Latihan Kimia Kelas XII Berbagai Unsur Golongan Utama
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan
    0

    Logam alkali tanah merupakan reduktor yang cukup kuat. Beberapa logam dalam golongan tersebut bahkan memiliki kekuatan reduktor yang lebih tinggi dari logam alkali. Sebagai contoh kalsium adalah reduktor yang lebih kuat dari natrium (golongan alkali). Pernyataan berikut yang benar berkaitan dengan hal ini adalah ....

    A

    natrium akan mendorong kalsium mengalami reduksi

    B

    potensial reduksi kalsium lebih kecil dari natrium

    C

    kalsium lebih mudah mengalami reaksi reduksi

    D

    kalsium dan natrium sama-sama mengalami oksidasi

    E

    potensial oksidasi kalsium lebih kecil dari natrium

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA sedangkan logam alkali tanah adalah logam yang berada pada golongan IIA.

    Natrium adalah contoh logam alkali sedangkan kalsium adalah contoh logam alkali tanah.

    Kata kunci yang harus digarisbawahi adalah "kalsium adalah reduktor yang lebih kuat dari natrium."

    • Reduktor adalah zat yang menyebabkan zat lain mengalami reaksi reduksi.
    • Reduktor akan memiliki potensial reduksi yang rendah.
    • Potensial reduksi adalah nilai tetap untuk menunjukkan kemampuan suatu zat untuk mengalami reaksi reduksi
    • Zat reduktor ini akan mengalami reaksi oksidasi.

    Berdasarkan penjelasan di atas, karena kalsium adalah reduktor yang lebih kuat dari natrium maka potensial reduksi kalsium lebih kecil dari natrium.

  • Pilgan

    Reaksi berikut dapat terjadi secara langsung atau spontan membentuk senyawa halogen, kecuali ....

    A

    Si ++ Cl2

    B

    Na ++ Br2

    C

    C ++ Cl2

    D

    Fe ++ Cl2

    E

    H2 ++ Br2

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen:

    1. F (Fluorin)
    2. Cl (Klorin)
    3. Br (Bromin)
    4. I (Iodin)
    5. At (Astatin)


    Reaksi antara halogen dengan logam akan terjadi secara hebat dan spontan.

    • Na ++ 12\frac{1}{2}Br2 \longrightarrow NaBr
    • Fe ++ Cl2 \longrightarrow FeCl2

    Reaksi antara hidrogen dan halogen juga dapat terjadi secara langsung tanpa bantuan katalis. Reaksi ini akan membentuk asam halida.

    • H2 ++ Br2 \longrightarrow 2HBr

    Reaksi antara halogen dengan golongan IVA dapat terjadi secara langsung, kecuali untuk unsur C.

    • Si ++ 2Cl2 \longrightarrow SiCl4

    *CCl4 tidak dibuat dari reaksi antara C dengan Cl2, tetapi melalui reaksi antara kloroform dan Cl2.

    Jadi reaksi yang tidak terjadi secara langsung adalah C ++ Cl2.

  • Pilgan

    Berikut ini yang bukan termasuk manfaat dari gas helium adalah ....

    A

    pendingin gulungan magnet pada scanner MRI

    B

    pengelasan logam tanpa oksigen

    C

    pengisi balon cuaca

    D

    pengisi tabung penyelam

    E

    menjaga bahan bakar roket agar tetap cair

    Pembahasan:

    Golongan gas mulia adalah atom pada golongan VIIIA.

    Atom yang termasuk dalam golongan gas mulia:

    1. He (Helium)
    2. Ne (Neon)
    3. Ar (Argon)
    4. Kr (Krypton)
    5. Xe (Xenon)
    6. Rn (Radon)

    Gas mulia merupakan unsur yang paling stabil dan sukar bereaksi dibandingkan unsur pada golongan lain. Hal ini disebabkan gas mulia memiliki elektron valensi 2 atau 8 sehingga semua elektron sudah berpasangan, energi ionisasinya tinggi, dan afinitas elektronnya rendah. Salah satu unsur dari golongan VIIIA yang memiliki banyak fungsi adalah helium.

