Latihan Kimia Kelas XI Larutan Penyangga
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 8
2. 0
3. 0
  • Pilgan
    0

    Penambahan senyawa berikut dalam jumlah banyak tidak akan memengaruhi pH dari larutan penyangga NH3 - NH4+ adalah ....

    A

    H2SO4

    B

    NaCl

    C

    Al(OH)3

    D

    H3O+

    E

    NaOH

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.


    Untuk menentukan senyawa mana yang akan mempengaruhi pH larutan penyangga, maka senyawa harus bersifat asam atau basa. Asam adalah spesi yang di dalam air akan menghasilkan ion H+, sedangkan basa adalah spesi yang di dalam air akan menghasilkan ion OH-.

    Analisis opsi jawaban

    H3O+ merupakan H+ yang berikatan dengan H2O sehingga H3O+ bersifat asam.

    H2SO4 bersifat asam.

    H2SO4 \longrightarrow SO42- ++ 2H+

    Al(OH)3 bersifat basa.

    Al(OH)3 \longrightarrow Al3+ ++ 3OH-

    NaOH bersifat basa.

    NaOH \longrightarrow Na+ ++ OH-

    NaCl bersifat netral.

    NaCl \longrightarrow Na+ ++ Cl-

    NaCl adalah garam yang terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (NaOH) sehingga bersifat netral. NaCl tidak akan memengaruhi pH larutan penyangga jika dicampurkan.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah NaCl.

  • Pilgan

    Larutan asam/basa yang dapat digunakan untuk membuat larutan penyangga basa adalah ....

    A

    CH3COOH

    B

    Ca(OH)2

    C

    H2CO3

    D

    KOH

    E

    Al(OH)3

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Analisis opsi jawaban:

    CH3COOH : asam lemah, digunakan untuk membuat larutan penyangga asam.

    H2CO3 : asam lemah, digunakan untuk membuat larutan penyangga asam.

    KOH : basa kuat, tidak dapat digunakan untuk membuat larutan penyangga.

    Ca(OH)2 : basa kuat, tidak dapat digunakan untuk membuat larutan penyangga.

    Al(OH)3 : basa lemah, dapat digunakan untuk membuat larutan penyangga basa.

    Maka larutan yang dapat digunakan untuk membuat larutan penyangga basa adalah Al(OH)3.

  • Pilgan

    Suatu wadah berisi 100 mL larutan HCl ditambahkan 25 mL larutan NH3 dengan pH 12. Jika diketahui garam yang terbentuk sebanyak 160,5 mg dan larutan HCl tidak tersisa di akhir reaksi, maka pH dari campuran yang terbentuk adalah ....

    (Kb NH3 == 1,8 ×\times 10-5; Ar H == 1 g/mol; N == 14 g/mol; O == 16 g/mol; Cl == 35,5 g/mol)

    A

    10,91

    B

    6,24

    C

    8,57

    D

    12,91

    E

    13,38

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion hidroksida pada larutan penyangga basa adalah sebagai berikut.

    [OH]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} atau pOH=pKblogbg\text{pOH}=\text{p}K_{\text{b}}-\log\frac{b}{g}

    Keterangan:

    bb == mol basa lemah (mol)

    g == mol garam/asam konjugasi (mol)

    Kb == tetapan ionisasi basa


    Diketahui:

    pH NH3=12\text{pH NH}_3=12

    VNH3=25 mLV_{\text{NH}_3}=25\ \text{mL}

    massa garam=160,5 mg\text{massa garam}=160,5\ \text{mg}

    mol HCl sisa=0\text{mol HCl sisa}=0

    VHCl=100 mLV_{\text{HCl}}=100\ \text{mL}

    Kb=1,8×105K_{\text{b}}=1,8\times10^{-5}

    ArH=1 g.mol1A_{\text{r}}\text{H}=1\ \text{g.mol}^{-1}

    ArN=14 g.mol1A_{\text{r}}\text{N}=14\ \text{g.mol}^{-1}

    ArO=16 g.mol1A_{\text{r}}\text{}\text{O}=16\ \text{g.mol}^{-1}

    ArCl=35,5 g.mol1A_{\text{r}}\text{C}\text{l}=35,5\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: pH campuran?

