Latihan Kimia Kelas XII Senyawa Karbon (Turunan Alkana)
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Struktur berikut ini yang merupakan senyawa alkohol polivalen adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Berdasarkan jumlah gugus -OH yang terikat, maka alkohol dibedakan menjadi tiga jenis.

    • Alkohol monovalen adalah alkohol yang hanya memiliki satu gugus -OH dalam senyawanya.
    • Alkohol divalen adalah alkohol yang memiliki dua gugus -OH dalam senyawanya.
    • Alkohol polivalen adalah alkohol yang memiliki lebih dari dua gugus -OH dalam senyawanya.


    Berikut penjelasan dari masing-masing pilihan jawaban:

    Bukan alkohol polivalen karena hanya mengandung satu gugus -OH dalam senyawanya.


    Bukan alkohol polivalen karena hanya mengandung satu gugus -OH dalam senyawanya.


    Merupakan alkohol polivalen karena mengandung tiga gugus -OH dalam senyawanya.


    Bukan alkohol polivalen karena struktur tersebut tidak mengandung gugus -OH, tetapi mengandung gugus aldehida (-CHO).


    Bukan alkohol polivalen karena mengandung dua gugus -OH dalam senyawanya.

    Jadi, struktur yang merupakan alkohol polivalen adalah

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan berikut! 

    Senyawa X yang merupakan hasil oksidasi senyawa di atas adalah ....

    A

    propanal

    B

    propana

    C

    etanal

    D

    etana

    E

    2-propanal

    Pembahasan:

    Senyawa CH3-CH2-OH merupakan senyawa alkohol primer karena gugus -OH terikat pada atom C primer atau atom C yang mengikat satu atom C yang lain. Senyawa alkohol primer jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa aldehida.

    

    Jadi, senyawa X pada hasil reaksi tersebut adalah etanal.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur senyawa di bawah ini!

    Tata nama dari struktur tersebut adalah ....

    A

    3,4-bromopentana

    B

    3-bromo-2-kloro-4-fluoroheksana

    C

    3-fluoro-4-bromo-5-klooroheksana

    D

    3-bromo-4-fluoro-4-kloroheksana

    E

    3,4-dibromopentana

    Pembahasan:

    Senyawa pada soal merupakan senyawa golongan haloalkana atau alkil halida. Penamaan menurut IUPAC senyawa haloalkana hampir sama dengan tata nama alkana, yaitu didahului dengan awalan halogen dan diikuti nama alkana yang mengikat. Berikut tahapannya.

    • Menentukan rantai utama

    Dipilih rantai yang paling panjang atau yang mengandung atom C lebih banyak.

    • Penomoran rantai utama

    Jika terdapat lebih dari sejenis gugus halida, penomoran dimulai dari atom C yang paling dekat dengan cabang. Apabila jarak dari ujungnya sama, maka dipilih berdasarkan urutan abjad.

    • Menentukan gugus pengganti atau cabang

    Jumlah halogen disebutkan dengan awalan mono-, di-, tri-, tetra-, dan seterusnya. Jika terdapat lebih dari satu cabang maka ditulis dengan urutan abjad. Pada struktur di atas terdapat 3 gugus pengganti atau cabang berupa gugus halogen yang terikat pada atom C nomor 2, 3 dan 4. Penulisan cabang disesuaikan dengan abjad dengan urutan: bromo - kloro (chloro) - fluoro - iodo.


    Jadi, struktur pada soal memiliki tata nama, yaitu 3-bromo-2-kloro-4-fluoroheksana.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur berikut! 

    Tata nama dari struktur senyawa tersebut adalah ....

    A

    5-metil-3-heptanon

    B

    2-metil-4-heksanon

    C

    2-metil-4-heptanon

    D

    5-metil-3-heksanon

    E

    2-metil-3-pentanon

    Pembahasan:

    Struktur senyawa tersebut merupakan struktur dari golongan keton karena terdapat gugus fungsi -CO-. Aturan tata namanya sama seperti tata nama alkana dengan mengganti akhiran "-a" menjadi "-on".

    Penamaan struktur melalui beberapa tahapan sebagai berikut.

    • Menentukan rantai utama

    Rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi -CO-.

    • Penomoran dimulai dari atom C yang paling dekat dengan gugus fungsi -CO-


    • Menentukan cabang yang terdapat pada struktur

    Cabang yang sejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di-, tri-, tetra-, dan seterusnya. Karena pada struktur tersebut terdapat 1 cabang metil pada atom C nomor 5, maka tata namanya yaitu 5-metil-3-heksanon.


    Jadi, tata nama dari struktur pada soal yaitu 5-metil-3-heksanon.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi berikut!

    Senyawa hasil X, Y, dan Z dari reaksi reduksi haloalkana di atas adalah ....

    A

    etana, litium difluorida, dan aluminium fluorida

    B

    1-litiumetana, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    C

    etana, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    D

    etanal, litium fluorida, dan aluminium fluorida

    E

    etana, litium fluorida, dan aluminium trifluorida

    Pembahasan:

    Reaksi reduksi haloalkana dengan gas hidrogen atau hidrida akan menghasilkan senyawa alkana. Berikut persamaan reaksinya.

    Jadi, senyawa hasil reduksi 1-fluoroetana adalah etana, litium fluorida, dan aluminium fluorida.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur senyawa berikut! 

    (1)

    (2)

    (3)

    (4)

    (5)

    Pasangan senyawa yang berisomer fungsi adalah .... 