    Pemanfaatan gas helium meliputi:

    1. Pengisi balon cuaca karena helium lebih ringan dari udara sehingga dapat terbang dan tidak mudah meledak (stabil) sehingga aman digunakan. Dalam balon cuaca dipasang instrumen cuaca dan radio transmitter untuk merekam keadaan cuaca di suatu tempat yang ditentukan oleh peneliti.
    2. Pendingin gulungan magnet pada scanner MRI (Magnetic resonance imaging) sebab memiliki titik didih (-268°\degreeC) dan titik leleh (-272°\degreeC) yang paling rendah dibanding unsur lainnya.
    3. Pengisi tabung penyelam karena sifatnya yang stabil dan kelarutannya dalam darah yang rendah sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
    4. Menjaga bahan bakar roket agar tetap cair sebab memiliki titik didih (-268°\degreeC) dan titik leleh (-272°\degreeC) yang paling rendah dibanding unsur lainnya.

    Sehingga yang bukan termasuk manfaat dari gas helium adalah pengelasan logam tanpa oksigen.

    *Pengelasan logam tanpa oksigen menggunakan unsur gas mulia lain, yaitu argon. Argon menghasilkan nyala yang lebih halus, serta harga yang lebih ekonomis karena terdapat di alam dalam jumlah yang banyak.

  • Pilgan

    Maya melakukan uji kelarutan pada beberapa senyawa alkali tanah dan mendapatkan nilai hasil kali kelarutan pada berbagai jenis garam ditunjukkan oleh tabel berikut.

    Berdasarkan data tersebut, Maya mencoba mencampurkan beberapa larutan yang terdiri dari ion magnesium, kalsium, stronsium, dan barium. Jika Maya ingin mendapatkan ion barium, maka urutan penambahan larutan yang benar adalah ....

    A

    larutan oksalat - larutan karbonat - larutan hidroksida

    B

    larutan hidroksida - larutan karbonat - larutan hidroksida

    C

    larutan hidroksida - larutan karbonat - larutan karbonat

    D

    larutan oksalat - larutan hidroksida - larutan hidroksida

    E

    larutan karbonat - larutan hidroksida - larutan oksalat

    Pembahasan:

    Unsur yang elektron valensinya ns2 merupakan unsur pada golongan IIA. Logam alkali tanah adalah logam yang berada pada golongan IIA.

    Yang termasuk logam alkali tanah.

    1. Be (Berilium)
    2. Mg (Magnesium)
    3. Ca (Kalsium)
    4. Sr (Stronsium)
    5. Ba (Barium)
    6. Ra (Radium) - termasuk unsur radioaktif

    Hasil kali kelarutan (Ksp) dari garam alkali tanah sangat bermanfaat untuk penentuan proses pemisahan suatu ion alkali tanah dari ion lain dengan metode pengendapan. Semakin besar nilai Ksp maka kelarutan semakin tinggi dan semakin mudah suatu senyawa untuk larut. Pemisahan menggunakan teknik ini difokuskan untuk membuat ion lain mengendap terlebih dahulu sehingga dapat dipisahkan dari ion yang diinginkan.

    Analisis opsi jawaban:

    Larutan hidroksida - larutan karbonat - larutan karbonat

    1. Penambahan larutan hidroksida: ion magnesium mengendap sebagai Mg(OH)2 dan tersisa ion kalsium, stronsium, dan barium dalam larutan.
    2. Penambahan larutan karbonat: ion kalsium, stronsium, dan barium mengendap sebagai CaCO3, SrCO3, dan BaCO3 karena nilai Ksp ketiga larutan hampir sama.
    3. Penambahan larutan karbonat: -
    4. Kesimpulan: tidak diperoleh ion barium.

    Larutan karbonat - larutan hidroksida - larutan oksalat

    1. Penambahan larutan karbonat: ion kalsium, stronsium, dan barium mengendap sebagai CaCO3, SrCO3, dan BaCO3 karena nilai Ksp ketiga larutan hampir sama sehingga tersisa ion magnesium.
    2. Penambahan larutan hidroksida: ion magnesium mengendap sebagai Mg(OH)2 dan tidak tersisa ion dalam larutan.
    3. Penambahan ion oksalat : -
    4. Kesimpulan: tidak diperoleh ion barium.

