Latihan Kimia Kelas X Atom dan Sistem Periodik Unsur
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 40
2. 6
3. 2
4. 2
5. 2
6+. 0
  • Pilgan

    Konfigurasi elektron untuk atom 53I menurut teori atom Bohr adalah ….

    A

    2, 8, 32, 8, 3

    B

    2, 8, 18, 25

    C

    2, 18, 18, 8, 7

    D

    2, 8, 18, 18, 7

    E

    2, 18, 32, 1

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Tahapan pengisian konfigurasi elektron menurut Bohr.

    1) Konfigurasi dimulai dari pengisian kulit pertama, yakni kulit K

    2) Pada kulit K, apabila elektron  2 maka kulit K diisi 2 elektron, sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 3Li = 2, 1 ; 1H = 1

    3) Pada kulit L

    • Pada kulit L diisi 8 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 8. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 17Cl = 2, 8, 7
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 6C = 2, 4

    4) Pada kulit M

    • Kulit M diisi 18 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 18. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 24Mg = 2, 8, 8, 6
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8 . contoh : 15P = 2, 8, 5

    5) Pada kulit N

    • Kulit N diisi 32 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 32. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 87Fr = 2, 8, 18, 32, 18, 8, 1
    • Kulit N diisi 18 elektron, jika 18 ≤ elektron < 32. Contoh: 47Ag = 2, 8, 18, 18, 1
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 37Rb = 2, 8, 18, 8, 1
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2


    Untuk atom 53I, pengisian elektron pada setiap kulitnya sebagai berikut.

    • Pada kulit K = 2 (Sisa elektron 51)
    • Pada kulit L = 8 (Karena elektron yang tersedia 8. Elektron sisa 43)
    • Pada kulit M = 18 (Karena elektron yang tersedia ≥ 18. Elektron sisa 25)
    • Pada kulit N = 18 (Karena 18 ≤ elektron < 32. Elektron sisa 7)
    • Pada kulit O = 7

    Jadi, konfigurasi elektron menurut Bohr untuk atom 53I adalah 2, 8, 18, 18, 7.

  • Pilgan

    Seorang tokoh menganalogikan atom seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planet-planet beredar mengelilingi matahari, sedangkan pada atom, elektron-elektron beredar mengelilingi atom. Perbedaannya adalah pada sistem tata surya setiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, sedangkan pada atom setiap lintasan (kulit) dapat ditempati lebih dari 1 elektron. Tokoh yang dimaksud adalah ....

    A

    Niels Bohr

    B

    J.J. Thomson

    C

    Ernest Rutherford

    D

    John Dalton

    E

    Schrodinger

    Pembahasan:

    Perkembangan Model Atom

    • Model Atom John Dalton (1803)

    Atom merupakan partikel terkecil suatu materi yang berbentuk bola pejal.


    • Model Atom J. J. Thomson (1897)

    Berdasarkan percobaan menggunakan sinar katoda, Thomson menemukan adanya pembelokan sinar katoda oleh muatan listrik ke arah kutub positif. Berdasarkan percobaan tersebut, Thomson berkesimpulan bahwa sinar katoda merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif yang selanjutnya disebut elektron. Berdasarkan hal ini maka menurut Thomson, atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan elektron di seluruh bagian atom seperti roti kismis.

    • Model Atom Rutherford (1910)

    Berdasarkan percobaan penembakan lempengan tipis emas dengan partikel alfa, Rutherford menemukan bahwa sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempengan emas, partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan gaya tolak inti dan yang menuju inti atom dipantulkan karena inti atom bermuatan positif.

    Menurut Rutherford, atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif seperti tata surya.

    • Model Atom Niels Bohr (1913)

    Melalui percobaan mengenai spektrum atom hidrogen berhasil memberikan penjelasan bagaimana elektron-elektron berada di daerah sekitar inti atom. Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut dengan kulit elektron atau tingkat energi. Penjelasan Bohr didasarkan pada dua postulat.

    1. Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang disebut orbit atau kulit
    2. Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan memancarkan atau menyerap energi


    Sehingga tokoh yang mengemukakan elektron-elektron beredar mengelilingi atom seperti sistem tata surya dan memiliki lintasan-lintasan tertentu adalah Niels Bohr.

  • Pilgan

    Suatu atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jumlah total elektron dalam subkulit p adalah ....

    A

    12

    B

    8

    C

    20

    D

    10

    E

    2

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Berdasarkan soal, atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jika diterjemahkan dalam konfigurasi elektron Bohr makan konfigurasinya adalah sebagai berikut.

    Kulit K L M N = 2 8 8 2 ⟶ Jumlah e- yang dimiliki atom dalam soal = 20.

