Latihan Kimia Kelas XI Konsep, Hukum, dan Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Energi minimum yang diperlukan oleh sebuah reaksi agar dapat berlangsung disebut energi ....

    A

    gerak

    B

    reaksi

    C

    potensial

    D

    kinetik

    E

    aktivasi

    Pembahasan:

    Sebelum suatu tumbukan terjadi, partikel-partikel memerlukan suatu energi minimum yang dikenal sebagai energi pengaktifan atau energi aktivasi (Ea). Energi pengaktifan atau energi aktivasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi. Sebagai contoh adalah reaksi antara hidrogen (H2) dengan oksigen (O2) menghasilkan air, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

    Ketika reaksi sedang berlangsung akan terbentuk zat kompleks teraktivasi. Zat kompleks teraktivasi berada pada puncak energi. Jika reaksi berhasil, maka zat kompleks teraktivasi akan terurai menjadi zat hasil reaksi.

    Jadi, energi minimum yang diperlukan oleh sebuah reaksi agar dapat berlangsung disebut energi aktivasi.

  • Pilgan

    Diketahui reaksi A + B → C + D. Pernyataan yang benar untuk menunjukkan laju reaksi dari persamaan reaksi tersebut adalah ....

    A

    rA=Δ[A]Δtr_{\text{A}}=-\frac{\Delta\left[\text{A}\text{}\right]}{\Delta t}

    B

    rA=+Δ[A]Δtr_{\text{A}}=+\frac{\Delta\left[\text{A}\text{}\right]}{\Delta t}

    C

    rC=Δ[C]Δtr_{\text{C}}=-\frac{\Delta\left[\text{C}\text{}\text{}\right]}{\Delta t}

    D

    rB=+Δ[B]Δtr_{\text{B}}=+\frac{\Delta\left[\text{}\text{}\text{B}\right]}{\Delta t}

    E

    rD=Δ[D]Δtr_{\text{D}}=-\frac{\Delta\left[\text{D}\text{}\text{}\text{}\right]}{\Delta t}

    Pembahasan:

    Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah pereaksi atau laju bertambahnya jumlah hasil reaksi dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam-macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas).

    Untuk reaksi: A + B \rightarrow C + D

    • A dan B merupakan pereaksi sehingga akan mengalami pengurangan tiap satuan waktu, maka laju pengurangan A dan B dapat juga ditulis sebagai berikut.

    rA=Δ[A]Δtr_{\text{A}}=-\frac{\Delta\left[\text{A}\text{}\right]}{\Delta t} ; rB=Δ[B]Δtr_{\text{B}}=-\frac{\Delta\left[\text{B}\text{}\right]}{\Delta t}

    (tanda "-" pada persamaan menunjukkan terjadinya pengurangan konsentrasi A dan B tiap satuan waktu)

    • C dan D merupakan hasil reaksi sehingga akan terus bertambah tiap satuan waktu, maka laju penambahan C dan D dapat juga ditulis sebagai berikut.

    rC=+Δ[C]Δtr_{\text{C}}=+\frac{\Delta\left[\text{C}\text{}\text{}\right]}{\Delta t} ; rD=+Δ[D]Δtr_{\text{D}}=+\frac{\Delta\left[\text{D}\text{}\text{}\text{}\right]}{\Delta t}

    (tanda "++" pada persamaan menunjukkan terjadinya penambahan konsentrasi C dan D tiap satuan waktu)

    Jadi pernyataan yang benar untuk menunjukkan laju reaksi dari persamaan reaksi tersebut adalah rA=Δ[A]Δtr_{\text{A}}=-\frac{\Delta\left[\text{A}\text{}\right]}{\Delta t}

  • Pilgan

    Pada percobaan reaksi A + B → AB diperoleh data-data percobaan sebagai berikut.

    Berdasarkan data hasil percobaan di atas, orde reaksi total dari reaksi tersebut adalah ....

    A

    0

    B

    4

    C

    3

    D

    2

    E

    1

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Persamaan reaksi: A + B → AB
    • Data hasil percobaan:

    Ditanya:

    Orde reaksi total?

