Latihan Kimia Kelas XI Reaksi Hidrolisis dan Jenis Garam
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 2
3. 2
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Ketika dilarutkan, garam yang dapat menurunkan derajat keasaman air adalah .... 

    A

    perak(I) nitrat

    B

    aluminium karbonat

    C

    ammonium sianida

    D

    natrium sulfat

    E

    magnesium asetat

    Pembahasan:

    Menurunkan derajat keasaman menandakan larutan tersebut memiliki pH kurang dari 7 atau bersifat asam. Untuk mengetahui sifat dari larutan tersebut berikut analisisnya:


    Garam AgNO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AgNO3(aq)  \longrightarrow\ Ag+(aq) + NO3-(aq

    • Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Ag+(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ AgOH(aq) + H+(aq)

    • Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Pada larutan tersebut jumlah konsentrasi H+ bertambah dan konsentrasi ion OH- menurun sehingga larutan tersebut bersifat asam.

    Jadi, larutan yang dapat menurunkan nilai derajat keasaman air adalah perak(I) nitrat.

  • Pilgan

    Pernyataan berikut yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah .... 

    A

    ion H+ dalam larutan berkurang 

    B

    ion S2- dari garam K2S dapat bereaksi dengan air

    C

    ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+

    D

    mempunyai pH>7

    E

    mengubah lakmus merah menjadi biru

    Pembahasan:

    Garam K2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K2S(aq)  \longrightarrow\ 2K+(aq) + S2-(aq)

    Ion S2- dari garam K2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    S2-(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Ion K+ dari garam K2S berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Pelarutan garam ini dalam air mengakibatkan berkurangnya ion H+ dan bertambahnya ion OH-, sehingga larutan memiliki pH >7 atau bersifat basa (membirukan kertas lakmus merah).


    Jadi, pernyataan yang tidak benar tentang sifat larutan K2S adalah ion K+ dari garam terhidrolisis melepaskan H+.

  • Pilgan

    Persamaan reaksi berikut ini yang menunjukkan bahwa larutan NiCl2 merupakan larutan garam bersifat asam adalah .... 

    A

    Cl-(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCl(aq) + OH-(aq

    B

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    C

    Ni2+(aq) + H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    D

    Cl(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCl(aq) + OH-(aq)

    E

    NiCl2(aq) \longrightarrow Ni2+(aq) + 2Cl-(aq

    Pembahasan:

    Larutan garam bersifat asam merupakan larutan yang terhidrolisis sebagian dengan air menghasilkan ion H+ sehingga konsentrasi ion H+ lebih besar dari OH-.


    NiCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NiCl2(aq) \longrightarrow Ni2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Ni2+ berasal dari basa lemah Ni(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Jadi, persamaan reaksi yang menunjukkan sifat asam pada larutan NiCl2 adalah

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang anionnya dapat bereaksi dengan air sedangkan kationnya tidak adalah .... 

    A

    MgCO3

    B

    NaBr

    C

    Cd(CN)2

    D

    NiF2

    E

    BeCl2

    Pembahasan:

    Larutan yang anionnya dapat bereaksi dengan air dan kationnya tidak bisa adalah larutan yang terhidrolisis sebagian dan bersifat basa. Berikut masing-masing penjelasannya. 

    • Garam MgCO3

    MgCO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    MgCO3(aq) \longrightarrow Mg2+(aq) + CO32-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CO32-(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow H2CO3(aq) + 2OH-(aq)

    Jadi garam MgCO3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian.


    • Garam Cd(CN)2

    Cd(CN)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Cd(CN)2(aq) \longrightarrow Cd2+(aq) + 2CN-(aq

    Ion Cd2+ berasal dari basa lemah Cd(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Cd2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Cd(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion CN- berasal dari asam lemah HCN sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CN-(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCN(aq) + OH-(aq)

    Jadi garam Cd(CN)2 merupakan garam yang terhidrolisis total.


    • Garam NiF2

    NiF2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NiF2(aq) \longrightarrow Ni2+(aq) + 2F-(aq

    Ion Ni2+ berasal dari basa lemah Ni(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion F- berasal dari asam lemah HF sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    F-(aq) + H2O(l) \longrightarrow HF(aq) + OH-(aq)

    Jadi, garam NiF2 merupakan garam yang terhidrolisis total.


    • Garam NaBr

    NaBr terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaBr(aq) \longrightarrow Na+(aq) + Br-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion Br- berasal dari asam kuat HBr sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam NaBr merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam BeCl2

    BeCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    BeCl2(aq) \longrightarrow Be2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Be2+ berasal dari basa kuat Be(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam BeCl2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.

