Latihan Kimia Kelas X Tata Nama Senyawa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
  • Pilgan
    0

    Buah jeruk termasuk buah yang sangat populer di dunia. Rasa dari buah jeruk sangat beragam bergantung dari jenis jeruk tersebut. Namun, buah jeruk identik dengan rasa masam. Rumus dan nama senyawa yang terdapat dalam buah jeruk yang tepat adalah ....

    A

    asam karbonat = H2CO3

    B

    asam sitrat = C6H8O7

    C

    asam malat = C4H6O5

    D

    asam laktat = C3H6O3

    E

    asam klorida = HCl

    Pembahasan:

    Senyawa yang terdapat dalam jeruk adalah asam sitrat dengan rumus kimia C6H8O7. Tata nama asam yang ada dalam buah-buahan sebagian merupakan nama dagangnya, bukan tata nama yang telah ditetapkan IUPAC. Tata nama asam sitrat berdasarkan IUPAC yaitu asam 2-hidroksi-1,2,3-propana trikarboksilat.

  • Pilgan

    Nama yang tepat untuk senyawa CuCl2_2 adalah ....

    A

    monotembaga diklorida

    B

    tembaga(II) klorida

    C

    tembaga diklorida

    D

    tembaga(I) klorida

    E

    tembaga klorida

    Pembahasan:

    CuCl2 merupakan senyawa ionik yang tersusun dari kation (ion positif) berupa Cu2+^{2+} dan anion (ion negatif) berupa Cl−^-.

    • Tatanama kation

    Ion Cu2+^{2+} merupakan ion monoatomik yang bermuatan +2. Cu merupakan unsur golongan transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi, sehingga tata namanya disebut nama unsurnya diikuti angka bilangan oksidasinya dalam bentuk romawi, yaitu ion tembaga(II).

    • Tatanama anion

    Ion Cl−^- merupakan ion monoatomik, sehingga tata namanya disebut nama unsurnya dan ditambah akhiran -ida, sehingga ion Cl−^- namanya adalah ion klorida.

    Jadi, nama yang tepat untuk senyawa CuCl2 adalah tembaga(II) klorida.

  • Pilgan

    Minyak bumi merupakan energi fosil yang diolah menjadi berbagai macam bahan bakar. Minyak bumi tersusun dari banyak senyawa kimia, terutama senyawa hidrokarbon, yang biasanya dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih. Beberapa senyawa hidrokarbon yang paling banyak terkandung dalam minyak bumi adalah metana, etana, dan propana. Rumus kimia dari senyawa tersebut secara berturut-turut adalah ....

    A

    CH4, C2H5, dan C3H6

    B

    CH4, C2H6, dan C3H8

    C

    CH4, C2H5, dan C3H10

    D

    CH4, C2H6, dan C3H6

    E

    CH4, C2H5, dan C3H8

    Pembahasan:

    Senyawa yang terkandung dalam minyak bumi adalah senyawa organik yang tata namanya lebih kompleks. Rumus kimia dari kandungan minyak bumi tersebut adalah sebagai berikut.

    Metana = CH4

    Etana = C2H6

    Propana = C3H8

    Ketiganya merupakan senyawa hidrokarbon kelompok alkana.

    Jadi, rumus kimia dari ketiga kandungan minyak bumi adalah metana, etana, dan propana.

  • Pilgan

    Nama senyawa dari CaCO3 adalah ....

    A

    kalsium(II) karbonat

    B

    kalsium karbonat

    C

    kalsium trikarbonat

    D

    kalium(II) karbonat

    E

    kalium karbonat

    Pembahasan:

    Senyawa CaCO3 merupakan senyawa ion, berikut penjelasan dari masing-masing pilihan jawaban:

    Pilihan jawaban = kalium karbonat (Salah)

    Karena unsur Ca merupakan lambang dari unsur kalsium, bukan kalium yang memiliki lambang K.


    Pilihan jawaban = kalsium trikarbonat (Salah)

    Karena pada senyawa ion, tidak ada aturan untuk memberikan awalan latin, seperti mono, di, tri, tetra, dll.


    Pilihan jawaban kalium(II) karbonat (Salah)

    Karena disebabkan beberapa hal berikut.

