Latihan Fisika Kelas X Konsep Impuls dan Momentum
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 8
2. 8
3. 8
4. 5
5. 3
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Meelo, Ikki, dan Jinora mendapatkan tugas dari ibu Pema untuk berbelanja di supermarket. Saat di supermarket, Meelo bermain troli belanja dengan Ikki dan Jinora. Ikki yang bermassa 20 kg dan Jinora yang bermassa 33 kg menaiki troli, sedangkan Meelo mendorong troli berserta mereka berdua seperti pada gambar, lalu melepaskannya.

    Sebelum didorong oleh Meelo, troli berisi Ikki dan Jinora dalam keadaan diam. Namun setelah didorong oleh Meelo dengan gaya mendatar F yang berubah terhadap waktu yaitu F = t2 + 7t + 12, dengan F dalam N dan t dalam s, troli beserta Ikki dan jInora bergerak dengan kecepatan tertentu. Jika massa troli adalah 1,0 kg dan troli bergerak pada lantai yang licin, maka besar energi kinetik yang dihasilkan saat t = 6 s adalah ....

    A

    1.000 J

    B

    1.650 J

    C

    2.700 J

    D

    50 J

    E

    2.650 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa Ikki mIkki = 20 kg

    Massa Jinora mJinora = 33 kg

    Massa Troli mTroli = 1,0 kg

    Gaya F = (t2 + 7t + 12) N

    Kecepatan awal v0 = 0 m/s \longrightarrow dalam keadaan diam

    Selang waktu Δ\Deltat = 6 s

    Ditanya:

    Energi kinetik EK = ?

    Dijawab:

    1) Menentukan Gaya yang diberikan Meelo saat t= 6 s

    F = (t2 + 7t + 12) N

    F = ((6)2 + 7(6) + 12) N

    F = (36 + 42 + 12) N

    F = 90 N

    2) Menentukan impuls yang terjadi

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    I = (90)(6)I\ =\ \left(90\right)\left(6\right)

    I = 540I\ =\ 540 N

    2) Menentukan kecepatan troli berisi Ikki dan Jinora

    Untuk menentukan momentum batu berkaitan dengan impuls troli dengan Meelo. Hal ini disebabkan kerena impul yang dikerjakan suatu benda sama dengan perubahan momentum yang dialami benda, dimana dapat dinyatakan dalam persamaan yaitu:

    I = Δp=m(v2v1)I\ =\ \Delta p=m\left(v_2-v_1\right)

    Massa yang digunakan dalam hal ini merupakan massa gabungan antara massa troli, massa Ikki, dan massa Jinora, sehingga

    I=Δp=(mtroli+mIkki+mJinora)(v2v1)I=\Delta p=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2-v_1\right)

    Karena mula-mula batu berada dalam keadaan diam, maka momentum awal batu adalah nol diperoleh dari

    p1=(mtroli+mIkki+mJinora)(v1)p_1=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_1\right)

    p1=(1+20+30)(0)p_1=\left(1+20+30\right)\left(0\right)

    p1=0p_1=0 kg m/s

    Sehingga,

    I = Δp=p2p1I\ =\ \Delta p=p_2-p_1

    I = Δp=p20I\ =\ \Delta p=p_2-0

    I=(mtroli+mIkki+mJinora)(v2)I=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2\right)

    540= (54)(v2)540=\ \left(54\right)\left(v_2\right)

    v2=54054v_2=\frac{540}{54}

    v2=10v_2=10 m/s

    Maka, kecepatan troli berisi Ikki dan Jinora adalah 10 m/s

    3) Menentukan energi kinetik troli berisi Ikki dan Jinora

    Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda ketika benda bergerak dengan kecepatan tertentu dan dinyatakan dalam persamaan:

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    Karena telah diperoleh kecepatannya, maka:

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(mtroli+mIkki+mJinora)(v2)2EK=\frac{1}{2}\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2\right)^2

    EK=12(54)(10)2EK=\frac{1}{2}\left(54\right)\left(10\right)^2

    EK=2.700EK=2.700 J

    Jadi, energi kinetik yang dihasilkan saat t = 6 s adalah 2.700 J.

