Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.
Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.
Faktor yang memengaruhi kelarutan:
Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.
Analisis opsi jawaban:
Jawaban "pembentukan endapan X berkurang" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga pembentukan endapan X makin bertambah.
Jawaban "tingkat kelarutan X bertambah" salah. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan sehingga kelarutan berkurang.
Jawaban "larutan X tidak akan mencapai keadaan jenuh" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga makin mudah mengendap dan makin mudah mencapai keadaan jenuh.
Jawaban "terjadi perubahan nilai Ksp pada suhu yang sama" salah. Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) akan bernilai sama pada suhu yang sama.
Jawaban "jumlah ion dalam larutan berkurang" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan X, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.
Jadi penambahan ion sejenis ke dalam suatu larutan X akan menyebabkan jumlah ion dalam larutan berkurang.
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.
Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.
Faktor yang memengaruhi kelarutan:
Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.
Analisis opsi jawaban:
Jawaban "Ksp Mg(OH)2 naik" salah nilai tetapan hasil kali kelarutan akan tetap dalam suhu yang sama.
Jawaban "kenaikan pH" salah karena dalam soal tidak disebutkan adanya perubahan pH.
Jawaban "perubahan volume larutan" salah karena tidak dijelaskan secara lebih lanjut dalam soal mengenai volume larutan yang digunakan.
Jawaban "peningkatan konsentrasi ion hidroksida" salah karena sumber dari ion hidroksida tetap sama yaitu Mg(OH)2.
Jawaban "peningkatan konsentrasi ion magnesium" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.
Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan adanya peningkatan konsentrasi ion magnesium.
Kelarutan kalsium karbonat akan berbeda-beda jika dilarutkan dalam larutan sejenis dengan konsentrasi yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, padatan CaCO3 akan paling sulit larut dalam pelarut ....
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.
Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.
Faktor yang mempengaruhi kelarutan.
Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan sebab ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.
Analisis soal:
Kalsium karbonat (CaCO3) nantinya akan terurai menjadi ion kalsium dan ion karbonat. Sementara, larutan natrium karbonat akan terurai menjadi ion natrium dan ion karbonat.
Na2CO3⟶ 2Na++ CO32-
Keberadaan ion senama (ion karbonat) dalam pelarut akan menyebabkan kelarutan kalsium karbonat akan semakin rendah.
CaCO3(s)⇌ Ca2+(aq) + CO32-(aq)
Hal ini terjadi karena ion senama dalam pelarut akan menambah jumlah ion yang berada dalam larutan sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri (ke arah padatan kalsium karbonat).
Karena semua pelarut merupakan senyawa yang sama, maka kelarutan terendah CaCO3 akan terjadi ketika padatan ini dilarutkan dalam pelarut yang paling banyak mengandung ion kromat atau konsentrasi Na2CO3 paling besar, yaitu natrium karbonat 2,00 M.
Sehingga CaCO3 akan paling sulit larut dalam pelarut natrium karbonat 2,00 M.
Di dalam suatu larutan terdapat ion Zn2+, Pb2+, Fe3+, Al3+, dan Sn4+. Penambahan AgOH sedikit demi sedikit ke dalam larutan tersebut akan menyebabkan ion-ion mengendap. Jika diketahui konsentrasi semua ion dalam larutan tersebut sama, endapan yang akan terbentuk paling akhir adalah ....
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.
Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.
Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) merupakan hasil kali konsentrasi dari ion-ion zat terlarut dalam larutan jenuh. Semakin besar nilai Ksp maka semakin besar kelarutan (semakin mudah terlarut) dan sebaliknya semakin kecil nilai Ksp, maka semakin kecil kelarutan (semakin sulit terlarut).
Untuk menentukan ion manakah yang akan mengendap paling akhir, digunakan nilai kelarutan dari tiap spesi yang diuji. Semakin tinggi kelarutan suatu spesi/zat, maka semakin sulit mengendap sehingga zat jenis inilah yang akan mengendap paling akhir.
Diketahui:
Ksp Zn(OH)2= 1,08 × 10-16
Ksp Pb(OH)2= 0,50 × 10-15
Ksp Fe(OH)3= 2,70 × 10-35
Ksp Al(OH)3= 4,32 × 10-30
Ksp Sn(OH)4= 2,56 × 10-53
Ditanya: Endapan yang terbentuk paling akhir?
