Latihan Kimia Kelas XI Hidrolisis Garam
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Suatu larutan FeCl3 dengan Kb Fe(OH)3 = 9 ×\times 10-10 memiliki konsentrasi 0,36 M, maka pH larutan tersebut adalah ....

    A

    2log6 2-\log6\ 

    B

    2log3 2-\log3\ 

    C

    6log2 6-\log2\ 

    D

    3log2 3-\log2\ 

    E

    2log2 2-\log2\ 

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kb Fe(OH)3= 9×1010K_{\text{b}}\ \text{Fe(OH)}_3=\ 9\times10^{-10}

    M FeCl3= 0,36 M = 36×102M\ \text{FeCl}_3=\ 0,36\ \text{M}\ =\ 36\times10^{-2}


    Ditanya:

    Berapa nilai pH dari larutan FeCl3?


    Dijawab:

    Larutan FeCl3 jika diionkan dalam air persamaan reaksinya yaitu:

    Garam tersebut kationnya berasal dari basa lemah Fe(OH)3 dan anionnya berasal dari asam kuat HCl sehingga larutan garam tersebut bersifat asam. Berikut perhitungannya:

    [H+] = KwKb ×[Fe3+]\left[\text{H}^+\right]\ =\ \sqrt{\frac{K_{\text{w}}}{K_{\text{b}}}\ \times\left[\text{Fe}^{3+}\right]}

    = 10149 × 1010× 36 × 102 =\ \sqrt{\frac{10^{-14}}{9\ \times\ 10^{-10}}\times\ 36\ \times\ 10^{-2}}\ 

    = 4 ×106 =\ \sqrt{4\ \times10^{-6}}\ 

    = 2 × 103 =\ 2\ \times\ 10^{-3}\ 


    pH = log[H+]\text{pH}\ =\ -\log\left[\text{H}^+\right]

    = log (2 × 103)=-\ \text{log}\ \left(2\ \times\ 10^{-3}\right)

    =3log 2=3-\text{log}\ 2


    Jadi, nilai pH dari larutan garam FeCl3 adalah sebesar  3log 2\ 3-\text{log}\ 2.

  • Pilgan

    Garam berikut ini yang merupakan garam terhidrolisis sebagian adalah .... 

    A

    BaCl2

    B

    CH3COOK

    C

    Fe(CN)2

    D

    CaSO4

    E

    Na2SO4

    Pembahasan:

    Garam terhidrolisis sebagian adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau asam lemah dan basa kuat. 

    • Garam BaCl2

    BaCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    BaCl2(aq)  \longrightarrow\ Ba2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Ba2+ dari garam BaCl2 berasal dari basa kuat Ba(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion Cl- dari garam BaCl2 berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan dari air

    Jadi garam BaCl2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam CaSO4

    CaSO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CaSO4(aq)  \longrightarrow\ Ca2+(aq) + SO42-(aq

    Ion Ca2+ dari garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- dari garam CaSO4 berasal dari asam kuat H2SO4, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam CaSO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam CH3COOK

    Garam CH3COOK terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CH3COOK(aq)  \longrightarrow\ CH3COO-(aq) + K+(aq

    Ion CH3COO- dari garam CH3COOK berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CH3COO-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ CH3COOH(aq) + OH-(aq)

    Ion K+ dari garam CH3COOK berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam CH3COOK merupakan garam yang terhidrolisis sebagian.


    • Garam Fe(CN)2

    Garam Fe(CN)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Fe(CN)2(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + 2CN-(aq

    Ion Fe2+ dari garam Fe(CN)2 berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Fe2+(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq

    Ion CN- dari garam Fe(CN)2 berasal dari asam lemah HCN sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CN-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ HCN(aq) + OH-(aq) 

    Jadi, garam Fe(CN)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna.


    • Garam Na2SO4

    Garam Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    Ion Na+ dari garam Na2SO4 berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- dari garam Na2SO4 berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    Jadi, dari garam-garam tersebut yang merupakan garam terhidrolisis sebagian adalah garam CH3COOK.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut ini! 

    Berdasarkan data tabel di atas, garam yang bersifat asam ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    2 dan 5

    B

    1 dan 3

    C

    3 dan 4

    D

    1 dan 2 

    E

    3 dan 5

    Pembahasan:

    Berdasarkan tabel pada soal dapat ditentukan sifat garam berdasarkan senyawa penyusunnya. Berikut tabelnya: 


    Jadi, garam yang bersifat asam ditunjukkan oleh nomor 2 dan 5, yaitu garam NH4Br dan Al(ClO4)3.