  • Pilgan

    Aang menjatuhkan bola mainan Momo dan Appa secara bersamaan dari ketinggian yang sama yaitu 5 meter. Jika massa bola Momo dan Bola Appa masing-masing 20 gram dan 50 gram, serta percepatan gravitasi adalah 10 m/s2, maka perbandingan momentum bola Momo dan Appa saat menumbuk tanah adalah ....

    A

    2 : 3

    B

    1 : 1

    C

    2 : 5

    D

    1 : 5

    E

    5 : 2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Ketinggian h = 5 m

    Massa bola Momo mM = 20 gram = 0,02 kg

    Massa bola Appa mA = 50 gram = 0,05 kg

    Percepatan gravitasi g = 10 m/s2

    Ditanya:

    Perbandingan momentum pM : pA = ?

    Dijawab:

    Jatuhnya bola Momo dan bola Appa merupakan aplikasi dari gerak jatuh bebas, sehingga kecepatan awal kedua benda v0 = 0 m/s. Karena keduanya dijatuhkan pada ketinggian yang sama, maka kecepatan jatuh kedua bola adalah sama. Hal ini disebabkan karena pada gerak jatuh bebas tidak dipengaruhi oleh massa namun hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi, sehingga kecepatan bola Momo dan bola Appa adalah

    v = 2gh\sqrt{2gh}

    v = (2 )( 10)( 5)\sqrt{(2\ )(\ 10)(\ 5)}

    v = 100\sqrt{100}

    v = 10 m/s

    Momentum didefinisikan sebagai perkalian antara massa dan kecepatan, sehingga:

    pM : pA = mM v : mA v

    pM : pA = (20 kg)(10 m/s) : (50 kg)(10 m/s)

    pM : pA = 200 kg m/s : 500 kg m/s

    Jika disederhanakan, maka

    pM : pA = 2 : 5

    Jadi, perbadingan momentum antara bola Momo dan bola Appa adalah 2 : 5 .

  • Pilgan

    Roket Falcon 9 milik Elon Musk yang bermassa 550 ton berhasil diluncurkan pada 7 Januari 2020 dengan misi mengantarkan satelit Starlink ke luar angkasa.

    See the source image

    Sumber: https://www.teslarati.com/

    Jika setelah 1 menit kecepatannya menjadi 240 m/s dan massanya berubah menjadi 500 ton, maka gaya dorong roket falcon 9 adalah sebesar ....

    A

    200 kN

    B

    2.200 kN

    C

    2.000 kN

    D

    120 kN

    E

    132 kN

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa awal roket m1 = 550 ton = 550.000 kg

    Massa akhir roket m2 = 500 ton = 500.000 kg

    Selang waktu Δt\Delta t = 1 menit = 60 s

    Kecepatan roket v = 240 m/s

    Ditanya:

    Gaya dorong F = ?

    Dijawab:

    Pada roket, perubahan momentum terjadi di dalam roket berupa perubahan massa gas. Prinsip peluncuran roket sesuai dengan hukum III Newton, Gaya oleh semburan gas pada roket besarnya sama dengan gaya oleh roket pada semburan gas namun arahnya berlawanan. Gaya inilah yang disebut sebagai gaya dorong roket dan menyebabkan roket dapat terdorong ke atas. Pada kasus roket dan pesawat jet, hukum II Newton dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan momentum dimana Gaya merupakan perubahan momentum terhadap waktu sehingga

    F=ΔpΔtF=\frac{\Delta p}{\Delta t}

    F=Δ(mv)ΔtF=\frac{\Delta\left(mv\right)}{\Delta t}

    Persamaan tersebut menunjukkan bahwa perubahan momentum tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan kecepatan, namun juga dapat dipengaruhi oleh perubahan massa. Jika massa suatu sistem berubah, maka momentumnya juga berubah. Maka,

    F=Δ(mv)ΔtF=\frac{\Delta\left(mv\right)}{\Delta t}

    F=Δm(v)ΔtF=\frac{\Delta m\left(v\right)}{\Delta t}

    F=(550.000500.000)(240)60F=\frac{\left(550.000-500.000\right)\left(240\right)}{60}

    F=200.000F=200.000

    F=200F=200 kN

    Jadi, besar gaya dorong roket Falcon 9 adalah 200 kN.