    Jadi, larutan garam yang anionnya dapat bereaksi dengan air, sedangkan kationnya tidak adalah MgCO3.

  • Pilgan

    Persamaan reaksi berikut ini yang tidak benar tentang hidrolisis garam (NH4)2CO3 adalah .... 

    A

    (NH4)2CO3(aq)  \longrightarrow\ 2NH4+(aq) + CO32-(aq

    B

    CO32-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2CO3(aq) + 2OH-(aq

    C

    NH4+(aq) + H2O(l)  \longrightarrow\ NH4OH(aq) + H+(aq

    D

    H2CO3(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ CO32-(aq) + HCO3(aq

    E

    H2O(l) \leftrightarrow H+(aq) + OH-(aq

    Pembahasan:

    Garam (NH4)2CO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    (NH4)2CO3(aq)  \longrightarrow\ 2NH4+(aq) + CO32-(aq

    dan air akan terionisasi menurut reaksi berikut:

    H2O(l) \leftrightarrow H+(aq) + OH-(aq)


    Ion NH4+dari garam (NH4)2CO3 berasal dari basa lemah NH3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    NH4+(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ NH4OH(aq) + H+(aq)


    Ion CO32- dari garam (NH4)2CO3 berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CO32-(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ H2CO3(aq) + 2OH-(aq)


    Jadi, persamaan reaksi yang tidak benar tentang reaksi hidrolisis (NH4)2CO3 adalah H2CO3(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ CO32-(aq) + HCO3(aq

  • Pilgan

    Garam berikut ini yang merupakan garam terhidrolisis sebagian adalah .... 

    A

    BaCl2

    B

    CaSO4

    C

    CH3COOK

    D

    Na2SO4

    E

    Fe(CN)2

    Pembahasan:

    Garam terhidrolisis sebagian adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau asam lemah dan basa kuat. 

    • Garam BaCl2

    BaCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    BaCl2(aq)  \longrightarrow\ Ba2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Ba2+ dari garam BaCl2 berasal dari basa kuat Ba(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion Cl- dari garam BaCl2 berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan dari air

    Jadi garam BaCl2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam CaSO4

    CaSO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CaSO4(aq)  \longrightarrow\ Ca2+(aq) + SO42-(aq

    Ion Ca2+ dari garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- dari garam CaSO4 berasal dari asam kuat H2SO4, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam CaSO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam CH3COOK

    Garam CH3COOK terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CH3COOK(aq)  \longrightarrow\ CH3COO-(aq) + K+(aq

    Ion CH3COO- dari garam CH3COOK berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CH3COO-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ CH3COOH(aq) + OH-(aq)

    Ion K+ dari garam CH3COOK berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam CH3COOK merupakan garam yang terhidrolisis sebagian.


    • Garam Fe(CN)2

    Garam Fe(CN)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Fe(CN)2(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + 2CN-(aq

    Ion Fe2+ dari garam Fe(CN)2 berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Fe2+(aq) + 2H2O(aq)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq

    Ion CN- dari garam Fe(CN)2 berasal dari asam lemah HCN sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CN-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ HCN(aq) + OH-(aq) 

    Jadi, garam Fe(CN)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna.


    • Garam Na2SO4

    Garam Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    Ion Na+ dari garam Na2SO4 berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- dari garam Na2SO4 berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    Jadi, dari garam-garam tersebut yang merupakan garam terhidrolisis sebagian adalah garam CH3COOK.

  • Pilgan

    Garam adalah hasil pencampuran senyawa asam dan basa. Pasangan asam dan basa berikut ini yang menghasilkan garam bersifat basa adalah .... 

    A

    Mg(OH)2 dan HCN

    B

    KOH dan HCl

    C

    NH4OH dan HBr

    D

    HNO3 dan AgOH

    E

    HI dan Fe(OH)2

    Pembahasan:

    Garam bersifat basa adalah garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, sehingga untuk menjawab pertanyaan tersebut harus ditentukan terlebih dahulu sifat asam dan basa dari larutan. 


    • Pilihan: KOH dan HCl

    KOH : Basa kuat

    HCl : Asam Kuat

    Garam yang terbentuk bersifat netral.

    • Pilihan: NH4OH dan HBr

    NH4OH: Basa lemah

    HBr: Asam kuat. 

    Garam yang terbentuk bersifat asam.

    • Pilihan: Mg(OH)2 dan HCN

    Mg(OH)2: Basa kuat

    HCN: Asam lemah

    Garam yang terbentuk bersifat basa.

