Latihan Sejarah Indonesia Kelas XII Peran Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan di Indonesia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Sejarah Indonesia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Siapakah pengarang buku Catatan Seorang Demonstran pada masa Orde Lama?

    A

    Arief Budiman.

    B

    Widji Thukul.

    C

    Soe Hok Gie.

    D

    Budiman Soedjatmiko.

    E

    Chairil Anwar.

    Pembahasan:

    Catatan Seorang Demonstran adalah buku harian seorang aktivis mahasiswa yang bernama Soe Hok Gie yang diterbitkan pada tahun 1983. Buku ini tidak hanya berisi catatan hariannya sebagai seorang aktivis, melainkan juga riwayat hidup sejak kecil hingga menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa. Soe Hok Gie juga dikenal sebagai sosok yang kritis dengan tulisannya di media massa. Uniknya dia tidak pernah bergabung dengan KAMI dan memilih jalan perjuangannya melalui tulisan.

    Jadi, pengarang buku Catatan Seorang Demonstran pada masa Orde Lama adalah “Soe Hok Gie”.

  • Pilgan

    Pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Achmad Soebardjo memiliki peran penting dalam hal ....

    A

    pelopor penjemputan paksa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok

    B

    menulis teks Proklamasi Kemerdekaan dengan tulisan tangan

    C

    penghubung Laksamana Muda Maeda untuk menyediakan rumahnya sebagai tempat menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    D

    melakukan dokumentasi foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    E

    menyediakan rumahnya sebagai tempat menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    Pembahasan:

    Pada saat golongan muda dan golongan tua menghadapi perbedaan pendapat mengenai waktu Proklamasi Kemerdekaan, Soekarno-Hatta akhirnya mengalah untuk dibawa ke Rengasdengklok guna menghindari pengaruh Jepang perihal Proklamasi Kemerdekaan. Setelah selesai dari Rengasdengklok, mereka kembali ke Jakarta guna mengurus hal-hal mengenai Proklamasi Kemerdekaan.

    Sebenarnya sekembalinya ke Jakarta, Soekarno–Hatta hendak mengadakan pertemuan dengan anggota PPKI di Hotel Des Indes, Jakarta. Tetapi pihak hotel menjawab karena pemerintah pendu­dukan Jepang memberlakukan jam malam setelah jam 22.00.

    Hal tersebut membuat Achmad Soebardjo segera menghubungi dan meminta kesediaan atasannya, yaitu Laksamana Muda Tadashi Maeda untuk meminjamkan sebagian ruangan rumahnya sebagai tempat rapat. Pemilihan tempat rapat ini cukup tepat. Hal ini dikarenakan kediaman Maeda dianggap memiliki de facto extra territorial (suatu tata krama kehormatan), artinya segala sesuatu yang terjadi di kediaman Maeda tidak bisa dicampuri oleh Angkatan Darat Jepang.

    Jadi, pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Achmad Soebardjo memiliki peran penting dalam hal “penghubung Laksamana Muda Maeda untuk menyediakan rumahnya sebagai tempat menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”.

  • Pilgan

    Salah satu organisasi politik masa Pergerakan Nasional yang sikapnya radikal (menuntut kemerdekaan) saat pembentukan awalnya adalah ....

    A

    Jong Java

    B

    Jamiatul Khair

    C

    THHK

    D

    Sarekat Islam

    E

    Indische Partij

    Pembahasan:

    Organisasi Indische Partij didirikan oleh Douwes Dekker (Dr. Danuardja Setia Budhi), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) yang dikenal dengan nama “Tiga Serangkai”, pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung. Organisasi ini memiliki keistimewaan berupa usianya yang pendek namun anggaran dasarnya dijadikan program politik pertama di Indonesia, Keanggotaan dari organisasi ini berisi orang Indo dan bumiputera.

    Para pemimpin Indische Partij sangat vokal menulis beberapa kritik di harian De Expres, antara lain tulisan Suwardi yang berjudul “Sekiranya aku seorang Belanda”. Kemudian, Cipto menulis karangan berjudul “Kekuatan atau Ketakutan”. Douwes Dekker juga menulis karangan yang berjudul “Pahlawan Kita”.

