Latihan Kimia Kelas XI Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
  • Pilgan

    Penambahan ion sejenis ke dalam suatu larutan X akan menyebabkan ....

    A

    larutan X tidak akan mencapai keadaan jenuh

    B

    pembentukan endapan X berkurang

    C

    tingkat kelarutan X bertambah

    D

    terjadi perubahan nilai Ksp pada suhu yang sama

    E

    jumlah ion dalam larutan berkurang

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan:

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "pembentukan endapan X berkurang" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga pembentukan endapan X makin bertambah.
    • Jawaban "tingkat kelarutan X bertambah" salah. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan sehingga kelarutan berkurang.
    • Jawaban "larutan X tidak akan mencapai keadaan jenuh" salah. Penambahan ion sejenis akan menurunkan kelarutan sehingga makin mudah mengendap dan makin mudah mencapai keadaan jenuh.
    • Jawaban "terjadi perubahan nilai Ksp pada suhu yang sama" salah. Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) akan bernilai sama pada suhu yang sama.
    • Jawaban "jumlah ion dalam larutan berkurang" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan X, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.

    Jadi penambahan ion sejenis ke dalam suatu larutan X akan menyebabkan jumlah ion dalam larutan berkurang.

  • Pilgan

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan ....

    A

    kenaikan pH

    B

    peningkatan konsentrasi ion hidroksida

    C

    peningkatan konsentrasi ion magnesium

    D

    Ksp Mg(OH)2 naik

    E

    perubahan volume larutan

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang memengaruhi kelarutan:

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan. Ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.

    Analisis opsi jawaban:

    • Jawaban "Ksp Mg(OH)2 naik" salah nilai tetapan hasil kali kelarutan akan tetap dalam suhu yang sama.
    • Jawaban "kenaikan pH" salah karena dalam soal tidak disebutkan adanya perubahan pH.
    • Jawaban "perubahan volume larutan" salah karena tidak dijelaskan secara lebih lanjut dalam soal mengenai volume larutan yang digunakan.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion hidroksida" salah karena sumber dari ion hidroksida tetap sama yaitu Mg(OH)2.
    • Jawaban "peningkatan konsentrasi ion magnesium" benar. Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah padatan, sehingga ion-ion dalam larutan akan berkurang.

    Proses pelarutan Mg(OH)2 dalam larutan MgCO3 akan menyebabkan kelarutan Mg(OH)2 menurun. Hal ini disebabkan adanya peningkatan konsentrasi ion magnesium.

  • Pilgan

    Kelarutan CaSO4 dalam air adalah 1,3 ×\times 10-3 mol/L. Kelarutan garam tersebut dalam larutan H2SO4 0,2 M adalah ....

    A

    4,23 ×\times 10-6 M

    B

    2,64 ×\times 10-3 M

    C

    1,05 ×\times 10-3 M

    D

    1,69 ×\times 10-6 M

    E

    8,45 ×\times 10-6 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    s CaSO4 == 1,3 ×\times 10-3 mol/L

    [H2SO4] == 0,2 mol/L

    Ditanya: s CaSO4 dalam larutan H2SO4?

    Dijawab:

    CaSO4(s) \rightleftharpoons Ca2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =(1,3×103 )2=\left(1,3\times10^{-3}\ \text{}\right)^2

    =1,69×106=1,69\times10^{-6}

    H2SO4(aq) \longrightarrow 2H+(aq) ++ SO42-(aq)

    [SO42]=[H2SO4]=0,2 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }=\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,2\ \text{M}

    Proses pelarutan dalam asam sulfat 0,2 M.

    [SO42]=(s+0,2)0,2 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\left(s+0,2\right)\approx0,2\ \text{M}

    [Ca2+]=s\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]=s

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]^{ }

    1,69×106=(s)(0,2)1,69\times10^{-6}=\left(s\right)\left(0,2\right)

    s=1,69×1060,2s=\frac{1,69\times10^{-6}}{0,2}

    s=8,45×106s=8,45\times10^{-6}

    Kelarutan CaSO4 dalam H2SO4 0,2 M == s == 8,45 ×\times 10-6 M.

