Latihan Kimia Kelas X Konfigurasi Elektron
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Dalam atom Fe dengan nomor atom 26, terdapat elektron yang tidak berpasangan sebanyak ....

    A

    5

    B

    1

    C

    3

    D

    4

    E

    2

    Pembahasan:

    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern), suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Aturan Hund

    Pada tahun 1927, Friedrich Hund menyatakan aturan untuk menggambarkan arah rotasi elektron. Aturan ini dikenal sebagai aturan Hund yang berbunyi :

    "Elektron-elektron yang berada di suatu orbital akan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar. Setelah itu, elektron-elektron lainnya menempati orbital tersebut dengan arah rotasi yang berlawanan".


    Konfigurasi atom Fe = [Ar] 4s2 3d6 ⟶ elektron pada konfigurasi Ar dan orbital 4s2 terisi penuh sehingga semuanya berpasangan. Adapun pengisian elektron dari orbital 3d6 adalah

    ⟶ Berdasarkan pengisian elektron menurut aturan Hund, terdapat 4 elektron yang tidak berpasangan.


    Jadi, dalam atom Fe dengan nomor atom 26, terdapat elektron yang tidak berpasangan sebanyak 4 elektron.

  • Pilgan

    Konfigurasi elektron untuk atom 53I menurut teori atom Bohr adalah ….

    A

    2, 18, 32, 1

    B

    2, 8, 32, 8, 3

    C

    2, 8, 18, 18, 7

    D

    2, 8, 18, 25

    E

    2, 18, 18, 8, 7

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Tahapan pengisian konfigurasi elektron menurut Bohr.

    1) Konfigurasi dimulai dari pengisian kulit pertama, yakni kulit K

    2) Pada kulit K, apabila elektron ≥ 2 maka kulit K diisi 2 elektron, sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 3Li = 2, 1 ; 1H = 1

    3) Pada kulit L

    • Pada kulit L diisi 8 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 8. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 17Cl = 2, 8, 7
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 6C = 2, 4

    4) Pada kulit M

    • Kulit M diisi 18 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 18. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 24Mg = 2, 8, 8, 6
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8 . contoh : 15P = 2, 8, 5

    5) Pada kulit N

    • Kulit N diisi 32 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 32. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 87Fr = 2, 8, 18, 32, 18, 8, 1
    • Kulit N diisi 18 elektron, jika 18 ≤ elektron < 32. Contoh: 47Ag = 2, 8, 18, 18, 1
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 37Rb = 2, 8, 18, 8, 1
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2


    Untuk atom 53I, pengisian elektron pada setiap kulitnya sebagai berikut.

    • Pada kulit K = 2 (Sisa elektron 51)
    • Pada kulit L = 8 (Karena elektron yang tersedia ≥ 8. Elektron sisa 43)
    • Pada kulit M = 18 (Karena elektron yang tersedia ≥ 18. Elektron sisa 25)
    • Pada kulit N = 18 (Karena 18 ≤ elektron < 32. Elektron sisa 7)
    • Pada kulit O = 7

    Jadi, konfigurasi elektron menurut Bohr untuk atom 53I adalah 2, 8, 18, 18, 7.

  • Pilgan

    Suatu atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jumlah total elektron dalam subkulit p adalah ....

    A

    8

    B

    2

    C

    12

    D

    20

    E

    10

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Berdasarkan soal, atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jika diterjemahkan dalam konfigurasi elektron Bohr makan konfigurasinya adalah sebagai berikut.

    Kulit K L M N = 2 8 8 2 ⟶ Jumlah e- yang dimiliki atom dalam soal = 20.

    Dari konfigurasi elektron menurut teori Bohr, kita hanya dapat mengetahui jumlah elektron pada setiap kulit. Untuk mengetahui elektron pada setiap subkulit, harus menggunakan konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau.


    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern) ternyata suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut :


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ...dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Untuk atom dengan jumlah elektron 20, konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau adalah

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

    Untuk mengetahui jumlah elektron pada subkulit p, maka kita jumlahkan elektron pada setiap subkulit p.

    2p6 3p6 ⟶ 6e- + 6e- = 12e-


    Jadi jumlah total elektron dalam subkulit p untuk atom dalam soal adalah 12e-.

  • Pilgan

    Dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan. Pernyataan ini sesuai dengan ….

