Serikat dagang East India Company (EIC) berhasil menjalin perdagangan dengan Kesultanan Aceh, Kerajaan Banjar dan Kerajaan Gowa. Namun mereka gagal memonopoli perdagangan karena terlalu memaksakan aturan-aturan yang mereka buat, sehingga tidak mendapat dukungan dari penguasa setempat.
Selain itu mereka juga kalah bersaing dengan armada dagang lain dari Eropa, khusunya VOC dari Belanda. VOC memiliki kekuasaan seperti suatu negara. Sehingga VOC dengan mudah mengalahkan EIC dalam persaingan dagang.
Kesimpulannya serikat dagang East India Company (EIC) gagal memonopoli perdagangan di berbagai daerah sebab nomor 3 dan 4, yaitu EIC terlalu memaksakan aturan-aturan yang mereka buat dan EIC kalah bersaing dengan armada dagang lain.