Latihan Kimia Kelas XI Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
  • Pilgan

    Ghea mereaksikan 20 mL larutan MgCl2 0,2 M dan 20 mL larutan H3PO3 0,5 M untuk mempelajari proses reaksi dan kemungkinan produk yang dihasilkan. Pernyataan berikut yang sesuai untuk menunjukkan hasil analisis Ghea adalah .... (Ksp Mg3(PO3)2 == 1,0 ×\times 10-25)

    A

    terbentuk sejumlah gas dan larutan baru di akhir reaksi

    B

    tetapan hasil kali kelarutan merupakan hasil perkalian konsentrasi ion klorida dan ion fosfit

    C

    terbentuk 2,4 mg padatan garam di akhir reaksi

    D

    tidak terbentuk padatan namun reaksi berlangsung membentuk larutan baru

    E

    reaksi antara asam basa sehingga menghasilkan garam dan air

    Pembahasan:

    Untuk menentukan konsentrasi tiap pereaksi setelah pencampuran dua pereaksi yang berbeda, dapat digunakan rumus pengenceran sebagai berikut:

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    Keterangan:

    M1=konsentrasi larutan sebelum pencampuranM_1=\text{konsentrasi larutan sebelum pencampuran}

    M2=konsentrasi larutan setelah pencampuranM_2=\text{konsentrasi larutan setelah pencampuran}

    V1=volum larutan sebelum pencampuran V_1=\text{volum larutan sebelum pencampuran }

    V2=volum larutan setelah pencampuran V_2=\text{volum larutan setelah pencampuran }

    Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.


    Diketahui:

    VMgCl2=20 mLV_{\text{MgCl}_2}=20\ \text{mL}

    [MgCl2]=0,2 M\left[\text{MgCl}_2\right]=0,2\ \text{M}

    VH3PO3=20 mLV_{\text{H}_3\text{PO}_3}=20\ \text{mL}

    [H3PO3]=0,5 M\left[\text{H}_3\text{PO}_3\right]=0,5\ \text{M}

    KspMg3(PO3)2=1,0×1025K_{\text{sp}}\text{Mg}_3\left(\text{PO}_3\right)_2=1,0\times10^{-25}

    Ditanya: Hasil analisis yang tepat?

    Dijawab:

    Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    3MgCl2(aq) ++ 2H3PO3(aq) \longrightarrow Mg3(PO3)2(s) ++ 6HCl(aq)

    Proses pencampuran MgCl2 dan H3PO3 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume awal masing-masing 20 mL dan volume akhir keduanya sama yaitu 40 mL.

    Pengenceran yang terjadi pada MgCl2

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    0,2 M×20 mL=M2×40 mL0,2\ \text{M}\times20\ \text{mL}=M_2\times40\ \text{mL}

    M2=0,2×2040 MM_2=\frac{0,2\times20}{40}\ \text{M}

    M2=0,1 MM_2=0,1\ \text{M}

    Maka [MgCl2] setelah pencampuran dengan asam fosfit adalah 0,1 M.

    MgCl2 \longrightarrow Mg2+ ++ 2Cl-

    [Mg2+] == [MgCl2] == 0,1 M

    Pengenceran yang terjadi pada H3PO3

    M1 V1=M2 V2M_1\ V_1=M_2\ V_2

    0,5 M×20 mL=M2×40 mL0,5\ \text{M}\times20\ \text{mL}=M_2\times40\ \text{mL}

    M2=0,5×2040 MM_2=\frac{0,5\times20}{40}\ \text{M}

    M2=0,25 MM_2=0,25\ \text{M}

    Maka [H3PO3] setelah pencampuran dengan MgCl2 adalah 0,25 M.

    H3PO3 \longrightarrow 3H+ ++ PO33-

    [PO33-] == [H3PO3] == 0,25 M


    Perhatikan reaksi berikut!

    Mg3(PO3)2(s) \rightleftharpoons 2PO33-(aq) ++ 3Mg2+(aq)

    Qsp=[Mg2+]3[PO33]2Q_{\text{sp}}=\left[\text{Mg}^{2+}\right]^3\left[\text{PO}_3^{3-}\right]^2

    =(0,1)3×(0,25)2=\left(0,1\right)^3\times\left(0,25\right)^2

    =6,25×105=6,25\times10^{-5}

    KspMg3(PO3)2=1,0×1025K_{\text{sp}}\text{Mg}_3\left(\text{PO}_3\right)_2=1,0\times10^{-25} (diketahui dalam soal)

    Karena Qsp< KspQ_{\text{sp}}<\ K_{\text{sp}} maka reaksi belum menghasilkan endapan.


