Latihan Kimia Kelas XI Konsep Larutan Penyangga dan Sistem Penyangga
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 3
2. 2
3. 2
4. 1
5. 1
6+. 0
  • Pilgan

    Garam Ba3(BO3)2 yang bersifat ... dapat membentuk larutan penyangga dengan larutan yang mengandung ....

    A

    netral; H2BO3-

    B

    asam; H2BO3-

    C

    asam; HBO32-

    D

    basa; H3BO3

    E

    basa; HBO32-

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu.

    Ba3(BO3)2 \longrightarrow 3Ba2+ ++ 2BO33-

    • Ba2+ merupakan kation yang berasal dari basa kuat, yaitu Ba(OH)2 atau barium hidroksida.
    • BO33- merupakan anion yang berasal dari asam lemah, yaitu B(OH)3 atau H3BO3 atau asam borat.

    Karena berasal dari basa kuat dan asam lemah, garam ini akan bersifat basa.

    Menurut teori hidrolisis, BO33- akan bereaksi dengan air membentuk ion OH- sesuai persamaan berikut.

    BO33- + H2O \longrightarrow HBO32- + OH-

    Oleh karena itu, spesi yang berperan sebagai larutan penyangga adalah BO33- (karena berasal dari asam lemah) yang bersifat basa (karena menghasilkan OH-).

    Menentukan asam konjugasi dari basa BO33-

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    BO33- ++ H+ \rightleftharpoons HBO32-

    HBO32- adalah asam konjugasi dari adalah BO33-.

    Maka garam Ba3(BO3)2 yang bersifat basa dapat membentuk larutan penyangga dengan larutan yang mengandung HBO32-.

  • Pilgan

    Garam berikut yang sesuai untuk membentuk larutan penyangga bersama asam borat adalah ....

    A

    K3BO3

    B

    NaHBO3

    C

    BeBO2(OH)

    D

    Na3BO3

    E

    LiBO(OH)2

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Asam borat = H3BO3 atau B(OH)3

    B(OH)3 \rightleftharpoons BO(OH)2- ++ H+

    B(OH)3 adalah asam lemah dengan basa konjugasinya yaitu BO(OH)2-. Garam yang dapat terbentuk dari basa konjugasi diantaranya:

    BO(OH)2- ++ Na+ \longrightarrow NaBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ Li+ \longrightarrow LiBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ K+ \longrightarrow KBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ Be2+ \longrightarrow Be(BO(OH)2)2

    Jadi garam yang sesuai untuk membentuk larutan penyangga bersama asam borat adalah LiBO(OH)2.

  • Pilgan

    Larutan berikut yang tidak akan mengalami perubahan pH yang signifikan jika ditambahkan natrium hidroksida adalah ....

    A

    HNO3 dan Ca(NO3)2

    B

    K3PO4 dan K2HPO4

    C

    KOH dan KCl

    D

    HCl dan MgCl2

    E

    HCOOH dan KHCOOH

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Jadi, untuk menentukan campuran larutan yang benar yang merupakan jenis larutan penyangga, maka harus sesuai antara pasangan asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu proton (H+), sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu proton (H+).

    Natrium hidroksida merupakan larutan basa kuat, maka larutan yang tidak akan berubah pH secara signifikan jika ditambah basa seperti NaOH adalah larutan penyangga.

    1) HCl dan MgCl2 bukan termasuk larutan penyangga karena HCl adalah asam kuat.

    2) KOH dan KCl bukan termasuk larutan penyangga karena KOH adalah basa kuat.

    3) HNO3 dan Ca(NO3)2 bukan termasuk larutan penyangga karena HNO3 adalah asam kuat.

    4) HCOOH dan KHCOOH bukan termasuk campuran larutan penyangga.

    HCOOH \rightleftharpoons H+ ++ COO-

    HCOOH termasuk asam lemah dan basa konjugasinya adalah COO- yang jika direaksikan dengan K+ akan membentuk HCOOK bukan KHCOOH.

    5) K3PO4 dan K2HPO4 termasuk larutan penyangga

    K2HPO4 \rightleftharpoons 2K+ + +\ HPO42-

    HPO42- termasuk asam lemah.

    HPO42- \rightleftharpoons H+ + +\ PO43-

    Maka garam atau basa konjugasi dari HPO42- adalah PO43-. Jika basa konjugasi ini direaksikan dengan K+, akan terbentuk K3PO4.


    Maka larutan yang tidak akan mengalami perubahan pH yang signifikan jika ditambahkan natrium hidroksida adalah K3PO4 dan K2HPO4.

  • Pilgan

    Dihidrogenfosfat-monohidrogenfosfat merupakan sistem penyangga utama pada cairan intrasel. Kelebihan asam akan mengurangi kandungan ....

    A

    dihidrogenfosfat

    B

    asam fosfat

    C

    asam bikarbonat

    D

    asam lambung

    E

    monohidrogenfosfat

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.


