Latihan Kimia Kelas XI Entalpi dan Nilai Perubahan Entalpi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Diketahui reaksi penguraian gas HCl sebagai berikut:

    HCl(g)⟶12​H2(g)+12Cl2(g)  ΔH=+92 kJ \text{HCl}(g)⟶\frac{1}{2}​\text{H}_2(g)+\frac{1}{2}\text{Cl}_2(g)\ \ \Delta H=+92\ \text{kJ}\ 

    Diagram tingkat energi reaksi tersebut adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Reaksi pada soal merupakan reaksi endoterm yang ditandai dengan perubahan entalpi yang bernilai positif. Pada reaksi endoterm, sistem menyerap kalor/energi dari lingkungan, sehingga energi/kalor pada sistem akan meningkat.

    Jika ΔH\Delta H bernilai positif, maka entalpi hasil reaksi (produk) lebih tinggi daripada entalpi pereaksi (reaktan). Oleh karena itu, pada diagram, produk berada di atas pereaksi. Diagram yang tepat sebagai berikut.

  • Pilgan

    Diketahui:

    2CuCl(s)⟶2Cu(s)+Cl2(g) ΔH=+274,4 kJ.mol−12\text{CuCl}\left(s\right)\longrightarrow2\text{Cu}\left(s\right)+\text{Cl}_2\left(g\right)\ \Delta H=+274,4\ \text{kJ.mol}^{-1}

    2CuCl(s)+Cl2(g)⟶2CuCl2(s) ΔH=−165,8 kJ.mol−12\text{CuCl}\left(s\right)+\text{Cl}_2\left(g\right)\longrightarrow2\text{CuCl}_2\left(s\right)\ \Delta H=-165,8\ \text{kJ.mol}^{-1}

    maka perubahan entalpi untuk reaksi pembentukan 27,0 gram CuCl2 adalah .... (Ar: Cu = 64, Cl = 35,5)

    A

    -220,1 kJ

    B

    +220,1 kJ

    C

    +440,2 kJ

    D

    +44,02 kJ

    E

    -44,02 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    2CuCl(s)⟶2Cu(s)+Cl2(g)  ΔH=+274,4 kJ.mol−12\text{CuCl}\left(s\right)\longrightarrow2\text{Cu}\left(s\right)+\text{Cl}_2\left(g\right)\ \ \Delta H=+274,4\ \text{kJ.mol}^{-1}

    2CuCl(s)+Cl2(g)⟶2CuCl2(s)  ΔH=−165,8 kJ.mol−12\text{CuCl}\left(s\right)+\text{Cl}_2\left(g\right)\longrightarrow2\text{CuCl}_2\left(s\right)\ \ \Delta H=-165,8\ \text{kJ.mol}^{-1}

    Massa CuCl2 = 27,0 gram

    Ar: Cu = 64, Cl = 35,5


    Ditanya:

    Berapa nilai perubahan entalpi untuk reaksi pembentukan 27,0 gram CuCl2?


    Dijawab:

    • Menulis persamaan reaksi yang ditanyakan pada soal dan menyetarakan

    Reaksi pembentukan CuCl2

    Cu(s)+Cl2(g)⟶CuCl2(s)\text{Cu}\left(s\right)+\text{Cl}_2\left(g\right)\longrightarrow\text{CuCl}_2\left(s\right)

    • Pembentukan persamaan termokimia pada soal dari persamaan termokimia yang diketahui

    a. Logam Cu pada soal sebagai reaktan dengan koefisien 1, sedangkan pada persamaan termokimia yang diketahui sebagai produk dengan koefisien 2. Oleh karena itu, reaksi dibalik dan koefisien dibagi 2, sehingga nilai ΔH\Delta H akan berganti tanda dan dibagi 2 juga.

