Latihan Sejarah Indonesia Kelas XII Upaya Bangsa Indonesia Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Sejarah Indonesia
Selesai
Benar
1
Salah
0
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 2
2. 0
3. 0
4. 0
  • Pilgan
    2

    Perhatikan gambar berikut!

    Ahmad Yani.jpg

    Sumber: www.wikipedia.org

    Tokoh tersebut adalah Jenderal Ahmad Yani. Ia berperan dalam penumpasan gerakan PRRI-PERMESTA melalui gerakan militer, yaitu ....

    A

    Operasi Mawar

    B

    Operasi Sandi Yudha

    C

    Operasi Mandala

    D

    Operasi Seroja

    E

    Operasi 17 Agustus

    Pembahasan:

    Pada Agustus 1958, Ahmad Yani memerintahkan Operasi 17 Agustus terhadap PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatra Barat. Pasukannya berhasil merebut kembali Padang & Bukittiinggi.

    Hal itu menyebabkan ia dipromosikan menjadi wakil kepala Angkatan Darat ke-2 staf pada 1 September 1962, dan kemudian Kepala Angkatan Darat stafnya pada 13 November 1963 (otomatis menjadi anggota kabinet), menggantikan Jenderal Nasution.

    Jadi, jawabannya adalah Operasi 17 Agustus.

  • Pilgan

    Menjelang puncak Pertempuran Surabaya, terjadi kontak senjata antara pasukan Sekutu dengan pemuda dan rakyat Surabaya. Sekutu lalu terdesak hingga Sukarno dan para pemimpin negara turun langsung ke Surabaya.

    Apa sebenarnya yang dilakukan Sukarno saat itu?

    A

    Berkeliling Surabaya dan meminta rakyat Surabaya melanjutkan kontak senjata.

    B

    Datang ke Surabaya dan meminta secara langsung Gubernur Jawa Timur agar mengeluarkan Maklumat Penghentian Perang.

    C

    Datang ke Surabaya, berpidato satu kali untuk menyemangati rakyat Surabaya dalam perang fisik.

    D

    Berkeliling Surabaya dan mengunjungi markas pasukan Sekutu, meminta Inggris pulang dengan baik-baik

    E

    Berkeliling Surabaya dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil perundingan Indonesia dan Sekutu.

    Pembahasan:

    Setelah kontak senjata dengan rakyat Surabaya pada 27-28 Oktober 1945, Sekutu menghubungi Presiden Sukarno dan memintanya untuk menyelesaikan pertempuran.

    Besoknya, Sukarno dan para pemimpin negara tiba di Surabaya. Sukarno lalu berkeliling dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil keputudan perundingan Indonesia dengan Sekutu.

    Jadi, jawabannya adalah Berkeliling Surabaya dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil perundingan Indonesia dan Sekutu.

  • Pilgan

    Sri Sultan Hamengkubuwana IX (Sultan HB IX) sebagai Raja Yogyakarta sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Salah satu jasanya, ia menerbitkan Maklumat 5 September 1945, yang berisi ...

    A

    Belanda dilarang menginjakkan kaki di Yogyakarta.

    B

    Yogyakarta dinyatakan masuk dalam negara Republik Indonesia dan menjadi Daerah Istimewa.

    C

    Yogyakarta menjadi bagian dari negara Belanda, tetapi siap membantu Indonesia.

    D

    Yogyakarta melebur ke dalam Republik Indonesia dan membubarkan kerajaannya.

    E

    Yogyakarta mengadakan referendum penentuan sikap dan mayoritas warganya setuju bergabung dengan Republik Indonesia.

    Pembahasan:

    Yogyakarta menjadi daerah pertama yang menyatakan dukungannya pada kemerdekaan Indonesia, bahkan menyatakan diri bergabung sebagai bagian dari Republik Indonesia. Hal tersebut dibuktikan oleh Sultan HB IX sebagai Raja Yogyakarta dengan menerbitkan Maklumat 5 September 1945 yang berisi:

    AMANAT

    SRI PADUKA INGKENG SINUWUN KANGDJENG SULTAN:

    Kami Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat menjatakan:

    1.Bahwa Negeri Ngajogjakarto Hadiningrat jang bersifat Keradjaan adalah Daerah Istimewa dari Negara Republik Indonesia.

    2.Bahwa Kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan Kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja Kami pegang seluruhnja.

    3.Bahwa perhubungan antara Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia, bersifat langsung dan Kami bertanggung djawab atas Negeri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

    Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah Yogyakarta dinyatakan masuk dalam negara Republik Indonesia dan menjadi Daerah Istimewa.

  • Pilgan

    Deklarasi PRRI pada 15 Februari 1958 di Sumatra mendapat sambutan dan dukungan dari segelintir pihak di daerah ....

    A

    Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara

    B

    Maluku Utara dan Maluku Selatan

    C

    Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara

    D

    Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah

    E

    Sulawesi Utara dan Bali

    Pembahasan:

    Deklarasi PRRI pada 15 Februari 1958 di Sumatra mendapat sambutan dan dukungan dari segelintir pihak di daerah Sulawesi Tengah & Sulawesi Utara. Oknum politik dari kedua daerah tersebut kemudian membentuk gerakan PERMESTA (Perjuangan Rakyat Semesta) untuk mendukung gerakan PRRI.

    Jadi, jawabannya adalah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

  • Pilgan

    Sebelum Perundingan Linggarjati, pihak Belanda dengan tokohnya yaitu van Mook, mengusulkan Indonesia menjadi bagian dari Persemakmuran Belanda. Usulan tersebut ditolak oleh tokoh Indonesia, yaitu ....