    Sistem penyangga utama dalam cairan intrasel adalah dihidrogenfosfat (H2PO4-) dan monohidrogenfosfat (HPO42-). Kelebihan asam akan bereaksi dengan HPO42-, sedangkan kelebihan basa akan bereaksi dengan dihidrogenfosfat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    H2PO4- ++ OH- \longrightarrow HPO42- ++ H2O

    HPO42- ++ H+ \longrightarrow H2PO4-

    Kelebihan asam akan bereaksi dengan monohidrogenfosfat sehingga kandungan pada sistem penyangga yang akan berkurang adalah monohidrogenfosfat.

  • Pilgan

    Campuran larutan-larutan berikut yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah ....

    A

    larutan HF - larutan NaF

    B

    larutan NH3 - larutan NH4Cl

    C

    larutan HClO4 - larutan NaClO4

    D

    larutan CH3COOH - larutan CH3COONa

    E

    larutan HCOOH - larutan HCOONa

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Jadi, untuk menentukan campuran larutan yang benar yang merupakan jenis larutan penyangga, maka harus sesuai antara pasangan asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.


    (1) Larutan HCOOH - larutan HCOONa termasuk larutan penyangga asam.

    HCOOH merupakan asam lemah.

    HCOOH \rightleftharpoons H+ ++ HCOO-

    HCOONa \rightarrow Na+ ++ HCOO-

    HCOONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HCOOH, yaitu HCOO-.


    (2) Larutan CH3COOH - larutan CH3COONa termasuk larutan penyangga asam.

    CH3COOH merupakan asam lemah.

    CH3COOH \rightleftharpoons H+ ++ CH3COO-

    CH3COONa \rightarrow Na+ ++ CH3COO-

    CH3COONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari CH3COOH, yaitu CH3COO-.


    (3) Larutan HF - larutan NaF termasuk larutan penyangga asam.

    HF merupakan asam lemah.

    HF \rightleftharpoons H+ + +\ F-

    NaF \rightarrow Na+ ++ F-

    NaF merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HF, yaitu F-.


    (4) Larutan NH3 - larutan NH4Cl termasuk larutan penyangga basa.

    NH3 termasuk basa lemah.

    NH3 + +\ H+ \rightleftharpoons NH4+

    NH4Cl \rightarrow NH4+ ++ Cl-

    NH4Cl merupakan garam yang mengandung asam konjugasi dari NH3, yaitu NH4+.


    (5) Larutan HClO4 - larutan NaClO4 bukan termasuk larutan penyangga.

    HClO4 termasuk asam kuat sehingga tidak dapat dibuat sebagai larutan penyangga.

    Maka campuran larutan yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah larutan HClO4 - larutan NaClO4.

  • Pilgan

    Larutan-larutan berikut dapat membentuk sistem buffer, kecuali ....

    A

    basa kuat dan garamnya

    B

    basa lemah dan garamnya

    C

    asam lemah berlebih dan basa kuat

    D

    basa lemah berlebih dan asam kuat

    E

    asam lemah dan garamnya

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Sehingga jenis larutan yang dapat membentuk sistem buffer (penyangga) adalah

    • asam lemah berlebih dan basa kuat atau basa lemah berlebih dan asam kuat;
    • asam lemah dan garamnya (mengandung basa konjugasinya) atau basa lemah dan garamnya (mengandung asam konjugasinya)

    *Asam dan basa kuat tidak dapat membentuk sistem penyangga.

    Maka larutan-larutan yang tidak dapat membentuk sistem buffer adalah basa kuat dan garamnya.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan reaksi kesetimbangan dari suatu larutan penyangga berikut!

    HCO3- \rightleftharpoons CO32- ++ H+

    Penambahan sedikit HCl akan menyebabkan kesetimbangan ....

    A

    menggeser kesetimbangan ke arah produk

    B

    tetap sama seperti sebelumnya

    C

    meningkatkan pH

    D

    sama sekali tidak mengubah nilai pH

    E

    menggeser kesetimbangan ke arah pereaksi

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Cara larutan penyangga mempertahankan pH adalah dengan menetralkan kelebihan asam atau basa sehingga nilai pH tidak berubah secara signifikan.

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    Perhatikan reaksi pada soal sebagai berikut.

    HCO3- \rightleftharpoons CO32- ++ H+

    HCO3- merupakan asam lemah dan basa konjugasinya adalah CO32-. Penambahan HCl (bersifat asam) akan bereaksi dengan basa konjugasi yaitu CO32-. Karena digunakan untuk bereaksi dengan HCl, jumlah dari CO32- akan berkurang sehingga kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri atau ke arah pereaksi.

    Kondisi lain yang terjadi adalah:

    1. Penambahan sedikit HCl (asam) akan menyebabkan nilai pH sedikit turun (terjadi perubahan nilai pH)
    2. Kesetimbangan akan bergeser ke arah pereaksi (kesetimbangan terganggu)

    Jadi penambahan HCl akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah pereaksi.