    Maka kelarutan garam kalsium sulfat dalam asam sulfat 0,2 M adalah 8,45 ×\times 10-6 M.

  • Pilgan

    Kelarutan Cu(OH)2 dalam larutan yang memiliki pH 12 adalah .... (s Cu(OH)2 dalam air == 2 ×\times 10-7)

    A

    4,0 ×\times 10-24 mol/L

    B

    3,2 ×\times 10-24 mol/L

    C

    3,2 ×\times 10-16 mol/L

    D

    8,0 ×\times 10-24 mol/L

    E

    8,0 ×\times 10-16 mol/L

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    s Cu(OH)2 dalam air == 2 ×\times 10-7

    pH larutan == 12

    Ditanya: pH larutan akhir?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada Cu(OH)2 adalah sebagai berikut.

    Cu(OH)2(s) \rightleftharpoons 2OH-(aq++ Cu2+(aq)

    Ksp Cu(OH)2=[OH]2[Cu2+]K_{\text{sp}}\ \text{Cu(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Cu}^{2+}\right]

    =(2s)2(s)=\left(2s\right)^2\left(s\right)

    =4s3=4s^3

    =4(2×107)3=4\left(2\times10^{-7}\right)^3

    =3,2×1020=3,2\times10^{-20}


    Larutan basa dengan pH 12

    pOH=14pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =1412=14-12

    =2=2

    [OH]=10pOH=102\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}=10^{-2}


    Penentuan kelarutan dalam larutan basa dengan pH 12

    [OH]=2s+102102\left[\text{OH}^-\right]=2s+10^{-2}\approx10^{-2}

    [Cu2+]=s\left[\text{Cu}^{2+}\right]=s

    Ksp Cu(OH)2=[OH]2[Cu2+]K_{\text{sp}}\ \text{Cu(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Cu}^{2+}\right]

    3,2×1020=(2s)2(s)3,2\times10^{-20}=\left(2s\right)^2\left(s\right)

    3,2×1020=(102)2(s)3,2\times10^{-20}=\left(10^{-2}\right)^2\left(s\right)

    s=3,2×1020104s=\frac{3,2\times10^{-20}}{10^{-4}}

    =3,2×1016=3,2\times10^{-16}

    Maka kelarutan Cu(OH)2 dalam larutan yang memiliki pH 12 adalah 3,2 ×\times 10-16 mol/L.

  • Pilgan

    Kelarutan kalsium karbonat akan berbeda-beda jika dilarutkan dalam larutan sejenis dengan konsentrasi yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, padatan CaCO3 akan paling sulit larut dalam pelarut ....

    A

    natrium karbonat 0,01 M

    B

    natrium karbonat 0,20 M

    C

    natrium karbonat 0,10 M

    D

    natrium karbonat 1,00 M

    E

    natrium karbonat 2,00 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Faktor yang mempengaruhi kelarutan.

    1. Suhu. Semakin tinggi suhu yang digunakan dalam proses pelarutan maka semakin mudah suatu zat untuk larut.
    2. Jenis pelarut. Kepolaran dari pelarut harus mirip atau sama dengan padatan yang akan dilarutkan. Semakin mirip kepolaran keduanya maka semakin besar kelarutannya.
    3. Keberadaan ion senama. Keberadaan ion senama akan menurunkan kecepatan pelarutan sebab ion senama akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau ke arah pembentukan padatan.


    Analisis soal:

    Kalsium karbonat (CaCO3) nantinya akan terurai menjadi ion kalsium dan ion karbonat. Sementara, larutan natrium karbonat akan terurai menjadi ion natrium dan ion karbonat.

    Na2CO3 \longrightarrow 2Na+ ++ CO32-

    Keberadaan ion senama (ion karbonat) dalam pelarut akan menyebabkan kelarutan kalsium karbonat akan semakin rendah.

    CaCO3(s) \rightleftharpoons Ca2+(aq++ CO32-(aq)

    Hal ini terjadi karena ion senama dalam pelarut akan menambah jumlah ion yang berada dalam larutan sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri (ke arah padatan kalsium karbonat).

