Latihan Fisika Kelas XII Konsep dan Aplikasi Induksi Elektromagnetik
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 10
2. 8
3. 7
4. 7
5. 3
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut!

    Sebuah loop kawat berputar dalam medan magnet dari posisi A ke B ke C ke D lalu ke E seperti pada gambar. Posisi yang memiliki fluks magnetik terkecil adalah ....

    Catatan:

    A

    A

    B

    B

    C

    D

    D

    C

    E

    E

    Pembahasan:

    Fluks magnetik merupakan banyaknya garis gaya magnetik BB yang menembus suatu luasan daerah tertentu (AA) dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    ϕ=BAcosθ\phi=BA\cos\theta

    Dengan θ\theta adalah sudut antara induksi magnetik terhadap garis normal bidang magnetik.

    Pada posisi A \rightarrow θ=0\theta=0^{\circ}, karena cos 0=1\cos\ 0^{\circ}=1, maka nilai fluks magnetik pada posisi A nilainya sebesar BABA. Artinya pada posisi loop tegak lurus dengan medan magnetik, besar fluks magnetik pada loop adalah maksimum.

    Pada posisi B \rightarrow θ=30\theta=30^{\circ}, karena cos 30=123\cos\ 30^{\circ}=\frac{1}{2}\sqrt{3}, maka nilai fluks magnetik pada posisi B nilainya sebesar 123BA\frac{1}{2}\sqrt{3}BA.

    Pada posisi C \rightarrow θ=45\theta=45^{\circ}, karena cos 45=122\cos\ 45^{\circ}=\frac{1}{2}\sqrt{2}, maka nilai fluks magnetik pada posisi C nilainya sebesar 122BA\frac{1}{2}\sqrt{2}BA.

    Pada posisi D \rightarrow θ=60\theta=60^{\circ}, karena cos 60=12\cos\ 60^{\circ}=\frac{1}{2}, maka nilai fluks magnetik pada posisi D nilainya sebesar 12BA\frac{1}{2}BA.

    Pada posisi E \rightarrow θ=90\theta=90^{\circ}, karena cos 90=0\cos\ 90^{\circ}=0, maka nilai fluks magnetik pada posisi D nilainya adalah 00. Artinya pada posisi loop sejajar dengan medan magnetik, besar fluks magnetik pada loop adalah minimum.

    Jadi, posisi yang memiliki fluks magnetik terkecil adalah E.

  • Pilgan

    Perhatikan alat-alat berikut!

    (1)

    (2)

    (3)

    (4)

    Alat-alat yang mengaplikasikan induksi elektromagnetik dalam prinsip kerjanya ditunjukkan pada nomor ....

    A

    (1), (2), dan (3)

    B

    (2) dan (3)

    C

    (3) dan (4)

    D

    (1), (2), dan (4)

    E

    (1) dan (3)

    Pembahasan:

    Induksi elektromagnetik merupakan peristiwa timbulnya gaya gerak listrik induksi akibat adalanya perubahan fluks magnetik. Aplikasi induksi elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari digunakan pada alat-alat berikut, yaitu:

    1. Dinamo
    2. Generator
    3. Transformator atau trafo
    4. Seismograf
    5. Mikrofon
    6. Loudspeaker

    Jadi, alat-alat yang mengaplikasikan induksi elektromagnetik dalam prinsip kerjanya ditunjukkan pada nomor (1), (2), dan (4).

  • Pilgan

    Lima buah lampu dengan tegangan masing-masing 12 V dipasang secara paralel pada kumparan sekunder trafo step-down. Kumparan primer trafo tersebut, terhubung dengan sumber daya PLN sebesar 360 V. Jika daya total 5 lampu pada kumparan sekunder adalah 300 W dan arus primer yang dapat digunakan dari daya PLN hanya 43\frac{4}{3} A, maka besar efisiensi trafo adalah ....

    A

    62,5%

    B

    50%

    C

    6%

    D

    75%

    E

    27,5%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lampu nn = 5

    Tegangan lampu VLV_{\text{L}} = 12 V

    Daya sekunder PsP_{\text{s}} = 300 W

    Tegangan primer VpV_{\text{p}} = 360 V

    Arus primer ApA_{\text{p}} = 43\frac{4}{3} A

    Trafo step-down

    Ditanya:

    Efisiensi trafo step-down η=\eta=?