    Gerakan IP sangatlah mengkhawatirkan pemerintah Kolonial Belanda, karena IP bersifat radikal dalam menuntut kemerdekaan Indonesia. Keadaan itu yang menyebabkan pemerintah bersikap keras hingga membuang ketiga tokoh tersebut ke luar Jawa.

    Jadi, Salah satu organisasi politik masa Pergerakan Nasional yang sikapnya radikal (menuntut kemerdekaan) saat pembentukan awalnya adalah "Indische Partij".

  • Pilgan

    Kebijakan pemerintah Orde Baru mulai menyimpang dengan banjirnya produk impor dari Jepang. Kedatangan Perdana Menteri Tanaka dari Jepang juga memicu demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa. Hal tersebut menjadi rentetan peristiwa ....

    A

    Tanjung Priuk 1984

    B

    Banyuwangi 1998

    C

    Malari 1974

    D

    Tritura 1965

    E

    Talangsari 1989

    Pembahasan:

    Memasuk awal tahun 1974, pemerintah mulai menggencarkan impor produk dan investasi modal dari luar negeri oleh IGGI atau Inter-Governmental Group on Indonesia. Saat kedatangan Perdana Menteri Tanaka dari Jepang pada 15 Januari 1974 memicu terjadinya demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa. Puncaknya, pada tanggal 17 Januari 1974 terjadi demonstrasi yang disertai kerusuhan dan penjarahan.

    Untuk mengondisikan, Jenderal Ali Moertopo mulai melakukan normalisasi dan menangkap provokator dalam demonstrasi tersebut. Itulah yang menyebabkan terjadinya Peristiwa Lima Belas Januari 1974 atau dikenal sebagai Malari 1974.

    Jadi, berdasarkan rangkaian peristiwa di atas maka sesuai dengan peristiwa "Malari 1974".

  • Pilgan

    Dalam Kongres Pemuda Seluruh Indonesia terjadi persaingan pengaruh antara kelompok Chairul Saleh dan kelompok Soemarsono (Pesindo). Pada akhirnya tercapai kesepakatan dalam kongres berupa ....

    A

    kesepakatan untuk membentuk Badan Kongres Pemuda Indonesia (BKPI)

    B

    membebaskan tahanan politik di Boven Digul dan Srilanka

    C

    menggalang dukungan untuk membentuk Gerakan Pemuda Asia Tenggara

    D

    mendukung adanya desentralisasi oleh pemerintah Indonesia

    E

    dukungan pembebasan Irian Barat oleh para pemuda

    Pembahasan:

    Kongres Pemuda Seluruh Indonesia merupakan kongres yang diadakan di Alun-alun Utara Yogyakarta pada tanggal 10-11 November 1945 oleh badan-badan perjuangan pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia, yang pada saat itu belum tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat. Sejumlah 332 utusan dari 30 organisasi pemuda menghadiri kongres ini. Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Sri Paku Alam VIII turut menyambut para utusan tersebut. Adapun selanjutnya Chairul Saleh dan Sukarni memimpin rapat selanjutnya.

    Pada saat Kongres Pemuda Seluruh Indonesia, terjadi persaingan pengaruh antara kelompok Chairul Saleh dan kelompok Soemarsono (Pesindo). Pada akhirnya tercapai kesepakatan dalam kongres berupa membentuk Badan Kongres Pemuda Indonesia (BKPI). Baik BKR bentukan pemerintah maupun BKPI bentukan badan-badan perjuangan ini, kemudian berada di bawah koordinasi Biro Perjuangan dari Kementerian Pertahanan.

    Jadi, dalam Kongres Pemuda Seluruh Indonesia akhirnya tercapai kesepakatan dalam kongres berupa "kesepakatan untuk membentuk Badan Kongres Pemuda Indonesia (BKPI)".

  • Pilgan

    Mengapa Sutan Sjahrir dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada masa Pendudukan Jepang?

    A

    Mengorganisir Pemberontakan Petani Banten di Bukittinggi.

    B

    Mengor­ganisasi gerakan bawah tanah untuk melawan Jepang dengan dana se­be­sar 25.000 gulden.

    C

    Menyelundupkan senjata dari tentara Uni Soviet melalui Singapura

    D

    Membantu tentara Peta meledakkan gudang senjata milik Jepang.

