Latihan Kimia Kelas XI Konsep, Hukum, dan Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 2
2. 2
3. 1
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Laju reaksi dapat dipercepat dengan meningkatkan energi kinetik. Untuk meningkatkan energi kinetik dalam suatu reaksi, tindakan yang dapat dilakukan adalah ….

    A

    mengurangi konsentrasi pereaksi

    B

    menambah konsentrasi pereaksi

    C

    menurunkan suhu reaksi

    D

    menaikkan suhu reaksi

    E

    memperbesar luas bidang sentuh pereaksi

    Pembahasan:

    Suhu

    Dengan menaikkan suhu, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.

    Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi. Kenaikan suhu akan memperbesar laju reaksi.

    Jadi untuk meningkatkan energi kinetik dalam suatu reaksi, tindakan yang dapat dilakukan adalah menaikkan suhu reaksi.

  • Pilgan

     Pernyataan yang tidak benar mengenai sifat katalis adalah ….

    A

    katalis mengubah mekanisme reaksi

    B

    katalis hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit

    C

    katalis dihasilkan kembali di akhir reaksi

    D

    katalis menurunkan energi aktivasi

    E

    katalis memperbesar hasil reaksi

    Pembahasan:

    Katalis

    Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea) dengan membuat sebuah mekanisme reaksi yang baru.

    Adapun sifat-sifat katalis adalah sebagai berikut.

    1. Terlibat dalam reaksi, tetapi dihasilkan kembali di akhir reaksi
    2. Mempercepat reaksi, tetapi tidak memperbanyak hasil reaksi
    3. Menurunkan energi aktivasi, tetapi tidak menurunkan ΔH
    4. Mengubah mekanisme reaksi
    5. Mempunyai aksi spesifik
    6. Hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit
    7. Dapat diracuni zat tertentu

    Jadi pernyataan yang tidak benar mengenai sifat katalis adalah katalis memperbesar hasil reaksi.

  • Pilgan

    Berdasarkan data hasil percobaan di atas, orde reaksi total adalah ....

    A

    2

    B

    4

    C

    0

    D

    3

    E

    1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Data hasil percobaan

    Ditanya:

    orde reaksi total

    Dijawab:

    Satuan laju reaksi adalah M det-1 → dari satuan laju dapat diketahui bahwa waktu berbanding terbalik dengan laju maka r = 1/t


    Untuk mencari orde A, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang berbeda dan konsentrasi B yang sama → Percobaan 1 dan 3

     r1r3=k[A]1x[ B]1yk[A]3x[ B]3y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{A}\right]_1^x\left[\text{ B}\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_3^x\left[\text{ B}\right]_3^y}

    (180)(1(20))=k[0,2]x[0,1]yk[0,4]x[0,1]y\frac{\left(\frac{1}{80}\right)}{\left(\frac{1}{\left(20\right)}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,2\right]_{ }^x\left[0,1\right]_{ }^y}{k\left[0,4\right]_{ }^x\left[0,1\right]_{ }^y}

    2080=[0,2]x[0,4]x\frac{20}{80}=\frac{\text{}\left[0,2\right]_{ }^x}{\left[0,4\right]_{ }^x}

     14=[1]x[2]x \ \frac{1}{4}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^x}{\left[2\right]_{ }^x}\ 

    (12)2=(12)x  \left(\frac{1}{2}\right)^2=\left(\frac{1}{2}\right)^x\ \ 

       x=2\ \ \ x=2

    Untuk mencari orde B, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang sama dan konsentrasi B yang berbeda → Percobaan 1 dan 2

     r1r2=k[A]1x[ B]1yk[A]2x[ B]2y\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{A}\right]_1^x\left[\text{ B}\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_2^x\left[\text{ B}\right]_2^y}

    (180)(140)=k[0,2]x[0,1]yk[0,2]x[0,2]y\frac{\left(\frac{1}{80}\right)}{\left(\frac{1}{40}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,2\right]_{ }^x\left[0,1\right]_{ }^y}{k\left[0,2\right]_{ }^x\left[0,2\right]_{ }^y}

    4080=[0,1]y[0,2]y\frac{40}{80}=\frac{\text{}\left[0,1\right]_{ }^y}{\left[0,2\right]_{ }^y}

     12=[1]y[2]y \ \frac{1}{2}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^y}{\left[2\right]_{ }^y}\ 

    (12)1=(12)y  \left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^y\ \ 

       y=1\ \ \ y=1

    Orde reaksi total = x + y = 3

    Jadi orde reaksi total reaksi yang terdapat pada soal adalah 3.