  • Pilgan

    Nando bermain sepatu roda bermassa 0,3 kg dengan kelajuan 18 km/jam. Saat itu Nando membawa buku seberat 1,2 kg di dalam tasnya sehingga beratnya menjadi 177 N. Jika percepatan gravitasi adalah 10 m/s2, maka berapa besar gaya yang dibutuhkan Nando untuk menghentikan sepatu rodanya dalam waktu 10 s?

    A

    15 N

    B

    18 N

    C

    20 N

    D

    9 N

    E

    12 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa sepatu roda ms = 0,3 kg

    Massa buku mb = 1,2 kg

    Berat total (buku dan Nando) w = 177 N

    Kecepatan awal v1 = 18 kmjam=(18)(1.000 m3.600 s)=18.000 m3.600 s=5 18\ \frac{\text{km}}{\text{jam}}=\left(18\right)\left(\frac{1.000\ \text{m}}{3.600\ \text{s}}\right)=\frac{18.000\ \text{m}}{3.600\ \text{s}}=5\ \text{} m/s

    Kecepatan akhir v2 = 0 m/s

    Selang waktu Δt\Delta t = 10 s

    Percepatan gravitasi g = 10 m/s2

    Ditanya:

    Gaya untuk menghentikan gerak sepatu roda Nando F ?

    Dijawab:

    Berdasarkan konsep, impuls merupakan hasil kali gaya impulsif dengan selang waktu dan dinyatakan dengan

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    Sedangkan momentum merupakan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda melalui hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda.

    p = mvp\ =\ mv

    Selanjutnya, impuls yang dikerjakan pada suatu benda juga sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p

    1) Menentukan massa total

    Berat merupakan gaya dari hasil kali massa dengan percepatan gravitasi yang arahnya selalu menuju ke pusat bumi.

    w=mgw=mg

    berat yang diketahui merupakan berat gabungan antara berat buku dan berat Nando sehingga

    w=mNbgw=m_{\text{Nb}}g

    mNb=wgm_{\text{Nb}}=\frac{w}{g}

    mNb=17710m_{\text{Nb}}=\frac{177}{10}

    mNb=17,7m_{\text{Nb}}=17,7 kg

    Massa yang digunakan untuk menentukan gaya total yang menyebabkan gerak sepatu roda berhenti adalah massa total dari massa Nando + massa buku + massa sepatu roda, dimana

    m=mNb+msm=m_{\text{Nb}}+m_s

    m=17,7+0,3m=17,7+0,3

    m=18m=18 kg

    2) Menentukan Gaya

    Berdasarkan konsep hubungan impuls dan momentum

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p

    FΔt=m(v2v1)F\Delta t=m\left(v_2-v_1\right)

    F=m(v2v1)ΔtF=\frac{m\left(v_2-v_1\right)}{\Delta t}

    F=18(05)10F=\frac{18\left(0-5\right)}{10}

    F=9010F=\frac{-90}{10}

    F=9F=-9 N

    tanda negatif menunjukkan gaya dorong untuk mengurangi kecepatan agar berhenti.

    

    Jadi, besar gaya yang dibutuhkan Nando untuk menghentikan sepatu rodanya dalam waktu 10 s adalah 9 N.

  • Pilgan

    Neymar menendang bola yang datang ke arahnya dengan kecepatan 12 m/s. Neymar mendang bola bermassa 0,9 kg ke arah yang berlawanan dengan gaya rata-rata 900 N hingga kecepatan bola menjadi 28 m/s. Lama kaki Neymar bersentuhan dengan bola adalah selama ....