    Dijawab:

    Persamaan laju untuk reaksi di atas: r = k [A]x [B]y


    Untuk mencari orde A, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang berbeda dan konsentrasi B yang sama → Percobaan 2 dan 3.

     r2r3=k[A]2x[ B]2yk[A]3x[ B]3y\ \frac{r_2}{r_3}=\frac{k\left[\text{A}\right]_2^x\left[\text{ B}\right]_2^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_3^x\left[\text{ B}\right]_3^y}

    1632=k[0,1]x[0,2]yk[0,2]x[0,2]y\frac{16}{32}=\frac{\text{}k\left[0,1\right]_{ }^x\left[0,2\right]_{ }^y}{k\left[0,2\right]_{ }^x\left[0,2\right]_{ }^y}

     12=[1]x[2]x \ \frac{1}{2}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^x}{\left[2\right]_{ }^x}\ 

    (12)1=(12)x  \left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^x\ \ 

       x=1\ \ \ x=1

    Untuk mencari orde B, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi A yang sama dan konsentrasi B yang berbeda → Percobaan 1 dan 2.

     r1r2=k[A]1x[ B]1yk[A]2x[ B]2y\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{A}\right]_1^x\left[\text{ B}\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{A}\right]_2^x\left[\text{ B}\right]_2^y}

    816=k[0,1]x[0,1]yk[0,1]x[0,2]y\frac{8}{16}=\frac{\text{}k\left[0,1\right]_{ }^x\left[0,1\right]_{ }^y}{k\left[0,1\right]_{ }^x\left[0,2\right]_{ }^y}

     12=[1]y[2]y \ \frac{1}{2}=\frac{\text{}\left[1\right]_{ }^y}{\left[2\right]_{ }^y}\ 

    (12)1=(12)y  \left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^y\ \ 

       y=1\ \ \ y=1


    Orde reaksi total = x + y = 2

    Jadi, orde reaksi total reaksi yang terdapat pada soal adalah 2.

  • Pilgan

    Pada reaksi A + B → C, dari hasil percobaan diperoleh rumus laju reaksi r = k [A] [B]3. Jika [A] dinaikkan 2 kali dan laju reaksi 16 kali lebih cepat, maka [B] harus dinaikkan sebesar ... kali.

    A

    4

    B

    5

    C

    1

    D

    2

    E

    3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Persamaan laju reaksi r = k [A] [B]3

    Ditanya:

    • Penambahan konsentrasi B jika konsentrasi A diperbesar 2 kali → r = 16 kali lebih cepat

    Dijawab:

    Soal di atas dapat disusun ulang dalam tabel di bawah ini.

     r1r2=k[A]1[ B]13k[A]2[ B]23 \ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{A}\right]_1^{ }\left[\text{ B}\right]_1^3}{k\left[\text{A}\text{}\text{}\right]_2^{ }\left[\text{ B}\right]_2^3}\ 

     r16r=k[a][ b]3k[2a][xb]3 \ \frac{r_{ }}{16r_{ }}=\frac{k\left[\text{a}\right]_{ }^{ }\left[\text{ b}\right]_{ }^3}{k\left[\text{2a}\text{}\text{}\right]_{ }^{ }\left[\text{x}\text{b}\right]_{ }^3}\ 

     116 = 12[a][a](1x)3[b]3[b]3 \ \frac{1}{16\ }=\ \frac{1}{2}\frac{\left[\text{a}\right]}{\left[\text{a}\text{}\text{}\right]_{ }^{ }}\left(\frac{1}{\text{x}}\right)^3\frac{\left[\text{b}\right]_{ }^3}{\left[\text{b}\right]_{ }^3}\ 

     216 = (1x)3\ \frac{2}{16\ }=\ \left(\frac{1}{\text{x}}\right)^3

     18 = (1x)3\ \frac{1}{8\ }=\ \left(\frac{1}{\text{x}}\right)^3

     (12)3= (1x)3\ \left(\frac{1}{2}\right)^3=\ \left(\frac{1}{\text{x}}\right)^3

     x =2\ \text{x}\ =2


    Jadi untuk persamaan laju r = k [A] [B]3, jika [A] dinaikkan 2 kali dan laju reaksi 16 kali lebih cepat, maka [B] harus dinaikkan sebesar 2 kali.