    Karena semua pelarut merupakan senyawa yang sama, maka kelarutan terendah CaCO3 akan terjadi ketika padatan ini dilarutkan dalam pelarut yang paling banyak mengandung ion kromat atau konsentrasi Na2CO3 paling besar, yaitu natrium karbonat 2,00 M.

    Sehingga CaCO3 akan paling sulit larut dalam pelarut natrium karbonat 2,00 M.

  • Pilgan

    Perhatikan data berikut!

    Ksp Zn(OH)2 == 1,08 ×\times 10-16

    Ksp Pb(OH)2 == 0,50 ×\times 10-15

    Ksp Fe(OH)3 == 2,70 ×\times 10-35

    Ksp Al(OH)3 == 4,32 ×\times 10-30

    Ksp Sn(OH)4 == 2,56 ×\times 10-53

    Di dalam suatu larutan terdapat ion Zn2+, Pb2+, Fe3+, Al3+, dan Sn4+. Penambahan AgOH sedikit demi sedikit ke dalam larutan tersebut akan menyebabkan ion-ion mengendap. Jika diketahui konsentrasi semua ion dalam larutan tersebut sama, endapan yang akan terbentuk paling akhir adalah ....

    A

    Zn(OH)2

    B

    Pb(OH)2

    C

    Al(OH)3

    D

    Sn(OH)4

    E

    Fe(OH)3

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) merupakan hasil kali konsentrasi dari ion-ion zat terlarut dalam larutan jenuh. Semakin besar nilai Ksp maka semakin besar kelarutan (semakin mudah terlarut) dan sebaliknya semakin kecil nilai Ksp, maka semakin kecil kelarutan (semakin sulit terlarut).

    Untuk menentukan ion manakah yang akan mengendap paling akhir, digunakan nilai kelarutan dari tiap spesi yang diuji. Semakin tinggi kelarutan suatu spesi/zat, maka semakin sulit mengendap sehingga zat jenis inilah yang akan mengendap paling akhir.

    Diketahui:

    Ksp Zn(OH)2 == 1,08 ×\times 10-16

    Ksp Pb(OH)2 == 0,50 ×\times 10-15

    Ksp Fe(OH)3 == 2,70 ×\times 10-35

    Ksp Al(OH)3 == 4,32 ×\times 10-30

    Ksp Sn(OH)4 == 2,56 ×\times 10-53

    Ditanya: Endapan yang terbentuk paling akhir?

    Dijawab:

    Penentuan kelarutan Zn(OH)2

    Zn(OH)2(s) \rightleftharpoons 2OH-(aq++ Zn2+(aq)

    Ksp Zn(OH)2=[OH]2[Zn2+]K_{\text{sp}}\ \text{Zn(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Zn}^{2+}\right]

    1,08×1016=(2s)2(s)1,08\times10^{-16}=\left(2s\right)^2\left(s\right)

    1,08×1016=4s31,08\times10^{-16}=4s^3

    1,08×10164=s3\frac{1,08\times10^{-16}}{4}=s^3

    s=1,08×101643s=\sqrt[3]{\frac{1,08\times10^{-16}}{4}}

    s=3×106s=3\times10^{-6}


    Penentuan kelarutan Pb(OH)2

    Pb(OH)2(s) \rightleftharpoons 2OH-(aq++ Pb2+(aq)

    Ksp Pb(OH)2=[OH]2[Pb2+]K_{\text{sp}}\ \text{Pb(OH)}_2=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^2\left[\text{Pb}^{2+}\right]

    0,5×1015=(2s)2(s)0,5\times10^{-15}=\left(2s\right)^2\left(s\right)

    0,5×1015=4s30,5\times10^{-15}=4s^3

    0,5×10154=s3\frac{0,5\times10^{-15}}{4}=s^3

    s=0,5×101543s=\sqrt[3]{\frac{0,5\times10^{-15}}{4}}

    s=5×106s=5\times10^{-6}


    Penentuan kelarutan Fe(OH)3

    Fe(OH)3(s) \rightleftharpoons 3OH-(aq++ Fe3+(aq)