    Dijawab:

    Trafo atau transformator merupakan salah satu aplikasi dari induksi elektromagnetik. Efisiensi trafo merupakan perbandingan antara daya keluaran (sekunder) dengan daya masukan (primer) dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    η=(PsPp)100%=(VsIsVpIp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{P_{\text{p}}}\right)100\%=\left(\frac{V_{\text{s}}I_{\text{s}}}{V_{\text{p}}I_{\text{p}}}\right)100\%

    Sehingga, persamaannya dapat diubah menjadi:

    η=(PsVpIp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{V_{\text{p}}I_{\text{p}}}\right)100\%

    η=(300(360)(43))100%\eta=\left(\frac{300}{\left(360\right)\left(\frac{4}{3}\right)}\right)100\%

    η=(300480)100%\eta=\left(\frac{300}{480}\right)100\%

    η=62,5%\eta=62,5\%

    Jadi, besar efisiensi trafo adalah 62,5%.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel hasil pengukurang pada trafo ideal di bawah ini!

    Berdasarkan tabel di atas, nilai A dan B berturut-turut adalah ....

    A

    225 V dan 40 lilitan

    B

    300 V dan 30 lilitan

    C

    30 V dan 300 lilitan

    D

    60 V dan 300 lilitan

    E

    300 V dan 60 lilitan

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Berdasarkan tabel:

    Tegangan primer VpV_{\text{p}} = A

    Tegangan sekunder VsV_{\text{s}} = 20 V

    Arus primer IpI_{\text{p}} = 4 A

    Arus sekunder IsI_{\text{s}} = 60 A

    Jumlah lilitan primer NpN_{\text{p}} = 900 lilitan

    Jumlah lilitan sekunder NsN_{\text{s}} = B

    Ditanya:

    Nilai A VpV_{\text{p}} =?

    Nilai B NsN_{\text{s}} =?

    Dijawab:

    Trafo atau transformator merupakan salah satu aplikasi dari induksi elektromagnetik. Transformator secara ideal memenuhi persamaan berikut.

    VpVs=NpNs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    Menentukan nilai A

    Nilai A merupakan nilai dari tegangan primer, sehingga:

    VpVs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    Vp=VsIsIpV_{\text{p}}=\frac{V_{\text{s}}I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    Vp=(20)(60)4V_{\text{p}}=\frac{\left(20\right)\left(60\right)}{4}

    Vp=1.2004V_{\text{p}}=\frac{1.200}{4}

    Vp=300V_{\text{p}}=300 V

    Menentukan nilai B

    Nilai B merupakan jumlah lilitan dari kumparan sekunder, sehingga:

    NpNs=IsIp\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    IpNp=NsIsI_{\text{p}}N_{\text{p}}=N_{\text{s}}I_{\text{s}}

    Ns=IpNpIsN_{\text{s}}=\frac{I_{\text{p}}N_{\text{p}}}{I_{\text{s}}}

    Ns=(4)(900)60N_{\text{s}}=\frac{\left(4\right)\left(900\right)}{60}

    Ns=3.60060N_{\text{s}}=\frac{3.600}{60}

    Ns=60N_{\text{s}}=60 lilitan

    Jadi, nilai A dan B berturut-turut adalah 300 V dan 60 lilitan.

  • Pilgan

    Suatu induktor terbuat dari 25 lilitan kawat dan memiliki panjang 0,2 m. Jika luas penampang kumparan induktor adalah 2 cm2, maka besar induktansi induktor adalah ... μH\mu\text{}\text{H}. (μ0=4π×107\mu_0=4\pi\times10^{-7} H/m)

    A

    0,50π0,50\pi

    B

    0,30π0,30\pi

    C

    0,65π0,65\pi

    D

    0,45π0,45\pi

    E

    0,25π0,25\pi

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lilitan NN = 25 lilitan

    Panjang induktor ll = 0,2 m

    Luas penampang AA = 2 cm2 = 0,00020,0002 m2

    Permeabilitas ruang hampa μ0=4π×107\mu_0=4\pi\times10^{-7} H/m

    Ditanya:

    Induktansi induktor L=L=?

