Latihan Kimia Kelas XI Sifat dan Teori Asam - Basa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Basa konjugasi dari HCO3- adalah ....

    A

    CO3-

    B

    CO3

    C

    H2CO3

    D

    CO32-

    E

    H3CO2

    Pembahasan:

    Asam basa konjugasi dapat dijelaskan oleh teori asam basa Bronsted-Lowry. Menurut teori asam basa Brosted-Lowry, asam adalah spesi yang mendonorkan proton, sedangkan basa adalah spesi yang menerima proton.

    Suatu basa akan membentuk asam konjugasi setelah menerima satu proton. Dan suatu asam akan membentuk basa konjugasi setelah melepas satu proton.

    Maka basa konjugasi dari HCO3- dapat ditentukan dengan cara melepaskan proton atau H+ dari ion tersebut.

    HCO3- ⟶\longrightarrow CO32- ++ H+

    Maka basa konjugasi dari HCO3- adalah CO32-.

  • Pilgan

    Definisi asam basa menurut Arrhenius tidak mampu menjelaskan kondisi asam basa yang terjadi dalam pelarut selain air. Untuk memperbaiki hal ini, Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry mengajukan konsep asam basa baru, yaitu berdasarkan ....

    A

    pemindahan OH-

    B

    pemindahan proton

    C

    perubahan keasaman

    D

    perubahan kebasaan

    E

    pemindahan elektron

    Pembahasan:

    Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang di dalam air mampu melepaskan ion H+ sedangkan basa adalah zat yang di dalam air mampu melepaskan ion OH-. Definisi ini tidak menjelaskan kondisi asam basa dalam larutan selain air sehingga beberapa peneliti mengajukan definisi asam basa lain.

    Menurut Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry, konsep asam basa didasarkan pada pemindahan proton. Asam didefinisikan sebagai spesi yang memberi/donor proton, sedangkan basa adalah spesi yang menerima proton. Konsep ini dikenal dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry.

  • Pilgan

    Indikator alami dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu zat bersifat basa maupun asam. Hal tersebut didasarkan pada sifat indikator alami, yaitu ....

    A

    memiliki bau yang berbeda dalam kondisi asam dan basa

    B

    memiliki warna yang berbeda dalam kondisi asam dan basa

    C

    memiliki ukuran yang berbeda dalam kondisi asam dan basa

    D

    memiliki wujud yang berbeda dalam kondisi asam dan basa

    E

    memiliki kelarutan yang berbeda dalam kondisi asam dan basa

    Pembahasan:

    Indikator asam-basa adalah zat-zat yang dapat menunjukkan perbedaan antara larutan asam, basa, dan netral. Perbedaan yang ditunjukkan berupa perbedaan warna. Salah satu jenis indikator asam-basa adalah indikator alami. Indikator alami adalah semua bahan alam yang dapat memberikan perbedaan warna ketika berada pada kondisi asam dan basa. Oleh sebab itu, indikator alami dapat digunakan untuk menunjukkan sifat suatu larutan, apakah asam atau basa.

    Contoh indikator alami:

    • Kunyit →\rightarrow dalam larutan asam akan berwarna kuning tua dan dalam larutan basa akan berwarna jingga.
    • Bayam merah →\rightarrow dalam larutan asam akan berwarna merah muda dan dalam larutan basa akan berwarna kuning.
    • Bunga mawar →\rightarrow dalam larutan asam akan berwarna merah/merah muda dan dalam larutan basa akan berwarna hijau dan cokelat.
  • Pilgan

    Definisi asam basa menurut Svante August Arrhenius (1859-1927) adalah semua zat yang ....

    A

    di dalam air menghasilkan ion negatif

    B

    tidak dapat dilarutkan dalam air

    C

    di dalam air melepaskan H+

    D

    di dalam air menghasilkan OH-

    E

    di dalam air menghasilkan ion positif

    Pembahasan:

    Dalam teori asam basa, Svante August Arrhenius (1859-1927) mendefinisikan asam dan basa sebagai berikut.

    1. Asam adalah zat yang di dalam air mampu menghasilkan H+
    2. Basa adalah zat yang di dalam air mampu menghasilkan OH-

    Suatu zat yang di dalam air menghasilkan ion positif yang tidak spesifik sebagai H+ tidak dapat disebut sebagai asam.

    Suatu zat yang di dalam air menghasilkan ion negatif yang tidak spesifik sebagai OH- tidak dapat disebut sebagai basa.

  • Pilgan

    Senyawa di bawah ini yang dapat mengubah warna lakmus biru menjadi warna merah adalah ....

    A

    Ba(OH)2

    B

    KCl

    C

    HCN

    D

    H2O murni

    E

    NH3

    Pembahasan:

    Indikator asam basa adalah zat-zat yang dapat berubah warna pada kondisi asam dan basa. Salah satu contoh dari indikator asam-basa adalah kertas lakmus. Kertas lakmus akan berwarna merah ketika dicelupkan pada larutan asam, dan berwarna biru pada larutan basa.

    Ba(OH)2 : barium hidroksida, bersifat basa, lakmus akan berubah warna menjadi biru.

    NH3 : amonia, bersifat basa, lakmus akan berubah warna menjadi biru.

    KCl : kalium klorida, bersifat netral, lakmus tidak akan berubah warna.

    HCN : asam sianida, bersifat asam, lakmus akan berubah warna menjadi merah.

    H2O murni : air murni, bersifat netral, lakmus tidak akan berubah warna.