    • Ca merupakan lambang unsur dari unsur kalsium, bukan kalium yang memiliki simbol K
    • Kation dalam senyawa CaCO3 berupa ion Ca2+ yang merupakan unsur golongan IIA yang hanya dapat membentuk satu ion, sehingga tata nama mengikuti nama unsurnya, tanpa angka romawi. Penulisan angka romawi setelah nama kation digunakan jika kation berupa unsur golongan transisi yang dapat membentuk lebih dari satu ion.


    Pilihan jawaban = kalsium(II) karbonat (Salah)

    Karena kation Ca2+ merupakan unsur golongan IIA yang hanya dapat membentuk satu ion, sehingga tata nama mengikuti nama unsurnya, tanpa angka romawi. Penulisan angka romawi setelah nama kation digunakan jika kation berupa unsur golongan transisi yang dapat membentuk lebih dari satu ion,


    Pilihan jawaban kalsium karbonat (Benar)

    Persamaan reaksi, jika CaCO3 diionkan:

    CaCO3 →\rightarrow Ca2+ + CO32-

    CaCO3 terdiri dari kation Ca2+ yang merupakan unsur golongan IIA, yang tata namanya mengikuti nama dari logamnya, yaitu ion kalsium. Sementara anion CO32- merupakan ion oksi yang bernama ion karbonat.

    Jadi, CaCO3 memiliki nama kalsium karbonat.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Rumus dan nama kation yang tepat untuk melengkapi tabel tersebut dari atas ke bawah adalah ....

    A

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi, Sn4+, dan Ion Amonia

    B

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Zn4+, dan Ion Amonium

    C

    Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    D

    Ion Magnesium, Ca+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    E

    Ion Magnesium(II), K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium

    Pembahasan:

    Tabel di atas merupakan tabel ion positif (kation). Penulisan tata nama ion positif terdiri dari beberapa cara diantaranya yaitu:

    Jika ion positif berasal dari logam-logam golongan IA, IIA, dan IIIA, maka hanya dapat membentuk ion dengan satu muatan saja, sehingga namanya diambil dari nama logamnya.

    • Mg2+ merupakan unsur golongan IIA yang hanya memiliki satu muatan, yaitu +2, sehingga namanya adalah ion magnesium.
    • Ion kalium merupakan unsur golongan IA yang hanya memiliki satu muatan, yaitu +1, sehingga dilambangkan dengan K+.


    Jika ion positif berasal dari logam golongan transisi yang umumnya dapat membentuk lebih dari satu ion, maka namanya diambil dari nama unsurnya dan diikuti muatannya dengan angka romawi.

    • Fe atau besi merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion, yaitu Fe2+ dan Fe3+. Tata nama Fe3+ adalah ion besi(III).
    • Timah atau Sn merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion, yaitu Sn2+ dan Sn4+. Maka ion timah(IV) dilambangkan dengan Sn4+.


    Jika ion positif berjenis kation poliatomik, maka memiliki aturan tata nama sendiri.

    • NH4+ memiliki nama ion amonium.


    Jadi, rumus dan nama kation yang tepat untuk melengkapi tabel tersebut dari atas ke bawah adalah Ion Magnesium, K+, Ion Besi(II), Sn4+, dan Ion Amonium.

  • Pilgan

    Tata nama dari senyawa Na2CrO4 dan MgCr2O7 secara berturut-turut adalah ....

    A

    natrium dikromat dan magnesium dikromat

    B

    dinatrium dikromat dan magnesium kromat

    C

    natrium(II) kromat dan magnesium dikromat

    D

    dinatrium kromat dan magnesium dikromat

    E

    natrium kromat dan magnesium dikromat

    Pembahasan:

    Senyawa Na2Cr2O4 dan MgCr2O7 merupakan senyawa ion karena terbentuk dari kation dan anion. Tata nama senyawa ion yaitu menyebutkan nama kationnya terlebih dahulu, baru dilanjutkan nama anionnya.

    • Na2Cr2O4 = natrium kromat

    2Na+ + CrO42- →\rightarrow Na2CrO4

    Senyawa Na2Cr2O4 terbentuk dari ion Na+ yang merupakan unsur golongan IA, sehingga tata namanya sesuai nama unsurnya, yaitu ion natrium. Sementara, ion CrO42- merupakan ion poliatomik dengan nama ion kromat. Nama dari senyawa Na2Cr2O4 adalah natrium kromat.