    A

    12 ms

    B

    36 ms

    C

    10 ms

    D

    16 ms

    E

    24 ms

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa bola m = 0,9 kg

    Kecepatan awal v1 = 12 m/s

    Kecepatan akhir v2 = 28 m/s

    Gaya F = 900 N

    Ditanya:

    Selang waktu Δt\Delta t = ?

    Dijawab:

    Berdasarkan konsep, impuls merupakan hasil kali gaya impulsif dengan selang waktu dan dinyatakan dengan

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    Sedangkan momentum merupakan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda melalui hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda.

    p = mvp\ =\ mv

    Selanjutnya, impuls yang dikerjakan pada suatu benda juga sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p 

    sehingga massa bola bowling dapat diperoleh melalui

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p

    FΔt=m(v2v1)F\Delta t=m\left(v_2-v_1\right)

    Δt=m(v2v1)F\Delta t=\frac{m\left(v_2-v_1\right)}{F}

    Δt=0,9(2812)900\Delta t=\frac{0,9\left(28-12\right)}{900}

    Δt=14,4900\Delta t=\frac{14,4}{900}

    Δt=0,016\Delta t=0,016 s

    Δt=16\Delta t=16 ms

    Jadi, lama kaki Neymar bersentuhan dengan bola adalah selama 16 ms.

  • Pilgan

    Grafik di atas menyatakan gaya yang bekerja pada suatu partikel bermassa 0,2 gram dari t = 0 s hingga t = 8 s. Jika pada saat t = 0 s partikel dalam keadaan diam. Berapakah energi kinetik partikel setelah 8 s ?

    A

    30,0 kJ

    B

    21,5 kJ

    C

    20,5 kJ

    D

    32,5 kJ

    E

    22,5 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa partikel m = 0,2 gram = 0,0002 kg

    Selang waktu Δt\Delta t = 8 s

    Kecepatan awal pertikel v0 = 0 m/s \rightarrow diam

    Ditanya:

    Energi kinetik EK = ?

    Dijawab:

    Impuls termasuk besaran vektor dimana arah impuls searah dengan arah gaya impulsif. Jika gaya impulsif F berubah terhadap waktu dan ditunjukkan dalam bentuk grafik F-t, maka impuls sama dengan luas daerah di bawah grafik F-t. Sehingga untuk menentukan energi kinetik partikel, hitung terlebih dahulu impuls partikel dan kecepatan akhir partikel berdasarkan grafik F-t Grafik tersebut dapat diuraikan menjadi dua bangun yaitu segitiga dan trapesium:

    Maka,

    alas segitiga a = 4

    tinggi segitiga t = 3

    alas atas trapesium c = 2

    alas bawah trapesium d = 4

    tinggi trapesium t = -3

    sehingga

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    Luas segitiga+Luas Trapesium = m(vtv0)Luas\ segitiga +Luas\ Trapesium\ =\ m\left(v_t-v_0\right)

    12at+12(c+d)t=m(vt0)\frac{1}{2}at+\frac{1}{2}\left(c+d\right)t=m\left(v_t-0\right)

    12(4)(3)+12(2+4)(3)=0,0002vt\frac{1}{2}\left(4\right)\left(3\right)+\frac{1}{2}\left(2+4\right)\left(-3\right)=0,0002v_t

    69=0,0002vt6-9=0,0002v_t

    3=0,0002vt-3=0,0002v_t

    vt=30,0002v_t=-\frac{3}{0,0002}

    vt=15.000v_t=-15.000 m/s

    Menentukan energi kinetik partikel

    Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Secara matematis, energi kinetik sebanding dengan massa benda dan kuadrat kecepatan benda.

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    sehingga energi kinetik dari partikel adalah

    EK =12mv2EK\ =\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(0,0002)(15.000)2EK=\frac{1}{2}\left(0,0002\right)\left(15.000\right)^2

    EK=(0,0001)(225.000.000)EK=\left(0,0001\right)\left(225.000.000\right)

    EK=22.500EK=22.500 J

    EK =22,5EK\ =22,5 kJ

    Jadi, energi kinetik partikel setelah 8 s adalah 22,5 kJ.