    Ksp Fe(OH)3=[OH]3[Fe3+]K_{\text{sp}}\ \text{Fe(OH)}_3=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^3\left[\text{Fe}^{3+}\right]

    2,7×1035=(3s)3(s)2,7\times10^{-35}=\left(3s\right)^3\left(s\right)

    2,7×1035=27s42,7\times10^{-35}=27s^4

    s=2,7×1035274s=\sqrt[4]{\frac{2,7\times10^{-35}}{27}}

    s=1×109s=1\times10^{-9}


    Penentuan kelarutan Al(OH)3

    Al(OH)3(s) \rightleftharpoons 3OH-(aq++ Al3+(aq)

    Ksp Al(OH)3=[OH]3[Al2+]K_{\text{sp}}\ \text{Al(OH)}_3=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^3\left[\text{Al}^{2+}\right]

    4,32×1030=(3s)3(s)4,32\times10^{-30}=\left(3s\right)^3\left(s\right)

    4,32×1030=27s44,32\times10^{-30}=27s^4

    s=4,32×1030274s=\sqrt[4]{\frac{4,32\times10^{-30}}{27}}

    s=2×108s=2\times10^{-8}


    Penentuan kelarutan Sn(OH)4

    Sn(OH)4(s) \rightleftharpoons 4OH-(aq++ Sn4+(aq)

    Ksp Sn(OH)4=[OH]4[Sn4+]K_{\text{sp}}\ \text{Sn(OH)}_4=\left[\text{}\text{OH}^-\right]^4\left[\text{Sn}^{4+}\right]

    2,56×1053=(4s)4(s)2,56\times10^{-53}=\left(4s\right)^4\left(s\right)

    2,56×1053=256s52,56\times10^{-53}=256s^5

    s=2,56×10532565s=\sqrt[5]{\frac{2,56\times10^{-53}}{256}}

    s=1×1011s=1\times10^{-11}

    Nilai kelarutan naik dengan urutan Sn(OH)2 << Fe(OH)3 << Al(OH)3 << Zn(OH)2 << Pb(OH)2 sehingga endapan yang akan terbentuk paling akhir adalah endapan dengan kelarutan tertinggi yaitu Pb(OH)2.

  • Pilgan

    Rey harus melarutkan senyawa AgOH dengan cepat untuk penelitiannya di siang hari nanti. Namun, ia baru mengetahui bahwa AgOH termasuk senyawa yang sukar larut dalam air (s AgOH == 1,4 ×\times 10-4). Akhirnya setelah mencari informasi dari berbagai literatur, salah satu cara meningkatkan kelarutan suatu senyawa adalah dengan mengubah tingkat keasaman larutan. Jika Rey kemudian dapat meningkatkan kelarutan AgOH hingga 14 kali lebih besar, maka pH dari larutan yang digunakan sebesar ....

    A

    9,0

    B

    5,0

    C

    7,0

    D

    13,0

    E

    11,0

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    s AgOH == 1,4 ×\times 10-4

    s2 AgOH == 14s AgOH

    Ditanya: pH larutan akhir?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada AgOH adalah sebagai berikut.

    AgOH(s) \rightleftharpoons Ag+(aq++ OH-(aq)

    Ksp AgOH=[Ag+][OH]K_{\text{sp}}\ \text{AgOH}=\left[\text{Ag}^+\right]\left[\text{}\text{OH}^-\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =(1,4×104)2=\left(1,4\times10^{-4}\right)^2

    =1,96×108=1,96\times10^{-8}

    Ksp FeOH=1,96×108K_{\text{sp}}\ \text{FeOH}=1,96\times10^{-8}


    Kelarutan AgOH dalam larutan baru

    s2 AgOH=14×s AgOHs_2\ \text{AgOH}=14\times s\ \text{AgOH}

    =14×1,4×104=14\times1,4\times10^{-4}

    =1,96×103=1,96\times10^{-3}


    Ksp AgOH=[Ag+][OH]K_{\text{sp}}\ \text{AgOH}=\left[\text{Ag}^+\right]\left[\text{}\text{OH}^-\right]