    • MgCr2O7 = magnesium dikromat

    Mg2+ + Cr2O72- →\rightarrow MgCr2O7

    Senyawa MgCr2O7 terbentuk dari ion Mg2+ yang merupakan unsur golongan IIA, sehingga tata namanya sesuai nama unsurnya, yaitu ion magnesium. Sementara, ion Cr2O72- merupakan ion poliatomik dengan nama ion dikromat. Nama dari senyawa MgCr2O7 adalah magnesium dikromat.


    Jadi tata nama dari senyawa Na2CrO4 dan MgCr2O7 secara berturut-turut adalah natrium kromat dan magnesium dikromat.

  • Pilgan

    Pasangan rumus dan nama senyawa berikut yang tidak tepat adalah ....

    A

    SO2 = Belerang dioksida

    B

    CO = Monokarbon monoksida

    C

    P2O5 = Difosfor pentaoksida

    D

    CS2 = Karbon disulfida

    E

    CO2 = Karbon dioksida

    Pembahasan:

    Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa kovalen biner (senyawa yang terbentuk dari dua unsur yang berbeda). Tata namanya mengikuti aturan berikut:

    • Penulisan tata nama senyawa biner didahului unsur yang lebih elektropositif diikuti unsur yang lebih elektronegatif (lebih cenderung menarik elektron dalam ikatan kovalen).
    • Atom yang di depan disebut sesuai dengan nama unsurnya dan diikuti nama unsur berikutnya dengan akhiran -ida
    • Jumlah atom (angka subskrip) disebut awalan dengan menggunakan angka latin seperti pada tabel berikut:

    Berikut penjelasan dari masing-masing pilihan jawaban:

    Pilihan jawaban: SO2 = Belerang dioksida (Benar)

    • Unsur S merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada unsur O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "belerang".
    • Jumlah atom S = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 2, maka harus diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".


    Pilihan jawaban: CS2 = Karbon disulfida (Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada S, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom S = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "disulfida".


    Pilihan jawaban: P2O5 = Difosfor pentaoksida (Benar)

    • Unsur P merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "fosfor".
    • Jumlah atom P = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "difosfor".
    • Jumlah atom O = 5, maka diawali dengan angka latin penta- menjadi "pentaoksida".

    Pilihan jawaban: CO = Monokarbon monoksida (Tidak Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 1 dan khusus senyawa CO, angka latin mono- disebutkan menjadi "monooksida".
    • Nama senyawa CO adalah karbon monoksida.


    Pilihan jawaban: CO2 = karbon dioksida (Benar)

    • Unsur C merupakan unsur yang lebih elektropositif daripada O, sehingga namanya disebutkan terlebih dahulu yaitu "karbon".
    • Jumlah atom C = 1, sehingga tidak perlu disebutkan angka latinnya.
    • Jumlah atom O = 2, maka diawali dengan angka latin di- menjadi "dioksida".


    Jadi, pasangan rumus dan nama senyawa yang tidak tepat adalah CO = monokarbon monoksida.

  • Pilgan

    Pemutih pakaian merupakan salah satu zat yang mengandung senyawa kimia, yaitu NaClO yang memiliki nama ....

    A

    natrium perklorat

    B

    natrium hipoklorit

    C

    natrium klorat

    D

    natrium klorida

    E

    natrium klorit

    Pembahasan:

    NaClO merupakan senyawa ion yang terdiri kation dan anion, sesuai persamaan reaksi berikut:

    NaClO →\rightarrow Na+ + ClO-

    • Tata nama kation

    Kation berupa ion Na+ yang termasuk golongan IA, sehingga tata namanya sesuai dengan nama unsurnya, yaitu ion natrium.

    • Tata nama anion

    Anion berupa ion ClO- merupakan ion oksi (ion yang mengandung oksigen) dengan nama hipoklorit.

    Ion-ion lain yang mirip dengan ion ClO- di antaranya yaitu:

    • ClO2- = Ion klorit
    • ClO3- = Ion klorat
    • ClO4- = Ion perklorat

    Jadi, nama dari senyawa NaClO adalah natrium hipoklorit.

  • Pilgan

    Nama senyawa dari BaSiO3 adalah ....

    A

    barium sulfat

    B

    boron trisulfida

    C

    boron silikat

    D

    boron sulfat

    E

    barium silikat

    Pembahasan:

    Senyawa BaSiO3 merupakan senyawa ion.

