Latihan Kimia Kelas XI Reaksi Hidrolisis dan Jenis Garam
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Pernyataan berikut yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah .... 

    A

    ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+

    B

    mempunyai pH>7

    C

    mengubah lakmus merah menjadi biru

    D

    ion H+ dalam larutan berkurang 

    E

    ion S2- dari garam K2S dapat bereaksi dengan air

    Pembahasan:

    Garam K2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K2S(aq)  \longrightarrow\ 2K+(aq) + S2-(aq)

    Ion S2- dari garam K2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    S2-(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Ion K+ dari garam K2S berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Pelarutan garam ini dalam air mengakibatkan berkurangnya ion H+ dan bertambahnya ion OH-, sehingga larutan memiliki pH >7 atau bersifat basa (membirukan kertas lakmus merah).


    Jadi, pernyataan yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi hidrolisis di bawah ini! 

    CO32-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2CO3(aq) + 2OH-(aq

    Senyawa garam berikut yang hanya mengalami hidrolisis seperti persamaan reaksi di atas adalah .... 

    A

    K2SO4

    B

    Al2(CO3)3

    C

    Na2CO3

    D

    BaCl2

    E

    FeCO3

    Pembahasan:

    Persamaan reaksi tersebut membuktikan bahwa larutan garam bersifat basa karena ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 yang bereaksi dengan air, sehingga melepaskan ion OH-. Akibatnya jumlah ion OH- bertambah dan larutan bersifat basa. 

    Berdasarkan pilihan jawaban di atas yang merupakan garam bersifat basa adalah Na2CO3

    Garam Na2CO3 jika dalam air terion menjadi Na2CO3(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + CO32-(aq

    • Ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air.

    Persamaan reaksinya yaitu:

    CO32-(aq) + 2H2O(aq) ⟶ H2CO3(aq) + 2OH-(aq)

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Jadi, jawaban yang benar adalah Na2CO3.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang terhidrolisis sempurna adalah .... 

    A

    Na2S

    B

    NaNO2

    C

    Fe(NO2)2

    D

    AlCl3

    E

    Mg(NO3)2

    Pembahasan:

    Garam terhidrolisis sempurna adalah larutan garam yang ion-ion penyusunnya dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air. Berikut ini analisis dari masing-masing garam:

    • Garam AlCl3

    AlCl3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AlCl3(aq)  \longrightarrow\ Al3+(aq) + 3Cl-(aq

    Ion Al3+ berasal dari basa lemah Al(OH)3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Al3+(aq) + 3H2O(l)  \longrightarrow\ Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam AlCl3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion Al3+.


    • Garam Na2S

    Na2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2S(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + S2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion S2- dari garam Na2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    S2-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Garam Na2S merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion S2-.


    • Garam NaNO2

    NaNO2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaNO2(aq)  \longrightarrow\ Na+(aq) + NO2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO2- dari garam NaNO2 berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O(l)  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(aq)

    Garam NaNO2 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion NO2-.


    • Garam Fe(NO2)2

    Fe(NO2)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Fe(NO2)2(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + 2NO2-(aq

    Ion Fe2+ berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Fe2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(l)

    Garam Fe(NO2)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna karena kedua ion garam terhidrolisis dengan air.


    • Garam Mg(NO3)2

    Mg(NO3)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Mg(NO3)2(aq)  \longrightarrow\ Mg2+(aq) + 2NO3-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam Mg(NO3)2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    Jadi, garam yang terhidrolisis sempurna adalah Fe(NO2)2.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel data hasil praktikum uji keasaman larutan garam menggunakan kertas lakmus berikut! 

    Hubungan yang benar antara garam dengan perubahan warna kertas lakmus adalah ....

    A

    E

    B

    A

    C

    C

    D

    B

    E

    D

    Pembahasan:

    Cara mengerjakannya yaitu dengan cara menganalisis terlebih dahulu sifat dari garam tersebut. 

    Hubungan yang benar antara garam dengan perubahan warna kertas lakmus adalah garam Na2SO4 karena garam Na2SO4 jika terionisasi menghasilkan persamaan berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    • Ion Na+ dari garam Na2SO4 berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air. 
    • Ion SO42- dari garam Na2SO4 berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Sehingga dalam larutan, jumlah ion H+ dan ion OH- tidak berubah dengan adanya garam, sehingga pH tetap sama dengan pH air murni atau netral. Akibatnya, kertas lakmus merah dan biru tidak mengalami perubahan warna.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut ini! 

    Berdasarkan data tabel di atas, garam yang bersifat asam ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    1 dan 2 

    B

    3 dan 5

    C

    3 dan 4

    D

    1 dan 3

    E

    2 dan 5

    Pembahasan:

    Berdasarkan tabel pada soal dapat ditentukan sifat garam berdasarkan senyawa penyusunnya. Berikut tabelnya: 


    Jadi, garam yang bersifat asam ditunjukkan oleh nomor 2 dan 5, yaitu garam NH4Br dan Al(ClO4)3.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang bersifat netral adalah .... 

    A

    AgBr

    B

    K3PO3

    C

    ZnCl2

    D

    CH3COONa

    E

    Na2SO4

    Pembahasan:

    Garam yang bersifat netral yaitu garam yang tidak terhidrolisis, sehingga jumlah ion H+ dan ion OH- tetap. Oleh karena itu adanya garam tidak mempengaruhi pH air murni. Berikut penjelasannya:

    • Garam ZnCl2

    ZnCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    ZnCl2(aq) \longrightarrow Zn2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Zn2+ berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Zn2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam ZnCl2 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.