    A

    1 dan 2

    B

    3 dan 5

    C

    2 dan 3

    D

    4 dan 5

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Isomer gugus fungsi adalah isomer dengan rumus molekul yang sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Pada senyawa turunan alkana terdapat 3 pasangan homolog.

    • Alkohol dengan eter yang keduanya memiliki rumus umum CnH2n+2O
    • Aldehida dengan keton yang keduanya memiliki rumus umum CnH2nO
    • Asam karboksilat dengan ester yang keduanya memiliki rumus umum CnH2nO2

    Dari soal, senyawa yang berisomer fungsi adalah senyawa 2 dan 3, yaitu senyawa alkohol berisomer fungsi dengan senyawa eter.

    Butanol (C4H10O)

    Metoksi propana (C4H10O)

    Jadi, pasangan senyawa yang berisomer gugus fungsi adalah senyawa 2 dan 3.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan berikut!

    (1) Jika memiliki jumlah atom yang sama dengan alkana, maka titik didihnya lebih tinggi dari alkana

    (2) Jika direduksi akan menghasilkan senyawa alkana

    (3) Dapat menghasilkan alkana melalui sintesis Wurtz

    Pernyataan tersebut menjelaskan ciri-ciri senyawa turunan alkana, yaitu ....

    A

    haloalkana

    B

    aldehida

    C

    eter

    D

    ester

    E

    keton

    Pembahasan:

    Pernyataan-pernyataan tersebut merupakan pernyataan tentang senyawa haloalkana. Berikut penjelasannya.

    (1) Jika memiliki jumlah atom yang sama dengan alkana, maka titik didihnya lebih tinggi dari alkana

    Adanya halogen yang terikat pada rantai alkana menyebabkan titik didihnya lebih tinggi daripada rantai alkana biasa. Urutan jenis halogen dengan titik didih semakin tinggi yaitu F-Cl-Br-I.

    (2) Jika direduksi akan menghasilkan senyawa alkananya

    Reaksi haloalkana dengan gas hidrogen atau hidrida akan menghasilkan alkana.

    (3) Dapat menghasilkan alkana melalui sintesis Wurtz

    Sintesis Wurtz adalah reaksi pembentukan alkana dari suatu alkil halida (haloalkana) dengan logam natrium.


    Jadi, senyawa yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah haloalkana.

  • Pilgan

    Struktur berikut ini yang menggambarkan 2,5-dimetil-4-heptanol adalah .... 

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Nama senyawa: 2,5-dimetil-4-heptanol

    Berdasarkan tata nama tersebut dapat disimpulkan bahwa

    • struktur tersebut merupakan golongan alkohol (nama rantai utama berakhiran -ol),
    • rantai utama memiliki jumlah atom C sebanyak 7 (hepta- artinya tujuh),
    • memiliki dua cabang metil di atom C nomor 2 dan 5 (2,5-dimetil),
    • posisi gugus fungsi -OH pada atom C nomor 4 (4-heptanol).

    

    Jadi, yang merupakan struktur dari nama senyawa di atas adalah 

  • Pilgan

    Perhatikan spektrum hasil spektroskopi inframerah berikut ini!

    Berdasarkan spektrum tersebut, senyawa yang terdapat pada sampel adalah ....

    A

    ester

    B

    alkohol

    C

    keton

    D

    eter

    E

    asam karboksilat

    Pembahasan:

    Spektroskopi inframerah menghasilkan spektrum yang dapat dibaca oleh peneliti. Spektrum dihasilkan karena di dalam spektroskopi inframerah terdapat detektor yang dapat mengumpulkan sinyal dan mengolahnya dalam bentuk spektrum. Spektrum dari setiap jenis ikatan akan muncul pada bilangan gelombang yang berbeda-beda.

    Berikut ini contoh spektrum hasil identifikasi gugus fungsi dari suatu sampel melalui spektroskopi inframerah.

    Berdasarkan spektrum di atas, serapan terjadi pada

    • bilangan gelombang 3.000 - 3.750 cm-1 yang mengindikasikan ikatan O-H;
    • bilangan gelombang 1.000 cm-1 dan 1.100 cm-1 yang mengindikasikan ikatan C-O.

    Jadi, senyawa yang terdapat pada sampel adalah alkohol.


    *Eter --> salah, karena eter tidak memiliki ikatan O-H.

    *Asam karboksilat, ester, dan keton --> salah, karena pada spektrum tidak ada serapan C==O yang kuat pada bilangan gelombang di sekitar 1.700 cm-1.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan berikut!

    (1) Tidak berbau menyengat

    (2) Tidak larut dalam air

    (3) Mudah melarutkan senyawa polar

    (4) Mudah menguap

    (5) Dengan jumlah atom C sama, aldehida dan keton memiliki titik didih yang sama juga

    Pernyataan yang benar tentang sifat fisis senyawa aldehida dan keton secara umum adalah .... 

    A

    4 dan 5

    B

    1 dan 3

    C

    2 dan 4

    D

    3 dan 5

    E

    1 dan 4

    Pembahasan:

    Sifat fisis senyawa golongan aldehida dan keton sebagai berikut.

    • Dengan jumlah atom C yang sama, aldehida cenderung memiliki titik didih dan titik leleh lebih rendah daripada keton.
    • Aldehida dan keton memiliki bau yang menyengat dan mudah menguap.
    • Mudah melarutkan senyawa yang bersifat nonpolar
    • Tidak larut dalam air, kecuali keton suku rendah


    Jadi, pernyataan yang sesuai dari senyawa golongan aldehida dan keton adalah pernyataan 2 dan 4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.