    Larutan hidroksida - larutan karbonat - larutan hidroksida

    1. Penambahan larutan hidroksida: ion magnesium mengendap sebagai Mg(OH)2 dan tersisa ion kalsium, stronsium, dan barium dalam larutan.
    2. Penambahan larutan karbonat: ion kalsium, stronsium, dan barium mengendap sebagai CaCO3, SrCO3, dan BaCO3 karena nilai Ksp ketiga larutan hampir sama.
    3. Penambahan larutan hidroksida: -
    4. Kesimpulan: tidak diperoleh ion barium.

    Larutan oksalat - larutan karbonat - larutan hidroksida

    1. Penambahan larutan oksalat: ion kalsium mengendap sebagai CaC2O4 dan tersisa ion magnesium, stronsium, dan barium dalam larutan.
    2. Penambahan larutan karbonat: ion stronsium dan barium mengendap sebagai SrCO3 dan BaCO3 karena nilai Ksp kedua larutan hampir sama sehingga tersisa ion magnesium.
    3. Penambahan larutan hidroksida: ion magnesium mengendap sebagai Mg(OH)2 dan tidak tersisa ion apapun.
    4. Kesimpulan: tidak diperoleh ion barium.

    Larutan oksalat - larutan hidroksida - larutan hidroksida

    1. Penambahan larutan oksalat: ion kalsium mengendap sebagai CaC2O4 dan tersisa ion magnesium, stronsium, dan barium dalam larutan.
    2. Penambahan larutan hidroksida: ion magnesium mengendap sebagai Mg(OH)2 dan tersisa ion stronsium dan barium dalam larutan.
    3. Penambahan larutan hidroksida: penambahan ion hidroksida akan mengendapkan ion stronsium menjadi Sr(OH)2 sehingga tersisa ion barium dalam larutan.
    4. Kesimpulan: diperoleh ion barium.

    Jika Maya ingin mendapatkan ion barium, maka urutan penambahan larutan yang benar adalah larutan oksalat - larutan hidroksida - larutan hidroksida.

  • Pilgan

    Setelah keberhasilan sintesis XePtF6, mulai bermunculan banyak senyawa gas mulia. Senyawa gas mulia yang merupakan jenis senyawa biner dan oksi berturut-turut adalah ....

    A

    XeF4 dan XeOF2

    B

    XeO4 dan XeOF4

    C

    Xe dan PtF6

    D

    XePt dan F6

    E

    XeO3 dan XeF2

    Pembahasan:

    Golongan gas mulia adalah atom pada golongan VIIIA yang bersifat stabil dan sukar bereaksi. Namun, beberapa senyawa gas mulia sudah bisa disintesis di dalam laboratorium.

    Atom yang termasuk dalam golongan gas mulia:

    1. He (Helium)
    2. Ne (Neon)
    3. Ar (Argon)
    4. Kr (Krypton)
    5. Xe (Xenon)
    6. Rn (Radon)


    Contoh senyawa gas mulia yang bisa disintesis sebagai berikut.

    XeF4 (padatan tidak berwarna) termasuk jenis senyawa biner (terbentuk dari dua unsur yang berbeda) dan disintesis melalui reaksi antara gas Xe dan gas F2 pada suhu 400°\degreeC. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    • 3Xe(g++ 6F2(g\longrightarrow XeF2(s) ++ XeF4(s) ++ XeF6(s)

    XeOF2 adalah senyawa oksi (mengandung oksigen) yang dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis XeF4 pada suhu rendah (-80°\degreeC). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    • 3XeF4(s++ H2O(l\longrightarrow XeOF2(s) ++ HF(aq)

    Maka senyawa gas mulia yang merupakan jenis senyawa biner dan oksi berturut-turut adalah XeF4 dan XeOF2.