    E

    Merusak pemancar radio milik Jepang di Jatinegara.

    Pembahasan:

    Amir Sjarifuddin ada­lah tokoh yang antifasis dan bersedia bekerja sama dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang sama-sama antifasis. Buktinya, menjelang kedatangan Jepang ke Indonesia, Amir berhubungan erat dengan P.J.A. Iden­burg pimpinan Departemen Pendidikan Hindia Be­landa. Idenburg mela­lui Dr. Charles van der Plas mem­bantu Amir Sjarifuddin mengor­ganisasi gerakan bawah tanah untuk melawan Jepang dengan dana se­be­sar 25.000 gulden.

    Hasilnya, pada bulan Februari 1943, Amir Sjarifuddin bersama 300 pengikutnya ditangkap Kempetai. Dia dijatuhi hukuman mati akibat gerakan bawah tanahnya. Namun, Soekarno dan Hatta berupaya membela Amir Sjari­fuddin sehingga hukumannya dikurangi hanya menjadi hukuman seumur hidup.

    Jadi, alasan Sutan Sjahrir dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada masa Pendudukan Jepang adalah "Mengor­ganisasi gerakan bawah tanah untuk melawan Jepang dengan dana se­be­sar 25.000 gulden".

  • Pilgan

    Perhatikan foto di bawah ini!

    Sumber: upload.wikimedia.org

    Pada masa Pergerakan Nasional, kantor berita tersebut berperan penting dalam menyebarkan berita ....

    A

    proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh pelosok negeri

    B

    kemenangan Jepang atas Belanda di Pearl Harbour

    C

    menyerahnya Jepang di Rusia oleh angkatan laut Uni Soviet

    D

    penemuan vaksin oleh lembaga Eijkman untuk kesehatan rakyat

    E

    kedatangan Raja Pakubuwono X di Kota Batavia

    Pembahasan:

    Foto di atas merupakan foto kantor berita Domei, Kantor berita ini didirikan pada 28 Desember 1935. Kantor berita Domei merupakan kelanjutan dari kantor berita swasta bernama ANETA (Algemeen Niews en Telegraaf Agentschaap) yang dimiliki oleh Dominique Willem Berrety. Ketika Jepang berkuasa, ANETA berganti nama menjadi Yashima. Adapun kantor berita Jepang menempati lantai atas gedung tersebut.

    Pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan, kantor berita Domei menyebarkan kabar penting berupa pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Kabar tersebut disebarkan secara tiga kali berturut-turut. Akibatnya, radio pemancar disegel Kempetai.

    Para pemuda membuat pemancar baru di Menteng 31 dengan kode DJK 1. Penyiaran berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga dilakukan oleh para pemuda yang bekerja Hoso Kyoku (radio militer Jepang di Jakarta). Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disiarkan surat kabar ”Tjahaja” di Bandung dan ”Soeara Asia” di Surabaya.

    Jadi, pada masa Pergerakan Nasional, kantor berita Domei berperan penting dalam menyebarkan berita “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh pelosok negeri”.

  • Pilgan

    Perhatikan peta berikut!

    Sumber: upload.wikimedia.org

    Berdasarkan peta di atas, peristiwa yang terjadi di wilayah itu pada masa Perang Revolusi Kemerdekaan adalah ....

    A

    Pertempuran Puputan Badung

    B

    Pertempuran Puputan Margarana

    C

    Pemberontakan PETA di Jembrana

    D

    Pemberontakan Petani Badung

    E

    Pemberontakan Raja Karangasem

    Pembahasan:

    Berdasarkan peta di atas, peristiwa tersebut terjadi di Bali. Pada masa Perang Revolusi Kemerdekaan, di Bali terjadi Pertempuran bernama Puputan Margarana. Pertempuran ini terjadi pada 20 November 1946 antara Belanda dengan Indonesia. Pertempuran ini dipimpin oleh Kolonel I Gusti Ngurah Rai.

    Perang ini sebenarnya terjadi karena ketidakpuasan hasil perundingan Linggajati. Salah satu poin utama yang membuat hari rakyat Bali menyakitkan adalah tidak masuknya Bali menjadi wilayah Indonesia. Praktis berdasarkan perjanjian Linggajati maka Belanda hanya mengakui Sumatera, Jawa, dan Madura sebagai wilayah de facto Indonesia.