Dijawab:
Penentuan kelarutan Zn(OH)2
Zn(OH)2(s)⇌ 2OH-(aq) + Zn2+(aq)
KspZn(OH)2=[OH−]2[Zn2+]
1,08×10−16=(2s)2(s)
1,08×10−16=4s3
41,08×10−16=s3
s=341,08×10−16
s=3×10−6
Penentuan kelarutan Pb(OH)2
Pb(OH)2(s)⇌ 2OH-(aq) +Pb2+(aq)
KspPb(OH)2=[OH−]2[Pb2+]
0,5×10−15=(2s)2(s)
0,5×10−15=4s3
40,5×10−15=s3
s=340,5×10−15
s=5×10−6
Penentuan kelarutan Fe(OH)3
Fe(OH)3(s)⇌ 3OH-(aq) +Fe3+(aq)
KspFe(OH)3=[OH−]3[Fe3+]
2,7×10−35=(3s)3(s)
2,7×10−35=27s4
s=4272,7×10−35
s=1×10−9
Penentuan kelarutan Al(OH)3
Al(OH)3(s)⇌ 3OH-(aq) +Al3+(aq)
KspAl(OH)3=[OH−]3[Al2+]
4,32×10−30=(3s)3(s)
4,32×10−30=27s4
s=4274,32×10−30
s=2×10−8
Penentuan kelarutan Sn(OH)4
Sn(OH)4(s)⇌ 4OH-(aq) +Sn4+(aq)
KspSn(OH)4=[OH−]4[Sn4+]
2,56×10−53=(4s)4(s)
2,56×10−53=256s5
s=52562,56×10−53
s=1×10−11
Nilai kelarutan naik dengan urutan Sn(OH)2< Fe(OH)3< Al(OH)3< Zn(OH)2< Pb(OH)2 sehingga endapan yang akan terbentuk paling akhir adalah endapan dengan kelarutan tertinggi yaitu Pb(OH)2.
Rey harus melarutkan senyawa AgOH dengan cepat untuk penelitiannya di siang hari nanti. Namun, ia baru mengetahui bahwa AgOH termasuk senyawa yang sukar larut dalam air (s AgOH = 1,4 × 10-4). Akhirnya setelah mencari informasi dari berbagai literatur, salah satu cara meningkatkan kelarutan suatu senyawa adalah dengan mengubah tingkat keasaman larutan. Jika Rey kemudian dapat meningkatkan kelarutan AgOH hingga 14 kali lebih besar, maka pH dari larutan yang digunakan sebesar ....
Alan ingin melarutkan padatan timbal(II) fluorida dalam timbal (II) klorida yang baru dibelinya dari toko bahan kimia. Alan mengingat percobaan yang belum terlaksana sebelumnya, yaitu penentuan kelarutan padatan dalam berbagai jenis pelarut. Ia kemudian membuat larutan timbal(II) iodida dengan konsentrasi 0,1 M. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk melarutkan padatan timbal(II) fluorida dengan tetapan hasil kali kelarutan sebesar 3,6 × 10-8. Berapakah volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut?
Padatan BaSO4 diperoleh dari reaksi antara 0,005 mmol Ba(OH)2 20 mL dan 0,003 mmol K2SO4 30 mL dengan kondisi larutan tepat jenuh. Jika kemudian BaSO4 dilarutkan dalam asam sulfat 0,01 M, bagaimanakah kelarutan tersebut dibandingkan dengan kelarutan BaSO4 dalam air?
Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.
Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.
Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.
Qsp<Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
Qsp=Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
Qsp>Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.
Diketahui:
mol Ba(OH)2=0,005mmol=5×10−6mol
mol K2SO4=0,003mmol=3×10−6mol
[H2SO4]=0,01M
Vtotal=(20+30)mL=50mL=0,05L
Padatan yang terbentuk : BaSO4
Kondisi larutan tepat jenuh artinya Qsp=Ksp
Ditanya: kelarutan BaSO4?
Dijawab:
Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
Proses pencampuran Ba(OH)2 dan K2SO4 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume akhir keduanya sama, yaitu 50 mL.
Padatan yang mungkin terbentuk adalah BaSO4.
BaSO4(s) ⇌ Ba2+(aq) + SO42-(aq)
Padatan tersebut akan terurai menjadi ion Ba2+ dan SO42- sehingga jumlah ion-ion ini harus ditentukan terlebih dahulu berdasarkan jumlah mol dari pereaksinya (Ba(OH)2 dan K2SO4)
Padatan A2B3 merupakan padatan garam yang sukar larut dalam air, padatan ini terbentuk dari ion logam A dan ion kompleks B. Tetapan hasil kali kelarutan dari padatan A2B3 adalah 1,5 × 10-14. Setelah penambahan larutan yang mengandung ion senama dari anion A2B3 (membentuk larutan tepat jenuh), kelarutan garam tersebut turun 200 kali. Berapakah konsentrasi dari ion senama tersebut?