Latihan Kimia Kelas XI Hidrokarbon dan Minyak Bumi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Perhatikan struktur senyawa hidrokarbon berikut! 

    Tata nama dari senyawa tersebut adalah .... 

    A

    2,3-dimetil-4-propilheksana

    B

    4-etil-2,3-dimetilheptana

    C

    4-etil-2,3-dimetilheksana

    D

    2,3-dimetil-4-etil-heksana

    E

    2,3-dimetil-4-etil-heptana

    Pembahasan:

    Tata nama senyawa hidrokarbon alkana dituliskan dengan urutan nomor cabang - nama cabang - nama rantai utama dan dapat ditentukan melalui beberapa langkah berikut ini.

    • Menentukan rantai utama atau rantai terpanjang. Ada 7 C sehingga rantai utamanya 'heptana'.

    • Penomoran pada rantai utama

    dengan cara memulainya dari atom C yang paling dekat dengan cabang

    • Menentukan cabang

    Berdasarkan struktur tersebut maka diketahui bahwa dalam rantai hidrokarbon terdapat dua cabang metil (CH3) pada atom C nomor 2 dan 3 sehingga dinamakan '2,3-dimetil'. Lalu, cabang etil (C2H5) pada atom C nomor 4. Nama cabang yang berbeda ditulis sesuai urutan abjad. Etil ditulis lebih dulu daripada metil.


    Jadi, tata nama dari senyawa tersebut adalah 4-etil-2,3-dimetilheptana.

  • Pilgan

    Diketahui reaksi hidrokarbon sebagai berikut:

    (1) H3C−CH=CH2 +H2H3C−CH2CH3\left(1\right)\ \text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}\text{=}\text{CH}_2\ +\text{H}_2\longrightarrow\text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}_2\text{−}\text{CH}_3

    (2) H3C−CH2CH2ClH3C−CH=CH2 +HCl\left(2\right)\ \text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}_2\text{−}\text{CH}_2\text{Cl}\longrightarrow\text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}\text{=}\text{CH}_2\ +\text{HCl}

    (3) H3C−CH2CH3+Br2 H3C−CH2CH2Br+HBr\left(3\right)\ \text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}_2\text{−}\text{CH}_3+\text{Br}_2\longrightarrow\ \text{H}_3\text{C}\text{−}\text{CH}_2\text{−}\text{CH}_2\text{Br}+\text{HBr}

    Jenis reaksi di atas secara berturut-turut adalah ....

    A

    adisi, substitusi, dan eliminasi

    B

    adisi, eliminasi, dan substitusi

    C

    substitusi, eliminasi, dan adisi

    D

    eliminasi, adisi, dan substitusi

    E

    eliminasi, substitusi, dan adisi

    Pembahasan:

    Reaksi-reaksi pada hidrokarbon yaitu:

    • Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian atau penukaran suatu gugus atom oleh gugus atom lain
    • Reaksi adisi adalah reaksi penambahan suatu atom pada ikatan rangkap dua ataupun tiga, sehingga terjadi pengurangan ikatan
    • Reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan suatu gugus atom pada suatu senyawa, sehingga pada reaksi eliminasi terjadi penambahan ikatan.

    Berikut penjelasan dari masing-masing persamaan reaksi:

    (1) Reaksi Adisi

    Karena terjadi reaksi penambahan atom pada ikatan rangkapnya.


    (2) Reaksi Eliminasi

    Karena terjadi pelepasan gugus atom sehinga ikatan berubah menjadi ikatan rangkap.


    (3) Reaksi Substitusi

    karena terjadi reaksi pertukaran atom antara H dan Br.


    Jadi, jenis reaksi di atas secara berturut-turut adalah reaksi adisi, eliminasi, dan substitusi.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur senyawa hidrokarbon berikut! 

    Tata nama dari senyawa tersebut adalah .... 

    A

    2-metil-3-propilheptana

    B

    2-metil-3-etilheksana

    C

    2-metil-3-etilheptana

    D

    3-etil-2-metilheksana

    E

    3-etil-2-metilheptana

    Pembahasan:

    Tata nama senyawa hidrokarbon alkana dituliskan dengan urutan nomer cabang - nama cabang - nama rantai utama dan dapat ditentukan melalui beberapa langkah berikut ini.

    • Menentukan rantai utama atau rantai terpanjang. Ada 6 C sehingga rantai utamanya 'heksana'.

    • Penomoran pada rantai utama

    dengan cara memulainya dari atom C yang paling dekat dengan cabang.