    1,96×108=(1,96×103)[OH]1,96\times10^{-8}=\left(1,96\times10^{-3}\right)\left[\text{OH}^-\right]

    [OH]=1,96×1081,96×103\left[\text{OH}^-\right]=\frac{1,96\times10^{-8}}{1,96\times10^{-3}}

    [OH]=1,0×105\left[\text{OH}^-\right]=1,0\times10^{-5}


    pOH=log[OH]\text{pOH}=-\log\left[\text{OH}^-\right]

    =log (1,0×105)=-\log\ \left(1,0\times10^{-5}\right)

    =5=5


    pH=14pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =145=14-5

    =9=9

    Maka pH larutan yang digunakan Rey sebesar 9.

  • Pilgan

    Alan ingin melarutkan padatan timbal(II) fluorida dalam timbal (II) klorida yang baru dibelinya dari toko bahan kimia. Alan mengingat percobaan yang belum terlaksana sebelumnya, yaitu penentuan kelarutan padatan dalam berbagai jenis pelarut. Ia kemudian membuat larutan timbal(II) iodida dengan konsentrasi 0,1 M. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk melarutkan padatan timbal(II) fluorida dengan tetapan hasil kali kelarutan sebesar 3,6 ×\times 10-8. Berapakah volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut?

    A

    0,04 mL

    B

    50 mL

    C

    40 mL

    D

    0,40 mL

    E

    0,50 mL

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp PbF2 == 3,6 ×\times 10-8

    [PbI2] == 0,1 M

    Ditanya: massa PbI2?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada timbal(II) fluorida

    PbF2(s) \rightleftharpoons Pb2+(aq++ 2F2-(aq)

    Pelarut yang digunakan yaitu timbal(II) iodida akan mengalami disosiasi dengan reaksi sebagai berikut.

    PbI2(aq\longrightarrow Pb2+(aq++ 2I-(aq)

    [Pb2+]=[PbI2]=0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left[\text{PbI}_2\right]=0,1\ \text{M}


    Kelarutan PbF2 dalam PbI2

    [Pb2+]=(s+0,1) M0,1 M\left[\text{Pb}^{2+}\right]=\left(s+0,1\right)\ \text{M}\approx0,1\ \text{M}

    [F]=2s\left[\text{}\text{F}^-\right]=2s

    Ksp=[F]2[Pb2+]K_{\text{sp}}=\left[\text{F}^-\right]^2\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]^{ }

    3,6×108=(2s)2(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(2s\right)^2\left(0,1\right)

    3,6×108=(4s2)(0,1)3,6\times10^{-8}=\left(4s^2\right)\left(0,1\right)

    s2=3,6 × 1080,1 × 4s^2=\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}

    s=3,6 × 1080,1 × 4s=\sqrt{\frac{3,6\ \times\ 10^{-8}}{0,1\ \times\ 4}}

    s=3×104s=3\times10^{-4}

    Maka kelarutan PbF2 dalam PbI2 adalah 3 ×\times 10-4 M.

    [PbF2]=3×104 M\left[\text{PbF}_2\right]=3\times10^{-4}\ \text{M}

    mol PbF2=massa PbF2MrPbF2\text{mol PbF}_2=\frac{\text{massa}\ \text{PbF}_2}{M_{\text{r}}\text{PbF}_2}

    =2,94×103 g245 g mol1=\frac{2,94\times10^{-3}\ \text{g}}{245\ \text{g}\ \text{mol}^{-1}}

    =1,2×105 mol=1,2\times10^{-5}\ \text{mol}

    Vpelarut=mol PbF2[PbF2]V_{\text{pelarut}}=\frac{\text{mol PbF}_2}{\left[\text{PbF}_2\right]}

    =1,2×105 mol3×104 M=\frac{1,2\times10^{-5}\ \text{mol}}{3\times10^{-4}\ \text{M}}

    =0,04 L=0,04\ \text{L}

    Pelarut : PbI2

    VPbI2=0,04 L=40 mLV_{\text{PbI}_2}=0,04\ \text{L}=40\ \text{mL}

    Jadi, volume pelarut yang harus ditambahkan agar 2,94 mg padatan timbal(II) fluorida dapat larut adalah 40 mL.

