Latihan Fisika Kelas X Pengukuran
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Gambar di atas menunjukkan hasil pengukuran diameter sebuah tabung menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran diameter tersebut sesuai yang ditunjukkan oleh gambar adalah ....

    A

    5,63 cm5,63\ \text{cm}

    B

    5,67 cm5,67\ \text{cm}

    C

    5,73 cm5,73\ \text{cm}

    D

    5,87 cm5,87\ \text{cm}

    E

    5,83 cm5,83\ \text{cm}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar hasil pengukuran diameter tabung menggunakan jangka sorong

    Ditanyakan:

    Hasil pengukuran panjang diameter tabung sesuai skala yang ditunjuk pada gambar?

    Jawab:

    Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.

    Terdapat dua jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama yang bagian atas dan skala nonius yang bagian bawah. Satuan pada skala utama adalah cm, sedangkan nilai pada skala nonius ditunjukkan oleh angka yang terletak satu garis dengan skala utama kemudian angka tersebut dikali dengan 0,01 cm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    skala utama =5,8 cm=5,8\ \text{cm}

    skala nonius =3×0,01 cm=0,03 cm=3\times0,01\ \text{cm}=0,03\ \text{cm}

    diameter tabung =skala utama +skala nonius=\text{skala utama }+\text{skala nonius}

    =5,8 cm+0,03 cm=5,8\ \text{cm}+0,03\ \text{cm}

    =5,83 cm=5,83\ \text{cm}

    Jadi, hasil pengukuran diameternya adalah 5,83 cm5,83\ \text{cm}

  • Pilgan

    Selembar mika plastik akan dibuat menjadi bangun tabung sebagai tempat jarum pentul. Bagian alas tabung yang berjari-jari 1,4 cm terbuat dari kaca sudah tersedia, sehingga mika hanya akan digunakan sebagai dinding tabung. Tinggi tabung dibuat menyesuaikan dengan panjang jarum pentul yang telah diukur menggunakan jangka sorong seperti pada gambar. Dengan memperhatikan aturan angka penting, berapakah luas mika yang dibutuhkan?

    A

    28 cm228\ \text{cm}^2

    B

    28,16 cm228,16\ \text{cm}^2

    C

    8,8 cm28,8\ \text{cm}^2

    D

    12 cm212\ \text{cm}^2

    E

    3,2 cm23,2\ \text{cm}^2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari alas r=1,4 cmr=1,4\ \text{cm}

    Tinggi tabung tt disajikan dalam gambar hasil pengukuran

    Ditanyakan:

    Luas mika untuk kulit tabung (AA)?

    Jawab:

    Mika hanya digunakan untuk membuat kulit tabung, sehingga bentuk mika yang dibutuhkan adalah persegi panjang.

    1) Membaca hasil pengukuran panjang jarum pentul

    Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.

    Terdapat dua jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama yang bagian atas dan skala nonius yang bagian bawah. Satuan pada skala utama adalah cm, sedangkan nilai pada skala nonius ditunjukkan oleh angka yang terletak satu garis dengan skala utama kemudian angka tersebut dikali dengan 0,01 cm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    skala utama =3,2 cm=3,2\ \text{cm}

    skala nonius =0×0,01 cm=0=0\times0,01\ \text{cm}=0

    panjang jarum pentul =skala utama +skala nonius=\text{skala utama }+\text{skala nonius}

    =3,2 cm+0=3,2\ \text{cm}+0

    =3,2 cm=3,2\ \text{cm}

    Panjang jarum pentul 3,2 cm adalah sebagai tinggi tabung, atau dalam persegi panjang sebagai sisi lebarnya.

    2) Menentukan panjang keliling tabung

    Jika jari-jari alas tabung adalah 1,4 cm, maka kelilingnya adalah k=2πrk=2\pi r ⇔k=2(227)1,4=8,8 cm\Leftrightarrow k=2\left(\frac{22}{7}\right)1,4=8,8\ \text{cm}.

    Keliling alas 8,8 cm adalah keliling kulit tabung, atau dalam persegi panjang sebagai sisi panjangnya.

    3) Menentukan luas mika

    Untuk mencari luas mika digunakan persamaan A=p×lA=p\times l, sehingga kita menggunakan operasi hitung perkalian.