  • Pilgan

    Sebuah kelereng memiliki massa 50 gram. Mula-mula kelereng tersebut diam. Karena dikenakan gaya, akhirnya kelereng tersebut menggelindingkan dengan kecepatan sebesar 10 m/s. Impuls yang bekerja pada kelereng tersebut sebesar ....

    A

    1,51,5 kg m/s

    B

    0,50,5 kg m/s

    C

    22 kg m/s

    D

    11 kg m/s

    E

    2,52,5 kg m/s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m=50m=50 gram =5×102=5\times10^{-2} kg

    Kecepatan awal v1=0v_1=0 m/s (karena diam)

    Kecepatan akhir v2=10v_2=10 m/s

    Ditanya:

    Impuls I=?I=?

    Dijawab:

    Impuls adalah gaya kontak sesaat atau gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat. Impuls juga dapat dimaknai sebagai besaran yang dapat menyebabkan benda mengalami perubahan momentum. Dengan demikian, impuls dapat dituliskan dengan persamaan berikut.

    I=ΔpI=\Delta p

    I=mΔvI=m\Delta v

    I=m(v2v1)I=m\left(v_2-v_1\right)

    I=(5×102)(100)I=\left(5\times10^{-2}\right)\left(10-0\right)

    I=0,5I=0,5 N s

    Jadi, impuls yang bekerja pada kelereng tersebut sebesar 0,50,5 N s.

  • Pilgan

    Benda X bergerak pada lintasan lurus sejauh 45 m setelah mendapatkan gaya tetap F = 3t - 15, dengan F dalam N dan t dalam s. Akibat gaya tersebut, kecepatan benda X yang mula-mula 3 m/s berubah menjadi 7 m/s. Jika percepatan benda X konstan, maka massa benda X adalah ....

    A

    27 kg

    B

    35 kg

    C

    25 kg

    D

    45 kg

    E

    30 kg

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jarak tempuh s = 45 m

    Gaya F = (3t - 15) N

    Kecepatan awal v0 = 3 m/s

    Kecepatan akhir vt = 7 m/s

    Ditanya:

    Massa benda X mX = ?

    Dijawab:

    Karena benda X bergerak dengan percepatan konstan, maka gerak benda X merupakan GLBB, sehingga

    vt=v0+atv_t=v_0+at

    7=3+at7=3+at

    at=4at=4 .......... (1)

    kemudian

    s=v0t+12at2s=v_0t+\frac{1}{2}at^2

    s=v0t+12at(t)s=v_0t+\frac{1}{2}at\left(t\right) ........... (2)

    substitusikan persamaan (1) pada persamaan (2)

    s=v0t+12(4t)s=v_0t+\frac{1}{2}\left(4t\right)

    45=3t+12(4t)45=3t+\frac{1}{2}\left(4t\right)

    45=3t+2t45=3t+2t

    45=5t45=5t

    t=455t=\frac{45}{5}

    t=9t=9 s

    Maka, besar gaya tetap yang bekerja pada benda X adalah

    F=3t15F=3t-15

    F=3(9)15F=3\left(9\right)-15

    F=2715F=27-15

    F=12F=12 N

    selanjutnya dapat menentukan massa benda X melalui hubungan impuls dan momentum. Berdasarkan konsep, impuls merupakan hasil kali gaya impulsif dengan selang waktu dan dinyatakan dengan

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    Sedangkan momentum merupakan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda melalui hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda.

    p = mvp\ =\ mv

    Selanjutnya, impuls yang dikerjakan pada suatu benda juga sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p 

    FΔt=mX(vtv0)F\Delta t=m_{\text{X}}\left(v_t-v_0\right)

    mX=FΔt(vtv0)m_{\text{}\text{X}}=\frac{F\Delta t}{\left(v_t-v_0\right)}

    mX=(12)(9)(73)m_{\text{X}}=\frac{\left(12\right)\left(9\right)}{\left(7-3\right)}

    mX=1084m_{\text{X}}=\frac{108}{4}

    mX=27m_{\text{X}}=27 kg

    Jadi, massa benda X adalah 27 kg.

