Latihan Kimia Kelas XI Konsep Larutan Penyangga dan Sistem Penyangga
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
2
Salah
6
Dilewati
2

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 3
  • Pilgan
    1

    Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan mereaksikan basa lemah dan asam kuat dalam keadaan ....

    A

    dilarutkan dalam air sebanyak-banyaknya

    B

    jumlah mol basa lemah << jumlah mol asam kuat

    C

    jumlah mol basa lemah >> jumlah mol asam kuat

    D

    jumlah mol asam kuat berlebih

    E

    jumlah mol basa lemah == jumlah mol asam kuat

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Larutan penyangga basa juga dapat dibuat dengan cara mereaksikan basa lemah dengan asam kuat dengan jumlah mol basa lemah >> mol asam kuat sehingga di akhir reaksi akan tersisa basa lemah dan garam yang mengandung asam konjugasinya.

    Maka larutan penyangga basa dapat dibuat dengan mereaksikan basa lemah dan asam kuat dalam keadaan jumlah mol basa lemah >> jumlah mol asam kuat.

  • Pilgan
    0

    Campuran larutan-larutan berikut yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah ....

    A

    larutan HClO4 - larutan NaClO4

    B

    larutan NH3 - larutan NH4Cl

    C

    larutan HCOOH - larutan HCOONa

    D

    larutan HF - larutan NaF

    E

    larutan CH3COOH - larutan CH3COONa

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Jadi, untuk menentukan campuran larutan yang benar yang merupakan jenis larutan penyangga, maka harus sesuai antara pasangan asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.


    (1) Larutan HCOOH - larutan HCOONa termasuk larutan penyangga asam.

    HCOOH merupakan asam lemah.

    HCOOH \rightleftharpoons H+ ++ HCOO-

    HCOONa \rightarrow Na+ ++ HCOO-

    HCOONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HCOOH, yaitu HCOO-.


    (2) Larutan CH3COOH - larutan CH3COONa termasuk larutan penyangga asam.

    CH3COOH merupakan asam lemah.

    CH3COOH \rightleftharpoons H+ ++ CH3COO-

    CH3COONa \rightarrow Na+ ++ CH3COO-

    CH3COONa merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari CH3COOH, yaitu CH3COO-.


    (3) Larutan HF - larutan NaF termasuk larutan penyangga asam.

    HF merupakan asam lemah.

    HF \rightleftharpoons H+ + +\ F-

    NaF \rightarrow Na+ ++ F-

    NaF merupakan garam yang mengandung basa konjugasi dari HF, yaitu F-.


    (4) Larutan NH3 - larutan NH4Cl termasuk larutan penyangga basa.

    NH3 termasuk basa lemah.

    NH3 + +\ H+ \rightleftharpoons NH4+

    NH4Cl \rightarrow NH4+ ++ Cl-

    NH4Cl merupakan garam yang mengandung asam konjugasi dari NH3, yaitu NH4+.


    (5) Larutan HClO4 - larutan NaClO4 bukan termasuk larutan penyangga.

    HClO4 termasuk asam kuat sehingga tidak dapat dibuat sebagai larutan penyangga.

    Maka campuran larutan yang tidak dapat membentuk larutan penyangga adalah larutan HClO4 - larutan NaClO4.

  • Pilgan
    0

    Salah satu pemanfaatan larutan penyangga adalah pada sistem peredaran darah manusia. Larutan penyangga ini terdapat dalam darah untuk menjaga pH darah agar konstan pada 7,4. Pasangan asam-basa konjugasi pembentuk larutan penyangga ini adalah ....

    A

    HCO3- - CO32-

    B

    H2CO3 - HCO3-

    C

    H2PO4- - HPO42-

    D

    HSO4- - SO42-

    E

    HPO42- - PO43-

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Sistem penyangga dalam darah manusia:

    Sistem penyangga utama dalam darah yaitu pasangan asam karbonat-bikarbonat (H2CO3 - HCO3-). Sistem ini menjaga agar pH darah konstan atau praktis konstan pada pH 7,4. Kelebihan asam akan bereaksi dengan HCO3-, sedangkan kelebihan basa akanbereaksi dengan H2CO3.

    H2CO3 ++ OH- \longrightarrow HCO3- ++ H2O

    HCO3- ++ H+ \longrightarrow H2CO3

    Pasangan asam-basa konjugasi pembentuk larutan penyangga dalam darah adalah H2CO3 - HCO3-.


    *H2PO4- dan HPO42- merupakan sistem penyangga utama dalam cairan intrasel.

  • Pilgan
    0

    Pernyataan berikut yang tidak benar terkait larutan penyangga adalah ....

