Latihan Bahasa Indonesia Kelas IX Menulis Cerita Pendek
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 30
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Di bawah ini merupakan langkah-langkah menulis cerpen yang tepat.

    1. (...)
    2. Menggunakan gaya bahasa sendiri.
    3. (...)
    4. Memadukan peristiwa-peristiwa penting di dalam cerpen.
    5. Menentukan penutup dari cerpen tersebut.
    6. Membaca keseluruhan cerpen dan melakukan evaluasi.

    Langkah yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang di atas adalah ...

    A

    1.Membaca cerpen orang lain.

    3. Mengembangkan ide pokok dalam cerpen.

    B

    1.Mencari tokoh utama dalam cerpen tersebut.

    3.Memberikan resolusi dari konflik yang dialami tokoh.

    C

    1.Mencari gagasan untuk membuat cerpen.

    3. Memulai cerpen dengan peristiwa yang menarik.

    D

    1.Menentukan nasihat yang akan diberikan kepada pembaca.

    3. Menentukan gagasan utama dari cerpen.

    Pembahasan:

    Langkah-langkah menulis cerpen yang tepat adalah sebagai berikut.

    1. Mencari gagasan untuk membuat cerpen.
    2. Menggunakan gaya bahasa sendiri.
    3. Memulai cerpen dengan peristiwa yang menarik.
    4. Memadukan peristiwa-peristiwa penting di dalam cerpen.
    5. Menentukan penutup dari cerpen tersebut.
    6. Membaca keseluruhan cerpen dan melakukan evaluasi.

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa langkah yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang di atas adalah

    1.Mencari gagasan untuk membuat cerpen.

    3. Memulai cerpen dengan peristiwa yang menarik.

  • Pilgan

    Bacalah cerpen ini!

    Dalam sebuah perjalanan dari Urstein ke Ljubljana, saya dan fasilitator perjalanan beberapa kali mengalami kesalahan (naik) kereta. Dari terdampar di Sletzhal yang dingin, menunggu kereta hingga satu jam lebih di Bischofshofen, hingga akhirnya terdampar di Villach, sebuah country side Austria yang indah.

    Ketika mengalami “ketersesatan-ketersesatan” itu, saya mengutuk-ngutuk keadaan, kelengahan saya dan fasilitator, hingga hal-hal yang luput kami antisipasi—padahal sejumlah persiapan rasanya sudah sangat matang.

    Berhenti sampai di sana? Tidak? Saya harus berurusan dengan rekan perjalanan lain yang luar biasa menjengkelkan, ditambah dengan tragedi-tragedi yang hanya menimpa saya seorang. Fyuh! Residensi macam apa ini!

    Dalam perjalanan pulang, sepanjang penerbangan Paris-Saudi Arabia-Jakarta, saya masih juga memikirkan, bagaimana bisa perjalanan yang harusnya menyenangkan itu, harus dilalui dengan ketakterdugaan yang meletup di sepanjang perjalanan. Saya seperti menyia-nyiakan sebulan untuk sebuah urusan yang hanya memberikan saya keterpurukan yang susah dilukiskan.

    Namun apa yang terjadi, sepulang dari perjalanan sebulan di Benua Biru itu? Jurnal perjalanan yang rutin saya tulis setiap hari dalam lawatan itu, ketika dibaca ulang, justru menghadirkan sebuah cerita perjalanan yang potensial menjadi novel yang menarik karena berisi perjalanan-perjalanan yang tidak turistik! Tiba-tiba saya merindukan “keterpurukan-keterpurukan itu”. Hari ke-30 Ramadan kemarin, saya pun merampungkan draf novel setebal 616 halaman tersebut. Tanpa semua kekacauan itu, saya tidak akan menghasilkan karya!

    (Cerpen berjudul " Gembira itu Fana, Sakit itu Sementara" karya Benny Arnas)

    Ikhtisar cerpen tersebut adalah ...

    A

    Tokoh saya dalam cerpen tersebut mengalami keterpurukan-keterpurukan dalam perjalanannya ke Ljubljana, mulai dari salah naik kereta, terdampar di suatu country side, hingga mendapatkan teman perjalanan yang tidak mengenakkan. Meski begitu, ia berhasil mengubah keterpurukan-keterpurukannya menjadi sebuah draf novel dan menjadikan perjalanannya sebagai salah satu pengalamannya yang membekas.

    B

    Tokoh saya menyia-nyiakan sebulannya dalam perjalanan mengarungi Benua Biru tersebut akibat kelalaian fasilitatornya hingga teman perjalanannya yang membuatnya semakin terpuruk. Ia pernah terdampar di sebuah country side yang sangat buruk dan ia tidak senang dengan perjalanannya sepenuhnya.