    Sesuai aturan angka penting, hasil akhir dari perkalian hanya boleh mengandung jumlah angka penting sebanyak angka penting dari bilangan penting yang memiliki jumlah angka penting paling sedikit dari semua bilangan penting yang terlibat dalam operasi.

    Penyelesaiannya menjadi:

    A=p×lA=p\times l

    =8,8 cm×3,2 cm=8,8\ \text{cm}\times3,2\ \text{cm} (2 AP) ×\times (2 AP)

    =28,16 cm2=28,16\ \text{cm}^2

    Hasil akhirnya harus mengandung 2 angka penting, sehingga 28 cm228\ \text{cm}^2

    Jadi, luas mika adalah 28 cm228\ \text{cm}^2

  • Pilgan

    Sehelai lidi yang dipotong menjadi bagian kecil-kecil diukur panjangnya dengan menggunakan mistar seperti tampak pada gambar berikut. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan nilai ....

    A

    15,5 cm

    B

    4,2 cm

    C

    16,2 cm

    D

    5,0 cm

    E

    4,5 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar hasil pengukuran panjang potongan lidi menggunakan mistar

    Ditanyakan:

    Hasil pengukuran panjang potongan lidi sesuai skala yang ditunjuk pada gambar?

    Jawab:

    Mistar merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.

    Pada mistar terdapat gores-gores panjang dan gores-gores pendek. Jarak antara dua gores panjang yang berdekatan menunjukkan 5 mm atau 0,5 cm. Jarak antara dua gores pendek yang berdekatan menunjukkan 1 mm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    gores panjang =4,0 cm=4,0\ \text{cm}

    gores pendek =5 mm=0,5 cm=5\ \text{mm}=0,5\ \text{cm} (3 gores di ujung kiri dan 2 gores di ujung kanan)

    panjang potongan lidi=gores panjang +gores pendek=\text{gores panjang}\ +\text{gores pendek}

    =4,0 cm+0,5 cm=4,0\ \text{cm}+0,5\ \text{cm}

    =4,5 cm=4,5\ \text{cm}

    Atau, dapat juga dengan penyelesaian berikut.

    panjang potongan lidi == nilai ujung kanan −- nilai ujung kiri

    =16,7 cm−12,2 cm=16,7\ \text{cm}-12,2\ \text{cm}

    =4,5 cm=4,5\ \text{cm}

    Jadi, hasil pengukuran panjangnya adalah 4,5 cm4,5\ \text{cm}

  • Pilgan

    Seorang siswa melakukan pengukuran terhadap benda berbentuk kubus dengan menggunakan neraca dan jangka sorong, kemudian diperoleh data seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

    Kubus yang terbuat dari besi tersebut akan dicari nilai massa jenisnya dengan menggunakan data yang telah diperolehnya. Jika massa jenis merupakan pengukuran massa setiap satuan volume suatu benda, maka nilai massa jenis besi tersebut mendekati ....

    A

    7,9 g/cm37,9\ \text{g/cm}^3

    B

    8,4 g/cm38,4\ \text{g/cm}^3

    C

    7,14 g/cm37,14\ \text{g/cm}^3

    D

    10,5 g/cm310,5\ \text{g/cm}^3

    E

    13,6 g/cm313,6\ \text{g/cm}^3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar hasil pengukuran massa besi

    gambar hasil pengukuran panjang sisi kubus besi

    Ditanyakan:

    Massa jenis besi

    Jawab:

    Karena massa jenis merupakan pengukuran massa setiap satuan volume, maka bentuk matematisnya menjadi: ρ=mV\rho=\frac{m}{V}

    Massa dapat dicari dari pembacaan neraca, kemudian volume dapat dicari dari pembacaan pada jangka sorong.

    1) Menentukan massa besi

    Neraca O’Hauss tiga lengan memiliki rincian sebagai berikut.

    • Lengan belakang memiliki skala 0 – 500 gram.
    • Lengan tengah memiliki skala 0 – 100 gram.
    • Lengan depan memiliki skala 0 – 10 gram.

    Untuk menghitung massa besi yang ditimbang dengan neraca ini, kita dapat menjumlahkan nilai yang ditunjuk oleh tanda panah pada masing masing lengan.