  • Pilgan

    Konfigurasi elektron berikut yang menunjukkan atom dari golongan gas mulia dengan ciri-ciri memiliki kelimpahan terbesar di udara yaitu ....

    A

    1s2 2s2 2p6

    B

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8

    C

    1s2 2s2 2p4

    D

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

    E

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

    Pembahasan:

    Golongan gas mulia adalah atom pada golongan VIIIA.

    Atom yang termasuk dalam golongan gas mulia:

    1. He (Helium)
    2. Ne (Neon)
    3. Ar (Argon)
    4. Kr (Krypton)
    5. Xe (Xenon)
    6. Rn (Radon)

    Atom dari golongan gas mulia dengan ciri-ciri memiliki kelimpahan terbesar di udara adalah argon (Ar). Argon memiliki massa atom 18 dengan konfigurasi sebagai berikut.

    18Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

    Golongan == elektron valensi == 8

    Periode == jumlah kulit == 3

    Argon terdapat pada golongan VIIIA dan periode 3.

    Maka konfigurasi atom yang benar untuk argon adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6.

  • Pilgan

    Logam alkali yang terletak pada periode 3 mampu berikatan dengan unsur halogen dengan cara melepas elektron. Ion yang terbentuk adalah ... yang berasal dari hasil pelepasan elektron pada subkulit ....

    A

    K, 4s

    B

    Na+, 3s

    C

    Na, 3s

    D

    K+, 3s

    E

    Na-, 2s

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA.

    Yang termasuk logam alkali adalah (dalam satu golongan dari atas ke bawah):

    1. Li (Litium)
    2. Na (Natrium)
    3. K (Kalium)
    4. Rb (Rubidium)
    5. Cs (Cesium)
    6. Fr (Fransium)


    Logam alkali periode 3 adalah Natrium (Na) dengan nomor atom 11.

    Untuk berikatan dengan unsur halogen, natrium akan melepas 1 elektron dan membentuk ion Na+.

    Konfigurasi unsur natrium adalah sebagai berikut.

    11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1

    Konfigurasi ion natrium adalah sebagai berikut.

    11Na+ : 1s2 2s2 2p6

    Maka ion yang terbentuk adalah Na+ yang berasal dari hasil pelepasan elektron pada subkulit 3s.

  • Pilgan

    Perhatikan konfigurasi elektron unsur X dan Y berikut!

    X : 1s2 2s2 2p5

    Y : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

    Keelektronegatifan unsur X ... unsur Y.

    A

    dua kali

    B

    lebih besar dari

    C

    lebih kecil dari

    D

    setengah kali

    E

    sama dengan

    Pembahasan:

    Kelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain.

    X : 1s2 2s2 2p5

    Elektron valensinya 7 dan berakhir pada subkulit np ns, maka termasuk golongan VIIA.

    Jumlah kulit yang terisi elektron sebanyak 2, maka unsur terletak pada periode 2.

    Unsur X terletak pada golongan VIIA dan periode 2.


    Y : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

    Elektron valensinya 7 dan berakhir pada subkulit np ns, maka termasuk golongan VIIA.

    Jumlah kulit yang terisi elektron sebanyak 3, maka unsur terletak pada periode 3.

    Unsur Y terletak pada golongan VIIA dan periode 3.

    Dalam satu golongan, semakin ke bawah maka semakin kecil keelektronegatifan sehingga unsur Y yang terletak di bawah unsur X pada golongan yang sama (VIIA) memiliki keelektronegatifan yang lebih kecil.

    Jadi keelektronegatifan unsur X lebih besar dari unsur Y.

  • Pilgan

    Proses pemisahan logam alkali dilakukan melalui proses elektrolisis garam alkalinya. Salah satu logam yang dapat diperoleh dari proses ini adalah logam natrium yang diperoleh dari senyawa NaCl.

    Jika pada proses elektrolisis tersebut digunakan larutan NaCl, maka reaksi reduksi yang terjadi adalah ....