    Cu(s)+12Cl2(g)⟶CuCl(s)    ΔH=−137,2 kJ.mol−1\text{Cu}\left(s\right)+\frac{1}{2}\text{Cl}_2\left(g\right)\longrightarrow\text{CuCl}\left(s\right)\ \ \ \ \Delta H=-137,2\ \text{kJ.mol}^{-1}

    b. Senyawa CuCl2 pada soal sebagai produk dengan koefisien 1, sedangkan pada persamaan termokimia yang diketahui sebagai produk dengan koefisien 2. Oleh karena itu, reaksinya tetap dan koefisien dibagi 2, sehingga nilai ΔH\Delta H juga dibagi 2.

    CuCl(s)+12Cl2(g)⟶CuCl2(s)    ΔH=−82,9 kJ.mol−1\text{CuCl}\left(s\right)+\frac{1}{2}\text{Cl}_2\left(g\right)\longrightarrow\text{CuCl}_2\left(s\right)\ \ \ \ \Delta H=-82,9\ \text{kJ.mol}^{-1}


    • Menjumlahkan reaksi

    • Menentukan mol

    Mr CuCl = 135

    mol=Massamol\text{mol}=\frac{\text{Massa}}{\text{mol}}

    =27,0135=\frac{27,0}{135}

    =0,2 mol=0,2\ \text{mol}


    • Menghitung perubahan entalpi

    ΔH=mol×(−220,1 kJ.mol−1)\Delta H=\text{mol}\times\left(-220,1\ \text{kJ.mol}^{-1}\right)

    =0,2 mol×(−220,1 kJ.mol−1)=0,2\ \text{mol}\times\left(-220,1\ \text{kJ.mol}^{-1}\right)

    =−44,02 kJ=-44,02\ \text{kJ}


    Jadi, perubahan entalpi untuk reaksi pembentukan 27,0 gram CuCl2 adalah -44,02 kJ.

  • Pilgan

    Berikut ini adalah persamaan reaksi etanol dengan oksigen di udara.

    C2H5OH + O2 ⟶ \longrightarrow\  CO2 + H2O (belum setara)

    Jika energi ikatan rata-rata dari:

    • C−-C = +348 kJ/mol
    • O−-H = +463 kJ/mol
    • C==O = +799 kJ/mol
    • C−-H = +413 kJ/mol
    • C−-O = +358 kJ/mol
    • O==O = +495 kJ/mol

    Nilai perubahan entalpi reaksi tersebut adalah ....

    A

    +1.205 kJ/mol

    B

    +305 kJ/mol

    C

    +305 kJ/mol

    D

    -1.205 kJ/mol

    E

    -329 kJ/mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Energi ikatan

    • C−-C = +348 kJ/mol
    • O−-H = +463 kJ/mol
    • C==O = +799 kJ/mol
    • C−-H = +413 kJ/mol
    • C−-O = +358 kJ/mol
    • O==O = +495 kJ/mol


    Ditanya:

    Berapa nilai perubahan entalpi reaksi tersebut?


    Dijawab:

    Langkah pertama yang harus dilakukann yaitu menyetarakan reaksinya terlebih dahulu yaitu:

    C2H5OH + 3O2 ⟶ \longrightarrow\  2CO2 + 3H2O

    Pada penentuan perubahan entalpi reaksi tersebut, maka harus digambar strukturnya terlebih dahulu yaitu:

    Dalam persamaan kimia pada dasarnya terdapat dua proses, yaitu pemutusan ikatan dan penggabungan ikatan. Dimulai dari pemutusan ikatan antaratom dari senyawa-senyawa di ruas kiri (reaktan), kemudian terjadi penggabungan ikatan kembali antaratom sehingga membentuk susunan baru, yaitu senyawa di ruas kanan (produk). Berdasarkan ulasan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.