    • Garam CH3COONa

    CH3COONa terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CH3COONa(aq) \longrightarrow Na+(aq) + CH3COO-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion CH3COO- berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CH3COO-(aq) + H2O(l) \longrightarrow CH3COOH(aq) + OH-(aq)

    Jadi, garam CH3COONa merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.


    • Garam K3PO3

    K3PO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K3PO4(aq) \longrightarrow 3K+(aq) + PO33-(aq

    Ion K+ berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion PO33- berasal dari asam lemah H3PO3, sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    PO33-(aq) + 3H2O(l) \longrightarrow H3PO3(aq) + 3OH-(aq)

    Jadi, garam K3PO3 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.


    • Garam Na2SO4

    Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq) \longrightarrow 2Na+(aq) + SO42-(aq)

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, pada garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis, sehingga konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH- dan larutan tersebut akan bersifat netral.


    • Garam AgBr

    AgBr terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AgBr(aq) \longrightarrow Ag+(aq) + Br-(aq)

    Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ag+(aq) + H2O(l) \longrightarrow AgOH(aq) + H+(aq)

    Ion Br- berasal dari asam kuat HBr, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam AgBr terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.


    Jadi, larutan garam yang bersifat netral adalah Na2SO4.

  • Pilgan

    Berikut ini adalah beberapa larutan garam:

    (1) Na2CO3

    (2) MgCl2

    (3) K2SO4

    (4) NH4CN

    (5) Mg(CN)2

    Pasangan larutan garam jika ditetesi dengan indikator fenolftalein akan berwarna merah muda adalah .... 

    A

    (1) dan (3) 

    B

    (2) dan (5) 

    C

    (2) dan (4) 

    D

    (3) dan (4)

    E

    (1) dan (5)

    Pembahasan:

    Larutan garam yang menghasilkan warna merah muda jika ditetesi dengan indikator fenolftalein adalah larutan yang bersifat basa. Indikator fenolftalein pada keadaan asam tidak berwarna dan pada keadaan basa berwarna merah muda. Berikut penjabaran dari masing-masing larutan garam:


    • Garam Na2CO3

    Garam Na2CO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2CO3(aq)  \longrightarrow\ CO32-(aq) + 2Na+(aq

    Ion CO32- dari garam Na2CO3 berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CO32-(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ H2CO3(aq) + 2OH-(aq)

    Ion Na+ dari garam Na2CO3 berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air

    Larutan garam tersebut terhidrolisis sebagian, dan dalam larutan garam Na2CO3 konsentrasi ion OH- bertambah, sehingga larutan bersifat basa.


    • Garam Mg(CN)2 

    Garam Mg(CN)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Mg(CN)2(aq)  \longrightarrow\ Mg2+(aq) + 2CN-(aq

    Ion Mg2+ dari garam Mg(CN)2 berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air

    Ion CN- dari garam Mg(CN)2 berasal dari asam lemah HCN sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CN-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ HCN(aq) + OH-(aq)

    Larutan garam tersebut terhidrolisis sebagian, dan dalam larutan garam Mg(CN)2 konsentrasi ion OH- bertambah, sehingga larutan bersifat basa.


    Jadi, pasangan senyawa garam yang memberikan warna merah pada indikator fenolftalein atau bersifat basa adalah Na2CO3 dan Mg(CN)2.

  • Pilgan

    Perhatikan beberapa nama dari senyawa berikut ini! 

    (1) KBr

    (2) NiF2 

    (3) NiSO4

    (4) MgBr2

    (5) CdClO4

    Senyawa yang memiliki sifat asam yaitu .... 

    A

    (2) dan (4) 

    B

    (3) dan (5)

    C

    (1) dan (5) 

    D

    (1) dan (2) 

    E

    (3) dan (4)

    Pembahasan:

    Senyawa garam yang memiliki sifat asam yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau dari asam lemah dan basa lemah dengan syarat Ka > Kb. Berikut masing-masing penjelasannya. 

    Jadi, senyawa garam yang memiliki sifat asam yaitu NiSO4 dan CdClO4.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang harga pH-nya tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya yaitu .... 

    A

    NH4NO3

    B

    Na2SO4

    C

    Na2CO3

    D

    MgCN

    E

    NaCN

    Pembahasan:

    Harga pH larutan garam yang tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya adalah garam yang bersifat netral. Garam yang bersifat netral di dalam larutannya jumlah ion H+ dan OH- sama, sehingga adanya garam tidak mempengaruhi nilai pH air murni yaitu pH 7.

    Berikut ini analisis masing-masing larutan garam pada pilihan jawaban: 

    Garam Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis dan bersifat netral.

    Jadi, larutan garam yang harga pH-nya tidak dipengaruhi konsentrasi zat penyusunnya yaitu garam Na2SO4.

  • Pilgan

    Diantara senyawa garam berikut ini yang larutannya dapat memerahkan kertas lakmus biru adalah .... 

    A

    Ag2S

    B

    Na2S

    C

    KCN

    D

    Mg(NO3)2

    E

    ZnI

    Pembahasan:

    Memerahkan kertas lakmus biru menandakan bahwa larutan bersifat asam, sehingga dari beberapa senyawa pada pilihan jawaban harus dianalisis sifat larutannya. Berikut penjelasannya:


    Jadi, larutan garam yang dapat memerahkan kertas lakmus biru adalah ZnI, karena ZnI dalam air akan terionisasi seperti pada persamaan berikut:

    ZnI2(aq)  \longrightarrow\ Zn2+(aq) + 2I-(aq)

    • Ion Zn2+ dari garam ZnI berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut: Zn2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)
    • Ion I- dari garam ZnI berasal dari asam kuat HI sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Garam ZnI merupakan garam terhidrolisis sebagian yang menambah jumlah ion H+ sehingga larutan garam akan bersifat asam (memerahkan kertas lakmus biru).

Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.