    C

    Tokoh saya sangat tidak menyukai perjalannya dari Urstein ke Ljubljana. Ia mendapati bahwa kesialan-kesialan yang menimpanya merupakan hasil dari ketidakcermatannya dan fasilitator karena luput memperkirakan suatu situasi. Beberapa kesialannya dituliskan di dalam sebuah novel terpisah yang sudah diterbitkan.

    D

    Karya yang dihasilkan oleh tokoh saya adalah sebuah cerpen perjalanan di mana ia mengarungi Benua Amerika. Ia sangat terkesan dengan kesialan yang menimpanya selama perjalanan sebulannya. Awalnya ia mengira ia hanya menyia-nyiakan waktunya, namun ternyata ia mampu menghasilkan sebuah karya yang luar biasa menarik.

    Pembahasan:

    Ikhtisar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pemandangan secara ringkas (yang penting-penting saja). Ikhtisar dapat disebut sebagai ringkasan. Untuk membuat sebuah ringkasan, terlebih dahulu kita harus menentukan pokok-pokok cerpen tersebut. Pokok-pokok cerpen tersebut antara lain:

    1. Menceritakan tentang pengalaman tokoh saya yang mengalami keterpurukan atau kesialan sepanjang perjalannya dari Urstein ke Ljubljana atau dalam perjalanannya mengarungi Benua Eropa (Benua Biru adalah sebutan untuk Benua Eropa). Kesialan tersebut antara lain kesalahan naik kereta, terdampar di suatu country side, hingga mendapatkan teman perjalanan yang tidak mengenakkan.
    2. Uniknya, ia mendapati bahwa pengalaman buruknya sepanjang perjalanan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk dijadikan sebuah novel. Hingga akhirnya ia mampu menyelesaikan draf novel mengenai perjalannya.

    Dari pokok cerpen tersebut, dapat diketahui bahwa ikhtisar dari cerpen tersebut adalah

    Tokoh saya dalam cerpen tersebut mengalami keterpurukan-keterpurukan dalam perjalanannya ke Ljubljana, mulai dari salah naik kereta, terdampar di suatu country side, hingga mendapatkan teman perjalanan yang tidak mengenakkan. Meski begitu, ia berhasil mengubah keterpurukan-keterpurukannya menjadi sebuah draf novel dan menjadikan perjalanannya sebagai salah satu pengalamannya yang membekas.

  • Pilgan

    Cermati penggalan teks cerpen di bawah ini!

    Di mobilku, ketika aku bergegas ke bandar udara pada pukul 04.00, virus yang kuhirup itu membuatku batuk-batuk, sesak napas, demam, dan mengakibatkan pusing luar biasa. Tak lama kemudian, aku mengalami ketegangan otak yang memungkinkan aku berilusi atau berhalusinasi menjadi ular. Tampaknya tak semua mengalami delirium atau penderitaan seperti aku. Terbukti di jalan-jalan masih banyak orang yang bertingkah seperti manusia. Mereka masih menyetir mobil dengan kecepatan sedang-sedang atau luar biasa.

    (Dikutip dari cerpen berjudul "Ada yang Tiba-Tiba Merasa Menjadi Binatang" karya Triyanto Triwikromo)

    Pernyataan yang sesuai dengan teks di atas adalah ...

    A

    Aku berubah menjadi seekor ular.

    B

    Aku sudah berada di bandara ketika aku menghirup virus tersebut.

    C

    Aku tidak melihat satupun manusia lalu lalang di sekitarku.

    D

    Aku masih sadar saat berhalusinasi menjadi seekor ular.

    Pembahasan:

    Pernyataan yang sesuai dengan teks di atas adalah

    Aku masih sadar saat berhalusinasi menjadi seekor ular.

    Hal ini dibuktikan dengan kalimat ketiga hingga kalimat kelima.

    Tampaknya tak semua mengalami delirium atau penderitaan seperti aku. Terbukti di jalan-jalan masih banyak orang yang bertingkah seperti manusia. Mereka masih menyetir mobil dengan kecepatan sedang-sedang atau luar biasa.

    Dari kalimat tersebut dapat kita ketahui bahwa tokoh Aku masih mampu melihat sekelilingnya dan mendeskripsikan apa yang terjadi karena ia dalam keadaan sadar.

  • Pilgan

    Kutipan cerpen berikut yang bertemakan perjuangan adalah ...

    A

    Keluargaku memang bukan keluarga yang kaya seperti Raffi dan Nagita, tapi kami berkecukupan dan bahagia. Menurutku, tolak ukur kebahagiaan tidak terdapat pada seberapa banyak harta kita, tapi bagaimana kita mensyukuri rezeki yang kita dapat dan miliki.