    ΔH=∑Energi ikatan zat pereaksi−∑Energi ikatan zat hasil reaksi\Delta H=\sum_{ }^{ }\text{Energi ikatan zat pereaksi}-\sum_{ }^{ }\text{Energi ikatan zat hasil reaksi}

    ={5(C−H)+C−C+C−O+O−H+3(O=O)}−{4(C=O)+6(O−H)}=\left\{5\left(\text{C−H}\right)+\text{C−C}+\text{C−O}+\text{O−H}+3\left(\text{O=O}\right)\right\}-\left\{4\left(\text{C=O}\right)+6\left(\text{O−H}\right)\right\}

    ={5(413)+348+358+463+3(495)}−{4(799)+6(495)}=\left\{5\left(413\right)+348+358+463+3\left(495\right)\right\}-\left\{4\left(799\right)+6\left(495\right)\right\}

    =(2.065+348+358+463+1.485)−(3.196+1.852)=\left(2.065+348+358+463+1.485\right)-\left(3.196+1.852\right)

    =4.719−5.048=4.719-5.048

    =−329 kJ.mol−1=-329\ \text{kJ.mol}^{-1}


    Jadi, nilai energi perubahan entalpi dari reaksi pembakaran etanol adalah - 329 kJ/mol.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan berikut!

    (1) Terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan

    (2) Terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem

    (3) Reaksi menyerap kalor

    (4) Reaksi melepaskan kalor

    (5) Perubahan entalpi bernilai positif

    (6) Perubahan entalpi bernilai negatif

    Berdasarkan pernyataan tersebut yang merupakan ciri-ciri reaksi eksoterm adalah ....

    A

    (1), (3) dan (5)

    B

    (1), (4) dan (5)

    C

    (1), (4) dan (6)

    D

    (2), (4) dan (6)

    E

    (1), (3) dan (6)

    Pembahasan:

    Kalor merupakan perpindahan energi panas (termal) dari dua benda yang memiliki suhu berbeda. Menurut hukum ke-0 termodinamika, energi panas akan berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.

    Reaksi eksoterm merupakan reaksi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau reaksi tersebut melepaskan kalor ke lingkungan. Entalpi zat yang bereaksi (reaktan) lebih besar daripada zat hasil reaksi (produk), sehingga ketika dihitung perubahan entalpinya (entalpi produk - entalpi reaktan) maka akan bernilai negatif.

    Berikut penjelasan masing-masing pernyataan:

    (1) Terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan (Eksoterm)

    (2) Terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem (Endoterm)

    (3) Reaksi menyerap kalor (Endoterm)

    (4) Reaksi melepaskan kalor (Eksoterm)

    (5) Perubahan entalpi bernilai positif (Endoterm)

    (6) Perubahan entalpi bernilai negatif (Eksoterm)

    Jadi, yang merupakan ciri-ciri reaksi eksoterm adalah pernyataan (1), (4) dan (6).

  • Pilgan

    Pembakaran sempurna gas butana menghasilkan senyawa berupa gas karbondioksida dan uap air seperti pada persamaan reaksi berikut:

    NH3 + O2 ⟶ \longrightarrow\ NO2 + H2O

    Jika energi ikatan rata-rata dari N−-H, O==O, N−-O, O−-H secara berturut-turut adalah +391 kJ/mol, +607 kJ/mol, +495 kJ/mol, +201 kJ/mol, +463 kJ/mol dengan perubahan entalpi sebesar -1715,5 kJ/mol, maka nilai energi rata-rata N==O adalah ....

    A

    +608,5 kJ/mol

    B

    +1.307 kJ/mol

    C

    -608,5 kJ/mol

    D

    +2.568 kJ/mol

    E

    -1.307 kJ/mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Energi ikatan :

    N−-H : +391 kJ/mol

    O==O :+495 kJ/mol

    N−-O : +201 kJ/mol

    O−-H : +463 kJ/mol


    Ditanya:

    Berapa nilai energi ikatan rata-rata N==O?