    • Menentukan cabang

    Berdasarkan struktur tersebut maka diketahui bahwa dalam rantai hidrokarbon terdapat cabang metil (CH3) pada atom C nomor 2 dan cabang etil (C2H5) pada atom C nomor 3. Cabang yang berbeda ditulis sesuai urutan abjad. Etil ditulis lebih dulu daripada metil.


    Jadi, tata nama dari senyawa tersebut adalah 3-etil-2-metilheksana.

  • Pilgan

    Di bawah ini senyawa yang digunakan untuk menentukan mutu bensin adalah .... 

    A

    isooktana

    B

    isoalkana

    C

    oktana

    D

    2,2,4-trimetilheksana

    E

    n-heksana

    Pembahasan:

    Mutu bensin dapat ditentukan berdasarkan angka oktannya. Senyawa yang digunakan untuk menentukan angka oktan adalah komposisi dari senyawa isooktana dan n-heptana dalam bensin. Semakin besar nilai angka oktan, maka mutu bensin semakin baik.

    Jika tergolong bensin yang baik maka tidak akan terjadi ketukan. Adanya ketukan disebabkan karena terjadinya pembakaran yang tidak efektif atau tidak tepat di dalam mesin, sehingga akan mengganggu gerakan piston pada mesin. Akibatnya ketukan akan meningkat dan mutu bensin menurun. 

    Bensin jenis pertalite memiliki angka oktan 90. Hal ini menandakan bahwa pertalite terdiri dari 90% isooktana dan 10% n-heptana.

    Jadi, jawaban yang benar adalah isooktana.

  • Pilgan

    Senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin adalah ....

    A

    avtur

    B

    nafta

    C

    kerosin

    D

    petrolium eter

    E

    parafin

    Pembahasan:

    Senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin adalah parafin dengan jumlah atom C lebih dari 20. Parafin didapatkan dari proses distilasi bertingkat minyak bumi pada fraksi kelima, yaitu pada suhu lebih dari 350 oC.

    *Fungsi senyawa hidrokarbon yang lain sebagai berikut.

    • Nafta digunakan untuk bahan baku industri petrokimia.
    • Kerosin dan avtur digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang, pesawat bermesin jet, dan bahan bakar industri.
    • Petrolium eter digunakan sebagai pelarut.


    Jadi, jawaban yang benar adalah parafin.

  • Pilgan

    Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan potensi alamnya. Salah satu contohnya adalah minyak bumi yang melimpah dengan kualitas minyak yang baik. Namun, jika pengelolaan tidak tepat dan konsumsi tidak terkendali, minyak bumi indonesia terancam akan habis pada tahun 2027.

    Berdasarkan pernyataan tersebut, maka solusi yang tidak tepat adalah .... 

    A

    tidak menggunakan energi alternatif yang ada

    B

    penggunaan bahan bakar LNG sebagai pengganti bahan bakar kendaraan bermotor 

    C

    penggunaan lampu LED

    D

    penggunaan tenaga surya untuk penerangan jalan

    E

    penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar rumah tangga

    Pembahasan:

    Minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang sudah mati yang telah tertimbun selama ribuan bahkan jutaan tahun.

    Minyak bumi memiliki beberapa zat penyusun di antaranya yaitu:

    Minyak bumi umumnya digunakan sebagai bahan bakar kendaraan atau pembangkit listrik. Karena membutuhkan waktu hingga jutaan tahun agar dapat terbentuk kembali, minyak bumi dikelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan. Pengelolaan dan konsumsi minyak bumi harus dilakukan secara tepat dan bijaksana agar minyak bumi dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama. Solusi yang dapat dilakukan di antaranya sebagai berikut.

    • Penggunaan bahan bakar LNG sebagai pengganti bahan bakar kendaraan bermotor 
    • Penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar rumah tangga
    • Penggunaan tenaga surya untuk penerangan jalan
    • Penggunaan lampu LED yang lebih hemat listrik


    Jadi, solusi yang tidak tepat terhadap menipisnya minyak bumi adalah tidak menggunakan energi alternatif yang ada.

  • Pilgan

    Penamaan senyawa hidrokarbon alkuna berikut yang tidak sesuai dengan aturan adalah .... 

    A

    3-heksuna

    B

    4-metil-2-pentuna

    C

    4-metil-2-pentuna

    D

    3-metil-1-butuna

    E

    4-metil-3-etil-1-pentuna

    Pembahasan:

    Tata nama senyawa hidrokarbonn alkuna dituliskan dengan urutan nomer cabang - nama cabang - nomer ikatan rangkap - nama rantai utama diakhiri kata -una. Untuk mengetahui benar atau salah suatu tata nama senyawa maka harus digambar terlebih dahulu strukturnya.