    B

    Bobo sedang meregangkan pinggulnya di tengah upacara bendera ketika Siska menyenggolnya. Memberinya isyarat untuk diam. Bobo merengut dan kembali mengembalikan posisinya tegap seperti kawan-kawannya. Seusai upacara, Bobo berkata kepada Siska, "Kenapa sih lo ikut campur urusan gue? Suka-suka gue dong mau gerak-gerak waktu upacara!" Siska memutar matanya lalu berkata tegas, "Kalo lo gerak-gerak waktu senam nggak papa! Ini waktu upacara! Hormat bendera! Masa lo disuruh hormat bendera aja ngeluh sambil gerak-gerak? Hargai kek jasa pahlawan sampai akhirnya kita bisa kibarin bendera kita sendiri di tanah air kita sendiri!"

    C

    Lapangan siang itu terlihat sangat terik dan panas hingga beberapa siswa melihat fatamorgana seolah-olah terdapat kobaran api di tengah lapangan. Fey memakai topinya dan berusaha tidak mengeluh akibat kepanasan ketika tiba-tiba Raka menghampirinya dan memberinya sebotol air minum. "Nih, minum aja. Dari tadi aku perhatiin, kamu sepertinya kepanasan." Raka langsung beranjak ketika Fey menerima botol minum tersebut, tidak tahu bahwa perhatiannya itu membuat Fey merona. Bukan tanpa maksud, Fey sudah menyimpan perasaan kepada Raka sejak awal masuk sekolah ini.

    D

    Sudirman mengejang kesakitan ketika pisau bedah itu membedah perutnya tanpa anestesi sedikitpun. Setelah peluru berhasil dikeluarkan, dokter dengan cekatan menjahit kembali luka yang menganga. "Sudahlah, kau pulang saja istirahat di rumah," pinta Ed melihat kawannya kesakitan. Sudirman menggeleng sambil mengelap keringatnya. "Tidak. Tidak akan pernah aku beristirahat apabila pasukan tersebut tidak meninggalkan kota ini! Apakah kau ingat, Ed, apa yang mereka lakukan terhadap keluarga kita? Terhadap kita? Sejengkal pun tidak kubiarkan mereka kembali menyentuh kota ini!" ujar Sudirman.

    Pembahasan:

    Tema perjuangan bisa berkaitan dengan perjuangan meraih cita-cita, perjuangan keluar dari jerat kemiskinan, hingga perjuangan melakukan sesuatu yang penting seperti pilihan jawaban berikut

    Sudirman mengejang kesakitan ketika pisau bedah itu membedah perutnya tanpa anestesi sedikitpun. Setelah peluru berhasil dikeluarkan, dokter dengan cekatan menjahit kembali luka yang menganga. "Sudahlah, kau pulang saja istirahat di rumah," pinta Ed melihat kawannya kesakitan. Sudirman menggeleng sambil mengelap keringatnya. "Tidak. Tidak akan pernah aku beristirahat apabila pasukan tersebut tidak meninggalkan kota ini! Apakah kau ingat, Ed, apa yang mereka lakukan terhadap keluarga kita? Terhadap kita? Sejengkal pun tidak kubiarkan mereka kembali menyentuh kota ini!" ujar Sudirman.

    Diketahui bahwa Sudirman terluka dikarenakan peluru memasuki perutnya. Akan tetapi, ia tidak mau beristirahat di rumah. Ia mau tetap berjuang hingga pasukan meninggalkan kotanya. Maka, pilihan jawaban tersebut adalah pilihan jawaban yang benar.

  • Pilgan

    Kutipan cerpen berikut yang bertemakan nasionalisme dan patriotisme terhadap Indonesia adalah ...

    A

    Lapangan siang itu terlihat sangat terik dan panas hingga beberapa siswa melihat fatamorgana seolah-olah terdapat kobaran api di tengah lapangan. Fey memakai topinya dan berusaha tidak mengeluh akibat kepanasan ketika tiba-tiba Raka menghampirinya dan memberinya sebotol air minum. "Nih, minum aja. Dari tadi gue perhatiin, lo sepertinya kepanasan." Raka langsung beranjak ketika Fey menerima botol minum tersebut, tidak tahu bahwa perhatiannya itu membuat Fey merona.

    B

    Sudirman mengejang kesakitan ketika pisau bedah itu membedah perutnya tanpa anestesi sedikitpun. Setelah peluru berhasil dikeluarkan, dokter dengan cekatan menjahit kembali luka yang menganga. "Sudahlah, kau pulang saja istirahat di rumah," pinta Ed melihat kawannya kesakitan. Sudirman menggeleng sambil mengelap keringatnya. "Tidak. Tidak akan pernah aku beristirahat apabila pasukan tersebut tidak meninggalkan kota ini! Apakah kau ingat, Ed, apa yang mereka lakukan terhadap keluarga kita? Terhadap kita? Sejengkal pun tidak kubiarkan mereka kembali menyentuh kota ini!" ujar Sudirman.