    Dijawab:

    Induktansi induktor merupakan kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    L=N ϕIL=N\ \frac{\phi}{I}

    Atau

    L=μ0N2AlL=\frac{\mu_0N^2A}{l}

    Sehingga,

    L=(4π×107)(25)2(0,0002)0,2L=\frac{\left(4\pi\times10^{-7}\right)\left(25\right)^2\left(0,0002\right)}{0,2}

    L=(4π×107)(625)(0,0002)0,2L=\frac{\left(4\pi\times10^{-7}\right)\left(625\right)\left(0,0002\right)}{0,2}

    L=(5π×108)0,2L=\frac{\left(5\pi\times10^{-8}\right)}{0,2}

    L=2,5π×107L=2,5\pi\times10^{-7} H

    L=0,25π×106L=0,25\pi\times10^{-6} H

    L=0,25π μHL=0,25\pi\ \mu\text{}\text{H}

    Jadi, besar induktansi induktor adalah 0,25π μH0,25\pi\ \mu\text{}\text{H}.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Di Indonesia ketika musim layang-layang, tidak sedikit para pecinta layang-layang membuat layang-layang besar dengan lapu dan dinamo agar dapat bersinar di malam hari. Suatu ketika, Eren memasang lampu dan dinamo dala layang-layang yang akan ia terbangkan nanti malam. Dinamo yang Eren pasang tersebut memiliki kumparan dengan 50 lilitan. Jika terjadi perubahan fluks magnetik dari 0,8 Wb menjadi 0,2 Wb dala waktu 2 sekon, maka besar GGL induksi pada kumparan dinamo tersebut adalah ....

    A

    30 V

    B

    36 V

    C

    45 V

    D

    15 V

    E

    25 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lilitan NN = 50

    Fluks awal ϕ1\phi_1 = 0,8 Wb

    Fluks akhir ϕ2\phi_2 = 0,2 Wb

    Selang waktu Δt\Delta t = 2 s

    Ditanya:

    GGL induksi ε=\varepsilon=?

    Dijawab:

    GGL induksi merupakan laju perubahan fluks magnetik pada kumparan yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    ε=N dϕdt\varepsilon=-N\ \frac{d\phi}{dt}

    Atau

    ε=N ΔϕΔt=N (ϕ2ϕ1)Δt\varepsilon=-N\ \frac{\Delta\phi}{\Delta t}=-N\ \frac{\left(\phi_2-\phi_1\right)}{\Delta t}

    Tanda negatif menunjukkan arah GGL induksi yang berlawanan dengan fluks magnetik sesuai dengan Hukum Lenz.

    Sehingga,

    ε=N ΔϕΔt\varepsilon=-N\ \frac{\Delta\phi}{\Delta t}

    ε=N (ϕ2ϕ1)Δt\varepsilon=-N\ \frac{\left(\phi_2-\phi_1\right)}{\Delta t}

    ε=(50) (0,20,8)(2)\varepsilon=-\left(50\right)\ \frac{\left(0,2-0,8\right)}{\left(2\right)}

    ε=(50) (0,6)(2)\varepsilon=-\left(50\right)\ \frac{\left(-0,6\right)}{\left(2\right)}

    ε=(50) (0,3)\varepsilon=-\left(50\right)\ \left(-0,3\right)

    ε=15\varepsilon=15 V

    Jadi, besar GGL induksi pada kumparan dinamo tersebut adalah 15 V.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Kumparan primer trafo step-down dengan 3.000 lilitan, dihubungkan dengan sumber tegangan AC sebesar 220 V sehingga mengalir arus sebesar 8 A. Jika kumparan sekunder yang memiliki 600 lilitan dihubungkan dengan lampu L dan trafo merupakan trafo ideal, maka besar tegangan dan arus listrik pada lampu L berturut-turut adalah ....

    A

    40 V dan 44 A

    B

    40 V dan 55 A

    C

    44 V dan 40 A

    D

    55 V dan 40 A

    E

    44 V dan 55 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar trafo step-down:

    Tegangan primer VpV_{\text{p}} = 220 V

    Arus primer IpI_{\text{p}} = 8 A

    Jumlah lilitan primer NpN_{\text{p}} = 3.000 lilitan

    Jumlah lilitan sekunder NsN_{\text{s}} = 600 lilitan

    Ditanya:

    Tegangan lampu VL=V_{\text{L}}=?

    Arus yang mengalir pada lampu IL=I_{\text{L}}=?

    Dijawab:

    Trafo step-down merupakan trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dan memiliki ciri-ciri yaitu:

    • Vp>VsV_{\text{p}}>V_{\text{s}}
    • Np>NsN_{\text{p}}>N_{\text{s}}
    • Ip<IsI_{\text{p}}<I_{\text{s}}

    Trafo atau transformator merupakan salah satu aplikasi dari induksi elektromagnetik. Transformator secara ideal memenuhi persamaan berikut.