    A

    2Cl-(aq) \longrightarrow Cl2(g) ++ 2e-

    B

    H2O(l) ++ 2e- \longrightarrow H2(g) ++ 2OH-(aq)

    C

    Na+(aq) ++ e- \longrightarrow Na(s)

    D

    2H+(aq) ++ 2e- \longrightarrow H2(g)

    E

    Na(s) ++ e- \longrightarrow Na+(aq)

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA.

    Yang termasuk logam alkali adalah (dalam satu golongan dari atas ke bawah):

    1. Li (Litium)
    2. Na (Natrium)
    3. K (Kalium)
    4. Rb (Rubidium)
    5. Cs (Cesium)
    6. Fr (Fransium)


    Logam alkali diperoleh dari pemisahan senyawa alkalinya. Proses pemisahan melalui proses elektrolisis berasal dari lelehan garam kloridanya. Penggunaan larutan garam klorida tidak bisa dilakukan karena potensial reduksi air lebih tinggi dibanding potensial reduksi natrium dalam larutan, sehingga spesi yang akan mengalami reduksi adalah air, bukan ion natrium.

    Karena dalam soal ditanyakan reaksi reduksi yang terjadi jika proses elektrolisis menggunakan larutan NaCl, maka jawaban yang tepat adalah air yang akan mengalami reaksi reduksi. Reaksi reduksi air adalah sebagai berikut.

    H2O(l) ++ 2e- \longrightarrow H2(g) ++ 2OH-(aq)

    Note: Oleh karena itu, yang seharusnya digunakan pada elektrolisis adalah lelehan NaCl sehingga yang mengalami reduksi adalah Na, sesuai persamaan berikut.

    Na+(l) ++ e- \longrightarrow Na(s)

    Jika pada proses elektrolisis tersebut digunakan larutan NaCl, maka reaksi reduksi yang terjadi adalah H2O(l) ++ 2e- \longrightarrow H2(g) ++ 2OH-(aq).

  • Pilgan

    Suatu unsur halogen Y memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

    (1) Dapat membentuk asam lemah HY

    (2) Memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi

    (3) Dapat membentuk unsur diatom

    (4) Mampu membentuk ikatan hidrogen

    Apabila unsur Y yang berikatan dengan logam alkali (M) direaksikan dengan unsur diatom dari unsur klorin, produk yang dapat diperoleh adalah ....

    A

    Y2 saja

    B

    X2 dan Y2

    C

    X2 dan MX

    D

    Y2 dan MX

    E

    tidak ada

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen (dari atas ke bawah dalam satu golongan):

    • F (Fluorin)
    • Cl (Klorin)
    • Br (Bromin)
    • I (Iodin)
    • At (Astatin)


    Suatu unsur halogen Y memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

    (1) Dapat membentuk asam lemah HY

    Asam yang berasal dari unsur halogen disebut asam halida. Satu-satunya asam halida yang termasuk asam lemah adalah HF.

    (2) Memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi

    Unsur F merupakan unsur dengan keelektronegatifan tertinggi atau memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi jika membentuk ikatan.

    (3) Dapat membentuk unsur diatom

    Unsur F dalam keadaan bebas berbentuk unsur diatom, yaitu F2.

    (4) Mampu membentuk ikatan hidrogen

    Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmolekul yang terdiri dari atom H yang berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif, seperti F, O, dan N. Unsur F dapat membentuk ikatan hidrogen ketika membentuk molekul HF.

    Maka jelas bahwa unsur halogen Y yang dimaksud adalah unsur F.


    Unsur F jika berikatan dengan logam alkali akan membentuk garam halida dengan rumus molekul MF (M adalah kode untuk logam alkali).

    Garam halida jika direaksikan dengan unsur diatom dari klorin (Cl2), maka:

    MF ++ Cl2 \longrightarrow tidak dapat bereaksi

    Potensial reduksi Cl2 lebih rendah dari F2 sehingga Cl2 tidak dapat mendesak F2. Akibatnya, tidak terjadi reaksi apapun dan tidak terbentuk produk apapun.

    Jadi apabila unsur Y yang berikatan dengan logam alkali (M) direaksikan dengan unsur diatom dari unsur klorin, produk yang dapat diperoleh adalah tidak ada.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.