    C

    Bobo sedang meregangkan pinggulnya di tengah upacara bendera ketika Siska menyenggolnya. Memberinya isyarat untuk diam. Bobo merengut dan kembali mengembalikan posisinya tegap seperti kawan-kawannya. Seusai upacara, Bobo berkata kepada Siska, "Kenapa sih lo ikut campur urusan gue? Suka-suka gue dong mau gerak-gerak waktu upacara!" Siska memutar matanya lalu berkata tegas, "Kalo lo gerak-gerak waktu senam nggak papa! Ini waktu upacara! Hormat bendera! Masa lo disuruh hormat bendera aja ngeluh sambil gerak-gerak? Hargai kek jasa pahlawan sampai akhirnya kita bisa kibarin bendera kita sendiri di tanah air kita sendiri!"

    D

    Keluargaku memang bukan keluarga yang kaya seperti Raffi dan Nagita, tapi kami berkecukupan dan bahagia. Menurutku, tolak ukur kebahagiaan tidak terdapat pada seberapa banyak harta kita, tapi bagaimana kita mensyukuri rezeki yang kita dapat dan miliki.

    Pembahasan:

    Nasionalisme dan patriotisme terhadap Indonesia dapat ditunjukkan melalui beberapa cara, salah satunya adalah upacara seperti pilihan jawaban berikut

    Bobo sedang meregangkan pinggulnya di tengah upacara bendera ketika Siska menyenggolnya. Memberinya isyarat untuk diam. Bobo merengut dan kembali mengembalikan posisinya tegap seperti kawan-kawannya. Seusai upacara, Bobo berkata kepada Siska, "Kenapa sih lo ikut campur urusan gue? Suka-suka gue dong mau gerak-gerak waktu upacara!" Siska memutar matanya lalu berkata tegas, "Kalo lo gerak-gerak waktu senam nggak papa! Ini waktu upacara! Hormat bendera! Masa lo disuruh hormat bendera aja ngeluh sambil gerak-gerak? Hargai kek jasa pahlawan sampai akhirnya kita bisa kibarin bendera kita sendiri di tanah air kita sendiri!"

    Diketahui bahwa sosok Siska menegur Bobo yang ketika hormat bendera pada saat upacara tidak menunjukkan sikap yang etis. Hal ini merupakan salah satu sikap nasionalisme seseorang terhadap bangsanya. Maka dari itu, pilihan jawaban tersebut merupakan pilihan jawaban yang benar.

  • Pilgan

    Cermati penggalan cerpen berikut!

    Namun sayang, masih ada satu negara lagi yang belum terjamah oleh Republik Demokratik Nusantara, padahal negara ini terkenal makmur dan pemimpin-pemimpinnya hebat-hebat, setidaknya berdasarkan catatan-catatan resmi. Para pemimpin sekian banyak negara berkali-kali memuji keramahan penduduk negara itu, keindahan alam negara itu, dan kemakmuran negara itu. Maka, setelah waktunya tiba, datanglah Presiden Nirdawat ke negara itu. Laporan selisik sandi ternyata benar: di negara yang sangat makmur ini, banyak pemimpin bertangan buntung. Hukum memang tegas: barang siapa mencuri uang rakyat, harus dihukum potong tangan.

    Dan Presiden Nirdawat dari Republik Demokratik Nusantara pun sempat terkagum-kagum: ternyata, para pemimpin buntung justru bangga. Kendati mereka kena hukuman potong tangan, mereka tetap bisa menjadi pemimpin, dan tetap dihormati.

    (Dikutip dari cerpen berjudul "Tangan-Tangan Buntung" karya Budi Darma)

    Pernyataan yang sesuai berdasarkan penggalan cerpen di atas adalah ...

    A

    Di negara yang dikunjungi oleh Presiden Nirdawat tersebut, pemimpin-pemimpin negara itu adalah seorang koruptor.

    B

    Presiden Nirdawat terkagum-kagum dengan keramahan, keindahan, dan kemakmuran negara yang dikunjunginya tersebut.

    C

    Pemimpin di negara yang dikunjungi Presiden Nirdawat tersebut buntung dan tetap dihormati karena loyalitasnya kepada negara.

    D

    Hukum di negara yang dikunjungi Presiden Nirdawat tersebut sangat tegas sehingga siapapun yang mencuri uang rakyat tidak bisa menjadi pemimpin karena terkena hukuman potong tangan.

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui pernyataan mana yang tepat berdasarkan penggalan cerpen tersebut, terlebih dahulu kita harus membaca penggalan cerpen dengan teliti. Apabila kita membacanya, ada beberapa poin-poin penting yang disajikan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut.