  • Pilgan

    Pada reaksi:

    2NO(g) + O2(g) \rightarrow 2NO2(g)

    Hasil percobaan menyatakan bahwa persamaan lajunya adalah r = k [NO]2 [O2] dan k = 1 ×\times 10-4. Bila 1 mol NO direaksikan dengan 2 mol O2 yang volumenya 3 liter, kecepatan awal reaksi adalah ....

    A

    14,8×10414,8\times10^{-4}

    B

    7,4×1047,4\times10^{-4}

    C

    7,4×1067,4\times10^{-6}

    D

    3,7×1043,7\times10^{-4}

    E

    3,7×1063,7\times10^{-6}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • r = k [NO]2 [O2]
    • k = 1 x 10-4
    • n NO = 1 mol
    • n O2 = 2 mol
    • V = 3 liter

    Ditanya:

    Laju reaksi pada saat NO = 1 mol dan O2 = 2 mol

    Dijawab:

     r=k[NO]2[O2]\ r_{ }=k\left[\text{NO}\right]_{ }^2\left[\text{O}_2\right]

     r=k[nNOV]2[nO2V]\ r=k\left[\frac{n_{\text{NO}}}{V}\right]_{ }^2\left[\frac{n_{\text{O}_2}}{V}\right]

     r=1×104[1 mol3 L]2[2 mol3 L]\ r=1\times10^{-4}\left[\frac{1\ \text{mol}}{3\ \text{L}}\right]_{ }^2\left[\frac{2\ \text{mol}}{3\ \text{L}}\right]

     r=1×104(13)2(2 3 )\ r=1\times10^{-4}\left(\frac{1}{3}\right)_{ }^2\left(\frac{2\ }{3\ }\right)

     r=227×104\ r=\frac{2}{27}\times10^{-4}

     r=7,4×106\ r=7,4\times10^{-6}


    Maka laju reaksi pada saat NO = 1 mol dan O2 = 2 mol adalah 7,4×1067,4\times10^{-6}.

  • Pilgan

    Dari percobaan laju reaksi 2A + 2B \rightarrow A2B2 diperoleh data sebagai berikut:

    Laju reaksi rata-ratanya adalah ....

    A

    1,25 ×103  M det11,25\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    B

    2,5 ×103  M det12,5\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    C

    5 ×103  M det15\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    D

    2 ×103  M det12\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    E

    10 ×103 M det110\ \times10^{-3}\ \text{M }\det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • M1 = 0,1 M ; t1 = 0 detik
    • M2 = 0,08 M ; t2 = 10 detik
    • M3 = 0,075 M ; t3 = 20 detik

    Ditanya:

    Laju reaksi rata-rata

    Dijawab:

    Karena di soal yang diketahui merupakan data konsentrasi B, maka laju rata-rata diperoleh dengan menghitung laju rata-rata B tiap satuan waktu. Untuk mencari laju rata-rata, data yang dipakai yakni data konsentrasi dan waktu awal dan data konsentrasi dan waktu akhir. Sehingga, laju reaksi rata-rata B adalah

    r=[B] Δt=M1 M3t3  t1  r_{\text{}}=\frac{\left[\text{B}\right]}{\ \Delta t}=\frac{M_1-\ M_3}{t_{3\ }-\ t_1\ }\ 

    r=0,1 M  0,075 M 20det 0 detr_{\text{}}=\frac{0,1\ \text{M }-\ 0,075\ \text{M }}{20\det-\ 0\ \det}

    r=0,025  M 20 det r_{\text{}}=\frac{0,025\ \ \text{M }}{20\ \det}\ 

    r=0,00125  M det1=1,25 ×103  M det1r_{\text{}}=0,00125\ \ \text{M }\det^{-1}=1,25\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    Jadi laju rata-rata reaksi di atas adalah 1,25 x 10-3 M det-1.