    Perhitungannya menjadi:

    massa besi== nilai yang ditunjuk pada lengan belakang ++ lengan tengah ++ lengan depan

    =0 gram+90+1,8 gram=0\ \text{gram}+90+1,8\ \text{gram}

    =91,8 gram=91,8\ \text{gram}

    2) Menentukan Volume kubus besi

    Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.

    Terdapat dua jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama yang bagian atas dan skala nonius yang bagian bawah. Satuan pada skala utama adalah cm, sedangkan nilai pada skala nonius ditunjukkan oleh angka yang terletak satu garis dengan skala utama kemudian angka tersebut dikali dengan 0,01 cm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    skala utama =2,2 cm=2,2\ \text{cm}

    skala nonius =6×0,01 cm=0,06 cm=6\times0,01\ \text{cm}=0,06\ \text{cm}

    panjang sisi kubus =skala utama +skala nonius=\text{skala utama }+\text{skala nonius}

    =2,2 cm +0,06 cm=2,2\ \text{cm}\ +0,06\ \text{cm}

    =2,26 cm=2,26\ \text{cm}

    Sementara, volume kubus V=s3V=s^3

    V=(2,26 cm)3=11,543176 cm3V=\left(2,26\ \text{cm}\right)^3=11,543176\ \text{cm}^3

    3) Menentukan massa jenis besi

    ρ=mV\rho=\frac{m}{V}

    =91,8 gram11,543176 cm3=\frac{91,8\ \text{gram}}{11,543176\ \text{cm}^3}

    =7,953 g/cm3=7,953\ \text{g/cm}^3

    Jadi, massa jenis besi mendekati 7,9 g/cm37,9\ \text{g/cm}^3

  • Pilgan

    Sebuah neraca O'Hauss tiga lengan digunakan untuk menimbang sebuah batu yang akan digunakan sebagai bahan praktikum. Ternyata skala yang ditunjuk pada neraca tampak seperti pada gambar berikut.

    Berapakah massa batu tersebut?

    A

    77 gram77\ \text{gram}

    B

    132,7 gram132,7\ \text{gram}

    C

    137 gram137\ \text{gram}

    D

    130,7 gram130,7\ \text{gram}

    E

    130,2 gram130,2\ \text{gram}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hasil pengukuran massa dengan neraca O'Hauss tiga lengan

    Ditanyakan:

    Besar massa yang ditunjukkan oleh gambar neraca?

    Jawab:

    Neraca O’Hauss tiga lengan memiliki rincian sebagai berikut.

    • Lengan belakang memiliki skala 0 – 500 gram.
    • Lengan tengah memiliki skala 0 – 100 gram.
    • Lengan depan memiliki skala 0 – 10 gram.

    Untuk menghitung massa batu yang ditimbang dengan neraca ini, kita dapat menjumlahkan nilai yang ditunjuk oleh tanda panah pada masing masing lengan.

    Perhitungannya menjadi:

    massa batu == nilai yang ditunjuk pada lengan belakang ++ lengan tengah ++ lengan depan

    =100 gram + 30 gram +2,7 gram=100\ \text{gram}\ +\ 30\ \text{gram }+2,7\ \text{gram}

    =132,7 gram=132,7\ \text{gram}

    Jadi, massa mangga adalah 132,7 gram132,7\ \text{gram}

  • Pilgan

    Hasil pengukuran panjang sebuah kawat menggunakan mistar dilaporkan sebagai L=(6,55±0,05) cmL=\left(6,55\pm0,05\right)\ \text{cm}. Apa arti pengukuran panjang tersebut?

    A

    Nilai xx0 tidak sama dengan 6,55 cm

    B

    Nilai xx0 dapat kurang atau lebih dari 0,05 cm

    C

    Nilai xx0 mendekati 7,00 cm

    D

    Nilai xx0 mendekati 6,00 cm

    E

    Nilai xx0 berada di sekitar 6,55 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hasil laporan pengukuran panjang dengan mistar L=(6,55±0,05) cmL=\left(6,55\pm0,05\right)\ \text{cm}

    Ditanyakan:

    Arti pengukuran panjang yang ditulis dalam laporan?