    Dijawab:

    Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu memeriksa persamaan reaksi sudah setara atau belum terlebih dahulu yaitu:

    2NH3 +  72\ \frac{7}{2}O2 ⟶ \longrightarrow\  2NO2 + 3H2O

    Pada penentuan perubahan entalpi reaksi tersebut, maka harus digambar strukturnya terlebih dahulu yaitu:

    Dalam persamaan kimia pada dasarnya terdapat dua proses yaitu pemutusan ikatan dan penggabungan ikatan. Pemutusan ikatan antar atom dari senyawa-senyawa di ruas kiri (reaktan), kemudian terjadi penggabungan ikatan kembali antar atom sehingga membentuk susunan baru yaitu senyawa hasil di ruas kanan (produk). Berdasarkan ulasan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

    ΔH=∑Energi ikatan zat pereaksi−∑Energi ikatan zat hasil reaksi\Delta H=\sum_{ }^{ }\text{Energi ikatan zat pereaksi}-\sum_{ }^{ }\text{Energi ikatan zat hasil reaksi}

    −1.715,5=[(2×3×N−H)+(72×O=O)]−[(2×N−O)+(2×N=O)+(3×2×O−H)]-1.715,5=\left[\left(2\times3\times\text{N−H}\right)+\left(\frac{7}{2}\times\text{O=O}\right)\right]-\left[\left(2\times\text{N−O}\right)+\left(2\times\text{N=O}\right)+\left(3\times2\times\text{O−H}\right)\right]

    −1.715,5=[(6×391)+(72×495)]−[(2×201)+(2×N=O)+(6×463)]-1.715,5=\left[\left(6\times391\right)+\left(\frac{7}{2}\times495\right)\right]-\left[\left(2\times201\right)+\left(2\times\text{N=O}\right)+\left(6\times463\right)\right]

    −1.715,5= (2.346+1.732,5)−(402+(2× N = O)+2.778)-1.715,5=\ \left(2.346+1.732,5\right)-\left(402+\left(2\times\ \text{N = O}\right)+2.778\right)

    −1.715,5=4.078,5− (3.180+(2×N=O))-1.715,5=4.078,5-\ \left(3.180+\left(2\times\text{N=O}\right)\right)

    −1.715,5=4.078,5−3.180−(2×N=O)-1.715,5=4.078,5-3.180-\left(2\times\text{N=O}\right)

    −1.715,5=898,5−(2×N=O)-1.715,5=898,5-\left(2\times\text{N=O}\right)

    N=O= (898,5 + 1.715,5)2   \text{N=O}=\ \frac{\left(898,5\ +\ 1.715,5\right)}{2}\ \ \ 

    N=O= 2.6142\text{N=O}=\ \frac{2.614}{2}

    N=O= 1.307 kJ.mol−1\text{N=O}=\ 1.307\ \text{kJ.mol}^{-1}


    Jadi, nilai energi ikatan rata-rata dari N==O adalah +1.307 kJ/mol.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi termokimia di bawah ini!

    (1) 12\frac{1}{2}N2(g) + 12\frac{1}{2}O2(g) ⟶\longrightarrowNO(g)  ∆H = +90,4 kJ mol-1

    (2) NO(g) ⟶\longrightarrow 12\frac{1}{2}N2(g) + 12\frac{1}{2}O2(g)    ∆H = -90,4 kJ mol-1

    (3) CO(g) ⟶\longrightarrow C(s) + 12\frac{1}{2}O2(g)    ∆H = +110 kJ mol-1

    (4) C2H5OH(l) + 3O2(g) ⟶\longrightarrow 2CO2(g) + 3H2O   ∆H = -1.380 kJ mol-1 

    (5) Na(s) + 12\frac{1}{2}Cl2(g) ⟶\longrightarrow NaCl  ∆H = -412 kJ mol-1

    Persamaan termokimia yang merupakan ∆Hf0, ∆Hd0, ∆Hc0 berturut-turut adalah ....

    A

    1, 3, dan 4  

    B

    1, 2, dan 3

    C

    3, 4, dan 5

    D

    2, 4, dan 5

    E

    1, 3, dan 5

    Pembahasan:

    ∆Hf0 (Standard Enthalpy of Formation) adalah lambang dari perubahan entalpi pembentukan standar.

    ∆Hd0 (Standard Enthalpy of Dissociation) adalah lambang dari perubahan entalpi penguraian standar.

    ∆Hc0 (Standard Enthalpy of Combustion) adalah lambang dari perubahan entalpi pembakaran standar.