    VpVs=NpNs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    Menentukan tegangan lampu L

    Karena trafo merupakan trafo ideal, maka tegangan lampu L sama dengan tegangan sekunder, sehingga:

    VpVL=NpNs\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{L}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}

    VL=VpNsNpV_{\text{L}}=\frac{V_{\text{p}}N_{\text{s}}}{N_{\text{p}}}

    VL=(220)(600)(3.000)V_{\text{L}}=\frac{\left(220\right)\left(600\right)}{\left(3.000\right)}

    VL=132.0003.000V_{\text{L}}=\frac{132.000}{3.000}

    VL=44V_{\text{L}}=44 V

    Menentukan arus yang mengalir pada lampu L

    Karena trafo merupakan trafo ideal, maka arus yang mengalir pada lampu L sama dengan arus kumparan sekunder, sehingga:

    VpVs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    VpVL=ILIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{L}}}=\frac{I_{\text{L}}}{I_{\text{p}}}

    IL=VpIpVLI_{\text{L}}=\frac{V_{\text{p}}I_{\text{p}}}{V_{\text{L}}}

    IL=(220)(8)44I_{\text{L}}=\frac{\left(220\right)\left(8\right)}{44}

    IL=1.76044I_{\text{L}}=\frac{1.760}{44}

    IL=40I_{\text{L}}=40 A

    Jadi, besar tegangan dan arus listrik pada lampu L berturut-turut adalah 44 V dan 40 A.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Suatu loop berbentuk persegi dengan panjang sisi 0,2 m berada dalam medan magnetik sebesar 175 T. Jika besar hambatan loop persegi tersebut adalah 0,14 Ohm dan loop berputar dari posisi A ke posisi B dalam waktu 5 s, maka arus yang mengalir dalam loop adalah sebesar ....

    Catatan:

    A

    3 A

    B

    1 A

    C

    4 A

    D

    5 A

    E

    2 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Berdasarkan gambar:

    Sudut pada posisi A θA=37\theta_A=37^{\circ}

    Sudut pada posisi B θB=53\theta_B=53^{\circ}

    Sudut pada posisi C θC=90\theta_C=90^{\circ}

    Panjang sisi persegi ss = 0,2 m

    Medan magnetik BB = 175 T

    Hambatan loop RR = 0,14 Ω\Omega

    Selang waktu dari A ke B Δt\Delta t = 5 s

    Ditanya:

    Arus dalam loop I=I=?

    Dijawab:

    Menentukan perubahan fluks magnetik

    Fluks magnetik merupakan banyaknya garis gaya magnetik BB yang menembus suatu luasan daerah tertentu (AA) dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    ϕ=BAcosθ\phi=BA\cos\theta

    Dengan θ\theta adalah sudut antara induksi magnetik terhadap garis normal bidang magnetik.

    Karena loop berbentuk persegi, maka luasnya adalah:

    A=s2A=s^2

    A=(0,2)2A=\left(0,2\right)^2

    A=0,04A=0,04 m2

    Fluks magnetik pada posisi A

    ϕA=BAcosθA\phi_A=BA\cos\theta_A

    ϕA=(175)(0,04)cos37\phi_A=\left(175\right)\left(0,04\right)\cos37^{\circ}

    ϕA=(175)(0,04)(0,8)\phi_A=\left(175\right)\left(0,04\right)\left(0,8\right)

    ϕA=5,6\phi_A=5,6 Wb

    Fluks magnetik pada posisi B

    ϕB=BAcosθB\phi_B=BA\cos\theta_B

    ϕB=(175)(0,04)cos53\phi_B=\left(175\right)\left(0,04\right)\cos53^{\circ}

    ϕB=(175)(0,04)(0,6)\phi_B=\left(175\right)\left(0,04\right)\left(0,6\right)

    ϕB=4,2\phi_B=4,2 Wb

    Perubahan fluks magnetik pada loop ketika berputar dari posisi A ke posisi B

    Δϕ=ϕBϕA\Delta\phi=\phi_B-\phi_A

    Δϕ=4,25,6\Delta\phi=4,2-5,6

    Δϕ=1,4\Delta\phi=-1,4 Wb

    Menentukan GGL induksi pada loop

    GGL induksi merupakan laju perubahan fluks magnetik pada kumparan yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    ε=N dϕdt\varepsilon=-N\ \frac{d\phi}{dt}

    Atau

    ε=N ΔϕΔt=N (ϕ2ϕ1)Δt\varepsilon=-N\ \frac{\Delta\phi}{\Delta t}=-N\ \frac{\left(\phi_2-\phi_1\right)}{\Delta t}

    Tanda negatif menunjukkan arah GGL induksi yang berlawanan dengan fluks magnetik sesuai dengan Hukum Lenz. Jika jumlah lilitan tidak diketahui, persamaan dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.