    Jawab:

    Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai berikut.

    x=xx=x0 ±Δx\pm\Delta x

    pada soal dituliskan L=(6,55±0,05) cmL=\left(6,55\pm0,05\right)\ \text{cm}, artinya kita tidak tahu nilai benar xx0. Tetapi, setelah diukur satu kali, maka xx0 berada di sekitar 6,55 cm, yaitu antara 6,50 cm (dari 6,55−0,056,55-0,05) dan 6,60 cm (dari 6,55+0,056,55+0,05).

    Jadi, artinya adalah nilai xx0 berada di sekitar 6,55 cm.

  • Pilgan

    Perhatikan kedua gambar berikut!

    Gambar tersebut merupakan tampilan hasil pengukuran tinggi dan diameter baterai yang masing-masing menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup. Dari hasil pembacaan skala pada kedua alat, berapakah volume baterai tersebut?

    A

    35,58 cm335,58\ \text{cm}^3

    B

    8,335 cm38,335\ \text{cm}^3

    C

    3,855 cm33,855\ \text{cm}^3

    D

    48,858 cm348,858\ \text{cm}^3

    E

    4,88 cm34,88\ \text{cm}^3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar hasil pengukuran tinggi baterai menggunakan jangka sorong

    Gambar hasil pengukuran diameter baterai menggunakan mikrometer sekrup

    Ditanyakan:

    Volume baterai?

    Jawab:

    1) Menentukan tinggi baterai menggunakan jangka sorong

    Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm.

    Terdapat dua jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama yang bagian atas dan skala nonius yang bagian bawah. Satuan pada skala utama adalah cm, sedangkan nilai pada skala nonius ditunjukkan oleh angka yang terletak satu garis dengan skala utama kemudian angka tersebut dikali dengan 0,01 cm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    skala utama =4,4 cm=4,4\ \text{cm}

    skala nonius =5×0,01 cm=0,05 cm=5\times0,01\ \text{cm}=0,05\ \text{cm}

    tinggi baterai =skala utama +skala nonius=\text{skala utama }+\text{skala nonius}

    =4,4 cm+0,05 cm=4,4\ \text{cm}+0,05\ \text{cm}

    =4,45 cm=4,45\ \text{cm}

    2) Menentukan diameter baterai menggunakan mikrometer sekrup

    Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang yang memiliki ketelitian 0,01 mm.

    Terdapat dua jenis skala pada mikrometer sekrup, yaitu skala utama di bagian kiri dengan posisi horizontal dan skala nonius di bagian kanan dengan posisi vertikal. Satuan baik pada skala utama maupun skala nonius adalah mm, dengan nilai pada skala nonius ditunjukkan oleh angka yang terletak satu garis dengan garis utama kemudian angka tersebut dikali dengan 0,01 mm.

    Pada gambar ditunjukkan:

    skala utama =10,5 mm=10,5\ \text{mm}

    skala nonius =0×0,01 mm=0=0\times0,01\ \text{mm}=0

    diameter baterai =skala utama +skala nonius=\text{skala utama }+\text{skala nonius}

    =10,5 mm+0=10,5\ \text{mm}+0

    =10,5 mm=10,5\ \text{mm}

    3) Menentukan volume baterai

    Bentuk baterai adalah silinder, sehingga V=14πd2tV=\frac{1}{4}\pi d^2t

    V=14(227)(10,5 mm)2(4,45 cm)V=\frac{1}{4}\left(\frac{22}{7}\right)\left(10,5\ \text{mm}\right)^2\left(4,45\ \text{cm}\right), samakan satuan kedalam mm semua

    =14(227)(10,5)(10,5)(44,5)=\frac{1}{4}\left(\frac{22}{7}\right)\left(10,5\right)\left(10,5\right)\left(44,5\right)

    =12(11)(1,5)(10,5)(44,5)=\frac{1}{2}\left(11\right)\left(1,5\right)\left(10,5\right)\left(44,5\right)

    =3.854,8125 mm3=3.854,8125\ \text{mm}^3

    =3,855×103 mm3=3,855 cm3=3,855\times10^3\ \text{mm}^3=3,855\ \text{cm}^3

    Jadi, volume baterai adalah 3,855 cm33,855\ \text{cm}^3

  • Pilgan

    Sebuah mangga ditimbang dan menunjukkan kedudukan skala sebuah neraca seperti pada gambar berikut.