  • Pilgan

    Seorang siswa sedang melakukan percoban untuk mengetahui pengaruh luas permukaan bidang sentuh dengan jumlah partikel menggunakan teori tumbukan. Tabel data hasil percobaan untuk reaksi antara logam Fe dengan larutan H2SO4 adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah ....

    A

    percobaan 3, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    B

    percobaan 2, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    C

    percobaan 4, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    D

    percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    E

    percobaan 1, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    Pembahasan:

    Konsentrasi

    Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

    Luas Permukaan

    Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.


    Fe 0,5 gram yang berbentuk lempengan lebih lama larut di dalam larutan H2SO4 1 M. Hal ini disebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih kecil membuat kemungkinan tumbukan efektif antarpartikel semakin sedikit, sehingga laju reaksi berlangsung lebih lambat. Konsentrasi larutan juga ikut memengaruhi kecepatan laju reaksi. Semakin kecil konsentrasi larutan, maka semakin sedikit jumlah partikel di dalamnya, sehingga semakin sedikit kemungkinan tumbukan efektif partikel yang menyebabkan laju reaksi berlangsung lambat.

    Jadi berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit).

  • Pilgan

    Berdasarkan reaksi

    4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)

    Diperoleh data sebagai berikut.

    Laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah ....

    A

    200

    B

    216

    C

    192

    D

    256

    E

    300

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Reaksi: 4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)
    • Data percobaan

    Ditanya:

    Laju reaksi pada saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    Dijawab:

    Menentukan orde reaksi

    Orde NO2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 berbeda dan O2 sama → percobaan 1 dan 3.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]3x [ O2]3y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_3^x\ \left[\text{ O}_2\right]_3^y}

     2496=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,4]x [0,2]y\ \frac{24}{96}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,2}\right]_{ }^y}

     14=[0,2]x[0,4]x \ \frac{1}{4}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^x}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ }

    (12)2=(12)x\left(\frac{1}{2}\right)^2=\left(\frac{1}{2}\right)^x

    x=2x=2

    orde NO2 = 2


    Orde O2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 sama dan O2 berbeda→ percobaan 1 dan 2.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]2x [ O2]2y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_2^x\ \left[\text{ O}_2\right]_2^y}

     2448=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,2]x [0,4]y\ \frac{24}{48}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,2}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,4}\right]_{ }^y}

     12=[0,2]y[0,4]y \ \frac{1}{2}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^y}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^y\ }

    (12)1=(12)y\left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^y

    y=1y=1

    orde O2 = 1

    Persamaan laju : r = k [NO2]2 [O2]


    Mencari harga k

     r=k[NO2]2[ O2]\ r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    24=k[0,2]2[0,2]24=k\left[0,2\right]^2\left[0,2\right]

    k=248×103k=\frac{24}{8\times10^{-3}}

    k=3×103k=3\times10^3


    Laju reaksi untuk percobaan ke-4, saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    r=k[NO2]2[ O2]r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    r=3×103[0,6]2[ 0,2]r_{ }=3\times10^3\left[\text{0,6}\right]_{ }^2\left[\text{ 0,2}\right]_{ }^{ }

    r=3×103×36×102×2×101r_{ }=3\times10^3\times36\times10^{-2}\times2\times10^{-1}

    r=216r=216

    Maka laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah 216 M det-1.

  • Pilgan

    Data hasil percobaan reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data percobaan di atas, akan diperoleh harga tetapan laju sebesar ....

    A

    16 x 10-3

    B

    4

    C

    4 x 10-3

    D

    0,4

    E

    1,6

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z
    • data percobaan :

    Ditanya:

    tetapan laju (k)

    Dijawab:

    Satuan laju reaksi adalah M det-1 → dari satuan laju dapat diketahui bahwa waktu berbanding terbalik dengan laju maka r = 1/t.