  • Pilgan

    Pada pertandingan Thomas Cup, sebuah shuttlecock bermassa 5,50 gram melesat dari pemain bulutangkis asal Denmark menuju Simon Santoso dengan kecepatan 20 m/s. Jika Simon membalasnya dengan memberikan gaya sebesar 40 N, maka besar impuls yang terjadi ketika shuttlecock bersentuhan dengan raket Simon selama 0,5 s adalah ....

    A

    5 Ns

    B

    2 Ns

    C

    22 Ns

    D

    20 Ns

    E

    10 Ns

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa shuttlecock m = 5,50 gram = 0,0055 kg

    Kecepatan v = 20 m/s

    Gaya F = 40 N

    Selang waktu Δ\Deltat = 0,5 s

    Ditanya:

    Impuls I = ?

    Dijawab:

    Gaya impulsif merupakan gaya kontak yang bekerja dalam selang waktu yang relatif singkat. Hasil kali antara gaya impulsif dengan selang waktu selama kontak terjadi dinamakan dengan impuls. Ketika shuttlecock bersentuhan dengan raket selama selang waktu 0,5 s, terjadi impuls antara raket dengan shuttlecock, dimana secara matematis dapat dinyatakan dalam persamaan I = FΔ\Deltat, sehingga:

    I = FΔ\Deltat

    I = (40 N)(0,5 s)

    I = 20 Ns

    Jadi, besar impuls yang terjadi ketika shuttlecock bersentuhan dengan raket Simon selama 0,5 s adalah 20 Ns.

  • Pilgan

    Mangga P dan Q memiliki massa yang berbeda yaitu berturut-turut m dan 2m. Mangga P berada pada ketinggian h, sedangkan mangga Q berada pada ketinggian 14\frac{1}{4}h. Jika secara bersamaan kedua mangga jatuh bebas dan mangga P menyentuh tanah dengan energi kinetik EK, maka mangga Q akan menyentuh tanah dengan momentum ....

    A

    4p4p

    B

    pp

    C

    12p\frac{1}{2}p

    D

    2p2p

    E

    14p\frac{1}{4}p

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa P mP = m

    Massa Q mQ = 2m

    Ketinggian P hP = h

    Ketinggian Q hQ = 14h\frac{1}{4}h

    Energi Kinetik P EKP = EK

    Ditanya:

    Momentum Q pQ = ?

    Dijawab:

    Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda saat benda bergerak dengan kecepatan tertentu. Hubungan antara energi kinetik dengan momentum dapat diuraikan melalui persamaan berikut

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2 \rightarrow dengan p = mvp\ =\ mv

    EK=(mv22)(mm)EK=\left(\frac{mv^2}{2}\right)\left(\frac{m}{m}\right)

    EK=m2v22mEK=\frac{m^2v^2}{2m}

    EK=p22mEK=\frac{p^2}{2m}

    sehingga didapatkan hubungan yaitu EK p2EK\ \sim p^2

    Sementara itu, berdasarkan teorema usaha-energi dalam kasus gerak jatuh bebas, energi kinetik sama dengan enegi potensial, sehingga

    EK =EPEK\ =EP

    p22m =mgh\frac{p^2}{2m}\ =mgh

    p2 =2m2ghp^2\ =2m^2gh

    Diperoleh hubungan lagi yaitu EK p2 m2hEK\ \sim p^2\ \sim m^2h , sehingga

    pP2pQ2 =mP2hPmQ2hQ\frac{p_P^2}{p_Q^2}\ =\frac{m_P^2h_P}{m_Q^2h_Q}

    p2pQ2 =m2h(2m)2(14h)\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{\left(2m\right)^2\left(\frac{1}{4}h\right)}

    p2pQ2 =m2h4m214h\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{4m^2\frac{1}{4}h}

    p2pQ2 =m2hm2h\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{m^2h}

    p2pQ2=1\frac{p^2}{p_Q^2}=1

    pQ =pp_Q\ =p

    Jadi, momentum mangga Q adalah sebesar p.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.