    Berikut persamaan termokimia masing-masing:

    (1) Persamaan termokimia 1: 12\frac{1}{2}N2(g) + 12\frac{1}{2}O2(g) ⟶\longrightarrowNO(g)  ∆H = +90,4 kJ mol-1

    Persamaan termokimia tersebut merupakan perubahan entalpi pembentukan standar.

    (2) Persamaan termokimia 2: NO(g) ⟶\longrightarrow 12\frac{1}{2}N2(g) + 12\frac{1}{2}O2(g)    ∆H = -90,4 kJ mol-1

    Persamaan termokimia tersebut merupakan perubahan entalpi penguraian standar.

    (3) Persamaan termokimia 3: CO(g) ⟶\longrightarrow C(s) + 12\frac{1}{2}O2(g)    ∆H = +110 kJ mol-1

    Persamaan termokimia tersebut merupakan perubahan entalpi penguraian standar.

    (4) Persamaan termokimia 4: C2H5OH(l) + 3O2(g) ⟶\longrightarrow 2CO2(g) + 3H2O  ∆H = -1.380 kJ mol-1 

    Persamaan termokimia tersebut merupakan perubahan entalpi pembakaran standar.

    (5) Persamaan termokimia 5: Na(s) + 12\frac{1}{2}Cl2(g) ⟶\longrightarrow NaCl  ∆H = -412 kJ mol-1

    Persamaan termokimia tersebut merupakan perubahan entalpi pembentukan standar.


    Jadi, secara berturut-turut yang merupakan ∆Hf0, ∆Hd0 dan ∆Hc0 adalah 1, 3, dan 4.

  • Pilgan

    Sejumlah kristal KNO3 dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditetesi dengan air, kemudian didapatkan hasil bahwa tabung reaksi jika dipegang akan terasa dingin. Pernyataan yang tidak benar mengenai peristiwa tersebut adalah ....

    A

    sistem menyerap kalor

    B

    entalpi produk bertambah

    C

    entalpi hasil reaksi lebih besar daripada entalpi pereaksi

    D

    entalpi pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi

    E

    reaksinya adalah endoterm

    Pembahasan:

    Peristiwa tersebut merupakan contoh reaksi endoterm karena ditandai dengan penurunan suhu pada lingkungan (tabung reaksi) sehingga tabung reaksi terasa dingin jika dipegang. Penurunan suhu tersebut akibat kalor dari lingkungan diserap oleh sistem atau sistem menyerap kalor dari lingkungan.

    Pada reaksi endoterm, nilai entalpi produk (hasil reaksi) lebih besar daripada pereaksi (reaktan) sehingga perubahan entalpinya (ΔH\Delta H) bernilai positif.

    ΔH = ΔHproduk − ΔHreaktan  \Delta H\ =\ \Delta H_{\text{produk}}\ -\ \Delta H_{\text{reaktan}}\ \ 


    Jadi, pernyataan yang tidak sesuai adalah entalpi pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi.

    *Jika entalpi pereaksi lebih besar maka nilai ΔH\Delta H negatif, yang menandakan bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm.

  • Pilgan

    Diketahui siklus Hess seperti pada gambar berikut! 

    Maka nilai ΔH3 \Delta H_3\ adalah .... 

    A

    -398 kJ

    B

    +398 kJ

    C

    +102 kJ

    D

    -198 kJ

    E

    +198 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    S(s)+32O2(g)⟶SO2(g)+12O2(g)  ΔH2=−298 kJ\text{S}\left(s\right)+\frac{3}{2}\text{O}_2\left(g\right)\longrightarrow\text{SO}_2\left(g\right)+\frac{1}{2}\text{O}_2\left(g\right)\ \ \Delta H_2=-298\ \text{kJ}

    SO2(g)+12O2(g)⟶SO3(g)  ΔH1=−100 kJ\text{SO}_2\left(g\right)+\frac{1}{2}\text{O}_2\left(g\right)\longrightarrow\text{SO}_3\left(g\right)\ \ \Delta H_1=-100\ \text{kJ}


    Ditanya:

    Berapa nilai ΔH3\Delta H_3 ?