    Analisis opsi jawaban:

    Jawaban "reaksi antara asam basa sehingga menghasilkan garam dan air" salah karena MgCl2 adalah garam dan H3PO3 adalah asam sehingga reaksi yang terjadi adalah antara garam dan asam.

    Jawaban "terbentuk 2,4 mg padatan garam di akhir reaksi" salah karena nilai Qsp< KspQ_{\text{sp}}<\ K_{\text{sp}} sehingga belum terbentuk endapan.

    Jawaban "tetapan hasil kali kelarutan merupakan hasil perkalian konsentrasi ion klorida dan ion fosfit" salah karena padatan yang terbentuk adalah Mg3(PO3)2 sehingga tetapan hasil kali kelarutannya berasal dari hasil perkalian konsentrasi ion magnesium (Mg+) dan ion fosfit (PO33-).

    Jawaban "terbentuk sejumlah gas dan larutan baru di akhir reaksi" salah karena produk yang terbentuk adalah padatan magnesium fosfit dan larutan asam klorida.

    Maka pernyataan yang sesuai untuk menunjukkan hasil analisis Ghea adalah tidak terbentuk padatan namun reaksi berlangsung membentuk larutan baru.

  • Pilgan

    Proses pelarutan PbF2 akan menyebabkan padatan ini terdisosiasi menjadi ion-ionnya. Apabila pH larutan tersebut diturunkan, apakah yang akan terjadi?

    A

    Kesetimbangan bergeser ke arah kiri dan kelarutan PbF2 meningkat.

    B

    Kesetimbangan bergeser ke arah kanan dan kelarutan PbF2 menurun.

    C

    Kesetimbangan bergeser ke arah kanan dan kelarutan PbF2 meningkat.

    D

    Kesetimbangan bergeser ke arah kiri dan kelarutan PbF2 menurun.

    E

    Kesetimbangan dan kelarutan PbF2 tetap karena pH tidak memberi pengaruh apapun.

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan PbF2

    PbF2(s) \rightleftharpoons Pb2+(aq) ++ 2F-(aq)

    Jika pH diturunkan (semakin asam), konsentrasi dari H+ semakin banyak dan menarik ion F- untuk membentuk HF sehingga jumlah ion F- akan semakin berkurang. Akibatnya, kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan (pembentukan ion-ionnya). Hal ini akan meningkatkan kelarutan dari PbF2,

    Maka yang akan terjadi adalah kesetimbangan bergeser ke arah kanan dan kelarutan PbF2 meningkat.

  • Pilgan

    Hasil kali kelarutan dari Be(OH)2 adalah 1,3 ×\times 10-11. Jika Be(OH)2 dilarutkan dalam air, pH dari larutan tersebut dan sifatnya berturut-turut adalah ....

    A

    3,53 dan bersifat asam

    B

    1,47 dan bersifat asam

    C

    7,00 dan bersifat netral

    D

    10,47 dan bersifat basa

    E

    8,53 dan bersifat basa

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp Be(OH)2 == 1,3 ×\times 10-11

    Ditanya: pH larutan Be(OH)2 dan sifat larutan?

    Dijawab:

    Proses pelarutan Be(OH)2

    Be(OH)2(s) \rightleftharpoons Be2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    Ksp=[Be2+][OH]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Be}^{2+}\right]\left[\text{OH}^-\right]^2

    1,3×1011=s(2s)21,3\times10^{-11}=s\left(2s\right)^2

    1,3×1011=4s31,3\times10^{-11}=4s^3

    s=1,3×101143s=\sqrt[3]{\frac{1,3\times10^{-11}}{4}}

    s=1,48×104s=1,48\times10^{-4}


    Menghitung pH larutan

    [OH]=2s\left[\text{OH}^-\right]=2s

    =2(1,48×104)=2\left(1,48\times10^{-4}\right)

    =2,96×104=2,96\times10^{-4}

    pOH=log[OH]\text{pOH}=-\log\left[\text{OH}^-\right]

    =log(2,96×104)=-\log\left(2,96\times10^{-4}\right)

    =3,53=3,53

    pH=14pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =143,53=14-3,53

    =10,47=10,47

    Karena pH dari larutan >> 7, maka sifat dari larutan adalah basa.