    1. Presiden Nirdawat merupakan presiden dari Republik Demokratik Nusantara.
    2. Salah satu negara yang belum terjamah Republik Demokratik Nusantara adalah negara yang dipuji banyak pemimpin negara lain dari aspek keramahan penduduk negara itu, keindahan alam negara itu, dan kemakmuran negara itu.
    3. Saat Presiden Nirdawat mengunjungi negara tersebut, ia terkagum-kagum dengan pemimpin buntung di negara tersebut yang masih merasa bangga. Menurut cerpen tersebut, hukum di negara yang dikunjungi Presiden Nirdawat sangat tegas, yaitu barang siapa mencuri uang rakyat, harus dihukum potong tangan (kalimat terakhir paragraf pertama). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pemimpin buntung yang tangannya dipotong tersebut adalah seseorang yang sudah mencuri uang rakyatnya atau disebut sebagai koruptor. Meski begitu, mereka tetap bisa menjabat menjadi seorang pemimpin dan dihormati.

    Dari analisis di atas, pernyataan yang sesuai berdasarkan penggalan cerpen tersebut adalah

    Di negara yang dikunjungi oleh Presiden Nirdawat tersebut, pemimpin-pemimpin negara itu adalah seorang koruptor.

  • Pilgan

    Cermati penggalan cerpen berikut!

    Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.

    Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.

    ”Kamu belum pernah punya anak. Menikah pun belum. Kalaupun toh punya anak, kamu tidak akan pernah punya pengalaman melahirkan. Kamu, laki-laki.”

    Aku menatap wajah di depanku, wajah perempuan yang sangat kukenal.

    ”Aku, ibunya. Aku yang mengandung dan melahirkannya. Kelak kalau kamu punya anak, kamu akan tahu bagaimana rasanya khawatir yang sesungguhnya.”

    Pelayan datang. Ia meletakkan dua buah poci, menuangkan poci berisi kopi di gelasku, beralih kemudian menuangkan poci teh di gelas perempuan di depanku. Pelayan itu lalu pergi setelah mempersilakan kami menikmati hidangannya.

    ”Apa yang dia lakukan selama seminggu berada di tempatmu?”

    ”Kami banyak jalan-jalan berdua, menonton film, ke toko buku, ke pantai. Kebetulan aku sedang tidak sibuk. Aku pikir, ia sedang liburan sekolah.”

    ”Sekolah tidak sedang libur, dan ia tidak pamit kepadaku.”

    ”Mana aku tahu?”

    ”Dan kamu tidak memberitahuku.”

    ”Aku pikir ia pergi dengan seizinmu.”

    ”Kamu bohong. Kamu tahu kalau ia minggat dari rumah.”

    Aku diam. Tidak mau memperpanjang urusan pada bagian ini. Aku datang tidak untuk berdebat. Tiga perempuan masuk ke ruangan ini. Bau harum menebar ke seluruh penjuru ruangan.

    Perempuan di depanku mendesah. Tangannya meraih tas, mengeluarkan sebungkus rokok, menyulutnya.

    ”Ia kacau sekali…”

    ”Ia boleh kacau, tetapi tidak boleh minggat. Ia masih duduk di bangku kelas satu SMA!”

    Aku tertawa, ”Kamu tahu, aku minggat pertama kali dari rumah saat kelas satu SMP…”

    ”Itu kamu. Setiap keluarga punya tata tertib yang tidak boleh dilanggar.”

    ”Minggat itu memang melanggar tata tertib keluarga. Dan itu pasti ada maksudnya. Tapi aku tidak mau bertengkar. Aku datang jauh-jauh ke sini, hanya untuk mengatakan sesuatu yang kupikir penting menyangkut dia.”

    ”Apa?”

    ”Jangan terlalu memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.”

    ”Hey, kamu hanyalah pamannya. Aku, ibunya!”

    ”Aku tahu, dan aku tidak sedang ingin merebut apapun darimu.”

    ”Tapi kamu seperti sedang menceramahiku tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik!”

    (Dikutip dari cerpen berjudul "Sesaat Sebelum Berangkat" karya Puthut E.A.)

    Hubungan kedua tokoh yang mungkin di dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

    A

    saudara sepupu

    B

    adik dan kakak

    C

    suami dan istri

    D

    ibu dan anak

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui hubungan kedua tokoh di dalam penggalan cerpen tersebut, kita dapat mencermati percakapan berikut.

    ”Jangan terlalu memaksanya untuk melakukan hal-hal yang tidak disukainya.”

    ”Hey, kamu hanyalah pamannya. Aku, ibunya!”