    Dijawab:

    Penentuan konsentrasi pOH NH3

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =1412=14-12

    =2=2


    [OH]=10pOH\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}

    =102=10^{-2}


    Penentuan konsentrasi NH3

    [OH]=Kb×[NH3]\left[\text{OH}^-\right]=\sqrt{K_{\text{b}}\times\left[\text{NH}_3\right]}

    102=1,8×105×[NH3]10^{-2}=\sqrt{1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]}

    (102)2=1,8×105×[NH3]\left(10^{-2}\right)^2=1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]

    104=1,8×105×[NH3]10^{-4}=1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]

    [NH3]=1041,8×105\left[\text{NH}_3\right]=\frac{10^{-4}}{1,8\times10^{-5}}

    [NH3]=5,56\left[\text{NH}_3\right]=5,56


    Penentuan mol NH3

    mol NH3=[NH3]×VNH3\text{mol NH}_3=\left[\text{NH}_3\right]\times V_{\text{NH}_3}

    =5,56 M×25 mL =5,56\ \text{M}\times25\ \text{mL}\ 

    =139 mmol=139\ \text{mmol}

    =0,139 mol=0,139\ \text{mol}


    Reaksi yang terjadi antara HCl dan NH3 adalah sebagai berikut.

    HCl ++ NH3 \longrightarrow NH4Cl

    Garam yang terbentuk adalah NH4Cl.


    Penentuan Mr NH4Cl

    Mr=ArN+4(ArH)+ArClM_{\text{r}}=A_{\text{r}}\text{N}+4\left(A_{\text{r}}\text{H}\right)+A_{\text{r}}\text{Cl}

    =(14+(4×1)+35,5) g.mol1=\left(14+\left(4\times1\right)+35,5\right)\ \text{g.mol}^{-1}

    =53,5 g.mol1=53,5\ \text{g.mol}^{-1}


    Penentuan mol NH4Cl

    mol NH4Cl=massaMr\text{mol NH}_4\text{Cl}\text{}=\frac{\text{massa}}{M_{\text{r}}}

    =160,5 mg53,5 gmol1=\frac{160,5\ \text{mg}}{53,5\ \text{gmol}^{-1}}

    =3 mmol=3\ \text{mmol}

    =0,003 mol=0,003\ \text{mol}


    Perhatikan bagan berikut!

    Karena di akhir reaksi tersisa basa lemah (NH3) dan asam konjugasi (NH4+ dalam NH4Cl), maka campuran yang terbentuk merupakan larutan penyangga basa.

    Penentuan pH akhir, berdasarkan pH larutan penyangga basa NH3 - NH4Cl.

    [OH]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} 

    =1,8×105×0,1360,003=1,8\times10^{-5}\times\frac{0,136}{0,003}

    =8,16×104=8,16\times10^{-4}


    pOH=log[OH]\text{pOH}=-\log\left[\text{O}\text{H}^-\right]

    =log(8,16×104)=-\log\left(8,16\times10^{-4}\right)

    =4log8,16=4-\log8,16


    pH=14pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =14(4log8,16)=14-\left(4-\log8,16\right)

    =10+log8,16=10+\log8,16

    =10,91=10,91

    Maka perubahan pH larutan penyangga yang terbentuk adalah 10,91.

  • Pilgan

    Larutan-larutan berikut dapat membentuk sistem buffer, kecuali ....