    • Pilihan: HI dan Fe(OH)2

    HI: Asam kuat

    Fe(OH)2: Basa lemah

    Garam yang terbentuk bersifat asam.

    • Pilihan: HNO3 dan AgOH

    HNO3: Asam kuat

    AgOH: Basa lemah

    Garam yang terbentuk bersifat asam.


    Jadi, pasangan asam dan basa yang dapat membentuk garam bersifat basa adalah Mg(OH)2 dan HCN.

  • Pilgan

    Diketahui data Ka dan Kb di bawah ini:

    Larutan garam yang dapat terbentuk dan bersifat basa adalah ....

    A

    CH3NH3NO2

    B

    NH4F

    C

    CH3NH3F

    D

    NH4CN

    E

    NH4NO2

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui larutan garam manakah yang memiliki sifat basa maka harus dianalisis nilai Ka dan Kb dari masing-masing zat penyusun garam.

    • Garam NH4F

    Garam NH4F dalam air akan terion menjadi: NH4F(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + F-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion F- berasal dari asam lemah HF.

    Nilai Ka HF > Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam NH4CN

    Garam NH4CN dalam air akan terion menjadi: NH4CN(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + CN-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion CN- berasal dari asam lemah HCN.

    Nilai Ka HCN < Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat basa.


    • Garam CH3NH3F

    Garam CH3NH3F dalam air akan terion menjadi: CH3NH3F(aq)  \longrightarrow\ CH3NH3+(aq) + F-(aq)

    Ion CH3NH3+ berasal dari basa lemah CH3NH2 dan ion F- berasal dari asam lemah HF.

    Nilai Ka HF > Kb CH3NH2, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam CH3NH3NO2

    Garam CH3NH3NO2 dalam air akan terion menjadi: CH3NH3NO2(aq)  \longrightarrow\ CH3NH3+(aq) + NO2-(aq)

    Ion CH3NH3+ berasal dari basa lemah CH3NH2 dan ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2.

    Nilai Ka HNO2 > Kb CH3NH2, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam NH4NO2

    Garam NH4NO2 dalam air akan terion menjadi: NH4NO2(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + NO2-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2.

    Nilai Ka HNO2 > Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat asam.


    Jadi, larutan garam yang dapat terbentuk dan bersifat basa yaitu larutan garam NH4CN.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang terhidrolisis sempurna adalah .... 

    A

    NaNO2

    B

    Na2S

    C

    Fe(NO2)2

    D

    Mg(NO3)2

    E

    AlCl3

    Pembahasan:

    Garam terhidrolisis sempurna adalah larutan garam yang ion-ion penyusunnya dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air. Berikut ini analisis dari masing-masing garam:

    • Garam AlCl3

    AlCl3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AlCl3(aq)  \longrightarrow\ Al3+(aq) + 3Cl-(aq

    Ion Al3+ berasal dari basa lemah Al(OH)3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Al3+(aq) + 3H2O(l)  \longrightarrow\ Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam AlCl3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion Al3+.


    • Garam Na2S

    Na2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2S(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + S2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion S2- dari garam Na2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    S2-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Garam Na2S merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion S2-.


    • Garam NaNO2

    NaNO2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaNO2(aq)  \longrightarrow\ Na+(aq) + NO2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO2- dari garam NaNO2 berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O(l)  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(aq)

    Garam NaNO2 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion NO2-.


    • Garam Fe(NO2)2

    Fe(NO2)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Fe(NO2)2(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + 2NO2-(aq

    Ion Fe2+ berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Fe2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(l)

    Garam Fe(NO2)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna karena kedua ion garam terhidrolisis dengan air.


    • Garam Mg(NO3)2

    Mg(NO3)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Mg(NO3)2(aq)  \longrightarrow\ Mg2+(aq) + 2NO3-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam Mg(NO3)2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    Jadi, garam yang terhidrolisis sempurna adalah Fe(NO2)2.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang harga pH-nya tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya yaitu .... 

    A

    NaCN

    B

    Na2SO4

    C

    NH4NO3

    D

    Na2CO3

    E

    MgCN

    Pembahasan:

    Harga pH larutan garam yang tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya adalah garam yang bersifat netral. Garam yang bersifat netral di dalam larutannya jumlah ion H+ dan OH- sama, sehingga adanya garam tidak mempengaruhi nilai pH air murni yaitu pH 7.

    Berikut ini analisis masing-masing larutan garam pada pilihan jawaban: 

    Garam Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis dan bersifat netral.

    Jadi, larutan garam yang harga pH-nya tidak dipengaruhi konsentrasi zat penyusunnya yaitu garam Na2SO4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.