    A

    terdiri dari larutan penyangga asam dan basa

    B

    dibuat dari larutan yang mengandung asam lemah dan basa konjugasinya

    C

    nilai pH akan sedikit naik pada penambahan sedikit basa

    D

    nilai pH akan terjaga pada penambahan larutan apapun

    E

    nilai pH akan sedikit turun pada penambahan sedikit asam

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    Pernyataan yang benar terkait larutan penyangga adalah sebagai berikut.

    1. Terdiri dari larutan penyangga asam dan basa.
    2. Nilai pH akan sedikit turun pada penambahan sedikit asam.
    3. Nilai pH akan sedikit naik pada penambahan sedikit basa.
    4. Kenaikan pH tidak terjadi secara signifikan pada penambahan sedikit asam dan basa.

    Pernyataan "nilai pH akan terjaga pada penambahan larutan apapun" tidak benar karena penambahan sedikit asam atau basa akan tetap menurunkan dan meningkatkan nilai pH, tetapi tidak secara signifikan.

    Jadi pernyataan berikut yang tidak benar terkait larutan penyangga adalah nilai pH akan terjaga pada penambahan larutan apapun.

  • Pilgan
    0

    Manakah larutan berikut yang dapat membentuk larutan penyangga dengan monohidrogenfosfat?

    A

    Ca2(PO4)3

    B

    K2HPO4

    C

    Ca2HPO4

    D

    NaH2PO4

    E

    Ca(PO4)2

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    • Jika, HPO42- bertindak sebagai basa lemah, maka tentukan asam konjugasinya.

    HPO42- ++ H+ \rightleftharpoons H2PO4-

    H2PO4- (dihidrogen fosfat) adalah asam konjugasi dari adalah HPO42-.

    Jika dihidrogen fosfat bereaksi dengan ion Na, K, dan Ca akan membentuk:

    H2PO4- ++ Na+ \rightleftharpoons NaH2PO4

    H2PO4- ++ K+ \rightleftharpoons KH2PO4

    2H2PO4- ++ Ca2+ \rightleftharpoons Ca(H2PO4)2

    • Jika, HPO42- bertindak sebagai asam lemah, maka tentukan basa konjugasinya.

    HPO42- \rightleftharpoons PO43- + H+

    PO43- adalah basa konjugasi dari adalah HPO42-.

    Jika PO43- fosfat bereaksi dengan ion Na, K, dan Ca akan membentuk:

    PO43- ++ Na+ \rightleftharpoons Na3PO4

    PO43- ++ K+ \rightleftharpoons K3PO4

    PO43- ++ Ca2+ \rightleftharpoons Ca3(PO4)2

    Maka larutan yang dapat bertindak sebagai asam dan membentuk larutan penyangga dengan larutan monohidrogenfosfat adalah dihidrogen fosfat. Dihidrogen fosfat dapat diperoleh dari larutan NaH2PO4.

  • Pilgan

    Garam berikut yang sesuai untuk membentuk larutan penyangga bersama asam borat adalah ....

    A

    LiBO(OH)2

    B

    Na3BO3

    C

    NaHBO3

    D

    BeBO2(OH)

    E

    K3BO3

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Asam borat = H3BO3 atau B(OH)3

    B(OH)3 \rightleftharpoons BO(OH)2- ++ H+

    B(OH)3 adalah asam lemah dengan basa konjugasinya yaitu BO(OH)2-. Garam yang dapat terbentuk dari basa konjugasi diantaranya:

    BO(OH)2- ++ Na+ \longrightarrow NaBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ Li+ \longrightarrow LiBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ K+ \longrightarrow KBO(OH)2

    BO(OH)2- ++ Be2+ \longrightarrow Be(BO(OH)2)2

    Jadi garam yang sesuai untuk membentuk larutan penyangga bersama asam borat adalah LiBO(OH)2.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan reaksi kesetimbangan dari suatu larutan penyangga berikut!

    HCO3- \rightleftharpoons CO32- ++ H+

    Penambahan sedikit HCl akan menyebabkan kesetimbangan ....

    A

    meningkatkan pH

    B

    menggeser kesetimbangan ke arah pereaksi

    C

    menggeser kesetimbangan ke arah produk

    D

    tetap sama seperti sebelumnya

    E

    sama sekali tidak mengubah nilai pH

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Cara larutan penyangga mempertahankan pH adalah dengan menetralkan kelebihan asam atau basa sehingga nilai pH tidak berubah secara signifikan.

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    Perhatikan reaksi pada soal sebagai berikut.

    HCO3- \rightleftharpoons CO32- ++ H+

    HCO3- merupakan asam lemah dan basa konjugasinya adalah CO32-. Penambahan HCl (bersifat asam) akan bereaksi dengan basa konjugasi yaitu CO32-. Karena digunakan untuk bereaksi dengan HCl, jumlah dari CO32- akan berkurang sehingga kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri atau ke arah pereaksi.