    Nilai yang tepat untuk massa mangga tersebut adalah ....

    A

    356 gram356\ \text{gram}

    B

    355,9 gram355,9\ \text{gram}

    C

    350,6 gram350,6\ \text{gram}

    D

    350,9 gram350,9\ \text{gram}

    E

    259 gram259\ \text{gram}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hasil pengukuran massa dengan neraca O'Hauss tiga lengan

    Ditanyakan:

    Besar massa yang ditunjukkan oleh gambar neraca?

    Jawab:

    Neraca O’Hauss tiga lengan memiliki rincian sebagai berikut.

    • Lengan belakang memiliki skala 0 – 500 gram.
    • Lengan tengah memiliki skala 0 – 100 gram.
    • Lengan depan memiliki skala 0 – 10 gram.

    Untuk menghitung massa mangga yang ditimbang dengan neraca ini, kita dapat menjumlahkan nilai yang ditunjuk oleh tanda panah pada masing masing lengan.

    Perhitungannya menjadi:

    massa mangga == nilai yang ditunjuk pada lengan belakang ++ lengan tengah ++ lengan depan

    =300 gram+50 gram +5,9 gram=300\ \text{gram}+50\ \text{gram }+5,9\ \text{gram}

    =355,9 gram=355,9\ \text{gram}

    Jadi, massa mangga adalah 355,9 gram355,9\ \text{gram}

  • Pilgan

    Pada saat melakukan percobaan ayunan sederhana, perhitungan waktu pada saat terjadi 10 ayunan dilakukan berulang sebanyak 6 kali. Data waktu yang diperoleh adalah 14,44 s; 14,39 s; 14,40 s, 14,45 s; 14,49 s; dan 14, 45 s. Laporan hasil perhitungan tersebut beserta ketidakpastiannya adalah ....

    A

    t=(14,00±0,03) st=\left(14,00\pm0,03\right)\ \text{s}

    B

    t=(14,4±0,03) st=\left(14,4\pm0,03\right)\ \text{s}

    C

    t=(14,43±0,340) st=\left(14,43\pm0,340\right)\ \text{s}

    D

    t=(14,44±0,034) st=\left(14,44\pm0,034\right)\ \text{s}

    E

    t=(14±0,03) st=\left(14\pm0,03\right)\ \text{s}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Data perhitungan waktu pada saat terjadi 10 kali ayunan

    Ditanyakan:

    Laporan hasil perhitungan beserta ketidakpastiannya?

    Jawab:

    Dari kolom (1) diperoleh N=6N=6

    Dari kolom (2) diperoleh ∑ti=86,62\sum_{ }^{ }t_i=86,62

    Dari kolom (3) diperoleh ∑ti2=1.250,51\sum_{ }^{ }t_i^2=1.250,51

    t0=∑tiN=86,626=14,437 st_0=\frac{\sum_{ }^{ }t_i}{N}=\frac{86,62}{6}=14,437\ \text{s}

    Δt=St‾=1NN∑ti2−(∑ti)2N−1\Delta t=S_{\overline{t}}=\frac{1}{\sqrt{N}}\sqrt{\frac{N\sum_{ }^{ }t_i^2-\left(\sum_{ }^{ }t_i\right)^2}{N-1}}

    =166(1.250,51)−(86,62)26−1=\frac{1}{\sqrt{6}}\sqrt{\frac{6\left(1.250,51\right)-\left(86,62\right)^2}{6-1}}

    =167.503,06−7.503,0245=\frac{1}{\sqrt{6}}\sqrt{\frac{7.503,06-7.503,024}{5}}

    =160,03565=\frac{1}{\sqrt{6}}\sqrt{\frac{0,0356}{5}}

    =0,034 s=0,034\ \text{s}

    Ketidakpastian relatif =Δtt0×100%=\frac{\Delta t}{t_0}\times100\%

    =0,03414,437×100%=0,24 %=\frac{0,034}{14,437}\times100\%=0,24\ \%

    Aturan penulisan banyaknya angka yang dapat dilaporkan dalam percobaan berulang adalah:

    Ketidakpastian relatif sekitar 10% berhak atas 2 angka.

