Untuk terbang dan berburu, kelelawar akan memanfaatkan bunyi dengan frekuensi tinggi, kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar tidak dapat mendengar suara lain selain dari yang dipancarkan sendiri, kecuali dengan rekaman gema yang sama dengan kelelawar tersebut. Lebar frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini sangat sempit, yang lazimnya menjadi hambatan besar untuk hewan ini karena adanya efek Doppler.
Berdasarkan efek Doppler, jika sumber bunyi dan penerima suara tak bergerak (jika dibandingkan dengan benda lain), maka penerima akan mendengar frekuensi yang sama dengan yang dipancarkan oleh sumber suara.
Kelelawar mungkin saja tidak dapat mendengar gema suaranya dari lalat yang sedang bergerak. Hal ini disebabkan sumber bunyi (lalat) bergerak, sehingga frekuensi yang diterima oleh kelelawar akan berbeda dengan yang dipancarkan. Dalam hal ini, frekuensi suara yang dipantulkan dapat jatuh ke wilayah frekuensi yang tidak dapat didengar oleh kelelawar.
Jadi, jawaban yang tepat adalah sumber bunyi bergerak dan penerima suara tidak bergerak, mengakibatkan frekuensi yang diterima akan berbeda dengan yang dipancarkan.