    Paman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti  adik laki-laki ayah atau adik laki-laki ibu. Salah satu tokoh menuding tokoh lainnya paman dari anaknya, sedangkan tokoh yang menuding tersebut mengakui sebagai ibu dari anaknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan kedua tokoh yang mungkin di dalam penggalan cerpen tersebut adalah adik dan kakak.

  • Pilgan

    Pahami cerpen di bawah ini!

    Hajah Bandiah menatap Rupiah beberapa saat, seakan ingin memastikan kesungguhan pertanyaan wanita yang memakai daster berlengan pendek, yang kainnya berkerut-kerut tidak disetrika itu.

    “Kamu mau beli gas dan beras lima kilo?”

    Rupiah mengangguk-angguk.

    “Sekarang?”

    “Ya, Bu Hajah. Saya dapat rezeki mendadak.”

    “Alhamdulillah.”

    Hajah Bandiah menimbang beras. Rupiah menukar tabung gas kosong miliknya dengan tabung gas yang masih bersegel, yang ada di teras warung.

    “Ini beras kamu.” Hajah Bandiah menyerahkan beras lima kilogram dalam tas plastik besar dan tebal warna hitam.

    “Terima kasih, Bu Hajah.” Rupiah mengangkat bungkusan beras itu dan meletakkannya ke lantai, di dekat tabung gas.

    Hajah Bandiah mengambil kalkulator dari meja kecil, lalu menghitung. “Jadi semuanya, termasuk utang-utang kamu yang tadi dan kemarin-kemarin….”

    “Jangan sekarang, Bu Hajah.”

    Tangan Hajah Bandiah berhenti menekan tombol-tombol kalkulator.

    “Maksud kamu?”

    Rupiah menyeringai.

    “Saya akan bayar minggu ini, Bu Hajah. Karena minggu ini saya akan dapat rezeki mendadak.”

    Hajah Bandiah mendengus, melempar kalkulator ke meja kecil. Kalkulator itu meluncur dan berhenti di tepi meja. Bila saja Hajah Bandiah melempar lebih kencang, pastilah mesin hitung itu jatuh ke lantai keramik.

    “Saya ndak mengerti maksud kamu, Rup,” Hajah Bandiah menatap tajam Rupiah.

    Rupiah gugup. Ia merogoh potongan koran dari sela-sela kutangnya, membuka lipatan potongan koran itu, dan menunjukkannya pada Hajah Bandiah.

    “Lihat ini, Bu Hajah. Ini bintang saya. Taurus. Minggu ini saya akan mendapat rezeki mendadak.”

    “Astaghfirullah,” Hajah Bandiah menghela napas. Hajah Bandiah meletakkan kedua siku tangannya ke tepi etalase, sementara kedua telapak tangannya memegang kepalanya yang tertunduk.

    “Bukankah ini hari Ahad, Rup? Artinya, hari ini akhir dari minggu ini,” kata Hajah Bandiah dengan suara ditekan.

    Rupiah menyeringai lagi.

    “Bila begitu saya akan dapat rezeki mendadak hari ini, Bu Hajah. Besok saya akan bayar semua utang saya,” Rupiah melipat lagi potongan koran dan menyelipkan ke sela-sela kutangnya. Rupiah menyambar tabung gas dan bungkusan beras. Buru-buru meninggalkan warung.

    “Rupiah!”

    Rupiah tak mempedulikan teriakan Hajah Bandiah. Ia mempercepat langkah.

    (Dikutip dari cerpen berjudul "Ramalan Bintang" karya Sulistiyo Suparno)

    Ringkasan dari kutipan cerpen di atas adalah ...

    A

    Rupiah percaya bahwa ia akan mendapatkan rezeki mendadak akibat dari ramalan bintangnya dan dengan dasar itu ia berani mengutang untuk membeli keperluan rumah tangganya.

    B

    Rupiah memiliki bintang Taurus dan ia percaya dengan keberuntungan ramalan bintangnya sehingga ia menggemborkannya kepada Bu Hajah dan membeli barang-barang sekunder di warung Bu Hajah.

    C

    Rupiah dan Bu Hajah adalah sahabat dekat, maka dari itu Bu Hajah dengan sukarela memberikan hutangan kepada Rupiah. Bu Hajah kasihan dengan kondisi ekonomi Rupiah yang defisit.

    D

    Rupiah mendapatkan rezeki mendadak dan menggunakan uangnya untuk membeli keperluan rumah tangganya di warung Bu Hajah serta membayar seluruh hutang-hutangnya.

    Pembahasan:

    Ringkasan merupakan penyajian kembali sebuah cerita dalam bentuk yang lebih ringkas dan padat tanpa menghilangkan pokok-pokok dari cerita tersebut. Cara membuat ringkasan sebuah cerpen adalah dengan mengambil hal-hal pokok atau hal-hal yang penting dari cerpen tersebut dan menggabungkan inti tersebut menjadi satu paragraf.