    Untuk mencari orde X, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang berbeda dan konsentrasi Y yang sama → Percobaan 2 dan 3

     r2r3=k[X]2a[ Y]2bk[X]3a[ Y]3b\ \frac{r_2}{r_3}=\frac{k\left[\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_3^a\left[\text{ Y}\right]_3^b}

    (1160)(1320)=k[0,25]a[0,125]bk[0,125]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{160}\right)}{\left(\frac{1}{320}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}{k\left[0,125\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    320160=[0,25]a[0,125]a\frac{320}{160}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^a}{\left[0,125\right]_{ }^a}

     2=2a \ 2=\text{}2^a\ 

     21=2a \ 2^1=\text{}2^a\ 

    a=1a=1

    orde X = 1


    Untuk mencari orde Y, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang sama dan konsentrasi Y yang berbeda → Percobaan 1 dan 2

     r1r2=k[X]1a[ Y]1bk[X]2a[ Y]2b\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{X}\right]_1^a\left[\text{ Y}\right]_1^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}

    (140)(1160)=k[0,25]a[0,25]bk[0,25]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{40}\right)}{\left(\frac{1}{160}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,25\right]_{ }^b}{k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    16040=[0,25]b[0,125]b\frac{160}{40}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^b}{\left[0,125\right]_{ }^b}

     4=2b\ 4=\text{}2^b

     22=2b\ 2^2=\text{}2^b

    b=2b=2

    orde Y = 2

    Persamaan laju r = k [X] [Y]2

    Berdasarkan persamaan laju yang diperoleh, cari harga k menggunakan data konsentrasi dari salah satu percobaan.

    r=k[X][Y]2r=k\left[\text{X}\right]\left[\text{Y}\right]^2

    140=k[0,25][0,25]2\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]\left[\text{0,25}\right]^2

    140=k[0,25]3\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]^3

    k=140×1(14)3k=\frac{1}{40}\times\frac{1}{\left(\frac{1}{4}\right)^3}

    k=140×43k=\frac{1}{40}\times4^3

    k=140×64k=\frac{1}{40}\times64

    k=1,6k=1,6


    Harga k untuk reaksi di atas adalah 1,6.

  • Pilgan

    Ke dalam ruang yang volumenya 4 liter, dimasukkan 4 mol gas HI yang kemudian terurai menjadi gas H2 dan I2. Setelah 10 detik, dalam ruang tersebut terdapat 2 mol gas HI. Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 berturut-turut adalah …

    A

    0,5 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    B

    0,05 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    C

    0,01 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    D

    0,01 mol L1 det1dan 0,5 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    E

    0,1 mol L1 det1dan 0,05 mol L1 det10,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui :

    • V = 4 liter
    • mol awal gas HI = 4 mol
    • mol gas HI setelah 10 detik = 2 mol
    • t = 10 detik

    Ditanya :

    Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2

    Dijawab :

    Konsentrasi HI

    M1=molV (Liter) = 4 mol4 L= 1 mol L1M_1=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{4\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    M2=molV (Liter) = 2 mol4 L= 0,5 mol L1M_2=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{2\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    Laju Penguraian HI setelah 10 detik

    rHI=Δ[HI]Δt  r_{\text{HI}}=-\frac{\Delta\left[\text{HI}\text{}\right]}{\Delta t}\ \ 

    rHI=0,5 mol L1 1 mol L110 det  =0,5 mol L110 det = 0,05 mol L1 det1r_{\text{HI}}=-\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}-\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det\ }\ =\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det}\ =\ 0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Laju pembentukan H2

    2HI \longrightarrow H2 + I2

    rHI : rH2 = 2 : 1r_{\text{HI}}\ :\ r_{\text{H}_2}\ =\ 2\ :\ 1

    persamaan menjadi

    rHI=2 rH2 r_{\text{HI}}=2\ r_{\text{H}_2}\ 

    rH2=0,05 mol L1 det12r_{\text{H}_2}=\frac{0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}}{2}

    rH2= 0,025 mol L1 det1r_{\text{H}_2}=\ 0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}


    Maka laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 adalah 0,05 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.