    Maka pH dari larutan tersebut dan sifatnya berturut-turut adalah 10,47 dan bersifat basa.

  • Pilgan

    Dalam suatu percobaan, Fey mencoba melarutkan padatan A ke dalam 50 mL air dan 50 mL eter. 25 gram padatan tersebut dapat larut dalam air sedangkan pada eter hanya 5 gram yang dapat larut. Berdasarkan informasi ini, pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah ... karena A termasuk senyawa ... dengan kelarutan .... (Mr A  50 g/mol; ρair=\rho_{\text{air}}= 1 g/mL; ρeter=\rho_{\text{eter}}= 0,713 g/mL)

    A

    pelarut eter; polar; 2 mol/L

    B

    pelarut air; nonpolar; 10 mol/L

    C

    pelarut eter; semipolar; 10 mol/L

    D

    pelarut eter; nonpolar; 14,03 g/100 g eter

    E

    pelarut air; polar; 50 g/100 g air

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Kelarutan padatan A dalam dua pelarut:

    Pelarut air (50 mL) : dapat melarutkan 25 g padatan A

    Pelarut eter (50 mL) : dapat melarutkan 5 g padatan A

    Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa kelarutan padatan A lebih tinggi dalam pelarut air (pelarut polar) dibandingkan dalam pelarut eter (pelarut nonpolar). Senyawa yang dapat larut lebih baik dalam pelarut polar termasuk jenis senyawa polar.

    Diketahui:

    Vair=Veter=50 mLV_{\text{air}}=V_{\text{eter}}=50\ \text{mL}

    ρair=1 gml\rho_{\text{air}}=1\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

    ρeter=0,713 gml\rho_{\text{eter}}=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

    mA dalam air=25 gm_{\text{A dalam air}}=25\ \text{g}

    mA dalam eter=5 gm_{\text{A dalam eter}}=5\ \text{g}

    Mr A=50 g.mol1M_{\text{r}}\ \text{A}=50\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: s untuk pelarut air dan eter dalam g/100 g air dan dalam mol/L?

    Dijawab:

    mair=ρair×Vairm_{\text{air}}=\rho_{\text{air}}\times V_{\text{air}}

    =1 gmL×50 mL=1\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

    =50 g=50\ \text{g}

    meter=ρeter×Veterm_{\text{eter}}=\rho_{\text{eter}}\times V_{\text{eter}}

    =0,713 gmL×50 mL=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

    =35,65 g=35,65\ \text{g}

    Menyatakan kelarutan padatan A dalam air

    mol A=mA dalam airMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{M_{\text{r}}}

    =25 g50 gmol1=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

    =0,5 mol=0,5\ \text{mol}

    Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

    sA=mol AVairs_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{air}}}

    =0,5 mol0,05 L=\frac{0,5\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

    =10 molL=10\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

    Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

    sA=mA dalam airmair=25 g50 g air=50 g100 g airs_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{m_{\text{air}}}=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{g air}}=\frac{50\ \text{g}}{100\ \text{g air}}

    Menyatakan kelarutan padatan A dalam eter

    mol A=mA dalam eterMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{M_{\text{r}}}

    =5 g50 gmol1=\frac{5\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

    =0,1 mol=0,1\ \text{mol}

    Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

    sA=mol AVeters_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{eter}}}

    =0,1 mol0,05 L=\frac{0,1\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

    =2 molL=2\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

    Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

    sA=mA dalam etermeter=5 g35,65 g eter=14,03 g100 g eters_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{m_{\text{eter}}}=\frac{5\ \text{g}}{35,65\ \text{g eter}}=\frac{14,03\ \text{g}}{100\ \text{g eter}}

    Pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah pelarut air karena A termasuk senyawa polar dengan kelarutan 10 mol/L atau 50 g/100 g air.

  • Pilgan

    Hasil kali kelarutan 3,67 gram timbal(II) bromida dalam 100 mL air adalah .... (Ar Pb 207 g/mol; Br 80 g/mol)

    A

    2 ×\times 10-4

    B

    4 ×\times 10-3

    C

    1 ×\times 10-2

    D

    1 ×\times 10-3

    E

    3 ×\times 10-5

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Timbal(II) bromida == PbBr2

    massa PbBr2 == 3,67 g

    Vair == 100 mL == 0,1 L

    Ar Pb == 207 g/mol

    Ar Br == 80 g/mol

    Ditanya: Ksp PbBr2?

