adalah ....

    A

    PCl5 ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    B

    Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    C

    4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g)

    D

    CO(g) + 3H2(g)  ⇌  CH4(g) + H2O(g)

    E

    I2(g) ⇌ 2I(g

    Pembahasan:

    Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia di mana seluruh zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama.

    Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia di mana zat-zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud berbeda-beda.

    Untuk reaksi

    • I2 (g) ⇌ 2I(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.

    • CO(g) + 3H2(g)  ⇌  CH4(g) + H2O(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.

    • Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni larutan atau aqueous.

    • 4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan heterogen karena zat-zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang berbeda, yakni zat FeS dan Fe2O3 yang memiliki wujud padatan, sedangkan O2 dan SO2 yang memiliki wujud gas.

    • PCl5 ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.


    Jadi, yang merupakan reaksi kesetimbangan heterogen adalah reaksi 4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g).

  • Pilgan

    Suatu reaksi berada dalam keadaan setimbang apabila memenuhi syarat-syarat di bawah ini, kecuali ....

    A

    reaksi dilakukan pada sistem tertutup

    B

    reaksi terjadi di dalam wadah tertutup

    C

    laju reaksi produk sama dengan laju reaksi pereaksi

    D

    reaksinya bolak-balik

    E

    bersifat dinamis

    Pembahasan:

    Ada 3 syarat utama yang harus dipenuhi agar suatu reaksi dapat dikatakan reaksi kesetimbangan,yakni reaksinya berlangsung secara bolak balik, sistemnya tertutup, dan bersifat dinamis.

    1. Reaksi bolak-balik

    Salah satu syarat reaksi dalam keadaan setimbang adalah apabila reaksi berlangsung secara reversibel (bolak-balik). Pada reaksi bolak balik, laju reaksi pembentukan produk sama dengan laju penguraian reaktan. Reaksi yang berlangsung ke arah kanan (produk) akan berjalan semakin lambat karena jumlah reaktan semakin berkurang. Pada saat yang sama, mulai terjadi reaksi yang berlangsung ke arah kiri (reaktan) karena jumlah produknya semakin bertambah.

    Suatu reaksi dapat menjadi reaksi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan, seperti yang terjadi pada proses penguapan air dan pengembunan air di dalam botol. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Untuk pereaksi dan produk yang sifatnya homogen (fasa pereaksi dan hasil reaksinya sama), misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan, reaksi akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi.

    2. Sistem tertutup

    Pada prinsipnya sistem tertutup yang dimaksud adalah tidak ada zat-zat yang keluar dari sistem. Jadi, semua reaktan dan produk berada di dalam sistem yang sama atau semua komponen yang terlibat dalam suatu reaksi tidak berubah. Misalnya pada reaksi pembentukan amonia dari gas nitrogen dan gas hidrogen. Ketiga komponen itu harus ada dalam 1 reaksi. Jika gas nitrogen atau gas hidrogen diambil dari sistem, maka tidak akan tercapai keadaan setimbang. Sistem tertutup bukan berarti reaksi harus terjadi dalam ruang (wadah) tertutup (meskipun diperlukan ruangan tertutup untuk reaksi yang melibatkan gas).

    3. Bersifat Dinamis

    Suatu reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang apabila secara makroskopis tidak ada perubahan terhadap reaktan maupun produk. Artinya, sekilas reaksi dianggap sudah selesai karena reaktannya berkurang dan produknya sudah terbentuk. Akan tetapi secara mikroskopis, reaksi berlangsung terus-menerus (bersifat dinamis), baik ke arah produk maupun reaktan dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju penguraian. Pengurangan konsentrasi reaktan akan sebanding dengan pembentukan produk dan sebaliknya.


    Jadi, suatu reaksi berada dalam keadaan setimbang apabila memenuhi syarat-syarat di bawah ini, kecuali reaksi terjadi di dalam wadah tertutup.

  • Pilgan

    Pada kesetimbangan N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g), reaksi dikatakan setimbang apabila:

    (1) Jumlah mol masing-masing gas dalam kesetimbangan sama

    (2) Laju pembentukan NH3 sama dengan laju penguraiannya

    (3) Jumlah gas NH3 pada saat setimbang dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah gas N2

    (4) Komposisi gas-gas sudah tidak mengalami perubahan                             

    Pernyataan yang benar adalah ....