    Pertempuran berlangsung sengit di kedua belah pihak di mana pasukan Tentara Keamanan Rakyat Indonesia (TKR) bertempur habis-habisan untuk mengusir pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang. Pasukan Ngurah Rai mengadakan puputan untuk bertempur habis-habisan di Desa Margarana.

    Alhasil seluruh pasukan berjumlah 96 orang termasuk I Gusti Ngurah Rai gugur dalam pertempuran tersebut. Adapun di pihak Belanda kurang lebih 400 orang tewas dalam peristiwa tersebut. Kemenangan Belanda atas Bali membuat Belanda sukses mendirikan Negara Indonesia Timur. Untuk menghormati peristiwa tersebut maka dibuatlah Tugu Pahlawan Pujaan Bangsa Margarana.

    Jadi, berdasarkan peta di atas, peristiwa penting yang terjadi di wilayah itu pada masa Perang Revolusi Kemerdekaan adalah “Pertempuran Puputan Margana”.

  • Pilgan

    Perhatikan foto berikut!

    Sumber: jejakislam.net

    Pada masa Pascakemerdekaan, tokoh ini menduduki jabatan Menteri Penerangan dalam tiga kabinet yang berbeda, yaitu ….

    A

    Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan Mohammad Hatta 

    B

    Amir Syarifuddin, Syafruddin Prawiranegara, dan Mohammad Hatta

    C

    Djuanda, Sukiman, dan Wilopo

    D

    Burhanuddin Harahap, Ali Sastroamidjojo, dan Mohammad Hatta

    E

    Burhanuddin Harahap, Sukiman, dan Mohammad Hatta

    Pembahasan:

    Mohammad Natsir dikenal sebagai tokoh yang aktif di organisasi Masyumi. Hal ini diwujudkan dengan memegang jabatan sebagai ketua partai Masyumi sejak tahun 1948-1959. Pada masa Pascaproklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP.

    Sebelum menjadi Perdana Menteri, ia dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Penerangan. Jabatan Menteri Penerangan ia pegang selama tiga kabinet yang berbeda, yaitu Kabinet Syahrir, Amir Syarifuddin, dan Mohammad Hatta. Hal ini dikarenakan perannya sebagai politikus partai Masyumi dan kapasitan keilmuannya.

    Jadi, pada masa Pascakemerdekaan, Mohammad Natsir menduduki jabatan Menteri Penerangan dalam tiga kabinet yang berbeda, yaitu “Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan Mohammad Hatta”.

  • Pilgan

    Berikut ini yang bukan termasuk organisasi wanita yang didirikan pada masa Pergerakan Nasional, yaitu ....

    A

    Istri Sedar

    B

    Putri Mardika

    C

    Kaumataan Istri

    D

    Gerwani

    E

    Aisyiyah

    Pembahasan:

    Pada masa Pergerakan Nasional, banyak organisasi yang diisi oleh kaum perempuan. Pada tahun 1912, Budi Utomo mulai memprakarsai berdirinya organisasi Putri Merdika di Jakarta yang bertujuan untuk memajukan pengajaran anak-anak perempuan. Adapun organisasi Kautamaan Istri didirikan oleh Raden Dewi Sartika pada 16 Januari 1904 di Kabupaten Bandung. Organisasi Aisyiyah merupakan salah satu cabang organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan pada tanggal 19 Mei 1917 sebagai upaya untuk memberdayakan perempuan di berbagai bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, penguatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

    Adapun Gerwani merupakan salah satu cabang organisasi wanita yang didirikan pada 25 Januari 1954. Organisasi ini merupakan lanjutan dari Gerwis yang merupakan afiliasi dari Partai Komunis Indonesia. Gerwani pada awalnya berfokus pada masalah sosialisme dan feminisme, termasuk reformasi hukum perkawinan, hak-hak buruh, dan nasionalisme Indonesia. Setelah kudeta 30 September 1965, organisasi ini praktis dilarang karena ikut bertanggung jawab dalam tragedi tersebut.

    Jadi, yang bukan termasuk organisasi wanita yang didirikan pada masa Pergerakan Nasional adalah “Gerwani”.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.