Peneliti Lazzaro Spalanzani (1794), mengemukakan pendapatnya setelah melakukan penelitian terhadap kelelawar. Spalanzani menarik kesimpulan bahwa kelelawar terbang dan memandu arah menggunakan gelombang bunyi yang tidak dapat didengar oleh manusia, itulah gelombang ultrasonik.
Kelelawar mengeluarkan pulse echo (pulsa gema) gelombang ultrasonik dengan frekuensi sekitar 40-50 kHz. Bentuk telinga kelelawar yang seperti corong berfungsi sebagai penerima gelombang ultrasonik yang dibalikkan seperti cara kerja alat radar penerima. Frekuensi ultrasonik akan ditinggikan oleh kelelawar apabila hendak menangkap mangsa dengan cara memintas.
Lingkungan dengan tingkat kebisingan yang tinggi tidak akan melemahkan sistem radar yang ada pada kelelawar. Namun, jika diberikan rekaman dari gelombang bunyi dirinya sendiri (rekaman suara kelelawar), maka akan berpengaruh kepada kemampuan kelelawar untuk menganalisis pantulan gema yang diterimanya.
Jadi, berikut ini pernyataan yang tidak tepat dari sonar ultrasonik pada kelelawar adalah frekuensi sonar ultrasonik akan diturunkan oleh kelelawar apabila hendak menangkap mangsa.