    A

    pernyataan (2) dan (4)

    B

    pernyataan (1), (2), dan (3)

    C

    pernyataan (1) dan (3) 

    D

    pernyataan (4) 

    E

    semua pernyataan benar

    Pembahasan:

    Ada 3 syarat utama yang harus dipenuhi agar suatu reaksi dapat dikatakan reaksi kesetimbangan,yakni reaksinya berlangsung secara bolak balik, sistemnya tertutup, dan bersifat dinamis.

    1. Reaksi bolak-balik

    Salah satu syarat reaksi dalam keadaan setimbang adalah apabila reaksi berlangsung secara reversibel (bolak-balik). Pada reaksi bolak balik, laju reaksi pembentukan produk sama dengan laju penguraian reaktan. Reaksi yang berlangsung ke arah kanan (produk) akan berjalan semakin lambat karena jumlah reaktan semakin berkurang. Pada saat yang sama, mulai terjadi reaksi yang berlangsung ke arah kiri (reaktan) karena jumlah produknya semakin bertambah.

    2. Sistem tertutup

    Pada prinsipnya sistem tertutup yang dimaksud adalah tidak ada zat-zat yang keluar dari sistem. Jadi, semua reaktan dan produk berada di dalam sistem yang sama atau semua komponen yang terlibat dalam suatu reaksi tidak berubah. Sistem tertutup bukan berarti reaksi harus terjadi dalam ruang (wadah) tertutup (meskipun diperlukan ruangan tertutup untuk reaksi yang melibatkan gas).

    3. Bersifat dinamis

    Suatu reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang apabila secara makroskopis, tidak ada perubahan terhadap reaktan maupun produk. Artinya, sekilas reaksi dianggap sudah selesai karena reaktannya berkurang dan produknya sudah terbentuk. Akan tetapi secara mikroskopis, reaksi berlangsung terus menerus (bersifat dinamis), baik ke arah produk maupun reaktan dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju penguraian.


    Untuk reaksi:

    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

    Pernyataan 1:

    Jumlah mol masing-masing gas dalam kesetimbangan sama ⟶ salah, karena mol gas dalam kesetimbangan tidak harus sama. Suatu reaksi dikatakan setimbang apabila sudah tidak ada perubahan mol pada saat reaksi.

    Pernyataan 2:

    Laju pembentukan NH3 sama dengan laju penguraiannya ⟶ benar, suatu reaksi dikatakan setimbang apabila laju pembentukan sama dengan laju penguraian.

    Pernyataan 3:

    Jumlah gas NH3 pada saat setimbang dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah gas N2salah, karena tidak ada ketentuan berapa perbandingan mol gas dalam kesetimbangan. Suatu reaksi dikatakan setimbang apabila sudah tidak ada perubahan mol pada saat reaksi.

    Pernyataan 4:

    Komposisi gas-gas sudah tidak mengalami perubahan ⟶ benar, suatu reaksi dikatakan setimbang apabila sudah tidak ada perubahan mol atau komponen zat pada saat reaksi.

    Jadi pernyataan yang benar adalah pernyataan (2) dan (4).

  • Pilgan

    Pada suhu tertentu terdapat reaksi kesetimbangan berikut:

    N2O4(g) 2NO2(g)

    Apabila pada keadaan setimbang terdapat 0,6 mol gas N2O4 dan 0,6 mol gas NO2, banyaknya gas N2O4 yang terurai adalah ….

    A

    25%

    B

    10%

    C

    66,67%

    D

    100%

    E

    33,34%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • n N2O4 saat setimbang = 0,6 mol
    • n NO2 saat setimbang = 0,6 mol

    Ditanyakan:

    α?\alpha?

    Dijawab:

    NO2 merupakan produk (pada awal reaksi belum ada dan dihasilkan pada saat bereaksi) sehingga mol NO2 pada saat setimbang akan sama dengan mol NO2 pada saat reaksi. Berdasarkan perbandingan koefisien, maka mol N2O4 pada saat reaksi adalah 0,3 mol.

    Penjelasan di atas dapat diringkas sebagai berikut:


    α=mol yang terdisosiasimol mula−mula×100% \alpha=\frac{\text{mol yang terdisosiasi}}{\text{mol mula−mula}}\times100\%\ 

    α=0,3 mol0,9 mol×100%\alpha=\frac{0,3\ \text{mol}}{0,9\ \text{mol}}\times100\%

    α=33,34%\alpha=33,34\%


    Jadi banyaknya N2O4 yang terurai adalah 33,34%.

  • Pilgan

    Diketahui persamaan reaksi sebagai berikut.