  • Pilgan

    Larutan penyangga merupakan jenis larutan yang mendasari berbagai proses biokimia, mikrobiologi, dan kimia analitis. Alasan penggunaan larutan penyangga adalah karena semua proses tersebut ....

    A

    membutuhkan kondisi pH netral

    B

    memerlukan larutan asam dan basa

    C

    melibatkan proses reaksi asam basa

    D

    sangat sensitif pada perubahan pH

    E

    mengharuskan terjadinya perubahan pH

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
    • Larutan penyangga dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti kimia analitis, biokimia, dan mikrobiologi. Penggunaan larutan penyangga disebabkan proses-proses tersebut sangat sensitif pada perubahan pH sehingga harus digunakan larutan yang akan mengalami perubahan pH secara tidak signifikan pada penambahan sedikit asam dan basa.

    Contoh pemanfaatan larutan penyangga:

    1. Dalam bidang biokimia: Phosphate-buffered saline (PBS) adalah larutan penyangga yang terdiri dari Na2HPO4, NaCl, KH2PO4, dan KCl. Larutan ini dapat bekerja optimum pada pH 7,4 dan dibuat untuk meniru larutan biologis sehingga memiliki kemiripan dengan kekuatan ionik dan pH sel mamalia.
    2. Dalam bidang mikrobiologi: TE buffer terdiri dari Tris-HCl (C4H12ClNO3) dan EDTA.Na2 (C10H14N2Na2O8). Larutan ini dapat bekerja optimal pada pH 8,0. Larutan ini digunakan dalam penelitian yang berhubungan dengan asam nukleat untuk menjaga jalannya elektroforesis atau secara umum sebagai penyangga penyimpanan untuk asam nukleat.
    3. Dalam bidang kimia analitis: Campuran larutan CH3COONa dan CH3COOH untuk uji perubahan pH yang terjadi. pH larutan tersebut akan bernilai kurang dari 7.

    Jadi alasan penggunaan larutan penyangga adalah karena semua proses tersebut sangat sensitif pada perubahan pH.

  • Pilgan

    Spesi yang akan bereaksi dengan H2CO3 jika ditambahkan dalam campuran larutan H2CO3 - HCO3- adalah ....

    A

    H+

    B

    H2CO3

    C

    H2O

    D

    CO32-

    E

    HCO3-

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Contoh dari larutan penyangga asam adalah H2CO3 dan basa konjugasinya.

    H2CO3 \rightleftharpoons HCO3- ++ H+

    H2CO3 adalah asam lemah dengan basa konjugasinya adalah HCO3-. Cara kerja dari larutan penyangga asam ini adalah dengan dua cara yaitu:

    • Ketika penambahan asam, basa konjugasi (HCO3-) akan bereaksi dengan asam tersebut.
    • Ketika penambahan basa, asam lemah (H2CO3) akan bereaksi dengan basa tersebut.

    Maka spesi yang akan bereaksi ketika ditambahkan H2CO3 adalah spesi yang bersifat basa.

    Ciri-ciri spesi yang bersifat basa adalah spesi yang di dalam air dapat menghasilkan OH-, sedangkan asam adalah spesi yang di dalam air dapat menghasilkan H+ atau H3O+.

    Analisis opsi jawaban:

    NH4+ ++ H2O \rightleftharpoons NH3 ++ H3O+ (asam)

    H3PO4 ++ H2O \rightleftharpoons H2PO42- ++ H3O+ (asam)

    H+ ++ H2O \rightleftharpoons H3O+ (asam)

    HBrO3 ++ H2O \rightleftharpoons BrO3- ++ H3O+ (asam)

    ClO4- ++ H2O \rightleftharpoons HClO4 ++ OH- (basa)


    Reaksi antara H2CO3 dan ClO4- adalah sebagai berikut.

    ClO4- ++ H2CO3 \rightleftharpoons HClO4 ++ HCO3-

    Maka spesi yang dapat bereaksi dengan H2CO3 adalah spesi yang bersifat basa yaitu ClO4-.

  • Pilgan

    Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan mereaksikan basa lemah dan asam kuat dalam keadaan ....

    A

    jumlah mol asam kuat berlebih

    B

    jumlah mol basa lemah << jumlah mol asam kuat

    C

    dilarutkan dalam air sebanyak-banyaknya

    D

    jumlah mol basa lemah >> jumlah mol asam kuat

    E

    jumlah mol basa lemah == jumlah mol asam kuat

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Larutan penyangga basa juga dapat dibuat dengan cara mereaksikan basa lemah dengan asam kuat dengan jumlah mol basa lemah >> mol asam kuat sehingga di akhir reaksi akan tersisa basa lemah dan garam yang mengandung asam konjugasinya.

    Maka larutan penyangga basa dapat dibuat dengan mereaksikan basa lemah dan asam kuat dalam keadaan jumlah mol basa lemah >> jumlah mol asam kuat.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.