  • Pilgan

    Jika diketahui satuan konsentrasi adalah mol L-1 , maka satuan tetapan laju reaksi untuk reaksi orde dua adalah ....

    A

    mol L-1 det-1

    B

    mol-3 L9 det-1

    C

    detik-1

    D

    mol-1 L det-1

    E

    mol-2 L6 det-1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • satuan konsentrasi = mol L-1
    • persamaan laju orde 2 :
    • r = k [pereaksi]2

    Ditanya:

    satuan tetapan laju reaksi untuk reaksi orde dua

    Dijawab:

    r =k[pereaksi]2r\ =k\left[\text{pereaksi}\right]^2

    mol L1det1=k (mol L1)2\text{mol L}^{-1}\det^{-1}=k\ \left(\text{mol L}^{-1}\right)^2

    k =mol L1det1mol2L2k\ =\frac{\text{mol L}^{-1}\det^{-1}}{\text{mol}^2\text{L}^{-2}}^{ }

    k =mol(12)L(1(2))det1 =mol1L1det1k\ =\text{}\text{mol}^{\left(1-2\right)}\text{L}^{\left(-1-\left(-2\right)\right)}\det^{-1}\ =\text{mol}^{-1}\text{L}^1\det^{-1}

    Jadi, satuan tetapan laju reaksi untuk reaksi orde dua adalah mol-1 L det-1.

  • Pilgan

    Dari percobaan reaksi:

    CaCO3(s) + 2HCl(aq) → CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(g)

    diperoleh data-data sebagai berikut.

    Pada percobaan 4 dan 5 laju reaksi dipengaruhi oleh ....

    A

    luas permukaan CaCO3

    B

    waktu bereaksi

    C

    suhu

    D

    konsentrasi HCl

    E

    katalis

    Pembahasan:

    Pada percobaan 4 dan 5, faktor-faktor lain, seperti konsentrasi HCl, massa, dan bentuk CaCO3 yang dilarutkan sama atau tetap. Faktor yang berbeda pada kedua reaksi tersebut adalah pada suhunya saja. Sehingga kedua reaksi tersebut dipengaruhi oleh faktor suhu.

    Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antarpartikel. Tumbukan terjadi karena partikel-partikel yang selalu bergerak. Dengan peningkatan suhu, energi kinetik partikel semakin besar. Hal ini menyebabkan gerak partikel juga semakin besar, sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan yang efektif juga semakin besar. Di samping memperbesar energi kinetik, ternyata peningkatan suhu juga meningkatkan energi potensial suatu zat. Dengan semakin besarnya energi potensial zat, maka semakin besar terjadinya tumbukan yang efektif, sehingga laju reaksi semakin cepat.

    Jadi, pada soal di atas percobaan 4 dan 5 laju reaksi dipengaruhi oleh faktor suhu.

  • Pilgan

    Untuk reaksi A + Bhasil

    Bila konsentrasi awal A dinaikkan menjadi 3 kali pada konsentrasi B tetap, laju reaksi menjadi tiga kali lebih besar. Bila konsentrasi awal A dan B masing–masing dinaikkan 3 kali, laju reaksi menjadi sembilan kali lebih besar. Persamaan laju reaksi tersebut adalah ….

    A

    r = k [A] [B]2

    B

    r = k [A]2 [B]

    C

    r = k [B]

    D

    r = k [A]

    E

    r = k [A] [B]

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Jika konsentrasi awal A dinaikkan menjadi 3 kali pada konsentrasi B tetap, laju reaksi menjadi tiga kali lebih besar
    • Jika konsentrasi awal A dan B masing–masing dinaikkan 3 kali, laju reaksi menjadi sembilan kali lebih besar


    Ditanya:

    Persamaan laju reaksi

    Dijawab:

    Soal di atas dapat dirangkum dalam tabel sebagai berikut

    Untuk mencari orde A, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang berbeda dan konsentrasi B yang sama → Percobaan 1 dan 2

     r1r2=k[A]1x[ B]1yk[A]2x[ B]2y\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{A}\right]_1^x\left[\text{ B}\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_2^x\left[\text{ B}\right]_2^y}

    r3r=k[a]x[b]yk[3a]x[b]y\frac{r}{3r}=\frac{\text{}k\left[\text{a}\right]_{ }^x\left[\text{b}\right]_{ }^y}{k\left[3\text{a}\right]_{ }^x\left[\text{b}\right]_{ }^y}

    13=[1]x[3]x\frac{1}{3}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^x}{\left[3\right]_{ }^x}