    2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)

    Jika pada kesetimbangan diperoleh perbandingan mol SO3 : O2 adalah 3 : 1. Derajat disosiasi SO3 adalah ….

    A

    40%

    B

    10%

    C

    20%

    D

    60%

    E

    80%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Perbandingan mol SO3 : mol O2 = 3 : 1

    Ditanyakan:

    α?\alpha?


    Dijawab:

    Perbandingan mol SO3 : mol O2 = 3 : 1

    Misal mol O2 pada saat setimbang = 1 mol, maka mol SO3 pada saat setimbang = 3 mol

    O2 merupakan produk (pada awal reaksi belum ada dan dihasilkan pada saat bereaksi) sehingga mol O2 pada saat setimbang akan sama dengan mol O2 pada saat reaksi. Berdasarkan perbandingan koefisien, maka mol SO2 dan SO3 pada saat reaksi adalah 2 mol.

    Penjelasan di atas dapat diringkas sebagai berikut.

    α=mol yang terdisosiasimol mula−mula×100% \alpha=\frac{\text{mol yang terdisosiasi}}{\text{mol mula−mula}}\times100\%\ 

    α=2 mol5 mol×100% = 40%   \alpha=\frac{2\ \text{mol}}{5\ \text{mol}}\times100\%\ =\ 40\%\ \ \ 


    Jadi, derajat disosiasi SO3 adalah 40%.

  • Pilgan

    Di antara reaksi-reaksi berikut yang merupakan reaksi bolak balik adalah ....

    A

    reaksi pembakaran bahan bakar fosil

    B

    reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen

    C

    reaksi fotosintesis pada tumbuhan

    D

    reaksi pembentukan karbon dioksida dari karbon dan oksigen

    E

    reaksi pembentukan garam dari natrium hidroksida dan asam klorida

    Pembahasan:

    Reaksi reversible atau reaksi bolak balik adalah reaksi di mana zat pereaksi dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri dari reaksi bolak balik sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan ().
    • Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.
    • Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
    • Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.

    Contoh reaksi bolak-balik adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.

    N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)


    Reaksi irreversible atau reaksi satu arah yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil, sedangkan zat hasil tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan satu anak panah
    • Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
    • Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
    • Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.

    Contoh reaksi satu arah pada pilihan jawaban antara lain:

    *Reaksi fotosintesis pada tumbuhan

    • CO2(g) + H2O(l) ⟶ C6H12O6 + O2(g)

    *Reaksi pembakaran bahan bakar fosil

    • bahan bakar fosil + O2(g) H2O(l) + CO2(g) + energi

    *Reaksi pembentukan karbon dioksida dari karbon dan oksigen

    • C(s) + O2(g) CO2(g)

    *Reaksi pembentukan garam dari natrium hidroksida dan asam klorida

    NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l


    Jadi salah satu contoh reaksi bolak balik pada pilihan jawaban adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.

  • Pilgan

    Pada suhu tertentu terdapat reaksi kesetimbangan penguraian 3 mol gas HI.

    2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g)

    Apabila pada keadaan setimbang terdapat 1 mol gas H2, banyaknya gas HI yang bereaksi adalah ....

    A

    3 mol

    B

    1 mol

    C

    5 mol

    D

    2 mol

    E

    4 mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • n HI awal = 3 mol
    • n H2 saat setimbang = 1 mol

    Ditanyakan:

    n HI yang bereaksi

    Dijawab:

    2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g)

    H2 merupakan produk (pada awal reaksi belum ada dan dihasilkan pada saat bereaksi) sehingga mol H2 pada saat setimbang akan sama dengan mol H2 pada saat reaksi, yakni 1 mol. Berdasarkan perbandingan koefisien, maka mol HI pada saat reaksi adalah 2 mol.

    Penjelasan di atas dapat diringkas sebagai berikut:

    Jadi banyaknya gas HI yang bereaksi adalah 2 mol.

  • Pilgan

    Grafik untuk reaksi A  +  B ⇌ C adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan grafik di atas, pernyataan yang tepat adalah ….

    A

    daerah berwarna kuning adalah grafik laju reaksi dan daerah berwarna abu adalah grafik kesetimbangan

    B

    daerah berwarna kuning adalah grafik laju reaksi dan daerah berwarna abu adalah grafik entalpi pembakaran

    C

    daerah berwarna kuning adalah grafik kesetimbangan dan daerah berwarna abu adalah grafik laju reaksi

    D

    daerah berwarna kuning adalah grafik entalpi dan daerah berwarna abu adalah grafik laju reaksi

    E

    daerah berwarna kuning adalah grafik kesetimbangan dan daerah berwarna abu adalah grafik entalpi pembakaran

    Pembahasan:

    Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah pereaksi atau laju bertambahnya jumlah hasil reaksi dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam-macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas).