    Ketidakpastian relatif sekitar 1% berhak atas 3 angka.

    Ketidakpastian relatif sekitar 0,1% berhak atas 4 angka.

    Maka, ketidakpastian relatif 0,24 %0,24\ \% mendekati 0,1%, jadi berhak atas 4 angka, sehingga hasil pengukuran harus dilaporkan dalam 4 angka, yaitu:

    t=t0±Δtt=t_0\pm\Delta t

    =(14,437±0,034) s=\left(14,437\pm0,034\right)\ \text{s}

    =(14,44±0,034) s=\left(14,44\pm0,034\right)\ \text{s} (14,437 dibulatkan agar mengandung 4 angka penting yaitu menjadi 14,44)

    Jadi, laporan hasil perhitungan beserta ketidakpastiannya adalah t=(14,44±0,034) st=\left(14,44\pm0,034\right)\ \text{s}.

  • Pilgan

    Dilakukan sebuah pengukuran berulang besar massa dan volume air yang selanjutnya data akan digunakan untuk mencari massa jenis air. Dari perhitungan data yang telah diperoleh, didapatkan nilai benar massa jenis ρ0=995,878 kg/m3\rho_0=995,878\ \text{kg/m}^3 dan ketidakpastian Δρ=21,90 kg/m3\Delta\rho=21,90\ \text{kg/m}^3. Dari hasil tersebut, maka dapat dihitung ketidakpastian relatifnya untuk menentukan aturan penulisan laporan hasil pengukuran. Berapakah besar massa jenis air ρ\rho jika ditulis dalam laporan hasil pengukuran?

    A

    ρ=(995,8±21,9) kg/m3\rho=\left(995,8\pm21,9\right)\ \text{kg/m}^3

    B

    ρ=(996±21,9) kg/m3\rho=\left(996\pm21,9\right)\ \text{kg/m}^3

    C

    ρ=(996,0±21,90) kg/m3\rho=\left(996,0\pm21,90\right)\ \text{kg/m}^3

    D

    ρ=(996±22) kg/m3\rho=\left(996\pm22\right)\ \text{kg/m}^3

    E

    ρ=(996,878±21,90) kg/m3\rho=\left(996,878\pm21,90\right)\ \text{kg/m}^3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Nilai benar massa jenis ρ0=995,878 kg/m3\rho_0=995,878\ \text{kg/m}^3

    Ketidakpastian Δρ=21,90 kg/m3\Delta\rho=21,90\ \text{kg/m}^3.

    Ditanyakan:

    Besar massa jenis air ρ\rho jika ditulis dalam laporan hasil pengukuran?

    Jawab:

    Ketidakpastian relatif =Δρρ0×100%=\frac{\Delta\rho}{\rho_0}\times100\%

    =21,90995,878×100%=2,2%=\frac{21,90}{995,878}\times100\%=2,2\%

    Aturan penulisan banyaknya angka yang dapat dilaporkan dalam percobaan berulang adalah:

    Ketidakpastian relatif sekitar 10% berhak atas 2 angka.

    Ketidakpastian relatif sekitar 1% berhak atas 3 angka.

    Ketidakpastian relatif sekitar 0,1% berhak atas 4 angka.

    Maka, ketidakpastian relatif 2,2% mendekati 1%, jadi berhak atas 3 angka, sehingga hasil pengukuran harus dilaporkan dalam 3 angka, yaitu:

    ρ=ρ0±Δρ\rho=\rho_0\pm\Delta\rho

    =(995,878±21,90) kg/m3=\left(995,878\pm21,90\right)\ \text{kg/m}^3(995,878 dibulatkan agar terdiri dari 3 angka, kemudian agar nilai ρ\rho tetap mengandung 3 angka, nilai 995,878 dibulatkan menjadi 996 dan 21,90 dibulatkan menjadi 22)

    =(996±22) kg/m3=\left(996\pm22\right)\ \text{kg/m}^3mb

    Jadi, besar massa jenis air ρ\rho jika ditulis dalam laporan hasil pengukuran adalah ρ=(996±22) kg/m3\rho=\left(996\pm22\right)\ \text{kg/m}^3


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.