    Dijawab:

    MPbBr2=ArPb+2×ArBrM_{\text{r}\ }\text{PbBr}_2=A_{\text{r}}\text{Pb}+2\times A_{\text{r}}\text{Br}

    =[207+(2×80)] g.mol1=\left[207+\left(2\times80\right)\right]\text{ g.mol}^{-1}

    =367 gmol1=367\ \text{gmol}^{-1}

    mol PbBr2=massa PbBr2MrPbBr2\text{mol PbBr}_2=\frac{\text{massa PbBr}_2}{M_{\text{r}}\text{PbBr}_2}

    =3,67 g367 g.mol1=\frac{3,67\ \text{g}}{367\ \text{g.mol}^{-1}}

    =0,01 mol=0,01\ \text{mol}

    [PbBr2]=mol PbBr2V\left[\text{PbBr}_2\right]=\frac{\text{mol PbBr}_2}{V}

    =0,01 mol0,1 L=\frac{0,01\ \text{mol}}{0,1\ \text{L}}

    =0,1 M=0,1\ \text{M}

    s=[PbBr2]=0,1 Ms=\left[\text{PbBr}_2\right]=\text{0,1 }\text{M}

    Reaksi disosiasi yang terjadi karena pelarutan padatan PbBr2 dalam air adalah sebagai berikut.

    PbBr2(s) \longrightarrow Pb2+(aq) ++ 2Br-(aq)

    Ksp=[Pb2+][Br]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]\left[\text{Br}^-\right]^2

    =s(2s)2=s\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(0,1)3=4\left(0,1\right)^3

    =4×103=4\times10^{-3}

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari PbBr2 adalah 4 ×\times 10-3.

  • Pilgan

    Suatu zat dilarutkan dalam pelarut C hingga mencapai keadaan jenuh. Jika diketahui tetapan hasil kali kelarutan adalah 1 ×\times 10-14, maka nilai Qsp sebesar ....

    A

    1 ×\times 10-7

    B

    1 ×\times 10-28

    C

    5 ×\times 10-15

    D

    5 ×\times 10-8

    E

    1 ×\times 10-14

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan dan pengendapan dapat dianalisis menggunakan data KspKsp atau tetapan hasil kali kelarutan adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat ditambahkan agar tetap larut. Qsp adalah hasil kali kelarutan yang menunjukkan hasil kali dari konsentrasi ion-ion penyusun suatu padatan. Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut lebih sedikit dibandingkan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut tepat sama dengan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut lebih banyak dibandingkan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.

    Karena proses pelarutan menghasilkan larutan jenuh yang artinya Qsp == Ksp, maka nilai Qsp adalah sebesar 1 ×\times 10-14.

  • Pilgan

    Jika diketahui Ksp AgCl adalah 1,8 ×\times 10-10, konsentrasi dari ion Ag+ adalah ....

    A

    1,34 ×\times 10-5 M

    B

    4,21 ×\times 10-2 M

    C

    1,23 ×\times 10-6 M

    D

    1,80 ×\times 10-6 M

    E

    6,01 ×\times 10-5 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut.

    Reaksi disosiasi yang terjadi karena pelarutan padatan AgCl dalam air adalah sebagai berikut.

    AgCl(s) \longrightarrow Ag+(aq) ++ Cl-(aq)

    Diketahui:

    Ksp AgCl == 1,8 ×\times 10-10

    Ditanyakan: [Ag+]?

    Dijawab:

    Ksp=[Ag+][Cl]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ag}^+\right]\left[\text{Cl}^-\right]

    1,8×1010=(s)(s)1,8\times10^{-10}=\left(s\right)\left(s\right)

    1,8×1010=s21,8\times10^{-10}=s^2

    s=1,8×1010s=\sqrt{1,8\times10^{-10}}

    s=1,34×105s=1,34\times10^{-5}

    Kelarutan zat yang sukar larut dalam air (Ksp sangat kecil) dinyatakan dalam kemolaran (mol/L) sehingga,

    [Ag+]=s=1,34×105\left[\text{}\text{Ag}^+\right]=s=1,34\times10^{-5}

    Maka konsentrasi dari ion Ag adalah 1,34 ×\times 10-5 M.