    Berdasarkan persamaan reaksi berikut:

    A + B ⇌ C

    A dan B merupakan pereaksi sehingga akan mengalami pengurangan tiap satuan waktu. Sedangkan C merupakan hasil reaksi sehingga akan terus bertambah tiap satuan waktu. Interpretasi ini sesuai dengan daerah berwarna kuning.

    Reaksi kesetimbangan adalah reaksi di mana zat-zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali membentuk zat-zat pereaksi. Reaksi berlangsung 2 arah yang ditandai dengan panah bolak-balik.

    Pada keadaaan setimbang, konsentrasi pereaksi dan konsentrasi produk tidak berubah (tetap) seiring bertambahnya waktu (Laju reaksi pereaksi = Laju pereaksi produk). Interpretasi ini sesuai dengan daerah berwarna abu.


    Jadi berdasarkan grafik pada soal, pernyataan yang tepat adalah daerah berwarna kuning adalah grafik laju reaksi dan daerah berwarna abu adalah grafik kesetimbangan.

  • Pilgan

    0,5 M larutan yang mengandung ion Fe3+ direaksikan dengan 0,2 M larutan yang mengandung ion SCN- sehingga menghasilkan reaksi kesetimbangan berikut:

    Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    Jika dalam keadaan setimbang diperoleh konsentrasi ion FeSCN2+ sebesar 0,1 M, maka konsentrasi Fe3+ dalam kesetimbangan adalah ....

    A

    0,5 M

    B

    0,2 M

    C

    0,1 M

    D

    0,3 M

    E

    0,4 M

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • M awal Fe3+ = 0,5 M
    • M awal SCN- = 0,2 M
    • M FeSCN2+ pada saat setimbang = 0,1 M

    Ditanyakan:

    M Fe3+ saat setimbang

    Dijawab:

    Untuk reaksi Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    FeSCN2+ merupakan produk (pada awal reaksi tidak ada ada dan dihasilkan pada saat bereaksi) sehingga mol FeSCN2+ pada saat setimbang akan sama dengan mol FeSCN2+ pada saat reaksi yakni 0,1 M. Berdasarkan perbandingan koefisien, maka mol Fe3+ dan SCN- pada saat reaksi adalah 0,1 M.

    Dari penjelasan di atas dapat diketahui M Fe3+

    mol Fe3+ saat setimbang = mol awal Fe3+ - mol Fe3+ yang bereaksi/terurai

    mol Fe3+ saat setimbang = 0,5 M - 0,1 M = 0, 4 M

    Penjelasan di atas dapat diringkas sebagai berikut:


    Jadi konsentrasi Fe3+ dalam kesetimbangan adalah 0,4 M.

  • Pilgan

    Dalam ruang tertutup direaksikan 3 mol gas SO2 dan 2 mol gas O2 yang membentuk reaksi bolak-balik:

    2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)

    Jika pada saat kesetimbangan tercapai, gas O2 yang telah bereaksi adalah 0,5 mol, maka komposisi zat-zat pada keadaan setimbang adalah ....

    A

    SO2 = 2,0 mol ; O2 = 2,0 mol ; SO3 = 1,0 mol

    B

    SO2 = 3,0 mol ; O2 = 1,5 mol ; SO3 = 2,0 mol

    C

    SO2 = 2,0 mol ; O2 = 1,5 mol ; SO3 = 1,0 mol

    D

    SO2 = 2,0 mol ; O2 = 1,0 mol ; SO3 = 2,0 mol

    E

    SO2 = 2,5 mol ; O2 = 1,5 mol ; SO3 = 0,5 mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • n awal SO2 = 3 mol
    • n awal O2 = 2 mol
    • n O2 yang bereaksi = 0,5 mol

    Ditanyakan:

    komposisi zat-zat pada keadaan setimbang

    Dijawab:

    Buat persamaan reaksi kesetimbangan dan tentukan mol mula-mula, mol reaksi, dan mol saat setimbang.

    Jadi komposisi zat-zat pada keadaan setimbang SO2 = 2 mol ; O2 = 1,5 mol ; SO3 = 1 mol.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.860 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.