    A

    prinsip Aufbau

    B

    azas Heisenberg

    C

    aturan Hund

    D

    larangan Pauli

    E

    hipotesis de Broglie

    Pembahasan:

    Prinsip Aufbau

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Aturan Hund

    Pada tahun 1927, Friedrich Hund menyatakan aturan untuk menggambarkan arah rotasi elektron. Aturan ini dikenal sebagai aturan Hund yang berbunyi:

    "Elektron-elektron yang berada di suatu orbital akan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar. Setelah itu, elektron-elektron lainnya menempati orbital tersebut dengan arah rotasi yang berlawanan".


    Larangan Pauli

    Prinsip larangan Pauli berkaitan dengan bilangan kuantum spin. Menurut Wolfgang Pauli, tidak ada elektron di dalam atom yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Oleh karena itu, dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan, yaitu +1/2 dan -1/2.

    Jadi, pernyataan dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan sesuai dengan pernyataan larangan Pauli.


    *Adapun azas Heisenberg dan hipotesis de Broglie merupakan penemuan pada teori atom modern / mekanika kuantum.

  • Pilgan

    Kulit yang memiliki jumlah elektron maksimum sebanyak 18 adalah ….

    A

    kulit K

    B

    kulit N

    C

    kulit M

    D

    kulit O

    E

    kulit L

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi).

    Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Jadi, kulit yang memiliki jumlah elektron maksimum 18 adalah kulit M.

  • Pilgan

    Jumlah elektron pada masing-masing kulit K, L, M, dan N dari atom nikel (Z = 28) adalah ....

    A

    2, 8, 8,10

    B

    2, 8, 18

    C

    2, 8, 17, 1

    D

    2, 8, 10, 8

    E

    2, 8, 14, 4

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi).

    Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Tahapan pengisian konfigurasi elektron menurut Bohr.

    1) Konfigurasi dimulai dari pengisian kulit pertama, yakni kulit K

    2) Pada kulit K, apabila elektron ≥ 2 maka kulit K diisi 2 elektron, sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 3Li = 2, 1 ; 1H = 1

    3) Pada kulit L

    • Pada kulit L diisi 8 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 8. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 17Cl = 2, 8, 7
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 6C = 2, 4

    4) Pada kulit M

    • Kulit M diisi 18 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 18. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 24Mg = 2, 8, 8, 6
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8 . contoh : 15P = 2, 8, 5

    5) Pada kulit N

    • Kulit N diisi 32 elektron, jika elektron yang tersedia ≥ 32. Sisa elektron diisikan pada kulit selanjutnya. Contoh: 87Fr = 2, 8, 18, 32, 18, 8, 1
    • Kulit N diisi 18 elektron, jika 18 ≤ elektron < 32. Contoh: 47Ag = 2, 8, 18, 18, 1
    • Kulit M diisi 8 elektron, jika 8 ≤ elektron < 18. Contoh: 37Rb = 2, 8, 18, 8, 1
    • Diisi elektron sisa, jika elektron < 8. Contoh: 30Zn = 2, 8, 18, 2


    Untuk atom 28Ni, pengisian elektron pada setiap kulitnya sebagai berikut.

    • Pada kulit K = 2 (Sisa elektron 26)
    • Pada kulit L = 8 (Karena elektron yang tersedia ≥ 8. Sisa elektron 18)
    • pada kulit M = 18 (Karena elektron yang tersedia ≥ 18)

    Jadi untuk atom 28Ni, konfigurasi elektronnya adalah 2, 8, 18.

  • Pilgan

    Pasangan atom berikut yang memiliki elektron valensi yang sama adalah ....

    A

    10Ne dan 15P

    B

    6C dan 7N

    C

    13Al dan 16S

    D

    8O dan 19K

    E

    12Mg dan 20Ca

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Elektron valensi merupakan jumlah elektron yang menempati kulit terluar.