    Maka senyawa yang dapat mengubah warna lakmus menjadi warna merah adalah HCN.

  • Pilgan

    Valensi basa dari satu molekul Mg(OH)2 adalah sebanyak ....

    A

    4

    B

    3

    C

    5

    D

    1

    E

    2

    Pembahasan:

    Menurut definisi dari Arrhenius, basa adalah senyawa yang di dalam air dapat menghasilkan OH- atau ion hidroksida. Jumah ion hidroksida yang dihasilkan oleh satu molekul senyawa disebut dengan valensi basa.

    Reaksi yang terjadi: Mg(OH)2 ⟶\longrightarrow Mg2+ ++ 2OH-

    Jumlah ion OH- yang dihasilkan = 2

    Valensi basa = Jumlah ion OH- yang dihasilkan = 2

    Maka valensi basa dari satu molekul Mg(OH)2 adalah sebanyak 2.

  • Pilgan

    Pembawa sifat asam menurut teori asam basa Arrhenius adalah ....

    A

    ion OH-

    B

    kation dan anion

    C

    ion H+

    D

    kation

    E

    anion

    Pembahasan:

    Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang di dalam air mampu melepaskan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang di dalam air mampu melepaskan ion OH-. Oleh sebab itu, teori ini menjelaskan pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH-.

    Maka dapat disimpulkan bahwa pembawa sifat asam menurut teori asam basa Arrhenius adalah ion H+.

  • Pilgan

    Senyawa di bawah ini memiliki valensi asam sama dengan HF, kecuali ....

    A

    HBr

    B

    HNO3

    C

    H3PO4

    D

    HCOOH

    E

    CH3COOH

    Pembahasan:

    Menurut definisi dari Arrhenius, asam adalah senyawa yang di dalam air dapat menghasilkan H+ atau ion hidrogen sedangkan basa adalah senyawa yang di dalam air dapat menghasilkan ion OH- atau ion hidroksida.

    • Jumah ion H+ yang dihasilkan oleh satu molekul senyawa disebut dengan valensi asam.
    • Jumlah ion OH- yang dihasilkan oleh satu molekul senyawa disebut dengan valensi basa.

    Reaksi yang terjadi untuk tiap opsi jawaban adalah sebagai berikut.

    CH3COOH ⟶\longrightarrow CH3COO- ++ H+ (terdapat 1 ion hidrogen, valensi asam == 1)

    HBr ⟶\longrightarrow Br- ++ H+ (terdapat 1 ion hidrogen, valensi asam == 1)

    H3PO4 ⟶\longrightarrow PO43- ++ 3H+ (terdapat 3 ion hidrogen, valensi asam == 3)

    HCOOH ⟶\longrightarrow COOH- ++ H+ (terdapat 1 ion hidrogen, valensi asam == 1)

    HNO3 ⟶\longrightarrowNO3- ++ H+ (terdapat 1 ion hidrogen, valensi asam == 1)

    HF ⟶\longrightarrow F- ++ H+ (terdapat 1 ion hidrogen, valensi asam == 1)

    Maka semua senyawa di atas yang memiliki valensi asam yang sama dengan HF, kecuali H3PO4.

  • Pilgan

    Perhatikan reaksi berikut!

    HClO4 ++ CO32- ⟶\longrightarrow ClO4- ++ HCO3-

    Berdasarkan reaksi di atas, spesi yang termasuk basa Bronsted-Lowry adalah ....

    A

    ClO4-

    B

    HCO3-

    C

    HClO4

    D

    CO32-

    E

    tidak ada jawaban yang benar

    Pembahasan:

    Menurut Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry, konsep asam basa didasarkan pada pemindahan proton. Asam didefinisikan sebagai spesi yang memberi/donor proton, sedangkan basa adalah spesi yang menerima proton. Konsep ini dikenal dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry.

    Dalam suatu reaksi donor-akseptor proton terdapat istilah asam konjugasi dan basa konjugasi. Suatu asam yang telah melepas satu proton akan membentuk spesi yang dinamakan basa konjugasi. Sebaliknya, suatu basa yang telah menerima satu proton akan membentuk spesi yang dinamakan asam konjugasi.

    HClO4 ++ CO32- ⟶\longrightarrow ClO4- ++ HCO3-

    HClO4 : asam karena memberikan proton atau H+.

    CO32- : basa karena menerima proton atau H+.

    ClO4- : basa konjugasi yang berasal dari HClO4 setelah melepas satu proton.

    HCO3- : asam konjugasi yang berasal dari CO32- setelah menerima satu proton.

    Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan reaksi di atas, spesi yang termasuk basa Bronsted-Lowry adalah CO32-.

  • Pilgan

    Ekstrak dari indikator berikut yang akan mengalami perubahan warna menjadi merah muda ketika ditetesi larutan asam dan berwarna cokelat apabila dimasukkan ke dalam larutan basa adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Indikator alami adalah bahan alam yang dapat memberi warna berbeda ketika berada dalam kondisi asam dan basa. Beberapa contoh dari indikator alami adalah bunga mawar, bunga sepatu, bunga bougenville, kubis ungu, dan kunyit.

    Perubahan yang terjadi pada tiap indikator pada pilihan jawaban diberikan pada tabel berikut.

    Indikator berikut yang akan mengalami perubahan warna menjadi merah muda apabila dimasukkan ke dalam larutan asam dan berwarna cokelat apabila dimasukkan ke dalam larutan basa adalah bunga bougenville.

    Gambar bunga bougenville adalah sebagai berikut.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.