    Dari konfigurasi elektron menurut teori Bohr, kita hanya dapat mengetahui jumlah elektron pada setiap kulit. Untuk mengetahui elektron pada setiap subkulit, harus menggunakan konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau.


    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern) ternyata suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut :


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ...dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Untuk atom dengan jumlah elektron 20, konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau adalah

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

    Untuk mengetahui jumlah elektron pada subkulit p, maka kita jumlahkan elektron pada setiap subkulit p.

    2p6 3p6 6e- + 6e- = 12e-


    Jadi jumlah total elektron dalam subkulit p untuk atom dalam soal adalah 12e-.

  • Pilgan

    sumber: avkimia.com

    Berdasarkan percobaan sinar katoda di atas, sifat sinar katode yang tepat adalah ....

    A

    sinar dibelokkan oleh medan listrik ke kutub negatif

    B

    sinar dibelokkan oleh medan magnet menuju kutub positif

    C

    merambat dari anode ke katode

    D

    dipengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang dipakai

    E

    dipengaruhi oleh jenis gas dalam tabung

    Pembahasan:

    Sifat-sifat sinar katoda dapat diketahui setelah penyempurnaan tabung sinar katoda yang dilakukan oleh Sir Willian Crookes. Sifat-sifat sinar katode tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Merambat dalam garis lurus dari kutub negatif (katode) menuju ke kutub positif (anode)
    2. Dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik menuju ke kutub positif
    3. Sifat sinar katode tidak dipengaruhi oleh jenis elektroda yang dipakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan arus listrik

    Jadi sifat sinar katode yang tepat pada pilihan jawaban di atas adalah dibelokkan oleh medan magnet menuju kutub positif.

  • Pilgan

    Bilangan kuantum azimut (l) untuk n = 3 adalah ....

    A

    0, 1, 2

    B

    tidak bergantung pada nilai n

    C

    1, 2, 3

    D

    1, 2

    E

    0, 1, 2, 3

    Pembahasan:

    Bilangan kuantum adalah bilangan-bilangan yang menyatakan keadaan energi suatu elektron dalam atom, sehingga elektron tersebut eksklusif (dapat dibedakan) dari yang lainnya. Setiap elektron mempunyai empat buah bilangan kuantum, yaitu: n, l, m dan s

    Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan bentuk orbital (nomor subkulit).

    • subkulit s (l = 0)                  
    • subkulit p (l = 1) 
    • subkulit d (l = 2)
    • subkulit f (l = 3)

    Syaratl harus lebih kecil dari n (l < n)

    l merupakan bilangan bulat dari 0 sampai n - 1

    Sehingga,

    untuk n = 3, bilangan kuantum azimut (l) yang memungkinkan adalah 0, 1, 2.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Pasangan yang merupakan isotop adalah atom-atom ....

    A

    P dan Q

    B

    R dan S

    C

    Q dan R

    D

    Q dan S

    E

    P dan R

    Pembahasan:

    X = Lambang atom

    A = Nomor Massa = jumlah proton + jumlah neutron 

    Z = Nomor Atom = jumlah proton = jumlah elektron

    Jumlah neutron = nomor massa – nomor atom = A - Z


    ISOTOP

    Atom dari unsur yang sama, tetapi memiliki nomor massa yang berbeda.

    Contoh:  dan          

    Karena berasal dari unsur yang sama, maka atom-atom tersebut harus memiliki jumlah proton dan jumlah elektron yang sama.

    Jadi, pasangan yang merupakan isotop adalah atom R dan S.

  • Pilgan

    Unsur yang mempunyai keelektronegatifan terbesar adalah ....

    A

    helium

    B

    klorin

    C

    natrium

    D

    kalsium

    E

    fluorin

    Pembahasan:

    Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan. Semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, maka semakin mudah menarik pasangan elektron untuk membentuk ikatan, atau gaya tarik elektronnya makin kuat. Keelektronegatifan unsur ditentukan oleh muatan inti dan jari-jari atomnya.

    Keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar. Menurut Pauling, keelektronegatifan unsur gas mulia adalah nol. Artinya, gas mulia tidak mempunyai kemampuan untuk menarik elektron.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan terbesar akan dimiliki oleh golongan paling kanan (selain gas mulia karena tidak memiliki keelektronegatifan) dan periode paling kecil.

    Natrium (Na) ⟶ Golongan IA / periode 3

    Kalsium (Ca) ⟶ Golongan IIA / periode 4

    Helium (He) ⟶ Golongan VIIIA / periode 1

    Fluorin (F) ⟶ Golongan VIIA / periode 2

    Klorin (Cl) ⟶ Golongan VIIA / periode 3


    Jadi, unsur yang mempunyai keelektronegatifan terbesar pada pilihan jawaban adalah fluorin.