    (13)1=(13)x  \left(\frac{1}{3}\right)^1=\left(\frac{1}{3}\right)^x\ \ 

    x = 1x\ =\ 1

    Untuk mencari orde B, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang sama dan konsentrasi B yang berbeda → Percobaan 2 dan 3

     r2r3=k[A]2x[ B]2yk[A]3x[ B]3y\ \frac{r_2}{r_3}=\frac{k\left[\text{A}\right]_2^x\left[\text{ B}\right]_2^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_3^x\left[\text{ B}\right]_3^y}

    3r9r=k[3a]x[b]yk[3a]x[3b]y\frac{3r}{9r}=\frac{\text{}k\left[3\text{a}\right]_{ }^x\left[\text{b}\right]_{ }^y}{k\left[\text{3a}\right]_{ }^x\left[3\text{b}\right]_{ }^y}

    13=[1]y[3]y\frac{1}{3}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^y}{\left[3\right]_{ }^y}

    (13)1=(13)y  \left(\frac{1}{3}\right)^1=\left(\frac{1}{3}\right)^y\ \ 

    y=1y=1


    Jadi persamaan laju untuk reaksi dalam soal adalah r = k [A] [B].

  • Pilgan

    Seorang siswa sedang melakukan percoban untuk mengetahui pengaruh luas permukaan bidang sentuh dengan jumlah partikel menggunakan teori tumbukan. Tabel data hasil percobaan untuk reaksi antara logam Fe dengan larutan H2SO4 adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah ....

    A

    percobaan 3, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    B

    percobaan 4, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    C

    percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    D

    percobaan 2, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    E

    percobaan 1, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    Pembahasan:

    Konsentrasi

    Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

    Luas Permukaan

    Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.


    Fe 0,5 gram yang berbentuk lempengan lebih lama larut di dalam larutan H2SO4 1 M. Hal ini disebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih kecil membuat kemungkinan tumbukan efektif antarpartikel semakin sedikit, sehingga laju reaksi berlangsung lebih lambat. Konsentrasi larutan juga ikut memengaruhi kecepatan laju reaksi. Semakin kecil konsentrasi larutan, maka semakin sedikit jumlah partikel di dalamnya, sehingga semakin sedikit kemungkinan tumbukan efektif partikel yang menyebabkan laju reaksi berlangsung lambat.

    Jadi berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit).

  • Pilgan

    Data hasil percobaan reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data percobaan di atas, akan diperoleh harga tetapan laju sebesar ....

    A

    4

    B

    4 x 10-3

    C

    1,6

    D

    16 x 10-3

    E

    0,4

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z
    • data percobaan :

    Ditanya:

    tetapan laju (k)

    Dijawab:

    Satuan laju reaksi adalah M det-1 → dari satuan laju dapat diketahui bahwa waktu berbanding terbalik dengan laju maka r = 1/t.


    Untuk mencari orde X, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang berbeda dan konsentrasi Y yang sama → Percobaan 2 dan 3

     r2r3=k[X]2a[ Y]2bk[X]3a[ Y]3b\ \frac{r_2}{r_3}=\frac{k\left[\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_3^a\left[\text{ Y}\right]_3^b}

    (1160)(1320)=k[0,25]a[0,125]bk[0,125]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{160}\right)}{\left(\frac{1}{320}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}{k\left[0,125\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    320160=[0,25]a[0,125]a\frac{320}{160}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^a}{\left[0,125\right]_{ }^a}

     2=2a \ 2=\text{}2^a\ 

     21=2a \ 2^1=\text{}2^a\ 

    a=1a=1

    orde X = 1


    Untuk mencari orde Y, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang sama dan konsentrasi Y yang berbeda → Percobaan 1 dan 2

     r1r2=k[X]1a[ Y]1bk[X]2a[ Y]2b\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{X}\right]_1^a\left[\text{ Y}\right]_1^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}

    (140)(1160)=k[0,25]a[0,25]bk[0,25]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{40}\right)}{\left(\frac{1}{160}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,25\right]_{ }^b}{k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    16040=[0,25]b[0,125]b\frac{160}{40}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^b}{\left[0,125\right]_{ }^b}

     4=2b\ 4=\text{}2^b

     22=2b\ 2^2=\text{}2^b

    b=2b=2

    orde Y = 2

    Persamaan laju r = k [X] [Y]2

    Berdasarkan persamaan laju yang diperoleh, cari harga k menggunakan data konsentrasi dari salah satu percobaan.

    r=k[X][Y]2r=k\left[\text{X}\right]\left[\text{Y}\right]^2

    140=k[0,25][0,25]2\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]\left[\text{0,25}\right]^2

    140=k[0,25]3\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]^3

    k=140×1(14)3k=\frac{1}{40}\times\frac{1}{\left(\frac{1}{4}\right)^3}

    k=140×43k=\frac{1}{40}\times4^3

    k=140×64k=\frac{1}{40}\times64

    k=1,6k=1,6


    Harga k untuk reaksi di atas adalah 1,6.