    Kondisi lain yang terjadi adalah:

    1. Penambahan sedikit HCl (asam) akan menyebabkan nilai pH sedikit turun (terjadi perubahan nilai pH)
    2. Kesetimbangan akan bergeser ke arah pereaksi (kesetimbangan terganggu)

    Jadi penambahan HCl akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah pereaksi.

  • Pilgan
    2

    Garam Ba3(BO3)2 yang bersifat ... dapat membentuk larutan penyangga dengan larutan yang mengandung ....

    A

    basa; H3BO3

    B

    netral; H2BO3-

    C

    asam; H2BO3-

    D

    basa; HBO32-

    E

    asam; HBO32-

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu.

    Ba3(BO3)2 \longrightarrow 3Ba2+ ++ 2BO33-

    • Ba2+ merupakan kation yang berasal dari basa kuat, yaitu Ba(OH)2 atau barium hidroksida.
    • BO33- merupakan anion yang berasal dari asam lemah, yaitu B(OH)3 atau H3BO3 atau asam borat.

    Karena berasal dari basa kuat dan asam lemah, garam ini akan bersifat basa.

    Menurut teori hidrolisis, BO33- akan bereaksi dengan air membentuk ion OH- sesuai persamaan berikut.

    BO33- + H2O \longrightarrow HBO32- + OH-

    Oleh karena itu, spesi yang berperan sebagai larutan penyangga adalah BO33- (karena berasal dari asam lemah) yang bersifat basa (karena menghasilkan OH-).

    Menentukan asam konjugasi dari basa BO33-

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    BO33- ++ H+ \rightleftharpoons HBO32-

    HBO32- adalah asam konjugasi dari adalah BO33-.

    Maka garam Ba3(BO3)2 yang bersifat basa dapat membentuk larutan penyangga dengan larutan yang mengandung HBO32-.

  • Pilgan
    0

    Suatu larutan penyangga terbentuk dari campuran H2CO3 dan HCO3- dengan pH 3,5. Jika ke dalam campuran larutan tersebut ditambahkan 150 mL air murni, maka pH akhir campuran ....

    A

    << 3,5

    B

    >> 3,5

    C

    >> 7,0

    D

    == 3,5

    E

    == 7,0

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
    • Larutan penyangga dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti kimia analitis, biokimia, dan bakteriologi. Penggunaan larutan penyangga disebabkan proses-proses tersebut sangat sensitif pada perubahan pH sehingga harus digunakan larutan yang akan mengalami perubahan pH secara tidak signifikan pada penambahan sedikit asam dan basa.
    • Penambahan larutan selain asam dan basa tidak akan mempengaruhi pH dari larutan penyangga, sebab pH larutan penyangga hanya dipengaruhi oleh penambahan asam atau basa.

    Jadi setelah penambahan 150 mL air murni, pH akhir campuran tidak berubah yaitu == 3,5.

  • Pilgan

    Sistem penyangga utama dalam darah merupakan sistem penyangga asam dengan perbandingan konsentrasi asam lemah terhadap basa konjugasinya adalah 1 : 20. Mengapa konsentrasi basa konjugasi jauh lebih banyak dibanding asam lemahnya?

    A

    Hasil metabolisme yang diterima darah lebih banyak bersifat asam.

    B

    Hasil metabolisme yang diterima darah lebih banyak bersifat basa.

    C

    Hasil metabolisme yang diterima darah tidak ada kaitannya dengan basa konjugasi.

    D

    Hasil metabolisme yang diterima darah tidak akan bereaksi dengan apapun.

    E

    Hasil metabolisme yang diterima darah lebih banyak bersifat netral.

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
    • Larutan penyangga dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti kimia analitis, biokimia, dan bakteriologi. Penggunaan larutan penyangga disebabkan proses-proses tersebut sangat sensitif pada perubahan pH sehingga harus digunakan larutan yang akan mengalami perubahan pH secara tidak signifikan pada penambahan sedikit asam dan basa.

    Sistem penyangga utama dalam darah

    Sistem penyangga utama dalam darah, yaitu pasangan asam karbonat-bikarbonat (H2CO3 - HCO3-). Sistem ini menjaga agar pH darah konstan atau praktis konstan pada pH 7,4. Sistem penyangga utama dalam darah merupakan sistem penyangga asam dengan perbandingan konsentrasi asam lemah terhadap basa konjugasinya adalah 1 : 20. Kelebihan asam akan bereaksi dengan HCO3- sedangkan kelebihan basa akan bereaksi dengan H2CO3.

    H2CO3 ++ OH- \longrightarrow HCO3- ++ H2O

    HCO3- ++ H+ \longrightarrow H2CO3

    Karena hasil metabolisme lebih banyak bersifat asam, maka diperlukan basa untuk menetralkannya. Sehingga konsentrasi basa konjugasi akan lebih banyak.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.