    A

    asam lemah berlebih dan basa kuat

    B

    basa kuat dan garamnya

    C

    asam lemah dan garamnya

    D

    basa lemah berlebih dan asam kuat

    E

    basa lemah dan garamnya

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Sehingga jenis larutan yang dapat membentuk sistem buffer (penyangga) adalah

    • asam lemah berlebih dan basa kuat atau basa lemah berlebih dan asam kuat;
    • asam lemah dan garamnya (mengandung basa konjugasinya) atau basa lemah dan garamnya (mengandung asam konjugasinya)

    *Asam dan basa kuat tidak dapat membentuk sistem penyangga.

    Maka larutan-larutan yang tidak dapat membentuk sistem buffer adalah basa kuat dan garamnya.

  • Pilgan

    Campuran larutan-larutan berikut yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah ....

    A

    larutan HCOOH - larutan HCOONa

    B

    larutan NH3 - larutan NH4Cl

    C

    larutan HClO4 - larutan NaClO4

    D

    larutan CH3COOH - larutan CH3COONa

    E

    larutan HF - larutan NaF

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Jadi, untuk menentukan campuran larutan yang benar yang merupakan jenis larutan penyangga, maka harus sesuai antara pasangan asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.


    (1) Larutan HCOOH - larutan HCOONa termasuk larutan penyangga asam.

    HCOOH merupakan asam lemah.

    HCOOH \rightleftharpoons H+ ++ HCOO-

    HCOONa \rightarrow Na+ ++ HCOO-

    HCOONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HCOOH, yaitu HCOO-.


    (2) Larutan CH3COOH - larutan CH3COONa termasuk larutan penyangga asam.

    CH3COOH merupakan asam lemah.

    CH3COOH \rightleftharpoons H+ ++ CH3COO-

    CH3COONa \rightarrow Na+ ++ CH3COO-

    CH3COONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari CH3COOH, yaitu CH3COO-.


    (3) Larutan HF - larutan NaF termasuk larutan penyangga asam.

    HF merupakan asam lemah.

    HF \rightleftharpoons H+ + +\ F-

    NaF \rightarrow Na+ ++ F-

    NaF merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HF, yaitu F-.


    (4) Larutan NH3 - larutan NH4Cl termasuk larutan penyangga basa.

    NH3 termasuk basa lemah.

    NH3 + +\ H+ \rightleftharpoons NH4+

    NH4Cl \rightarrow NH4+ ++ Cl-

    NH4Cl merupakan garam yang mengandung asam konjugasi dari NH3, yaitu NH4+.


    (5) Larutan HClO4 - larutan NaClO4 bukan termasuk larutan penyangga.

    HClO4 termasuk asam kuat sehingga tidak dapat dibuat sebagai larutan penyangga.

    Maka campuran larutan yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah larutan HClO4 - larutan NaClO4.

  • Pilgan

    30 mL larutan HF 0,02 M direaksikan dengan 30 mL larutan KOH 0,01 M. pH larutan setelah reaksi selesai adalah .... (Ka = 6,6 ×\times 10-4)

    A

    8,28

    B

    3,18

    C

    5,12

    D

    10,18

    E

    1,82

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    Keterangan:

    aa == mol asam lemah (mol)

    g == mol garam/basa konjugasi (mol)

    Ka == tetapan ionisasi asam


    Diketahui:

    [HF]=0,02 M\left[\text{HF}\right]=0,02\ \text{M}

    [KOH]=0,01 M\left[\text{KOH}\right]=0,01\ \text{M}

    VHF=30 mLV_{\text{HF}}=30\ \text{mL}

    VKOH=30 mLV_{\text{KOH}}=30\ \text{mL}

    Ka=6,6×104K_{\text{a}}=6,6\times10^{-4}

    Ditanya: pH akhir\text{pH akhir}?