  • Pilgan

    Padatan BaSO4 diperoleh dari reaksi antara 0,005 mmol Ba(OH)2 20 mL dan 0,003 mmol K2SO4 30 mL dengan kondisi larutan tepat jenuh. Jika kemudian BaSO4 dilarutkan dalam asam sulfat 0,01 M, bagaimanakah kelarutan tersebut dibandingkan dengan kelarutan BaSO4 dalam air?

    A

    258 kali lebih rendah

    B

    65 kali lebih tinggi

    C

    129 kali lebih rendah

    D

    129 kali lebih tinggi

    E

    65 kali lebih rendah

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan.

    Diketahui:

    mol Ba(OH)2=0,005 mmol=5×106 mol\text{mol Ba}\text{(OH)}_2=0,005\ \text{mmol}=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    mol K2SO4=0,003 mmol=3×106 mol\text{mol K}_2\text{SO}_4=0,003\ \text{mmol}=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [H2SO4]=0,01 M\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}

    Vtotal=(20+30) mL=50 mL=0,05 LV_{\text{total}}=\left(20+30\right)\ \text{mL}=50\ \text{mL}=0,05\ \text{L}

    Padatan yang terbentuk : BaSO4

    Kondisi larutan tepat jenuh artinya Qsp == Ksp

    Ditanya: kelarutan BaSO4?

    Dijawab:

    Proses reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Ba(OH)2(aq) ++ K2SO4(aq) \longrightarrow BaSO4(s) ++ 2KOH(aq)

    Proses pencampuran Ba(OH)2 dan K2SO4 menyebabkan kedua senyawa tersebut mengalami pengenceran dengan volume akhir keduanya sama, yaitu 50 mL.

    Padatan yang mungkin terbentuk adalah BaSO4.

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Padatan tersebut akan terurai menjadi ion Ba2+ dan SO42- sehingga jumlah ion-ion ini harus ditentukan terlebih dahulu berdasarkan jumlah mol dari pereaksinya (Ba(OH)2 dan K2SO4)

    Ba(OH)2(aq) \longrightarrow Ba2+(aq) ++ 2OH-(aq)

    mol Ba2+=mol Ba(OH)2=5×106 mol\text{mol Ba}^{2+}=\text{mol}\ \text{Ba(OH)}_2=5\times10^{-6}\ \text{mol}

    [Ba2+]=mol Ba2+Vtotal=5×106 mol0,05 L=1×104 M\left[\text{Ba}^{2+}\right]=\frac{\text{mol Ba}^{2+}}{V_{\text{total}}}=\frac{5\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=1\times10^{-4}\ \text{M}


    K2SO4(aq) \longrightarrow 2K+(aq) ++ SO42-(aq)

    mol SO42=mol K2SO4=3×106 mol\text{mol SO}_4^{2-}=\text{mol}\ \text{K}_2\text{SO}4=3\times10^{-6}\ \text{mol}

    [SO42]=mol SO42Vtotal=3×106 mol0,05 L=6×105 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\frac{\text{mol SO}_4^{2-}}{V_{\text{total}}}=\frac{3\times10^{-6}\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}=6\times10^{-5}\ \text{M}


    Kondisi yang terbentuk tepat jenuh sehingga

    Qsp=Ksp=[Ba2+][SO42]Q_{\text{sp}}=K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(1×104)(6×105)=\left(1\times10^{-4}\right)\left(6\times10^{-5}\right)

    =6×109=6\times10^{-9}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam air

    BaSO4(s) \rightleftharpoons Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(s)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(s\right)

    6×109=s26\times10^{-9}=s^2

    s=6×109s=\sqrt{6\times10^{-9}}

    s=7,75×105s=7,75\times10^{-5}


    Penentuan kelarutan BaSO4 dalam H2SO4 0,01 M

    H2SO4(aq) \longrightarrow 2H+(aq) ++ SO42-(aq)

    [SO42]=[H2SO4]=0,01 M\left[\text{SO}_4^{2-}\right]=\left[\text{H}_2\text{SO}_4\right]=0,01\ \text{M}