    Persamaan reaksi jika BaSiO3 diionkan:

    BaSiO3 ⟶\longrightarrow Ba2+ + SiO32-

    BaSiO3 terdiri dari kation Ba2+ yang merupakan unsur golongan IIA, sehingga namanya sesuai dengan nama unsurnya, yaitu ion barium. Sementara anion SiO32- merupakan ion oksi yang bernama ion silikat.

    Jadi, BaSiO3 memiliki nama barium silikat.


    *Boron trisulfida merupakan nama dari senyawa B2S3.

    *Boron silikat merupakan nama dari senyawa B2(SiO3)3.

    *Boron sulfat merupakan nama dari senyawa B2(SO4)3.

    *Barium sulfat merupakan nama dari senyawa BaSO4.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa kation dan anion sebagai berikut:

    (1) S2O32-

    (2) MnO4-

    (3) C2O42-

    (4) Na+

    (5) Mg2+

    (6) Fe2+

    Pasangan rumus kimia dan nama senyawa berikut yang dapat dibentuk dari ion-ion tersebut adalah .... 

    A

    Mg2S2O3 = magnesium tiosulfat

    B

    Na2C2O4 = natrium karbonat

    C

    Mg(MnO4)2 = magnesium manganat

    D

    Fe(S2O3)2 = besi(II) tiosulfat

    E

    FeC2O4 = besi oksalat

    Pembahasan:

    Senyawa yang akan terbentuk adalah senyawa ion karena terbentuk dari anion dan kation. Tata nama senyawa ion merupakan gabungan dari nama kation terlebiih dahulu dan diikuti nama anionnya.

    Berikut penjelasan pasangan rumus dan nama senyawa yang benar:

    Pilihan Mg2S2O3 = magnesium tiosulfat (salah)

    Mg2S2O3 →\rightarrow2Mg2+ + S2O32-

    Jumlah muatan ion positif dan ion negatif tidak sama

    • Jumlah muatan ion Mg2+ = 2 ×\times (+2) = +4
    • Jumlah muatan ion S2O32- = -2

    Rumus kimia yang benar adalah MgS2O3 dengan nama magnesium tiosulfat.


    Pilihan Mg(MnO4)2 = magnesium permanganat (Benar)

    Mg(MnO4)2 →\rightarrow Mg2+ + 2MnO4-

    Jumlah muatan ion positif dan ion negatif sama

    • Jumlah muatan ion Mg2+ = +2
    • Jumlah muatan ion MnO4- = 2 ×\times (-1) = -2

    Nama senyawa juga sudah sesuai, yaitu magnesium permanganat.


    Pilihan Na2C2O4 = natrium karbonat (Salah)

    Na2C2O4 →\rightarrow 2Na+ + C2O42-

    Jumlah muatan ion positif dan ion negatif sama

    • Jumlah muatan ion Na+ = 2 ×\times (+1) = +2
    • Jumlah muatan ion C2O42- = -2

    Namun, nama senyawa belum sesuai. Nama yang benar adalah natrium oksalat.


    Pilihan Fe(S2O3)2 = besi(II) tiosulfat (Salah)

    Fe(S2O3)2 →\rightarrow Fe2+ + 2S2O32-

    Jumlah muatan ion positif dan ion negatif tidak sama

    • Jumlah muatan ion Fe2+ = +2
    • Jumlah muatan ion S2O32- = 2 ×\times (-2) = -4

    Rumus kimia yang benar adalah FeS2O3.


    Pilihan FeC2O4 = besi oksalat (Salah)

    FeC2O4 →\rightarrow Fe2+ + C2O42-

    Jumlah muatan ion positif dan ion negatif sama

    • Jumlah muatan ion Fe2+ = +2
    • Jumlah muatan ion C2O42- = -2

    Namun, nama senyawa tersebut salah. Kation Fe2+ merupakan unsur golongan transisi yang dapat membentuk dua ion. Pada senyawa tersebut, muatan Fe adalah +2 sehingga nama unsurnya harus diikuti muatannya dengan angka romawi. Jadi nama yang benar adalah besi(II) oksalat.


    Jadi, pasangan rumus kimia dan nama senyawa yang tepat adalah Mg(MnO4)2 = magnesium permanganat.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.