    ε=ΔϕΔt\varepsilon=-\frac{\Delta\phi}{\Delta t}

    Sehingga, GGL induksi pada loop adalah:

    ε=ΔϕΔt\varepsilon=-\frac{\Delta\phi}{\Delta t}

    ε=(1,4)5\varepsilon=-\frac{\left(-1,4\right)}{5}

    ε=0,28\varepsilon=0,28 V

    Menentukan arus yang mengalir dalam loop

    Sesuai dengan hukum Ohm, kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensialnya. Persamaan hukum Ohm adalah sebagai berikut.

    I=VRI=\frac{V}{R}

    atau

    I=εRI=\frac{\varepsilon}{R}

    Sehingga,

    I=εRI=\frac{\varepsilon}{R}

    I=0,280,14I=\frac{0,28}{0,14}

    I=2I=2 A

    Jadi, arus yang mengalir dalam loop adalah sebesar 2 A.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Kumparan primer trafo step-down yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC sebesar 120 V dan mengalir arus sebesar 5 A, memiliki efisiensi sebesar 60%. Jika kumparan sekunder trafo dihubungkan dengan lampu L, maka besar hambatan lampu L adalah ....

    A

    30 Ω30\ \Omega

    B

    10 Ω10\ \Omega

    C

    50 Ω50\ \Omega

    D

    100 Ω100\ \Omega

    E

    90 Ω90\ \Omega

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar trafo step-down:

    Tegangan primer VpV_{\text{p}} = 120 V

    Arus primer IpI_{\text{p}} = 5 A

    Jumlah lilitan primer NpN_{\text{p}} = 2.000 lilitan

    Efisiensi trafo step-down η\eta = 60%

    Jumlah lilitan sekunder NsN_{\text{s}} = 1.000 lilitan

    Ditanya:

    Hambatan lampu L RL=R_{\text{L}}=?

    Dijawab:

    Trafo step-down merupakan trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dan memiliki ciri-ciri yaitu:

    • Vp>VsV_{\text{p}}>V_{\text{s}}
    • Np>NsN_{\text{p}}>N_{\text{s}}
    • Ip<IsI_{\text{p}}<I_{\text{s}}

    Trafo atau transformator merupakan salah satu aplikasi dari induksi elektromagnetik. Transformator secara ideal memenuhi persamaan berikut.

    VpVs=NpNs=IsIp\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}=\frac{I_{\text{s}}}{I_{\text{p}}}

    Sedangkan efisiensi trafo merupakan perbandingan antara daya keluaran (sekunder) dengan daya masukan (primer) dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    η=(PsPp)100%=(VsIsVpIp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{P_{\text{p}}}\right)100\%=\left(\frac{V_{\text{s}}I_{\text{s}}}{V_{\text{p}}I_{\text{p}}}\right)100\%

    Berdasarkan persamaan efisiensi trafo dapat dihitung besar daya lampu. Daya lampu dalam kumparan sekunder sama dengan daya kumparan sekunder, sehingga:

    η=(PsPp)100%\eta=\left(\frac{P_{\text{s}}}{P_{\text{p}}}\right)100\%

    Ps=PL=η100%PpP_{\text{s}}=P_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}P_{\text{p}}

    PL=η100%PpP_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}P_{\text{p}}

    Karena persamaan daya adalah P=VIP=VI, maka:

    PL=η100%(VpIp)P_{\text{L}}=\frac{\eta}{100\%}\left(V_{\text{p}}I_{\text{p}}\right)

    PL=(60%100%)(120)(5)P_{\text{L}}=\left(\frac{60\%}{100\%}\right)\left(120\right)\left(5\right)

    PL=(0,6)(120)(5)P_{\text{L}}=\left(0,6\right)\left(120\right)\left(5\right)

    PL=360P_{\text{L}}=360 W

    Melalui persamaan trafo ideal, dapat dihitung besar tegangan output pada kumparan sekunder sebagai berikut.