  • Pilgan

    Proses pelarutan Na2S dalam air akan menghasilkan spesi ....

    A

    Na+ dan S-

    B

    Na+ dan S2-

    C

    Na2+ dan S-

    D

    Na2+ dan S2-

    E

    Na3+ dan S-

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan Na2S dalam air.

    Na2S(s\rightleftharpoons 2Na+(aq++ S2-(aq)

    Jadi proses pelarutan Na2S dalam air akan menghasilkan spesi Na+ dan S2-.

  • Pilgan

    Dalam segelas air dimasukkan kristal magnesium bromida lalu diaduk. Manakah pernyataan berikut yang sesuai untuk menjelaskan kondisi tersebut?

    A

    Padatan magnesium bromida tidak ada yang larut.

    B

    Terbentuk ion Mg2+ dan Br- dalam larutan.

    C

    Tidak terdapat padatan magnesium bromida sama sekali di dasar gelas.

    D

    Terjadi proses pengkristalan sebelum larutan mencapai keadaan jenuh.

    E

    Saat mencapai keadaan jenuh, tidak terjadi kesetimbangan antara zat padat tak larut dengan ion-ionnya.

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan suatu padatan menyebabkan suatu padatan terurai menjadi ion-ionnya, yaitu anion (ion negatif) dan kation (ion positif). Meski dalam keadaan jenuh, proses pelarutan masih tetap terjadi, tetapi reaksi balik dari proses pelarutan juga terjadi. Reaksi balik ini adalah tarik-menarik antara anion dan kation membentuk suatu padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Padatan magnesium bromida tidak ada yang larut.

    Salah. Magnesium bromida termasuk senyawa polar sehingga dapat dilarutkan dalam air (pelarut polar).

    • Terjadi proses pengkristalan sebelum larutan mencapai keadaan jenuh.

    Salah. Proses pengkristalan adalah proses bergabungnya/berikatannya anion dan kation membentuk padatan. Proses ini baru akan terjadi ketika larutan mencapai keadaan jenuh.

    • Tidak terdapat padatan magnesium bromida sama sekali di dasar gelas.

    Salah. Karena magnesium bromida dalam proses pelarutannya membutuhkan proses untuk larut sepenuhnya sehingga masih ada padatan magnesium bromida.

    • Saat mencapai keadaan jenuh, tidak terjadi kesetimbangan antara zat padat tak larut dengan ion-ionnya.

    Salah. Karena ketika keadaan jenuh tercapai maka akan terjadi reaksi balik pembentukan padatan dari ion-ionnya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kesetimbangan antara zat padat tak larut dengan ion-ionnya.

    • Terbentuk ion Mg2+ dan Br- dalam larutan

    Benar. Proses pelarutan MgBr2 terjadi melalui reaksi berikut.

    MgBr2(s) \rightleftharpoons Mg2+(aq) ++ 2Br-(aq)

    Maka pernyataan yang benar adalah terbentuk ion Mg2+ dan Br- dalam larutan.

  • Pilgan

    Jika kelarutan garam dalam air diasumsikan sebagai k, maka hasil kali kelarutan garam berikut yang tidak dinyatakan sebagai k2 adalah ....

    A

    CuCl

    B

    HgI2

    C

    BaSO4

    D

    CaSO4

    E

    SrCrO4

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis:

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Analisis opsi jawaban:

    Kelarutan (s) dinyatakan sebagai k.

    SrCrO4

    SrCrO4(s) \longrightarrow Sr2+(aq) ++ CrO42-(aq)

    Ksp=[Sr2+][CrO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Sr}^{2+}\right]\left[\text{CrO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    BaSO4

    BaSO4(s) \longrightarrow Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    CuCl

    CuCl(s) \longrightarrow Cu+(aq) ++ Cl-(aq)

    Ksp=[Cu+][Cl]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Cu}^+\right]\left[\text{Cl}^-\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    CaSO4

    CaSO4(s) \longrightarrow Ca2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    HgI2

    HgI2(s) \longrightarrow Hg2+(aq) ++ 2I-(aq)

    Ksp=[Hg2+][I]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Hg}^{2+}\right]\left[\text{I}^-\right]^2

    =s(2s)2=s\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(k)3=4\left(k\right)^3

    =4k3=4k^3

    Maka nilai tetapan hasil kali kelarutan garam yang tidak dinyatakan sebagai k2 adalah HgI2.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.