    Dijawab:

    mol HF=[HF]×VHF\text{mol HF}=\left[\text{HF}\right]\times V_{\text{HF}}

    =0,02 M×30 mL =0,02\ \text{M}\times30\ \text{mL}\ 

    =0,6 mmol=0,6\ \text{mmol}


    mol KOH=[KOH]×VKOH\text{mol KOH}=\left[\text{KOH}\right]\times V_{\text{KOH}}

    =0,01 M×30 mL=0,01\ \text{M}\times30\ \text{mL}

    =0,3 mmol=0,3\ \text{mmol}


    Perhatikan bagan berikut!

    Karena yang tersisa adalah asam lemah (HF) dan garam/basa konjugasinya (KF), maka terbentuk larutan penyangga asam.

    g=mol KF=0,3 mmolg=\text{mol KF}=0,3\ \text{mmol}

    a=mol HF=0,3 mmola=\text{mol HF}=0,3\ \text{mmol}


    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    =6,6×104×0,30,3=6,6\times10^{-4}\times\frac{0,3}{0,3}

    =6,6×104=6,6\times10^{-4}


    pH=log[H+]\text{pH}=-\log\left[\text{H}^+\right]

    =log(6,6×104)=-\log\left(6,6\times10^{-4}\right)

    =4log6,6=4-\log6,6

    =3,18=3,18

    Maka pH larutan setelah reaksi selesai adalah 3,18.

  • Pilgan

    Perhatikan reaksi berikut!

    Fe(OH)2 ++ HCl \longrightarrow Fe(OH)Cl ++ H2O

    Untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, mol besi(II) hidroksida yang digunakan adalah 0,46 mol dan pereaksi pembatasnya adalah asam klorida. Massa dari garam yang terbentuk adalah ....

    (Kb Fe(OH)2 == 5 ×\times 10-5; Ar H == 1 g/mol; O == 16 g/mol; Cl == 35,5 g/mol; Fe == 56 g/mol)

    A

    41,23 g

    B

    24,41 g

    C

    2,44 g

    D

    0,24 g

    E

    4,12 g

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion hidroksida pada larutan penyangga basa adalah sebagai berikut.

    [OH]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} atau pOH=pKblogbg\text{pOH}=\text{p}K_{\text{b}}-\log\frac{b}{g}

    Keterangan:

    bb == mol basa lemah (mol)

    g == mol garam/asam konjugasi (mol)

    Kb == tetapan ionisasi basa


    Diketahui:

    pH akhir=9\text{pH akhir}=9

    Kb Fe(OH)2=5×105K_{\text{b}}\ \text{Fe}\left(\text{OH}\right)_2=5\times10^{-5}

    n Fe(OH)2=0,46 moln\ \text{Fe}\left(\text{OH}\right)_2=0,46\ \text{mol}

    ArFe=56 g.mol1A_{\text{r}}\text{Fe}=56\ \text{g.mol}^{-1}

    ArH=1 g.mol1A_{\text{r}}\text{H}=1\ \text{g.mol}^{-1}

    ArO=16 g.mol1A_{\text{r}}\text{}\text{O}=16\ \text{g.mol}^{-1}

    ArCl=35,5 g.mol1A_{\text{r}}\text{C}\text{l}=35,5\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: massa garam\text{massa garam}?

    Dijawab:

    Penentuan konsentrasi pOH larutan akhir

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =149=14-9

    =5=5


    Penentuan konsentrasi OH- pada larutan akhir

    [OH]=10pOH\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}

    =105=10^{-5}


    Perhatikan bagan berikut!

    Mol yang digunakan untuk bereaksi adalah mol yang tersisa setelah reaksi antara asam dan basa.

    b=mol Fe(OH)2=(0,46x) molb=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)_2=\left(0,46-x\right)\ \text{mol}

    g=mol Fe(OH)Cl=x molg=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)\text{Cl}=x\ \text{mol}


    [OH]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_{\text{b}}\times\frac{b}{g}