    Ada beberapa hal pokok yang diketahui dari kutipan cerpen di atas, di antaranya adalah:

    1. Rupiah merupakan perempuan yang masih terlalu memercayai ramalan bintang hingga menerapkannya dalam dunia nyatanya. Ia percaya bahwa ia akan mendapatkan rezeki mendadak padahal rezeki itu belum sampai di tangannya.
    2. Rupiah mengutang membeli bahan keperluan rumah tangganya sebagai imbas kepercayaannya kepada ramalan bintang.

    Dari hal pokok tersebut dapat disimpulkan bahwa ringkasan yang tepat dari penggalan cerpen di soal adalah

    Rupiah percaya bahwa ia akan mendapatkan rezeki mendadak akibat dari ramalan bintangnya dan dengan dasar itu ia berani mengutang untuk membeli keperluan rumah tangganya.

  • Pilgan

    Kutipan cerpen berikut yang bertemakan cinta adalah ...

    A

    Lapangan siang itu terlihat sangat terik dan panas hingga beberapa siswa melihat fatamorgana seolah-olah terdapat kobaran api di tengah lapangan. Fey memakai topinya dan berusaha tidak mengeluh akibat kepanasan ketika tiba-tiba Raka menghampirinya dan memberinya sebotol air minum. "Nih, minum aja. Dari tadi aku perhatiin, kamu sepertinya kepanasan." Raka langsung beranjak ketika Fey menerima botol minum tersebut, tidak tahu bahwa perhatiannya itu membuat Fey merona. Bukan tanpa maksud, Fey sudah menyimpan perasaan kepada Raka sejak awal masuk sekolah ini.

    B

    Bobo sedang meregangkan pinggulnya di tengah upacara bendera ketika Siska menyenggolnya. Memberinya isyarat untuk diam. Bobo merengut dan kembali mengembalikan posisinya tegap seperti kawan-kawannya. Seusai upacara, Bobo berkata kepada Siska, "Kenapa sih lo ikut campur urusan gue? Suka-suka gue dong mau gerak-gerak waktu upacara!" Siska memutar matanya lalu berkata tegas, "Kalo lo gerak-gerak waktu senam nggak papa! Ini waktu upacara! Hormat bendera! Masa lo disuruh hormat bendera aja ngeluh sambil gerak-gerak? Hargai kek jasa pahlawan sampai akhirnya kita bisa kibarin bendera kita sendiri di tanah air kita sendiri!"

    C

    Sudirman mengejang kesakitan ketika pisau bedah itu membedah perutnya tanpa anestesi sedikitpun. Setelah peluru berhasil dikeluarkan, dokter dengan cekatan menjahit kembali luka yang menganga. "Sudahlah, kau pulang saja istirahat di rumah," pinta Ed melihat kawannya kesakitan. Sudirman menggeleng sambil mengelap keringatnya. "Tidak. Tidak akan pernah aku beristirahat apabila pasukan tersebut tidak meninggalkan kota ini! Apakah kau ingat, Ed, apa yang mereka lakukan terhadap keluarga kita? Terhadap kita? Sejengkal pun tidak kubiarkan mereka kembali menyentuh kota ini!" ujar Sudirman.

    D

    Keluargaku memang bukan keluarga yang kaya seperti Raffi dan Nagita, tapi kami berkecukupan dan bahagia. Menurutku, tolak ukur kebahagiaan tidak terdapat pada seberapa banyak harta kita, tapi bagaimana kita mensyukuri rezeki yang kita dapat dan miliki.

    Pembahasan:

    Tema cinta adalah tema yang sangat umum dijumpai pada karya. Cinta bisa kepada orang tua, teman, hingga kepada orang yang kesusahan. Pilihan jawaban yang paling tepat untuk tema cinta adalah

    Lapangan siang itu terlihat sangat terik dan panas hingga beberapa siswa melihat fatamorgana seolah-olah terdapat kobaran api di tengah lapangan. Fey memakai topinya dan berusaha tidak mengeluh akibat kepanasan ketika tiba-tiba Raka menghampirinya dan memberinya sebotol air minum. "Nih, minum aja. Dari tadi aku perhatiin, kamu sepertinya kepanasan." Raka langsung beranjak ketika Fey menerima botol minum tersebut, tidak tahu bahwa perhatiannya itu membuat Fey merona. Bukan tanpa maksud, Fey sudah menyimpan perasaan kepada Raka sejak awal masuk sekolah ini.