  • Pilgan

    Sebanyak 100 ml NaOH 1 M dan 100 ml HCl 1 M direaksikan dalam sebuah tabung reaksi menghasilkan larutan garam. Berdasarkan reaksi tersebut maka larutan garam tersebut memiliki pH sebesar ....

    A

    9,0

    B

    6,5

    C

    7,0

    D

    4,0

    E

    8,5

    Pembahasan:

    Pada tabung reaksi tersebut terjadi reaksi yang dapat dituliskan seperti pada persamaan reaksi berikut:

    NaOH(aq) + HCl(aq) \longrightarrow NaCl(aq) + H2O(l)

    Larutan garam yang terbentuk yaitu larutan NaCl. Larutan garam NaCl tersebut akan terion dalam air menjadi:

    NaCl(aq) \longrightarrow Na+(aq) + Cl-(aq)

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH dan ion Cl- berasal dari asam kuat HCl. Kedua ion tersebut tidak dapat dihidrolisis oleh air, sehingga jumlah [H+] = [OH-]. Karena jumlah konsentrasi ion H+ dan ion OH- sama, maka penambahan garam tersebut tidak memengaruhi pH larutan atau memiliki pH netral seperti air, yaitu 7.

    Jadi, larutan garam yang terbentuk memiliki pH 7,0.

  • Pilgan

    Pernyataan berikut yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah .... 

    A

    ion H+ dalam larutan berkurang 

    B

    ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+

    C

    ion S2- dari garam K2S dapat bereaksi dengan air

    D

    mengubah lakmus merah menjadi biru

    E

    mempunyai pH>7

    Pembahasan:

    Garam K2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K2S(aq)  \longrightarrow\ 2K+(aq) + S2-(aq)

    Ion S2- dari garam K2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    S2-(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Ion K+ dari garam K2S berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Pelarutan garam ini dalam air mengakibatkan berkurangnya ion H+ dan bertambahnya ion OH-, sehingga larutan memiliki pH >7 atau bersifat basa (membirukan kertas lakmus merah).


    Jadi, pernyataan yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+.

  • Pilgan

    Sebanyak 100 ml larutan NaOH 1,92 M direaksikan dengan 200 ml larutan H2S 0,48 M, maka pH dari larutan tersebut adalah .... (Ka H2S = 1,2 ×\times 10-7 )

    A

    10+log1,63 10+\log1,63\ 

    B

    8log1,63 8-\log1,63\ 

    C

    10+log3,5610+\log3,56

    D

    3log1,63 3-\log1,63\ 

    E

    3log1,033-\log1,03

    Pembahasan:

    Diketahui:

    V NaOH = 100 ml = 0,1 L

    M NaOH = 1,92 M

    V H2S = 200 ml = 0,2 L

    M H2S = 0,48 M

    Ka H2S = 1,2 ×\times 10-7


    Ditanya:

    Berapa nilai pH dari larutan tersebut?


    Dijawab:

    Larutan NaOH merupakan larutan basa sedangkan larutan H2S merupakan larutan asam, sehingga jika kedua larutan tersebut direaksikan maka akan menghasilkan larutan garam.


    n NaOH = M × V n\ \text{NaOH }=\ M\ \times\ V\ 

    = 1,92 M × 0,1 L =\ 1,92\ \text{M}\ \times\ 0,1\ \text{L}\ 

    = 0,192 mol  =\ 0,192\ \text{mol }\ 


    n H2S= M × V  n\ \text{H}_2\text{S}=\ M\ \times\ V\ \ 

    = 0,48 M × 0,2 L =\ 0,48\ \text{M}\ \times\ 0,2\ \text{L}\ 

    = 0,096 mol  =\ 0,096\ \text{mol }\ 


    Setelah bereaksi, dihasilkan senyawa Na2S dalam volume 300 ml, maka konsentrasi larutan tersebut adalah:

    M= molvolume total(L) M\text{}=\ \frac{\text{mol}}{\text{volume total}\left(\text{L}\right)}\ 

    = 0,096 mol0,3 liter =\ \frac{0,096\ \text{mol}}{0,3\ \text{liter}}\ 

    = 0,32 mol.L1 =\ 0,32\ \text{mol.L}^{-1}\ 


    [OH+] = KwK × [S2] \left[\text{OH}^+\right]\ =\ \sqrt{\frac{K_{\text{w}}}{K_{\text{a }}}\ \times\ \left[\text{S}^{2-}\right]}\ 

    = 10141,2 × 107 × 3,2 ×101 =\ \sqrt{\frac{10^{-14}}{1,2\ \times\ 10^{-7}}\ \times\ 3,2\ \times10^{-1}}\ 