    Jadi, tata nama yang tidak sesuai dengan aturan penamaan adalah

    Tata nama 4-metil-3-etil-1-pentuna --> salah, karena urutan penulisan cabang harus sesuai dengan urutan abjad. Tata nama yang benar adalah 3-etil-4-metil-1-pentuna.

  • Pilgan

    Kendaraan yang menggunakan bahan bakar dengan angka oktan yang rendah akan mengakibatkan mesin menjadi mudah aus. Oleh karena itu dibutuhkan suatu zat yang dapat menaikkan angka oktan dan ramah lingkungan. Zat yang dimaksud adalah .... 

    A

    benzena

    B

    TEL

    C

    MTBE

    D

    isooktana

    E

    n-heptana

    Pembahasan:

    Zat yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan angka oktan yaitu TEL dan MTBE, namun TEL tidak ramah lingkungan. Hal itu disebabkan karena TEL menghasilkan zat sisa yaitu timbal yang dapat mengendap di dalam mesin. Kemudian masalah tersebut dapat diatasi dengan menambahkan C2H4Br2 yang akan mengikat timbal menjadi PbBr2 yang mudah menguap. Namun, PbBr2 yang ada di udara menyebabkan masalah baru yaitu pencemaran lingkungan dan timbal yang dihasilkan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, digunakan zat MTBE (methyl tertiery buthyl ether) untuk meningkatkan angka oktan yang lebih ramah lingkungan.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah MTBE.

  • Pilgan

    Berikut ini yang merupakan isomer kerangka dari senyawa 2-heksena adalah ....

    A

    3-heksuna

    B

    3-heksena

    C

    2,5-dimetil-2-pentena

    D

    5-metil-3-heksena

    E

    4-metil-2-pentena

    Pembahasan:

    Isomer kerangka terjadi karena adanya perbedaan rantai atau kerangka atom karbonnya. Struktur dari 2-heksena (C6H12) adalah:

    Berikut penjelasannya:

    • Pilihan 3-heksena: Salah

    Bukan merupakan isomer kerangka karena yang berubah adalah posisi ikatan rangkapnya. Jika yang berpindah posisi ikatan rangkapnya, maka disebut dengan isomer posisi.


    • Pilihan 5-metil-3-heksena: Salah

    Bukan merupakan isomer kerangka dari senyawa pada soal karena jumlah atom C berlebih.


    • Pilihan 4-metil-2-pentena: Benar

    Struktur tersebut merupakan isomer kerangka karena memiliki rumus molekul yang sama (C6H12), tetapi bentuk kerangka atau rantainya berbeda.


    • Pilihan 3-heksuna: Salah

    Bukan merupakan isomer kerangka dari senyawa pada soal karena jenis senyawanya berbeda, yaitu alkuna dengan rangkap tiga.


    • Pilihan 2,5-dimetil-2-pentena: Salah

    Bukan merupakan isomer kerangka dari senyawa pada soal karena rumus molekulnya sudah berbeda, yaitu C8H16.

    Jadi, yang merupakan isomer kerangka dari senyawa 2-heksena adalah 4-metil-2-pentena.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur di bawah ini!

    Tata nama dari struktur tersebut adalah .... 

    A

    3,4,5-trimetil-3-heptena

    B

    3,4,5-trimetil-2-heptena

    C

    isopentilbutena

    D

    n-heptena

    E

    3,4,5-trimetilheptena

    Pembahasan:

    Tata nama senyawa hidrokarbon alkena dituliskan dengan urutan nomor cabang - nama cabang - nomor ikatan rangkap - nama rantai utama. Tata nama dapat ditentukan melalui beberapa langkah berikut ini.


    • Menentukan rantai utama atau rantai terpanjang

    Rantai utama diambil dari rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Ada 7 atom C sehingga dinamakan 'heptena'.


    • Penomoran pada rantai utama

    Dengan cara memulainya dari atom C yang paling dekat dengan ikatan rangkap.


    • Menentukan cabang

    Berdasarkan struktur tersebut, diketahui bahwa dalam rantai hidrokarbon terdapat cabang metil (CH3) pada atom C nomor 3, 4, 5 dan posisi ikatan rangkap berapa pada atom C nomor 2.

    Jadi, tata nama dari senyawa tersebut adalah 3,4,5-trimetil-2-heptena.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.