    105=5×105×0,46xx10^{-5}=5\times10^{-5}\times\frac{0,46-x}{x}

    x105=5×105×(0,46x)x10^{-5}=5\times10^{-5}\times\left(0,46-x\right)

    x105=(2,3×105)(5x×105)x10^{-5}=\left(2,3\times10^{-5}\right)-\left(5x\times10^{-5}\right)

    x105+5x×105=2,3×105x10^{-5}+5x\times10^{-5}=2,3\times10^{-5}

    (x+5x)105=2,3×105\left(x+5x\right)10^{-5}=2,3\times10^{-5}

    6x=2,36x=2,3

    x=0,38x=0,38

    Maka,

    g=mol Fe(OH)Cl=x mol=0,38 molg=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)\text{Cl}=x\ \text{mol}=0,38\ \text{mol}


    Penentuan Mr Fe(OH)Cl

    Mr=ArFe+ArO+ArH+ArClM_{\text{r}}=A_{\text{r}}\text{Fe}+A_{\text{r}}\text{O}+A_{\text{r}}\text{H}+A_{\text{r}}\text{Cl}

    =(56+16+1+35,5) g.mol1=\left(56+16+1+35,5\right)\ \text{g.mol}^{-1}

    =108,5 g.mol1=108,5\ \text{g.mol}^{-1}


    Penentuan massa Fe(OH)Cl

    mol Fe(OH)Cl=massaMr\text{mol Fe(OH)}\text{Cl}\text{}=\frac{\text{massa}}{M_{\text{r}}}

    0,38 mol=massa108,5 gmol10,38\ \text{mol}=\frac{\text{massa}}{108,5\ \text{gmol}^{-1}}

    massa=0,38 mol×108,5 gmol1\text{massa}=0,38\ \text{mol}\times108,5\ \text{gmol}^{-1}

    massa=41,23 g\text{massa}=41,23\ \text{}\text{g}

    Maka garam yang terbentuk adalah Fe(OH)Cl dengan massa 41,23 g.

  • Pilgan

    Manakah larutan berikut yang dapat membentuk larutan penyangga dengan monohidrogenfosfat?

    A

    Ca(PO4)2

    B

    Ca2(PO4)3

    C

    NaH2PO4

    D

    Ca2HPO4

    E

    K2HPO4

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    • Jika, HPO42- bertindak sebagai basa lemah, maka tentukan asam konjugasinya.

    HPO42- ++ H+ \rightleftharpoons H2PO4-

    H2PO4- (dihidrogen fosfat) adalah asam konjugasi dari adalah HPO42-.

    Jika dihidrogen fosfat bereaksi dengan ion Na, K, dan Ca akan membentuk:

    H2PO4- ++ Na+ \rightleftharpoons NaH2PO4

    H2PO4- ++ K+ \rightleftharpoons KH2PO4

    2H2PO4- ++ Ca2+ \rightleftharpoons Ca(H2PO4)2

    • Jika, HPO42- bertindak sebagai asam lemah, maka tentukan basa konjugasinya.

    HPO42- \rightleftharpoons PO43- + H+

    PO43- adalah basa konjugasi dari adalah HPO42-.

    Jika PO43- fosfat bereaksi dengan ion Na, K, dan Ca akan membentuk:

    PO43- ++ Na+ \rightleftharpoons Na3PO4

    PO43- ++ K+ \rightleftharpoons K3PO4

    PO43- ++ Ca2+ \rightleftharpoons Ca3(PO4)2

    Maka larutan yang dapat bertindak sebagai asam dan membentuk larutan penyangga dengan larutan monohidrogenfosfat adalah dihidrogen fosfat. Dihidrogen fosfat dapat diperoleh dari larutan NaH2PO4.

  • Pilgan

    Dihidrogenfosfat-monohidrogenfosfat merupakan sistem penyangga utama pada cairan intrasel. Kelebihan asam akan mengurangi kandungan ....

    A

    asam lambung

    B

    monohidrogenfosfat

    C

    asam fosfat

    D

    asam bikarbonat

    E

    dihidrogenfosfat

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.