    VpVs=NpNs\frac{V_{\text{p}}}{V_{\text{s}}}=\frac{N_{\text{p}}}{N_{\text{s}}}

    Vs=VpNsNpV_{\text{s}}=\frac{V_{\text{p}}N_{\text{s}}}{N_{\text{p}}}

    Vs=(120)(1.000)(2.000)V_{\text{s}}=\frac{\left(120\right)\left(1.000\right)}{\left(2.000\right)}

    Vs=60V_{\text{s}}=60 V

    Salah satu persamaan daya adalah sebagai berikut.

    P=V2RP=\frac{V^2}{R}

    Berdasarkan persamaan tersebut, dapat dihitung nilai hambatan lampu L adalah sebagai berikut.

    RL=Vs2PLR_{\text{L}}=\frac{V_{\text{s}}^2}{P_{\text{L}}}

    RL=(60)2(360)R_{\text{L}}=\frac{\left(60\right)^2}{\left(360\right)}

    RL=3.600360R_{\text{L}}=\frac{3.600}{360}

    RL=10 ΩR_{\text{L}}=10\ \Omega

    Jadi, besar hambatan lampu L adalah 10 Ω10\ \Omega.

  • Pilgan

    Dalam mata pelajaran kelistrikan, Roni mencoba suatu toroida yang memiliki 100 lilitan dan jari-jari 0,5π\pi m. Kemudian Roni melilitkan 40 lilitan kawat pada toroida tersebut. Jika luas penampang dari toroida tersebut adalah 0,006 m2 dan arus listrik yang mengalir pada toroida berubah dari 9 A menjadi 7 A dalam waktu 0,2 s, maka besar GGL induksi silang yang timbul pada toroida tersebut adalah ... μV\mu\text{V}. (μ0=4π×107\mu_0=4\pi\times10^{-7} H/m)

    A

    180

    B

    192

    C

    154

    D

    172

    E

    196

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lilitan toroida N1N_1 = 100 lilitan

    Jumlah lilitan kumparan di toroida N2N_2 = 40 lilitan

    Panjang jari-jari toroida ll = 0,5π0,5\pi m

    Luas penampang toroida AA = 0,006 m2

    Arus awal I1I_1 = 9 A

    Arus akhir I2I_2 = 7 A

    Selang waktu Δt\Delta t = 0,2 s

    Permeabilitas ruang hampa μ0=4π×107\mu_0=4\pi\times10^{-7} H/m

    Ditanya:

    GGL induksi silang toroida ε=\varepsilon=?

    Dijawab:

    Menentukan induktansi silang

    Induktansi silang merupakan peristiwa dimana terjadi perubahan fluks magnetik pada kumparan sekunder akibat dari perubahan fluks magnetik di kumparan primer. Induktansi silang biasanya terjadi pada toroida. Persamaan induktansi silang pada toroida dirumuskan sebagai berikut.

    L=μ0N1N2AlL=\frac{\mu_0N_1N_2A}{l}

    Sehingga,

    L=μ0N1N2AlL=\frac{\mu_0N_1N_2A}{l}

    L=(4π×107)(100)(40)(0,006)(0,5π)L=\frac{\left(4\pi\times10^{-7}\right)\left(100\right)\left(40\right)\left(0,006\right)}{\left(0,5\pi\right)}

    L=9,6π×1060,5πL=\frac{9,6\pi\times10^{-6}}{0,5\pi}

    L=1,92×105L=1,92\times10^{-5} H

    Menentukan GGL induksi silang

    GGL induksi silang secara matematis merupakan perkalian antara induktansi silang dengan laju perubahan kuat arus tiap waktu. Persamaan GGL induksi silang adalah sebagai berikut.

    ε=L ΔIΔt\varepsilon=-L\ \frac{\Delta I}{\Delta t}

    Sehingga,

    ε=L ΔIΔt\varepsilon=-L\ \frac{\Delta I}{\Delta t}

    ε=(1,92×105)(79)(0,2)\varepsilon=-\left(1,92\times10^{-5}\right)\frac{\left(7-9\right)}{\left(0,2\right)}

    ε=(1,92×105)(2)(0,2)\varepsilon=-\left(1,92\times10^{-5}\right)\frac{\left(-2\right)}{\left(0,2\right)}

    ε=(1,92×105)(10)\varepsilon=-\left(1,92\times10^{-5}\right)\left(-10\right)

    ε=1,92×104\varepsilon=1,92\times10^{-4} V

    ε=192×106\varepsilon=192\times10^{-6} V

    ε=192 μV\varepsilon=192\ \mu\text{V}

    Jadi, besar GGL induksi silang yang timbul pada toroida tersebut adalah 192 μV192\ \mu\text{V}.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.