    A

    Sutan Syahrir

    B

    KH. Ahmad Dahlan

    C

    H. Agus Salim

    D

    Mohammad Hatta

    E

    Sukarno

    Pembahasan:

    Usulan van Mook tentang negara persemakmuran (Indonesia menjadi anggota Persemakmuran Belanda) ditolak oleh salah satu tokoh nasional Indonesia, H. Agus Salim.

    Penolakan tersebut disampaikan H. Agus Salim karena ia tidak ingin Indonesia menjadi bagian dari Kerajaan Belanda.

    Jadi, jawabannya adalah H. Agus Salim.

  • Pilgan

    Akhir-akhir ini gesekan politik berdampak pada masyarakat. Salah satunya politik identitas (menguatnya sentimen agama dan kesukuan) yang memecah belah persatuan bangsa. Bagaimana seharusnya pemerintah dalam mengatasinya, berdasarkan perspektif sejarah?

    A

    Belajar dari sejarah era Orde Baru yang berhasil mempersatukan elemen masyarakat dalam demokrasi pancasila.

    B

    Belajar dari sejarah periode reformasi yang berhasil menumbangkan rezim otoriter Order Baru.

    C

    Melihat fenomena tersebut sebagai campur tangan asing sehingga pemerintah harus menutup akses elit asing masuk ke Indonesia.

    D

    Belajar dari sejarah terutama periode 1945-1965 yang penuh dengan ancaman disintegrasi bangsa.

    E

    Melihat fenomena tersebut sebagai ketidakmerataan ekonomi dari masa lalu.

    Pembahasan:

    Ancaman disintegrasi bangsa pernah dialami Indonesia sangat kuat di periode awal kemerdekaan (1945-1965). Dalam kurun waktu tersebut terdapat banyak peristiwa/pemberontakan: PKI Madiun, DI/TII, APRA, Andi Azis, RMS, PRRI-PERMESTA, hingga G30S.

    Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi karena menguatnya pembelahan politik terutama melalui sentimen ideologi, agama dan kesukuan. Melihat fenomena saat ini, pemerintah dalam perspektif sejarah seharusnya belajar dari sejarah masa lalu, khususnya era 1945-1965 yang penuh gejolak dalam negeri.


    Berdasarkan penjabaran tersebut, maka jawabannya adalah

    Belajar dari sejarah terutama periode 1945-1965 yang penuh dengan ancaman disintegrasi bangsa.

  • Pilgan

    Latar belakang terjadinya Agresi Militer Belanda I diantaranya ...

    A
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 25 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    B
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    C
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara merdeka dan masuk ke dalam Blok Barat.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    D
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara federasi dan menjadi persemakmuran Belanda.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 15 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    E
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 20 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia khususnya Freeport di Papua.
    Pembahasan:

    Belanda melaksanakan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947. Agresi Militer Belanda I juga biasa disebut dengan Operatie Product. Berikut beberapa latar belakang Agresi Militer Belanda I, yaitu:

    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang benar adalah

    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    SilasPapare.jpg

    Sumber: www.wikipedia.org

    Tokoh ini adalah Silas Papare, putra Papua yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia dan mendukung integrasi Papua dalam wilayah Indonesia. Salah satu peran pentingnya dalam politik yaitu ...

    A

    Mendirikan partai politik: Partai Persatuan Irian.

    B

    Membuat naskah pernyataan penyatuan Irian Barat/Papua dalam wilayah Indonesia.

    C

    Mendirikan Partai Kemerdekaan Irian Indonesia (PKII).

    D

    Mendirikan Dewan Perwakilan Rakyat Papua.

    E

    Membentuk Gerakan Irian Pro Indonesia.

    Pembahasan:

    Silas Papare adalah tokoh Papua yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia dan mendukung penyatuan Irian Barat/ Papua dalam wilayah Indonesia. Beberapa peran dan perjuangan politiknya, yaitu:

    1. Mendirikan Partai Kemerdekaan Irian Indonesia (PKII)
    2. Mendirikan Badan Perjuangan Irian (BPI) di Yogyakarta
    3. Aktif dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB)

    Jadi, jawaban yang benar adalah Mendirikan Partai Kemerdekaan Irian Indonesia (PKII).

  • Pilgan

    Bagaimana peran Mohammad Hatta dalam berdiplomasi dengan negara di luar negeri demi pengakuan kemerdekaan Indonesia?

    A

    Meyakinkan Yugoslavia agar RI membuka perwakilannya di Belgrad.

    B

    Meyakinkan Jerman agar RI membuka perwakilannya di Berlin.

    C

    Meyakinkan India agar RI membuka perwakilannya di New Delhi.

    D

    Meyakinkan Palestina agar RI membuka perwakilannya di Yerusalem.

    E

    Meyakinkan Mesir agar RI membuka perwakilannya di Kairo.

    Pembahasan:

    Awal kemerdekaan Indonesia, salah satu hal penting dilakukan para tokoh nasional dengan menjalin hubungan dan komunikasi aktif dan baik dengan negara-negara di luar negeri. Salah satunya Wakil Presiden RI saat itu, Mohammad Hatta. Ia berhasil meyakinkan India agar RI dapat membuka perwakilannya di New Delhi.

    Jadi, jawabannya adalah Meyakinkan India agar RI membuka perwakilannya di New Delhi.

  • Pilgan

    Tokoh Bali yang memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Pulau Dewata tersebut adalah ....

    A

    I Gusti Arya Wedakarna

    B

    I Gusti Wedastera Suyasa

    C

    Anak Agung Gede Agung

    D

    Ida Ayu Nyoman Rai

    E

    I Gusti Ngurah Rai

    Pembahasan:

    Pertempuran di Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dikenal dengan nama Puputan Margarana, terjadi pada 20 November 1946 dan dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai.

    Jadi, jawabannya adalah I Gusti Ngurah Rai.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.106 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.