    Sistem penyangga utama dalam cairan intrasel adalah dihidrogenfosfat (H2PO4-) dan monohidrogenfosfat (HPO42-). Kelebihan asam akan bereaksi dengan HPO42-, sedangkan kelebihan basa akan bereaksi dengan dihidrogenfosfat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    H2PO4- ++ OH- \longrightarrow HPO42- ++ H2O

    HPO42- ++ H+ \longrightarrow H2PO4-

    Kelebihan asam akan bereaksi dengan monohidrogenfosfat sehingga kandungan pada sistem penyangga yang akan berkurang adalah monohidrogenfosfat.

  • Pilgan

    Dalam suatu larutan penyangga HPO42- - H2PO4- ditambahkan 0,05 L larutan HNO3 0,4 M. Diketahui sebelum penambahan larutan asam nitrat, mol asam lemah sama dengan mol basa konjugasinya yaitu 4,8 mol. Berdasarkan informasi tersebut, pH akhir dari larutan adalah ....

    A

    3,072

    B

    4,997

    C

    5,394

    D

    8,036

    E

    0,036

    Pembahasan:

    Diketahui:

    αi=mol H2PO4 sebelum penambahan asam nitrat=4,8 mol\alpha_{\text{i}}=\text{mol H}_2\text{PO}_4^-\ \text{sebelum penambahan asam nitrat}=4,8\ \text{mol}

    gi=mol HPO42 sebelum penambahan asam nitrat=αi=4,8 molg_{\text{i}}=\text{mol H}\text{PO}_4^{2-}\ \text{sebelum penambahan asam nitrat}=\alpha_{\text{i}}=4,8\ \text{mol}

    [HNO3]=0,4 M\left[\text{HNO}_3\right]=0,4\ \text{M}

    V HNO3=0,05 LV\ \text{HNO}_3^{ }=0,05\ \text{L}

    Ditanya: pH akhir larutan?

    Dijawab:

    Reaksi yang terjadi karena penambahan asam nitrat adalah sebagai berikut.

    HPO42- ++ HNO3 \longrightarrow H2PO4- ++ NO3-

    mol HPO42 yang bereaksi=mol HNO3\text{mol H}\text{PO}_4^{2-}\ \text{yang bereaksi}=\text{mol HNO}_3

    =[HNO3]×V HNO3=\left[\text{HNO}_3\right]\times V\ \text{HNO}_3

    =0,4 M×0,05 L=0,4\ \text{M}\times0,05\ \text{L}

    =0,02 mol=0,02\ \text{mol}


    mol H2PO4 yang terbentuk=mol HPO42 yang bereaksi=0,02 mol\text{mol H}_2\text{PO}_4^-\ \text{yang terbentuk}=\text{mol H}\text{PO}_4^{2-}\ \text{yang bereaksi}=0,02\ \text{mol}

    α=αi+mol H2PO4 yang terbentuk\alpha=\alpha_{\text{i}}+\text{mol H}_2\text{PO}_4^-\ \text{yang terbentuk}

    =(4,8 +0,02) mol=\left(4,8\ +0,02\right)\ \text{mol}

    =4,82 mol=4,82\ \text{mol}

    g=gimol HPO42 yang bereaksig=g_{\text{i}}-\text{}\text{mol H}\text{PO}_4^{2-}\ \text{yang bereaksi}

    =(4,80,02) mol=\left(4,8-0,02\right)\ \text{mol}

    =4,78 mol=4,78\ \text{mol}


    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    =1×105×4,824,78=1\times10^{-5}\times\frac{4,82}{4,78}

    =1,008×105=1,008\times10^{-5}


    pH=log[H+]\text{pH}=-\log\left[\text{H}^+\right]

    =log(1,008×105)=-\log\left(1,008\times10^{-5}\right)

    =5log1,008=5-\log1,008

    =50,003=5-0,003

    =4,997=4,997

    Maka pH akhir dari larutan adalah 4,997.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.