    = 2,67 ×108  =\ \sqrt{2,67\ \times10^{-8}\ \ }

    =1,63 × 104 =1,63\ \times\ 10^{-4}\ 


    pOH =  log [OH]  \text{pOH}\ =\ -\ \text{l}\text{og}\ \left[\text{OH}^-\right]\ \ 

    =log(1,63 × 104)=-\log\left(\text{1},63\ \times\ 10^{-4}\right)

    = 4log1,63=\ 4-\log1,63


    pH = 14pOH  \text{pH}\ =\ 14-\text{pOH}\ \ 

    = 14(4log1,63)=\ 14-\left(4-\log1,63\right)

    = 10+log1,63=\ 10+\log1,63


    Jadi, pH dari larutan tersebut adalah sebesar 10 + log1,6310\ +\ \log1,63.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel data hasil praktikum uji keasaman larutan garam menggunakan kertas lakmus berikut! 

    Hubungan yang benar antara garam dengan perubahan warna kertas lakmus adalah ....

    A

    D

    B

    A

    C

    C

    D

    E

    E

    B

    Pembahasan:

    Cara mengerjakannya yaitu dengan cara menganalisis terlebih dahulu sifat dari garam tersebut. 

    Hubungan yang benar antara garam dengan perubahan warna kertas lakmus adalah garam Na2SO4 karena garam Na2SO4 jika terionisasi menghasilkan persamaan berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    • Ion Na+ dari garam Na2SO4 berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air. 
    • Ion SO42- dari garam Na2SO4 berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Sehingga dalam larutan, jumlah ion H+ dan ion OH- tidak berubah dengan adanya garam, sehingga pH tetap sama dengan pH air murni atau netral. Akibatnya, kertas lakmus merah dan biru tidak mengalami perubahan warna.

  • Pilgan

    Perhatikan beberapa nama dari senyawa berikut ini! 

    (1) KBr

    (2) NiF2 

    (3) NiSO4

    (4) MgBr2

    (5) CdClO4

    Senyawa yang memiliki sifat asam yaitu .... 

    A

    (2) dan (4) 

    B

    (3) dan (4)

    C

    (1) dan (2) 

    D

    (1) dan (5) 

    E

    (3) dan (5)

    Pembahasan:

    Senyawa garam yang memiliki sifat asam yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau dari asam lemah dan basa lemah dengan syarat Ka > Kb. Berikut masing-masing penjelasannya. 

    Jadi, senyawa garam yang memiliki sifat asam yaitu NiSO4 dan CdClO4.

  • Pilgan

    Suatu bahan pembersih noda pada pakaian mengandung 5% garam NaOCl yang memiliki sifat sangat reaktif. Garam NaOCl adalah garam yang bersifat .... 

    A

    asam kuat

    B

    garam

    C

    basa

    D

    asam

    E

    netral

    Pembahasan:

    Pembahasan 

    Garam NaOCl terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaOCl(aq)  \longrightarrow\ Na+(aq) + OCl-(aq

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Ion OCl- berasal dari asam lemah HOCl sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    OCl-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ HOCl(aq) + OH-(aq)

    Garam NaOCl merupakan garam yang terhidrolisis sebagian. Di dalam larutan tersebut konsentrasi ion OH- akan bertambah dan konsentrasi ion H+ akan turun, sehingga larutan akan bersifat basa.

    Jadi, garam NaOCl merupakan garam yang bersifat basa.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa senyawa garam berikut ini:

    1) Li2S

    2) CaSO4

    3) NH4NO2 

    4) NaCN

    5) BNO3 

    Pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah .... 

    A

    1) dan 2) 

    B

    2) dan 3) 

    C

    1) dan 4)

    D

    3) dan 5)

    E

    4) dan 5) 

    Pembahasan:

    Garam yang memiliki pH > 7 berarti garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa terbentuk dari larutan asam lemah dan basa kuat. 

    • Garam Li2S berasal dari asam lemah H2S dan basa kuat LiOH, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 dan asam kuat H2SO4, sehingga garam tersebut bersifat netral
    • Garam NH4NO2 berasal dari basa lemah NH3 dan asam lemah HNO2. Garam tersebut terbentuk dari komponen asam-basa lemah sehingga sifat keasamannya bergantung pada nilai Ka dan Kb-nya. Jika nilai Ka > Kb maka larutan bersifat asam, sedangkan jika Ka < Kb maka larutan garam bersifat basa. 
    • Garam NaCN berasal dari basa kuat NaOH dan asam lemah HCN, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam BNO3 berasal dari basa lemah B(OH)3 dan asam kuat HNO3, sehingga garam tersebut bersifat asam.


    Jadi, pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah 1) Li2S dan 4) NaCN.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.