    Dijawab:

    Hukum Hess adalah perubahan entalpi reaksi yang hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Hubungan perubahan entalpinya sebagai berikut.

    ΔH3=ΔH1+ΔH2\Delta H_3=\Delta\text{}H_1+\Delta H_2

    ΔH3=(−100) kJ+(−298) kJ\Delta H_3=\left(-100\right)\ \text{kJ}+\left(-298\right)\ \text{kJ}

    ΔH3=−398 kJ\Delta H_3=-398\ \text{kJ}


    Jadi nilai ΔH3\Delta H_3 adalah -398 kJ.

  • Pilgan

    Jika diketahui persamaan termokimia dari beberapa senyawa yaitu:

    Br2(g)+F2(g) ⟶ 2BrF(g)  ΔH=−180 kJ  \text{Br}_2\left(g\right)+\text{F}_2\left(g\right)\ \longrightarrow\ 2\text{BrF}\left(g\right)\ \ \Delta H^{ }=-180\ \text{kJ}\ \ 

    Br2(g)+3F2(g) ⟶ 2BrF3(g)    ΔH=−768 kJ  \text{Br}_2\left(g\right)+3\text{F}_2\left(g\right)\ \longrightarrow\ 2\text{BrF}_3\left(g\right)\ \ \ \ \Delta H^{ }=-768\ \text{kJ}\ \ 

    maka nilai perubahan entalpi dari reaksi berikut ini adalah ....

    2BrF(g)+2F2(g) ⟶ 2BrF3(g) 2\text{BrF(g)}+2\text{F}_2\left(g\right)\ ⟶\ 2\text{BrF}_3\left(g\right)\ 

    A

    -588 kJ/mol

    B

    +948 kJ/mol

    C

    +305 kJ/mol

    D

    +588 kJ/moll

    E

    -948 kJ/mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Br2(g)+F2(g) ⟶ 2BrF(g)  ΔH=−180 kJ  \text{Br}_2\left(g\right)+\text{F}_2\left(g\right)\ \longrightarrow\ 2\text{BrF}\left(g\right)\ \ \Delta H^{ }=-180\ \text{kJ}\ \ 

    Br2(g)+3F2(g) ⟶ 2BrF3(g)    ΔH=−768 kJ  \text{Br}_2\left(g\right)+3\text{F}_2\left(g\right)\ \longrightarrow\ 2\text{BrF}_3\left(g\right)\ \ \ \ \Delta H^{ }=-768\ \text{kJ}\ \ 

    Ditanya:

    Berapa nilai perubahan entalpi dari reaksi pembentukan BrF3 tersebut?


    Dijawab:

    Perlu diketahui bahwa persamaan-persamaan termokimia di atas dapat membentuk satu persamaan termokimia yang ditanyakan pada soal, langkah-langkahnya yaitu:

    • Menulis persamaan reaksi yang ditanyakan pada soal dan menyetarakan

    2BrF+ 2F2(g) ⟶ 2BrF3(g) 2\text{BrF}+\ 2\text{F}_2\left(g\right)\ ⟶\ 2\text{BrF}_3\left(g\right)\ 


    • Pembentukan persamaan termokimia pada soal dari persamaan termokimia yang diketahui

    a. Senyawa BrF pada soal sebagai reaktan dengan koefisien 2, sedangkan pada persamaan termokimia yang diketahui sebagai produk juga dengan koefisien 2, maka harus dibalik reaksinya menjadi:

    2BrF(g) ⟶ Br2(g) + F2(g)      ΔH = +180 kJ 2\text{BrF}\left(g\right)\ \longrightarrow\ \text{Br}_2\left(g\right)\ +\ \text{F}_2\left(g\right)\ \ \ \ \ \ \Delta H^{ }\ =\ +180\ \text{kJ}\ 

    b. Senyawa BrF3 pada soal sebagai produk sedangkan pada persamaan termokimia yang diketahui juga sebagai produk, maka persamaan reaksinya tetap yaitu menjadi:

    Br2(g) + 3F2(g) ⟶ 2BrF3(g)    ΔH= −768 kJ  \text{Br}_2\left(g\right)\ +\ 3\text{F}_2\left(g\right)\ \longrightarrow\ 2\text{BrF}_3\left(g\right)\ \ \ \ \Delta H=\ -768\ \text{kJ}\ \ 


    • Menjumlahkan reaksi

    Jadi, perubahan entalpi dari reaksi pembentukan BrF3 tersebut adalah -588 kJ/mol.