  • Pilgan

    Berdasarkan reaksi

    4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)

    Diperoleh data sebagai berikut.

    Laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah ....

    A

    300

    B

    200

    C

    192

    D

    216

    E

    256

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Reaksi: 4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)
    • Data percobaan

    Ditanya:

    Laju reaksi pada saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    Dijawab:

    Menentukan orde reaksi

    Orde NO2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 berbeda dan O2 sama → percobaan 1 dan 3.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]3x [ O2]3y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_3^x\ \left[\text{ O}_2\right]_3^y}

     2496=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,4]x [0,2]y\ \frac{24}{96}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,2}\right]_{ }^y}

     14=[0,2]x[0,4]x \ \frac{1}{4}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^x}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ }

    (12)2=(12)x\left(\frac{1}{2}\right)^2=\left(\frac{1}{2}\right)^x

    x=2x=2

    orde NO2 = 2


    Orde O2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 sama dan O2 berbeda→ percobaan 1 dan 2.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]2x [ O2]2y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_2^x\ \left[\text{ O}_2\right]_2^y}

     2448=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,2]x [0,4]y\ \frac{24}{48}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,2}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,4}\right]_{ }^y}

     12=[0,2]y[0,4]y \ \frac{1}{2}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^y}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^y\ }

    (12)1=(12)y\left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^y

    y=1y=1

    orde O2 = 1

    Persamaan laju : r = k [NO2]2 [O2]


    Mencari harga k

     r=k[NO2]2[ O2]\ r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    24=k[0,2]2[0,2]24=k\left[0,2\right]^2\left[0,2\right]

    k=248×103k=\frac{24}{8\times10^{-3}}

    k=3×103k=3\times10^3


    Laju reaksi untuk percobaan ke-4, saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    r=k[NO2]2[ O2]r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    r=3×103[0,6]2[ 0,2]r_{ }=3\times10^3\left[\text{0,6}\right]_{ }^2\left[\text{ 0,2}\right]_{ }^{ }

    r=3×103×36×102×2×101r_{ }=3\times10^3\times36\times10^{-2}\times2\times10^{-1}

    r=216r=216

    Maka laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah 216 M det-1.

  • Pilgan

    Ke dalam ruang yang volumenya 4 liter, dimasukkan 4 mol gas HI yang kemudian terurai menjadi gas H2 dan I2. Setelah 10 detik, dalam ruang tersebut terdapat 2 mol gas HI. Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 berturut-turut adalah …

    A

    0,1 mol L1 det1dan 0,05 mol L1 det10,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    B

    0,01 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    C

    0,01 mol L1 det1dan 0,5 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    D

    0,5 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    E

    0,05 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui :

    • V = 4 liter
    • mol awal gas HI = 4 mol
    • mol gas HI setelah 10 detik = 2 mol
    • t = 10 detik

    Ditanya :

    Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2

    Dijawab :

    Konsentrasi HI

    M1=molV (Liter) = 4 mol4 L= 1 mol L1M_1=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{4\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    M2=molV (Liter) = 2 mol4 L= 0,5 mol L1M_2=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{2\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    Laju Penguraian HI setelah 10 detik

    rHI=Δ[HI]Δt  r_{\text{HI}}=-\frac{\Delta\left[\text{HI}\text{}\right]}{\Delta t}\ \ 

    rHI=0,5 mol L1 1 mol L110 det  =0,5 mol L110 det = 0,05 mol L1 det1r_{\text{HI}}=-\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}-\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det\ }\ =\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det}\ =\ 0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Laju pembentukan H2

    2HI \longrightarrow H2 + I2

    rHI : rH2 = 2 : 1r_{\text{HI}}\ :\ r_{\text{H}_2}\ =\ 2\ :\ 1

    persamaan menjadi

    rHI=2 rH2 r_{\text{HI}}=2\ r_{\text{H}_2}\ 

    rH2=0,05 mol L1 det12r_{\text{H}_2}=\frac{0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}}{2}

    rH2= 0,025 mol L1 det1r_{\text{H}_2}=\ 0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}


    Maka laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 adalah 0,05 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.