    10Ne dan 15P

    Konfigurasi elektron 10Ne = 2, 8 ⟶ elektron valensi = 8

    Konfigurasi elektron 15P = 2, 8, 5 ⟶ elektron valensi = 5

    8O dan 19K

    Konfigurasi elektron 8O = 2, 6 ⟶ elektron valensi = 6

    Konfigurasi elektron 19K = 2, 8, 8, 1 ⟶ elektron valensi = 1

    6C dan 7N

    Konfigurasi elektron 6C = 2, 4 ⟶ elektron valensi = 4

    Konfigurasi elektron 7N = 2, 5 ⟶ elektron valensi = 5

    13Al dan 16S

    Konfigurasi elektron 13Al = 2, 8, 3 ⟶ elektron valensi = 3

    Konfigurasi elektron 16S = 2, 8, 6⟶ elektron valensi = 6

    12Mg dan 20Ca

    Konfigurasi elektron 12Mg = 2, 8, 2 ⟶ elektron valensi = 2

    Konfigurasi elektron 20Ca = 2, 8, 8, 2 ⟶ elektron valensi = 2


    Jadi, pasangan atom yang memiliki elektron valensi yang sama adalah 12Mg dan 20Ca dengan elektron valensi 2.

  • Pilgan

    Jika suatu atom X memiliki nomor atom 24, maka konfigurasi elektron yang tepat adalah ....

    A

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10

    B

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d6

    C

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

    D

    1s2 2s2 3p6 4s2 5p6 6s2 7d5

    E

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

    Pembahasan:

    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern), suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit p memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut :


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ... dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau, maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut:

    saya suka pisang suka pisan suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Untuk 24X konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4.

    Namun, pada pengisian elektron, subkulit d cenderung penuh (berisi 10 elektron) atau setengah penuh (berisi 5 elektron), sehingga atom dengan struktur ns2 (n-1)d4 akan berubah menjadi ns1 (n-1)d5.

    Jadi konfigurasi elektron untuk 24X adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5.

  • Pilgan

    Diketahui nomor atom Ar = 18. Konfigurasi elektron yang tepat adalah ....

    A

    1s2 2s2 2p6 3s1 3p5

    B

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

    C

    1s2 2s2 1p6 3s2 2p6

    D

    1s2 2s2 2p6 3s3 3p6

    E

    1s2 2s2 3p6 4s2 5p6

    Pembahasan:

    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern), suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:

    • subkulit s dimulai dari kulit ke 1
    • subkulit p dimulai dari kulit ke 2
    • subkulit d dimulai dari kulit ke 3
    • subkulit f dimulai dari kulit ke 4

    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ... dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut:

    saya suka pisang suka pisan suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.

    

    Untuk 18Ar konfigurasi elektronnya adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6.

  • Pilgan

    Berikut ini tabel pengisian elektron dalam orbital.

    1) [Ar]

    2) [Ar]

    3) [Ar]

    4) [Ar]

    Pengisian elektron yang sesuai dengan prinsip Aufbau dan aturan Hund adalah ....

    A

    3) dan 4)

    B

    2) dan 4)

    C

    1) dan 3)

    D

    2) dan 3)

    E

    1) dan 2)

    Pembahasan:

    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern), suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ...dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau, maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut:

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Aturan Hund

    Pada tahun 1927, Friedrich Hund menyatakan aturan untuk menggambarkan arah rotasi elektron. Aturan ini dikenal sebagai aturan Hund yang berbunyi:

    "Elektron-elektron yang berada di suatu orbital akan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar. Setelah itu, elektron-elektron lainnya menempati orbital tersebut dengan arah rotasi yang berlawanan".


    1) [Ar] ⟶ Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s1 3d10 ⟶ Mengikuti prinsip Aufbau dan prinsip pengisian orbital d

    Pada pengisian elektron subkulit d cenderung penuh (berisi 10 elektron) atau setengah penuh (berisi 5 elektron), sehingga dalam atom dengan struktur ns2 (n-1)d9 akan berubah menjadi ns1 (n-1)d10.


    2) [Ar] ⟶ Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s1 3d6 ⟶ Tidak mengikuti prinsip Aufbau. Harusnya kulit s diisi penuh terlebih dahulu, baru kemudian elektron diisikan pada subkulit d. Konfigurasi yang benar adalah 4s2 3d5.


    3) [Ar] ⟶ Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s2 3d6 ⟶ Mengikuti prinsip Aufbau.


    4) [Ar] ⟶ Tidak mengikuti aturan Hund. Pada orbital di subkulit d, pengisian elektron harusnya dimulai dengan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar (ke atas) bila sudah tidak ada orbital kosong kemudian dilanjutkan dengan pengisian elektron arah rotasi berlawanan (ke bawah). Pengisian elektron ini dimulai dari orbital dengan energi paling rendah (paling kiri) terlebih dahulu.


    Jadi, pengisian elektron yang sesuai dengan prinsip Aufbau dan aturan Hund adalah 1) dan 3).


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.