  • Pilgan

    Pada ruang tertutup dan tekanan tetap direaksikan batu pualam dengan larutan asam klorida sehingga terjadi reaksi:

    CaCO3(s) + 2HCl(aq) ⟶\longrightarrow CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

    jika diketahui ΔH f0 \Delta H\ _f^0\  CaCO3 = -1.206,9 kJ/mol, ΔHf0 \Delta H_f^0\ HCl = -92,3 kJ/mol, ΔHf0 \Delta H_f^0\ CaCl2 = -795,42 kJ/mol, ΔHf0 \Delta H_f^0\ H2O = -241,5 kJ/mol dan ΔHf0 \Delta H_f^0\ CO2 = -393,5 kJ/mol, maka nilai perubahan entalpi reaksi tersebut adalah ....

    A

    +38,92 kJ/mol

    B

    -2821,92 kJ/mol

    C

    +2821,92 kJ/mol

    D

    -38,92 kJ/mol

    E

    -131,22 kJ/mol

    Pembahasan:

    Diketahui:

    ΔHf0 \Delta H_f^0\  CaCO3 = -1.206,9 kJ/mol

    ΔHf0 \Delta H_f^0\  HCl = -92,3 kJ/mol

    ΔHf0 \Delta H\text{}_f^0\  CaCl2 = -795,42 kJ/mol

    ΔHf0 \Delta H\text{}_f^0\  H2O = -241,5 kJ/mol

    ΔHf0 \Delta H\text{}_f^0\  CO2 = -393,5 kJ/mol


    Ditanya:

    Berapa nilai perubahan entalpi reaksi tersebut?


    Dijawab:

    Penentuan perubahan entalpi dimulai dengan cara menyetarakan persamaan reaksi terlebih dahulu yaitu:

    CaCO3(s) + 2HCl(aq) ⟶\longrightarrow CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

    Nilai perubahan entalpi dari reaksi di atas menurut Hukum Hess adalah jumlah total perubahan entalpi pembentukan zat-zat hasil (produk) dikurangi dengan jumlah perubahan entalpi pembentukan zat-zat yang bereaksi (reaktan) yang dirumuskan sebagai berikut:

    ΔH=∑ΔHf0 produk−∑ΔHf0 reaktan\Delta H=\sum_{ }^{ }\Delta H_f^0\ \text{produk}-\sum_{ }^{ }\Delta H_f^0\ \text{reaktan}

    =[ΔHf0 CaCl2+ΔHf0 H2O+ΔHf0 CO2]−[ΔHf0 CaCO3+2(ΔHf0 HCl)] =\left[\Delta H_f^0\ \text{CaCl}_2+\Delta H_f^0\ \text{H}_2\text{O}+\Delta H_f^0\ \text{CO}_2\right]-\left[\Delta H_f^0\ \text{CaCO}_3+2\left(\Delta H_f^0\ \text{HCl}\right)\right]\ 

    =[(−795,42)+(−241,5)+(−393,5)]−[(−1.206,9)+2(−92,3)]=\left[\left(-795,42\right)+\left(-241,5\right)+\left(-393,5\right)\right]-\left[\left(-1.206,9\right)+2\left(-92,3\right)\right]

    =(−1.430,42)−(−1.206,9−184,6)=\left(-1.430,42\right)-\left(-1.206,9-184,6\right)

    =−1.430,42+1.391,5=-1.430,42+1.391,5

    =−38,92 kJ.mol−1=-38,92\ \text{kJ.mol}^{-1}


    Jadi, nilai perubahan entalpi reaksi tersebut adalah -38,92 kJ/mol.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.