    Ksp=Qsp=6×109K_{\text{sp}}=Q_{\text{sp}}=6\times10^{-9}

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    6×109=(s)(0,01)6\times10^{-9}=\left(s\right)\left(0,01\right)

    s=6×1090,01s=\frac{6\times10^{-9}}{0,01}

    s=6×107s=6\times10^{-7}

    Penurunan kelarutan BaSO4=kelarutan dalam airkelarutan dalam asam sulfat=7,75×1056×107=129,167129\text{Penurunan kelarutan BaSO}_4=\frac{\text{kelarutan dalam air}}{\text{kelarutan dalam asam sulfat}}=\frac{7,75\times10^{-5}}{6\times10^{-7}}=129,167\approx129

    Jadi kelarutan BaSO4 dalam asam sulfat 0,01 M yaitu 129 kali lebih rendah dari kelarutannya dalam air.

  • Pilgan

    Padatan A2B3 merupakan padatan garam yang sukar larut dalam air, padatan ini terbentuk dari ion logam A dan ion kompleks B. Tetapan hasil kali kelarutan dari padatan A2B3 adalah 1,5 ×\times 10-14. Setelah penambahan larutan yang mengandung ion senama dari anion A2B3 (membentuk larutan tepat jenuh), kelarutan garam tersebut turun 200 kali. Berapakah konsentrasi dari ion senama tersebut?

    A

    0,035 M

    B

    0,350 M

    C

    3,560 M

    D

    0,069 M

    E

    0,690 M

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp A2B3 == 1,5 ×\times 10-14

    s1 A2B3 : kelarutan A2B3 dalam air

    s2 A2B3 : kelarutan dalam larutan yang mengandung ion senama

    s2 A2B3 =1200=\frac{1}{200} s1 A2B3

    Ditanya: Konsentrasi ion senama?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan yang terjadi pada A2B3 adalah sebagai berikut.

    A2B3(s) \rightleftharpoons 2A3+(aq++ 3B2-(aq)

    Kation : A3+

    Anion : B2-

    Ion senama dengan anion A2B3, maka ion senamanya adalah B2-.

    Ksp A2B3=[A3+]2[B2]3K_{\text{sp}}\ \text{A}_2\text{B}_3=\left[\text{}\text{A}^{3+}\right]^2\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s)2(3s)31,5\times10^{-14}=\left(2s\right)^2\left(3s\right)^3

    1,5×1014=108s51,5\times10^{-14}=108s^5

    s=1,5×10141085s=\sqrt[5]{\frac{1,5\times10^{-14}}{108}}

    s=6,73×104s=6,73\times10^{-4}

    s1=6,73×104s_1=6,73\times10^{-4}

    Maka kelarutan dalam larutan yang mengandung ion senama sebagai berikut.

    s2=1200s1s_2=\frac{1}{200}s_1

    =1200×6,73×104=\frac{1}{200}\times6,73\times10^{-4}

    =3,37×106=3,37\times10^{-6}

    Larutan tepat jenuh artinya Ksp=Qsp=1,5×1014K_{\text{sp}}=Q_{\text{sp}}=1,5\times10^{-14}

    Qsp A2B3=[A3+]2[B2]3Q_{\text{sp}}\ \text{A}_2\text{B}_3=\left[\text{}\text{A}^{3+}\right]^2\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2s\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2s2)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2s_2\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    1,5×1014=(2×3,37×106)2×[B2]31,5\times10^{-14}=\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2\times\left[\text{B}^{2-}\right]^3

    [B2]3=1,5×1014(2×3,37×106)2\left[\text{B}^{2-}\right]^3=\frac{1,5\times10^{-14}}{\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2}

    [B2]=1,5×1014(2×3,37×106)23\left[\text{B}^{2-}\right]=\sqrt[3]{\frac{1,5\times10^{-14}}{\left(2\times3,37\times10^{-6}\right)^2}}

    [B2]=0,069\left[\text{B}^{2-}\right]=0,069

    Jika kelarutan garam A2B3 turun 200 kali, maka konsentrasi dari ion senama adalah sebesar 0,069 M.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.