  • Pilgan

    Unsur-unsur gas mulia adalah golongan .…

    A

    VA

    B

    VIIIA

    C

    VIA

    D

    VIIA

    E

    IVA

    Pembahasan:

    Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. Nama-nama golongan pada unsur golongan A sebagai berikut.

    • Golongan IA disebut golongan alkali
    • Golongan IIA disebut golongan alkali tanah
    • Golongan IIIA disebut golongan boron
    • Golongan IVA disebut golongan karbon
    • Golongan VA disebut golongan nitrogen
    • Golongan VIA disebut golongan oksigen
    • Golongan VIIA disebut golongan halogen
    • Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia


    Unsur-unsur gas mulia (golongan VIIIA) terdiri atas helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn). Sifatnya yang tidak reaktif ini menyebabkan gas mulia ditemukan di alam sebagai atom tunggal atau monoatomik. Sumber utama gas mulia adalah udara, kecuali untuk He dan Rn. He lebih banyak ditemukan di gas alam, sementara Rn berasal dari peluruhan panjang unsur radioaktif unsur uranium dan peluruhan langsung radium. Jumlahnya yang sangat sedikit di atmosfer atau di udara membuat gas mulia disebut juga dengan gas jarang.

    Jadi unsur-unsur gas mulia adalah golongan VIIIA.

  • Pilgan

    Diketahui unsur-unsur P, Q, R, dan S dengan konfigurasi elektron:

    P  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4                 

    R  : 1s2

    Q  : 1s2 2s2 2p4           

    S  : 1s2 2s2 2p6 3s2

    Pasangan unsur yang terletak dalam satu golongan adalah ….

    A

    P dan Q

    B

    P dan R

    C

    R dan S

    D

    R dan Q

    E

    Q dan S

    Pembahasan:

    Penentuan Periode dan Golongan Berdasarkan Konfigurasi Sub Kulit

    Sistem periodik modern disusun berdasarkan konfigurasi elektron (nomor atom) yang dituangkan dalam bentuk tabel. Tabel periodik terdiri atas baris dan kolom. Baris disebut dengan periode sedangkan kolom disebut golongan. Unsur yang jumlah kulitnya sama diletakkan pada periode yang sama.

    nomor periode = jumlah kulit

    Unsur-unsur yang pengisian elektron terluar (elektron valensi) sama diletakkan pada golongan yang sama. Karena sifat kimia ditentukan struktur elektron valensi maka unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai sifat yang mirip.

    Unsur Utama (A)

    Unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Struktur elektron valensi golongan utama.

    nsx atau ns2 npy n = periode

    x = nomor golongan atau 2 + y = nomor golongan


    Pengecualian:

    1H : 1s1 : tidak mempunyai golongan

    2He: 1s2 : termasuk gas mulia (VIIIA)


    P  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 ⟶ Berakhir di subkulit p ⟶ Unsur golongan utama (A)    

    elektron valensinya 3s2 3p4 ⟶ jumlah elektron valensi = 6 ⟶ golongan VIA


    R  : 1s2 ⟶ no. atom 2 ⟶ unsur He ⟶ golongan VIIIA


    Q  : 1s2 2s2 2p4 ⟶ Berakhir di subkulit p ⟶ Unsur golongan utama (A)    

    elektron valensinya 2s2 2p6 ⟶ jumlah elektron valensi = 6⟶ golongan VIA


    S  : 1s2 2s2 2p6 3s2 ⟶ Berakhir di subkulit s ⟶ Unsur golongan utama (A)    

    eletron valensinya 3s2 ⟶ jumlah elektron valensi = 2⟶ golongan IIA


    Jadi pasangan unsur dalam soal yang terletak dalam satu golongan adalah P dan Q.

  • Pilgan

    Sebuah unsur memiliki konfigurasi dengan elektron terakhir pada kulit N. Dengan demikian, unsur tersebut terletak pada periode ....

    A

    2

    B

    6

    C

    5

    D

    4

    E

    3

    Pembahasan:

    Sistem periodik modern disusun berdasarkan konfigurasi elektron (nomor atom) yang dituangkan dalam bentuk tabel. Tabel periodik terdiri atas baris dan kolom. Baris disebut dengan periode, sedangkan kolom disebut golongan. Unsur yang jumlah kulitnya sama diletakkan pada periode yang sama.

    nomor periode = jumlah kulit


    Menurut teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).


    Berdasarkan soal, elektron terakhir pada suatu atom terletak pada kulit N. Menurut teori atom Bohr, kulit N merupakan kulit ke- 4, sehingga dapat disimpulkan bahwa atom tersebut berada pada periode 4.

    Jadi, unsur pada soal terletak pada periode 4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.