    Diketahui dari kutipan tersebut bahwa Raka memerhatikan Fey yang kepanasan padahal Fey sama sekali tidak mengeluh. Raka memberikan Fey minum karena mengetahui bahwa Fey kepanasan. Dijelaskan pula bahwa Fey menyukai Raka, maka perhatian dari Raka tersebut membuatnya merona. Maka, pilihan jawaban tersebut adalah pilihan jawaban yang benar.

  • Pilgan

    Cermati penggalan cerpen berikut!

    Kata ibuku, pagi adalah hari yang paling dinantikan banyak orang di dunia. Tapi, aku dan teman-temanku di sini sepakat, kami benci pagi. Karena di waktu pagi, kami harus berpisah dengan ibu-ibu kami. Berpisah dengan orang yang paling kami sayangi.

    Teman-temanku selalu menantikan waktu sore tiba. Atau, kata Mbak Ratih, waktu senja. Tapi, kami lebih suka menyebut sore saja. Kami tak begitu sering mendengar orang mengucapkan kata senja. Di waktu pergantian cerah dan gelap itulah, kami bersukaria. Karena, ada sepasang tangan cantik yang menggendong kami dan membawa kami kembali ke rumah.

    Kadang, saking tak sabarnya menunggu dijemput ibu, aku menangis. Seperti sore ini. Mbak Ratih pun selalu tahu apa yang harus dilakukan. Ia memberiku mainan dan permen agar air mataku tak jatuh lagi.

    Tapi, aku tetap menangis. Aku berjanji pada diriku sendiri akan menghentikan tangisanku jika ibu sudah menjemputku. Kupandangi terus pintu ruangan yang berwarna-warni dan ada berbagai lukisan-lukisan dan gambar-gambar lucu itu. Ibu belum juga datang.

    Ibu mengatakan, sayang sekali padaku setiap waktu. Katanya, aku anak paling ganteng sedunia. Berkulit putih, berambut lurus, dan calon pilot yang menerbangkan pesawat yang amat besar. Tapi, kenapa setiap hari ia meninggalkanku dan menitipkanku di tempat ini? Walaupun tempat ini lebih indah daripada rumahku, tapi akan lebih indah jika bersama ibu saja, bukan bersama Mbak Ratih.

    Ibuku bekerja di bank. Kata ibu, ia bekerja untuk membelikanku mainan yang banyak, permen, dan cokelat kesukaanku. Aku senang sekali mendengar itu.

    (Dikutip dari cerpen berjudul "Setelah Dibawa ke Ruangan Besar" oleh Wildan Pradistya Putra)

    Ringkasan yang tepat dari penggalan cerpen di atas adalah ...

    A

    Aku membenci penitipan anak ini. Aku merasa bukan menjadi anak-anak lagi. Aku hanya ingin melihat ibuku setiap hari tanpa jeda. Aku tidak suka harus terpisah dari ibuku.

    B

    Aku sangat menyukai permen dan cokelat yang selalu dibelikan ibuku ketika ia pulang dari bekerja. Kebosananku berada di rumah seharian terbayar ketika melihat ibu pulang.

    C

    Seorang anak yang setiap hari menghabiskan waktu bersama ibunya karena ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Anak tersebut memiliki pembantu bernama Mbak Ratih dan ia tidak suka menghabiskan waktu bersama Mbak Ratih.

    D

    Aku lebih suka menghabiskan waktu bersama ibuku daripada berada di tempat penitipan ini. Maka dari itu, aku dan teman-temanku lebih suka waktu sore hari, karena pada saat itu, orang tua kami akan menjemput kami dari tempat ini.

    Pembahasan:

    Ringkasan merupakan penyajian kembali sebuah cerita dalam bentuk yang lebih ringkas dan padat tanpa menghilangkan pokok-pokok dari cerita tersebut. Cara membuat ringkasan sebuah cerpen adalah dengan mengambil hal-hal pokok atau hal-hal yang penting dari cerpen tersebut dan menggabungkan inti tersebut menjadi satu paragraf.

    Ada beberapa hal pokok yang bisa kita ambil dari penggalan cerpen di atas, antara lain:

    1. Tokoh Aku adalah seorang anak.
    2. Cerita tersebut menggambarkan sudut pandang dari seorang anak yang dititipkan ke tempat penitipan anak. Tokoh Aku merupakan tokoh yang sangat suka menghabiskan waktu bersama ibunya.
    3. Tokoh Aku dan teman-temannya sangat menyukai waktu sore hari karena saat itulah mereka kembali bersama orang tua mereka.

    Dari beberapa hal pokok tersebut, dapat diketahui bahwa ringkasan yang tepat dari penggalan cerpen tersebut adalah

    Aku lebih suka menghabiskan waktu bersama ibuku daripada berada di tempat penitipan ini. Maka dari itu, aku dan teman-temanku lebih suka waktu sore hari, karena pada saat itu, orang tua kami akan menjemput kami dari tempat ini.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.